REVIEW Before Happiness

before happiness

Mengapa jatuh cinta bisa sesakit ini? (hlm. 67)

Cinta itu aneh ya. Kita masih bisa tertawa saat hati merasa sakit. (hlm. 48)

HAPPY. Seperti harapan orangtuanya memberi nama ini agar dia selalu bahagia. Setidaknya dia sudah mencobanya, berkali-kali. Satu hal yang telat disadarinya, harusnya perasaan di dalam dirinya tidak dibiarkan terus tumbuh dan tumbuh seperti ilalalang yang tak terurus. Namun, entah kenapa dia terus membiarkannya senantiasa mengakar kuat dan mengisi seluruh rongga dada dan membuatnya menjadi belukar yang sangat menakutkan.

SADHA: Dari sebelum lulus kuliah, Sadha berkecimpung di rumah produksi film milik ayahnya, Renomex Pictures. Passion-nya di dunia film memang sangat besar sejak dia masih kecil. Saat masih SD, hampir tak ada malam minggu yang tak dihabiskan dengan menonton film di bioskop atauVCD. Tak heran bila tanpa diminta, dia sudah berjibaku menduduki kursi produser di usia relatif muda, serta giat mencari investor dengan mengandalkan teknik berbicaranya yang beracun. Maka, setelah film pertama yang mencatut namanya sebagai produser laku keras, Sadha menjadi ketagihan mendanai film lagi dan lagi –meski terkadang cerita yang ditawarkan sering bikin geleng-geleng kepala. Sebut saja, judul-judul seperti Suster Ngesot Berlari sampai Pocong Nikah Siri.

YUNA. Sosok lembut dengan pikiran maju. Ngobrol dengannya harus sering baca buku karena pengetahuannya yang memang cukup luas banyak dalam berbagai hal. Bila ada yang mengatakan kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran, Yuna tidak termasuk dalam daftar tersebut. Dia cantik, berwawasan, gaul, perfeksionis serta ambisius. Hal tersebut tidak membuatnya sombong. Kecantikan paras yang sangat Indonesia, dan keramahan yang rasanya seribu banding satu bisa didapatkan pada cewek-cewek model seperti dirinya; yang sadar dirinya cantik, dengan kulit kuning langsat, bentuk badan proporsional hingga rambut panjang hitam terawat.

Setelah pertemuan pertama dengan Sadha, Yuna mengaku sahabat kecil Happy tersebut. Dan rasa suka itu semakin berkembang setelah beberapa kali Yuna ikut dalam janji-janji yang Happy dan Sadha buat. Gaung pun bersambut, rupanya Sadha memiliki perasaan yang sama. Maka setelah keduanya meminta Happy jadi mak comblang dengan terpaksa, tiga bulan kemudian mereka resmi menjadi sepasang kekasih berkat perjodohan terencana Amalia Happy.

Bukankah akan sia-sia mencintai seseorang yang tak pernah menyadari, dan itu akan membuat hati kita begitu perih, seperti tersayat pisau karatan lalu menghujam perlahan di ulu hati yang terdalam. Apakah itu cinta? (hlm. 207)

Apakah pernah mengalami yang namanya friendzone seperti yang dialami Happy? Ehem, buat yang punya pengalaman friendzone pasti tahu rasanya susah move on #eaaa ~~~(/´▽`)/

Berada di lingkaran friendzone itu memang berat. Bagai menghadapi buah simalakama. Dimakan salah, dibuang salah. Begitulah yang dialami Happy, hari-hari yang dilaluinya tidak bisa merasa happy, sangat bertolak belakang dengan namanya.

Sampai kapan lu nyadar kalau perasaan gue ini bukan main-main? Sampai kapan lu biarkan diri lu sakit karena perasaan kita nggak berbalas? (hlm. 110)

Banyak kalimat favorit yang bertebaran dalam buku ini:

  1. Hidup memang kadang-kadang menggelikan. (hlm. 13)
  2. Jangan pernah merasa sendiri. Kalau ada apa-apa, tinggal cerita saja. (hlm. 24)
  3. Bahagia adalah melihat orang yang kita cintai bahagia. (hlm. 50)
  4. Jatuh cinta itu emang sakit. Dan akan lebih menyakitkan jika kita nggak ikhlas jika orang yang kita cintai bahagia. (hlm. 77)
  5. Memiliki seorang kekasih untuk menyembuhkan luka adalah opsi menyakiti perasaan orang lain bila hanya dijadikan pelampiasan. (hlm. 94)
  6. Jangan suka menyakiti diri sendiri. (hlm. 109)
  7. Jatuh cinta itu perlu belajar, termasuk melupakan kenangan akan sakit yang ditimbulkan. (hlm. 145)
  8. Terkadang masa lalu adalah semak belukar yang harus kita babat habis, karena jika kita terus di dalamnya, kita sukar akan mendapat cinta yang baru, kebahagiaan yang baru. (hlm. 153-154)
  9. Cinta membuat semua menjadi manis. Dan kenangan buruk adalah belukar yang harus kita enyahkan jauh-jauh. (hlm. 154)
  10. Cinta itu membahagiakan, bukan menyakiti. (hlm. 208)

Lumayan banyak juga sindiran halus dalam novel ini:

  1. Tingkat kedewasaan seseorang tak perlu dihubung-hubungkan dengan umur, kan? (hlm. 15)
  2. Biasanya sering tuh kalau ada orang pacaran, dunia serasa milik berdua. (hlm. 23)
  3. Siapa perempuan di dunia ini yang tidak bahagia jika orang yang ia cintai, memilihnya menjadi ibu dari calon anak-anaknya kelak. (hlm. 39)
  4. Jagung bakar dan susu rasanya pasti gitu-gitu aja. Tapi dengan siapa menikmatinya adalah hal yang berbeda. (hlm. 59)
  5. Apa kata dunia kalau cewek nembak duluan? (hlm. 61)
  6. Cewek-cewek kalo udah ketemu selalu heboh sendiri. Apa saja bisa jadi bahasan sampai hal tidak penting sekalipun. (hlm. 72)
  7. Kalo kamu, kapan ada yang ngelamar? Eh, punya pacar aja belum ya. (hlm. 79)
  8. Berdandan tebal hanya membuat merasa seperti badut. (hlm. 83)

Maaaakkkk…sayang banyak typo:

  1. Menjadii (hlm. 40)
  2. M-menikah. (hlm. 42)
  3. Ko (hlm. 62)
  4. Pulangmembawa (hlm. 69)
  5. Ktolak (hlm. 73)
  6. Guemakan (hlm. 94)
  7. Pernikahan?!Aku (hlm. 115)
  8. Tahu.Kenapa (hlm. 147)
  9. Atur.Besok (hlm. 147)
  10. Di paragraf ketiga typo tiga kali di kata ‘aku’ selalu tidak ada spasi pada halaman 144
  11. Early honemoon (hlm. 204) – harusnya miring
  12. Dan masih banyak typo lainnya

Selain typo, hal-hal yang agak mengganggu adalah layoutnya yang agak gelap, jenis font yang berubah seperti di halaman 42 yang berbeda dari font halaman lainnya, ketidakkonsistenan pemanggilan nama antara Sadha dan Happy yang terkadang menggunakan panggilan masa kecil Prince – Princess tapi tak jarang menggunakan kata panggil dengan nama, begitu juga dengan Gerald yang katanya punya hobi memanggil Happy dengan sebutan ‘Haha’ tapi tak jarang juga memanggil dengan nama biasa, harusnya halaman 49 dicetak miring agar terkesan cerita masa lalu soalnya rada bingung juga dengan kalimat sebelumnya yang tiba-tiba muncul setting masa lalu awal percomblangan yang dilakukan Happy. Oya, agak terganggu juga dengan setting yang berulang, kenapa gitu tiap makan pasti di Selero Bundo dan menunya selalu rendang. Sedemen-demennya ama tempat makan dan menunya, bosen juga kali kalo hampir tiap hari makan di tempat dan menu yang sama pula x)

Meskipun begitu, penulisnya berhasil menjadi tokoh utama sebagai perempuan, bisa merasakan pedihnya seorang perempuan galau yang akan ditinggal sahabat karibnya menikah. Dari semua tokoh justru paling suka Gerald, apalagi pas adegan OSPEK saat berhadapan dengan Happy. Meski ini cuma sekilas, justru paling menarik!😀

Keterangan Buku:

Judul buku                          : Before Happiness

Penulis                                 : Abbas Aditya

Penyunting                         : Dedik Priyatno

Pendesain sampul           : Adam S. Muhsinin

Penyelaras akhir               : Dea Anugerah

Penata letak                       : Tri Indah Marty

Ilustrator                             : Liliyk S.

Penerbit                              : Moka Media

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 210 hlm.

ISBN                                      : 979-795-841-8

Baca ini cocok sambil dengerin lagunya Adera – Dengarkan Hatiku

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

2 thoughts on “REVIEW Before Happiness

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s