REVIEW Alien Itu Memilihku

alien itu memilihku

“Kadang juga penyakit itu menjadi alat Tuhan untuk mengajar kita tentang suatu hal.” (hlm. 92)

Jika kau terkurung di dalam penjara bersama mahluk tak dikenal bertampang menakutkan, berkelakuan buruk, dan bertingkah agresif, apa yang akan kau lakukan?

Hidup bersama kanker itu mirip atau mungkin lebih buruk dari itu. Pandangan umum dari peneliti medis, kanker adalah sel-selmu sendiri yang akan tiba-tiba berkembang liar, ganas, dan siap memangsamu. Sel-sel itu bisa dianggap sebagai bagian tubuhmu yang membelot, mengkhianatimu dan menjelma jadi mahluk asing yang tak terkendali. Kau hanya bisa terpenjara satu ruangan dengan mahluk muka seram dan memualkan, kau bahkan hidup satu tubuh dengannya.

Indah Melita Setiawan, yang diceritakan dalam buku ini merasakan ada alien yang tumbuh dalam tubuhnya. Atau jika bukan, mungkin ada bagian tubuhnya yang berubah menjadi alien.

Dia hanya punya dua pilihan, menciut takut terhadap alien ini atau menatap matanya dengan berani lalu memahami dirinya. Dia akhirnya memilih menjadi berani dan mengisi waktu untuk mencari informasi tentang penyakitnya.

Kanker adalah sel-selmu sendiri yang tiba-tiba berkembang liar, ganas, dan siap memangsamu, sel-sel itu bisa dianggap sebagai bagian tubuhmu yang membelot, mengkhianatimu dan menjelma jadi mahluk asing yang tak terkendali. (hlm. 51)

Boleh jadi sel-sel tubuhku kini memilih mengkhianatiku. Namun jauh sebelum itu, cinta telah lebih dulu melakukannya. (hlm. 54)

Kini alien di dalam tubuhku mengintai, siap menyeretku ke dalam lubang yang hening namun kuat bernama kematian. (hlm. 82)

Kanker tulang memang kerap salah didiagnosis karena gejala awalnya yang menyerupai penyakit lain. Gejala yang terjadi bisa serupa rematik, cedera otot, ataupun saraf terjepit. Orang yang mengalami gejala seperti ini pun kerap pergi ke pengobatan tradisional seperti tukang urut karena dianggap sebagai sakit biasa. Akibatnya sering terjadi kanker terlambat terdeteksi. Bahkan perkembangannya bisa terpacu lebih aktif karena tindakan pengobatan yang keliru. Akhirnya amputasi menjadi pilihan yang sering dilakukan karena kebanyakan kanker tulang ditangani saat sudah terlampau terlambat.

James Ewing adalah dokter yang pertama kali mengidentifikasi kanker tulang jenis ini. Sarcoma adalah tipe kanker langka yang terjadi pada struktur pendukung tubuh, seperti tulang, jaringan lunak dan otot. Ewing Sarcoma adalah kanker yang paling sering timbul bagian tengah tulang panjang kaki dan tangan tetapi juga bisa terjadi pada panggul dan tulang lainnya.

Beberapa peneliti berpendapat penyakit ini bisa disebakan karena perubahan kromosom pada DNA. Menurut mereka, Ewing Sarcoma termasuk penyakit dengan kelainan genetik akibat kesalahan rekombinasi kromoson yang dapat menyebabkan sel normal berubah menjadi sel ganas.

Kematian manakah yang lebih baik? Gelombang yang mendadak menerjang serentuk membuat nyawa meregang? Atau proses perlahan-lahan menggerogoti tubuh seperti kanker? (hlm. 193)

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Hidup adalah apa yang terjadi kau sibuk merancang rencana lain. (hlm. 5)
  2. Peluang memperoleh cinta sejati itu tak ubahnya seperti memenangi lotre satu miliar rupiah. Setiap orang memimpikannya, berharap mendapatkannya, tapi akan jauh lebih banyak yang kecewa. (hlm. 9)
  3. Cinta yang memilih kita dan bukan sebaliknya. (hlm. 9)
  4. Cinta pertama tidak pernah mati. (hlm. 21)
  5. Tak ada yang lebih mengerikan daripada menjadi tua, yaitu menjadi tua dan kesepian. (hlm. 99)
  6. Kadang kita tidak bisa mengerti cara-cara Tuhan mengangkat derajat seseorang. (hlm. 180)

Beberapa kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Nasib perempuan, warga minoritas pula, memang harus siap menerima ledekan-ledekan dari laki-laki yang tidak bertanggung jawab. (hlm. 69)
  2. Jangan terlalu banyak pilih-pilih, nanti kamu keburu tua. (hlm. 71)
  3. Ada hal-hal yang memang cepat sekali dirasakan antar penderita kanker yang mungkin tidak dapat dipahami oleh yang tidak pernah merasakannya. (hlm. 218)
  4. Pertengkaran biasa saja kan dalam pertengkaran? (hlm. 230)
  5. Perempuan normal mana pun juga pasti ingin meninggalkanmu begitu tahu sejarah utangmu dengan bank-bank. (hlm. 234)
  6. Patah hati adalah salah satu dari pengalaman yang akan mengubah seseorang selamanya. (hlm. 263)

Semua orang punya kekurangan. Mbak Indah pun bukan perempuan sempurna. Dia harus menghadapi masa-masa sulit untuk melawan kanker, berbulan-bulan berjuang hidup dan melakukan segala aktivitas di ranjang rumah sakit. Patah hati yang tak kunjung padam. Malangnya lagi, sahabat yang sejak bertahun-tahun bersama justru mengkhianatinya, melarikan uang yang dipinjamnya, betapa teganya sahabatnya ini. Beruntungnya, Mbak Indah memiliki keluarga yang selalu mendukungnya, terutama mama dan kakak-kakaknya yang selalu bergantian di sisinya.

Lewat buku ini kita dapat memetik hikmah bahwa apa pun kehidupan yang sudah digariskan oleh Tuhan, suatu hari nanti akan ada hasil bahagianya. Apa yang kita petik adalah apa yang kita tanam di masa lalu.

“Tapi sesungguhnya kamu harus bersyukur mengalami kanker. Tuhan bekerja dengan cara misterius.” (hlm. 180)

Saat itu aku berjanji di dalam hati, untuk membantu menguatkan setiap pasien kanker yang bisa kujangkau, agar mereka juga bisa bertahan dengan berpegang pada kekuatan bernama persahabatan. (hlm. 205)

Pada akhirnya, aku memang hanya bisa melakukan apa yang kubisa, sesuai porsiku. Dan mungkin hanya itulah kewajiban setiap dari kita. Memberikan apa yang kita punya dengan cara apa pun yang kita bisa. (hlm. 279)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Alien Itu Memilihku

Penulis                                 : Feby Indirani

Desain sampul                   : Uwi Mathovani

Ilustrator                             : Matahari Indonesia

Desain isi                             : Fajarianto

Penerbit                              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : Juni 2014

Tebal                                     : 301 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-0541-7

7 thoughts on “REVIEW Alien Itu Memilihku

  1. Aku suka tulisan Mbak Febby Indirani. Pertama kali baca karyanya dalam bentuk buku bergenre memoar ya yang judulnya I can (not) hear. Caranya menulisnya bikin aku serasa menjadi tokoh ibu di dalam buku tersebut. Perasaanku campur aduk dan tiba2 jd mellow. Khusus untuk “Alien Itu Memilihku”, aku pengin banget baca. Sangat.

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s