REVIEW Little Edelweiss

little edelweiss

Cinta ditolak, carriel diangkat. (hlm. 148)

Kika yang memiliki nama lengkap Kalyca Quianna ini menguatkan niatnya setelah kegagalan olah fisik Narapala hampir tiga bulan yang lalu. Ia giat menjalani eksul Narapala setiap Sabtu pagi bersama Arka, kakak pembimbingnya. Kika duduk di kelas sepuluh sedangkan Arka duduk di kelas sebelas. Mereka sama-sama sekolah di SMA Tirta Nusantara.

“Papa juga tidak setuju. Pokoknya tidak! Lebih baik kamu ikut PMR. Cewek kok naik-naik gunung.” (hlm. 16)

Situasi hari ini mulai mengkhawatirkan ketika para calon anggota cewek mulai mengeluh kelelahan dan kehilangan semangat tempur. (hlm. 38)

Kisah Kika ini mengingatkan jaman SMA. Yup, saya pernah ikutan pecinta alam di sekolah, tapi hanya lulus diklat ruangan. Sedangkan yang diklat lapangan tidak ikut sampai selesai, memilih mundur karena satu per satu teman cewek juga tumbang. Alhasil lebih memilih aktif PMR & UKS😀

Arka Aidan Gernada yang biasa dipanggil Arka ini sangat akrab bersahabat dengan alam. Baginya, keindahan gunung an alam bebas jauh lebih berharga dibandingkan dengan berlama-lama nongkrong di kafe atau jalan-jalan di mal. Tak heran, jika teman dekatnya tidak terlalu banyak, juga cewek yang pernah menjadi kekasihnya. Dia telah menaklukkan beberapa puncak gunung seperti Salak, Halimu, Papandayan, Cikurai, Semeru, dan Rinjani.

Kika dan Arka adalah sahabat lama. Dan, kini mereka dipertemukan alam dan satu kata ajaib itu. Satu kata yang entah kenapa tidak pernah berani mereka ungkapkan. Satu kata yang mampu memuat Kika menjadi seseorang pemberani dan tidak lagi menjadi cewek yang cengeng. Satu kata yang mengubah pendapat Arka tentang makna hidup. Kata itu bernama cinta.

Cinta persahabatan adalah cinta yang paling positif dan komitmennya bisa bertahan lama. Karena cinta persahabatan tumbuh dari hubungan yang sudah berjalan lama. Untuk daya tarik fisik, cinta romantis bisa dibilang kurang penting. Karena cinta ini lebih menguatkan perasaan aman karena sudah saling mengenal. (hlm. 68)

Dari beberapa buku terbitan Moka Media yang saya baca, ternyata (lagi-lagi) bertema friendzone. Yup, friendzone memang tidak pernah habis dibahas. Apalagi masa-masa sekolah. Bedanya, di novel ini kita akan disuguhi dengan khas ala-ala pecinta alam. Meski cuma jaman kuliah beberapa kali naik gunung (itupun yang cuma kelas teri :p), saya bisa merasakan aura pendakian dalam buku ini. Pas karena ini kisahnya memang masih SMA. Labil dikit naik gunung, mirip adik saya yang cowok #eaaa😀

Beberapa selipan tentang pecinta alam:

  1. Menjadi pecinta alam tidak butuh orang yang ingin terlihat keren seperti di film-film. Bagi para anak manja, tempat ini adalah neraka. (hlm. 6)
  2. Dunia pecinta alam salah satunya seperti ini. Makan di mana saja. Apalagi saat naik gunung. Kita nggak akan bisa milih makanan enak atau enggak enak, tapi lebih pada kebutuhan untuk tenaga dan bertahan hidup. (hlm. 86)

Beberapa kalimat favorit:

  1. Sahabat membuat kita merasa dicintai seluruh dunia. Sahabat tidak bisa marah lama-lama pada kita. Dan, sahabat bisa mengerti kita bahkan ketika kita tidak mengerti diri kita sendiri. (hlm. 69)
  2. Masing-masing orang punya pilihan. (hlm. 95)
  3. Dilarang keras jatuh cinta ke sahabat sendiri. (hlm. 112)
  4. Cewek dan cowok yang bersahabat lebih rawan masalah dibandingkan dengan sesama cewek atau sesama cowok. (hlm. 114)
  5. Ketika sahabat pindah ke tempat lain maka sebagian dari sejarah hidup kita pergi bersamanya. (hlm. 117)

Waktu tahu novel ini jadi mikir, berasa kayak pernah tahu bukunya. Ternyata penulisnya sama dengan novel; Sweet Edelweiss. Kalo nggak salah covernya hijau juga. Trus ada bunga edelweissnya juga, kisahnya juga tentang pendaki gunung anak SMA.

Ehem, lumayan loh kali ini terbitan Moka Media tanpa typo😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Little Edelweiss

Penulis                                 :  Nita Trismaya

Penyunting                         : Faisal Adhimas

Pendesain sampul           : Dwi Anisa Anindhika

Penyelaras aksara            : Dyah Utami

Penata letak                       : Tri Indah Marty

Penerbit                              : Moka Media

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 162 hlm.

ISBN                                      : 979-795-847-7

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

One thought on “REVIEW Little Edelweiss

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s