GIVEWAY Bunga di Atas Batu

Dunia penerbitan kita sedang membawa angin segar. Banyak sekali anak muda yang memiliki talenta. Banyak juga yang masih unyu sudah mengeluarkan novel. Ishh…kapan ya bisa kece nulis kayak mereka?!?😀

Nah, ini salah satunya. Ada Ghiyats Ramadhan a.k.a Aesna yang baru saja menelurkan novel yang berjudul Bunga di Atas Batu.

Akan ada dua pemenang yang akan terpilih. Pemenang pertama akan mendapatkan novel Bunga di Atas Batu plus foto. Pemenang kedua mendapatkan novel Bunga di Atas Batu. Pemenang dipilih langsung oleh penulisnya yaaa…😉

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs, dan . Jangan lupa share dengan hestek #GABungaDiAtasBatu dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah apakah yang akan dilakukan jika terjebak dalam FRIENDZONE?!? #eaaa 😀

5. Tinggalkan komentar di REVIEW Bunga di Atas Batu

https://luckty.wordpress.com/2014/07/31/review-bunga-di-atas-batu/

6. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GABungaDiAtasBatu

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GABungaDiAtasBatu ini berlangsung sebelas hari: 1-10 Agustus 2014. Pemenang akan diumumkan tanggal 11 Agustus 2014. Akan ada DUA PEMENANG yang dipilih. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penulisnya ;)

Silahkan tebar garam mantra dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

PicsArt_30_07_2014 20_34_10PicsArt_31_07_2014 10_08_40PicsArt_30_07_2014 20_17_56

42 thoughts on “GIVEWAY Bunga di Atas Batu

  1. Jika saya terjebak pd FRIENDZONE, saya akan mencari kesibukan baru yg akan membuat saya menjadi sibuk sehingga saya tidak perlu repot memikirkannya, selain itu saya juga dapat menemukan orang-orang baru yg akhirnya dapat membebaskan saya dari situasi tersebut

  2. Jika saya terjebak pd FRIENDZONE, saya akan mencari kesibukan baru yg akan membuat saya menjadi sibuk sehingga saya tidak perlu repot memikirkannya, selain itu saya juga dapat menemukan orang-orang baru yg akhirnya dapat membebaskan saya dari situasi tersebut.

    Mutmainnah – @mutmaAG – Palembang

  3. @cilcantya – Surakarta

    kakak saya ikutan GA-nya yaa ^^

    Kalo seandainya saya terjebak friendzone apa yang akan saya lakukan? Hmm.. Saya sudah pernah terjebak friendzone seperti ini kak, memang pertama kali itu rasanya susah banget buat bisa nerima, ya gimana ya kita cinta tapi juga sudah terjebak dalam status sahabat :’)
    Yang saya lakukan saat itu ya berusaha menerima aja🙂 bahwa memang saya dan dia dituliskan sebagai sahabat tidak lebih. Selanjutnya, berusaha mengurangi sedikit demi sedikit rasa saya, mematikan perasaan tepatnya. Lalu, jika sudah mampu menguasai hati saya harus bisa mulai membuka hati untuk cinta yang lain🙂
    Dengan begini perasaan saya terjaga, persahabatan saya juga terjaga. Saya menemukan kebahagiaan saya, dia juga menemukan kebahagiaan dia :))

    Sekian kakak jawaban saya untuk GA ini ^^ semoga nyangkut ke saya yaa novel nyaaa. Tebar garaaam dimana-mana \m/
    Terima kasih kakak🙂

    Link share : https://twitter.com/cilcantya/status/495053326480732160

  4. tsaaaah pertanyaannya -_- okelah saya jawab.
    kalau terjebak dalam friendzone, saya bakal tetep mempertahanin persahabatan saya dan mengenyampingkan perasaan suka saya. Susah sih,pasti. Tapi kalau jadi sahabat dia berarti bisa terus bareng sama dia tanpa rasa canggung, saya rela *tsaaah. Kan kalau pacaran suatu hari nanti bisa putus, jadi mantan pacar,terus kadang ada yg musuhan pas udah jadi mantan atau malah kalau ketemu setelah putus pada pura-pura ngga saling kenal. Pasti ada bedanya kalau kita udah putus. tapi sahabat, biarpun berantem tapi ngga akan ada yg namanya mantan sahabat kan? Dan malah kata saya sih lebih enak jadi sahabat, gimanapun kita tahu lebih banyak tentang dia dibanding pacarnya kan? Kalau dia putus ama pacarnya, kita bakal tetep jadi orang pertama yg dicarinya buat curhat kan? Saya ngga mau ngerusak hal-hal kayak gitu. jadi ya lebih baik terus jadi sahabat dia daripada saya bilang kalau saya suka sama dia tapi dia malah nolak dan akhirnya ngejauhin saya gara-gara dia ga mau saya semakin sayang sama dia. itu nyeseknya lebih nyesek daripada jadi mantan pacar serius😀

    Tia Liszawati
    @tialisz
    Cikampek,Karawang

  5. Uhuk pertanyaan kali ini, kak -_- “Apakah yang akan dilakukan jika terjebak dalam FRIENDZONE?”

    Ada yang bilang kalau, “Every girl has her bestfriend, boyfriend, and true love. But you’re really lucky if they’re the same person.” Yep, itu bener. Sayangnya, justru karena sedikitnya orang yang beneran mengalami itu, itulah yang bikin orang bilang hal tersebut ‘lucky’, kan? Kebanyakan justru terjebak dalam uhukFriendzoneuhuk area pertemanan.
    Kalau aku terjebak dalam friendzone, aku akan tutup mulut aja sih .-. Sebab terkadang, seakrab apapun lawan jenis itu sama kita, mungkin akan lebih nyaman jika tetep seperti itu aja. Tanpa perubahan status ke pacar. Jadi daripada buka mulut dan justru bikin dia nggak nyaman dengan perasaanku, lebih baik diam aja. Bukan artinya mundur sih. Hanya saja menurutku status sahabat lebih menjanjikan untuk bisa terus ada di samping dia daripada status pacar yang bisa pisah sewaktu-waktu semisal salah satu dari kami menemukan orang baru.

    Yap, sekiaan.

    Dian Ayu Aristina,
    @dianayu_ar ,
    Sukoharjo.

  6. Jika saya terjebak dalam Friendzone, saya akan mengambil resiko dengan mengatakan padanya klo saya memiliki perasaan yg lebih dari sekedar sahabat/teman. Mungkin hal ini akan mempengaruhi hubungan kita selanjutnya tapi tidak menutup kemungkinan dia juga memiliki perasaan yg sama denganku, yaa kan?? hehe.. Kalo perasaanku ditolak akan lebih baik jika mengetahuinya secara langsung karena menurutku mencintai diam-diam itu lebih sangat menyakitkan😦

    Ana Rosdiana
    @Ana_On3
    Jakarta timur

  7. Nama : Elvina Yant
    Twitter : @elvinaayanti
    Kota : Pekanbaru
    Pertanyaannya adalah apakah yang akan dilakukan jika terjebak dalam FRIENDZONE?!?

    Kalau saya terjebak disini, bukan jika sih. Hal ini beberapa kali pernah Saya alami. Ntah bagaimana bisa seperti itu. Tapi itu emang menggalaukan sekali. Bingung antara mau mendam atau diungkapkan. Daripada hanya menyimpan perasaan dan menyimpan rasa penasaran mendalam. mending diungkapin. Hanya ada kemungkinan dari 2 kejadian. *uhuk* pertama, ternyata si doi juga menyimpan perasaan yang sama dan ending bahagia bisa saja terjadi. Kalau hal ini yang terjadi haduh itu nggak sia sia kalau udah di ungkapin. Tapi ingat masih ada kemungkinan kedua yang bisa menjadi buruk atau indah. Harapan ditolak. Mungkin nggak sekedar ditolak, mungkin hubungan pertemanan akan mulai renggang atau bahkan didiemin berabad abad lamanya. atau bahkan dia jadi ilfeel ntah bagaimana. dan melupakan masa berteman dahulu kala. aaaakkk😐 itu menyedihkan sekali. udah nggak bisa jadi pacar, jadi teman pun nggakl. Tapi setidaknya kalau udah diungkapin kita jadi tahu dan nggak bertanya lagi, kan udah tahu jawabannya. haha sedikit lega juga kan.
    Vina pernah ngungkapin dan langsung didiemin brohhhh meskipun sekarang udah nggak lagi. udah mulai temanan lahi heuheu. meskipun nggak seakrab dahulu kala. huhu😐

  8. Adinda Putri Citradewi
    @Adindaputri29D
    Cerme, Gresik, Jawa Timur
    “Apakah yang akan dilakukan jika terjebak dalam friendzone ?”
    Wahhh.. pertanyaannya bikin nyesek dehhh……
    First, aku pernah denger yang kayak gini, tapi nggak pernah ngalami hehehe…
    Istilah friendzone ini sudah pernah lihat di film-film, buku komik, dll. Kalau misalnya ini kejadian sama aku, for example aku punya sahabat laki-laki dan aku memiliki perasaan terhadapnya yang membuatku ingin menjalin hubungan lebih dari sekedar berteman atau bersahabat karib. Aku memilih cara yang menurutku lebih baik walau pun rasanya sangat menyakitkan. Aku lebih memilih menjadi sahabatnya saja. Kalau pacaran, mungkin juga hubungannya tidak akan bisa bertahan entah sampai kapan, kan? Kalau diputusin terus jadi mantan pacar pun juga nggak enak rasanya, lebih buruk kalau sahabatmu yang kau cintai tersebut menolakmu dan ingin tetap menjadi sahabat saja. Akhirnya diem seribu bahasa dehh. Kalau jadi sahabatnya kan lebih enak, kita masih bisa berbincang-berbincang, berbagi kebahagiaan, bisa saling mengerti, terutama kalau ingin curhat pun juga dia bisa dibuat bahan curhatan. Dengan bersahabat kan juga bisa mengetahui segala hal tentang dirinya dan bisa berbagi rahasia pribadi ataupun non pribadi. Lebih enak kan??
    Dulu aku pernah suka sama cowok yang paling ganteng dikelas dan ditaksir banyak cewek ( dia ternyata playboy amit-amit ), sampai aku dulu pernah bilang suka sama dia dengan polosnya. Akhirnya aku jadi bulan-bulanannya cewek-cewek yang suka sama dia, akhirnya aku jadi korban bullying (uppss gak nyambung yahhh :p).
    Okay, itu dia pidatoku tentang friendzone….
    dan tentang masalah percintaanku yang nggak nyambung…… #keplak
    Nggak tahu menang apa nggak yahhh……. pingin bukunya (gara2 dikirim dari penulisnya langsung hehehe #ditamparpenulisnya).
    Mudah-mudahan menang yahhhh…….aminnnn…….
    May the odds be ever in my favor…..
    Komennya ini ya…
    https://luckty.wordpress.com/2014/07/31/review-bunga-di-atas-batu/#comment-10804
    Ini link sharenya….

  9. sekar risqiana;
    @skrstck;
    temanggung, jawa tengah

    apakah yang akan dilakukan jika terjebak dalam FRIENDZONE?!?

    yakin tuh pertanyaan menjebak banget. gini, menurut gue, terjebak dalam friendzone itu sangat nggak bagus, menyebalkan, sering bikin makan ati mulu.
    persahabatan yang udah terjalin lama dan malah suka, bahkan mencintainya, aada 2 kemungkinan yang terjadi.
    beruntunglah yang saling suka, saling menyayangi. dan hubungan akan bertahan lama karena sudah kenal satu sama lain dengan baik. nah kalo yang satu suka yang satu enggak? malah berabe. persahabatan yang lama akan hancur gegara sebuah penolakan. yakan?
    nah, yang akan gue lakuin kalo gue terjebak dalam friendzone, gue akan berusaha menahan gejolak hati dan bersikap biasa layak sebelum perasaan itu muncul.
    ya walau menahan perasaan itu nggak gampang, ya mending di friendzone daripada menjauh gegara penolakan🙂

    //tebar jampi jampi biar menang//

  10. Terjebak Friendzone itu kan bukan sebuah dosa. Kamu tau orang itu, ya sahabatmu. Dan dengan apaadanya dia lalu kamu jadi suka. Kalau dia suka: bisa berakhir bahagia atau sengenes2nya pas putus, putus juga pertemanan. Gak enak emang. Tapi,hidup adalah pilihan. Aku memilih untuk jujur sama isi hati aku. Bagaimana pun kelak tanggapan dia. Diam bukan pilihan, bisa jadi dengan diam aku malah akan melewati kesempatan bertemu “jodoh”ku, yang bisa jadi sahabatku itu. Kita gak bisa memilih jatuh cinta pada siapa, tapi bisa menentukan bagaimana jatuh cintanya.

  11. Nama : Muhammad Rifqi Saifudin
    Twitter : @Rifqi_MULovers
    Kota Tinggal : Barito Kuala

    Friendzone itu bukan musibah, jadi jangan disesali, anggap aja emang dia bukan jodoh yang ditakdirkan buat kita. Tapi, gak ada salahnya walau udah ada dalam Friendzone, kita ungkapin perasaan kita, walau dia gak nganggep kali aja pas dia udah tau sifatnya bisa berubah, kalau enggak ya pasrah aja. Kalau gak pengen ambil resiko, pendam aja perasaan ke dia, tapi ini juga keputusan penuh resiko lo. Yah… setidaknya Friendzone ini bisa bikin kita main-main kayak di Timezone atau Amazon, kadang bisa bikin seger lagi kayak minum Mizone asal jangan sampai kita merusak bumi dengan melubangi lapisan ozon apalagi sampai su’udzon, gak baik! *eh?

  12. Pernah satu kali terjebak Friendzone. Dan bodohnya saya waktu itu nggak berani ngapa-ngapain. Kalo dipikir sekarang, dulu tuh bodoh banget. Rasa suka kan nggak dilarang. Harusnya waktu itu saya bilang aja terus terang. Mau diterima atau ditolak, itu dipikirkan belakangan. Toh, kalau kita udah temenan lama, kalau pun ditolak, masih bisa temenan walau agak kaku. Tapi kan yang penting dari itu semua, kita tahu perasaan kita itu akan dibentuk kayak apa. Kalau akhirnya hanya jadi temen, bersyukurlah, kita bisa menjadi teman terbaiknya. Yang ngalamin FriendZone, ayolah ungkapkan dan kasih tau si Dia, kalau kita sayang banget sama dia, apapun reaksinya. Hhehe

    Hapudin – @adindilla – Cirebon

  13. Nama : Sofhy Haisyah
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Kota : Makassar

    Pertanyaannya adalah apakah yang akan dilakukan jika terjebak dalam FRIENDZONE?!?

    Yang namanya perasaan gak bisa bohong dan dipaksakan, iya kan ?.. Tapi, yaa harusnya sebelum jatuh lebih dalam kita harus ungkapin perasaan itu.. Mau kita ditolak, mau kita diterima.. Yaa, itu kan pilihan kita.. Toh, yang perlu diketahui, hubungan pertemanan itu gak buruk !! Walaupun, tersisip perasaan yang tak terbalaskan di hubungan tersebut..

    Aku pernah ngerasain itu.. Hal itu pun aku sesalkan.. Karena gak bisa jujur dengan perasaan sendiri ke diaa.. Takut ditolak ? Nggak !.. Tapi, takut ada hati yang lain hancur.. Yuppss, FRIENDZONE yang aku alami ini ada tiga orang.. Aku suka dia, temen cewekku suka dia, dia gak tau deh suka yang mana..

    Pokoknya, sakit banget ! Mau ungkapin perasaan ke dia, takut temenku yang cewek kecewa.. Mau bantuain temen cewek aku ungkapin perasaan ke dia, takut aku yang kecewa.. Aissh, serba salah.. >_<))/

    But, buat kamu kamu yang terjebak dalam FRIENDZONE.. Aku pribadi yaa, saranin agar kamu beranikan diri ungkapin perasaan kamu.. Gak perlu lah takut ditolak.. Ditolak pun masih bisa jadi temenan kan.. Yaa, setidaknya perasaan tuh "ploong", perasaan tuh dah dikeluarin, jadinya gak merasa tersiksa kayak saya..

  14. Terjebak dalam Friendzone ya? Pernah sih… Aku bingung 7 keliling bahkan 1000 keliling mungkin ya? Bingung, takut, dan deg-degan juga sih sebenere. Tapi nggak bisa kalau perasaan itu dipendam terlalu lama. Takutnya malah dia bisa nebak sendiri atau dapat informasi dari teman-teman laennya. Mau kayak gitu? Nggak kan. Harus diungkapin secara langsung. Butuh waktu lama bangetttt untuk mikirin apa yang harus aku lakukan dan apakah ini yang terbaik? Hanya gara-gara perasaan egois ini, hubungan persahabatan yang telah terjalin selama berpuluh-puluh tahun harus musnah begitu saja. Dengan memikirkan berbagai resiko, aku memberanikan diri untuk mengatakan perasaan ku. Aku berpikir berulang kali, “Benarkah perasaan ini adalah cinta ataukah perasaan nyaman karena dia selalu ada untukku dan tidak ingin orang lain memilikinya?”. Bukan perasaan ini adalah cinta dan rasa sayang yang berbeda. Cinta yang tidak mengharapkan balasan. Tekadku bulat. Akhirnya, aku menyatakannya. Rasanya ntu ya seperti mau disidang skripsi. Hehehe Deg-degan bangettt.
    Jawaban dia adalah beri aku sedikit waktu untuk mencerna ini semua. Aku sendiri juga tidak yakin akan perasaan ku sendiri.
    Wah… Bahagianya! Masih punya kesempatan nih. Akhirnya persahabatan pun masih tetap terjalin hingga sekarang dan mungkin suatu saat nanti cinta ini dapat menjadi pendamping kehidupan baru.
    Pesan: Jujur pada diri sendiri dan orang lain. Walau sakit, bebanmu akan hilang. Senyumanmu pasti akan mengembang.

  15. Apa yang akan dilakukan jika terjebak dalam friendzone?

    3 kata buat pertanyaan ini. “nyesek nyess banget :v”
    mengesampingkan perasaan suka demi kenyamanan keakraban persahabatan.
    Melupakan apa yang dirasakan kepadanya meski patah hati tetap dilakukan.
    Mencari kesibukan sendiri untuk terhindar dan terjauh semua aroma” rasa.
    Sikap cuek dan tak peduli sering dilakukan.
    menghilangkan rasa canggung bersikap ceria setiap hari tanpa mengundang curiga.

    Kita berdua memiliki kebahagian yang jauh lebih spesial buat diri masing” tanpa harus mengubah status persahabatan. Karna dirusak oleh ego diantara salah satu.

    YML_MTNH
    @mutya_nins0611
    Bekasi

  16. Pertanyaannya ,,,beeuuuhh :3

    Saya pernah dalam keadaan “friendzone” -__-. Sejak saya ketemu, orangnya itu seru!, kalau kita ketemu itu, pasti berasa kita ngobrol dan ketawa sendiri. Sehingga membuat kita dekat dan akhirnya saya dis sebagai sahabat. Tapi lambat laun saya mulai tertarik dengan dia. Banyak orang yang naksir dia loh :3 termasuk kawan sebangku saya. Karena saya tau bahwa kawan sebangku saya itu suka juga sama dia, akhirnya saya mulai mengalah dan memendam perasaan itu. Dan sampai sekarang saya masih mendem rasa-__- *GILA! . Tapi menurut aku lebih baik seperti itu. Jadi sampai sekarang ya begitulah,,”MENDEM” :3

    Marisa Ulfa Vera
    @ulfavera_marisa
    Metro,Lampung

    • eh, ralat dikit boleh ga mba ?
      ceritanya sedikit typo :3

      Saya pernah dalam keadaan “friendzone” -__-.

      Kita itu satu kelas. Dia itu orangnya seru!, kalau kita ketemu itu, pasti berasa kita ngobrol dan ketawa sendiri. Sehingga membuat kita dekat dan akhirnya saya menganggap dia sebagai sahabat. Tapi lambat laun saya mulai tertarik dengan dia. Banyak orang yang naksir dia loh :3 termasuk kawan sebangku saya. Karena saya tau bahwa kawan sebangku saya itu suka juga sama dia, akhirnya saya mulai mengalah dan memendam perasaan itu. Dan sampai sekarang saya masih mendem rasa-__- *GILA! . Tapi menurut aku lebih baik seperti itu. Jadi sampai sekarang ya begitulah,,”MENDEM” :3

  17. Aku pernah ngalamin 2 kali sih, dua-duanya disebar luaskan sama temenku. Endingnya nggak pacaran semua! Yang pertama aku yang menjauh, dan yang kedua aku cuek bebek.

    Kalau aku terjebak Friendzone, aku sih biasa aja. Lebih memilih tuk memendam perasaan ketimbang untuk menyatakan perasaan. Kalaupun dia ada rasa aku yakin dia pasti bakal ngungkapin, zaman sekarang kan rata-rata cowok udah berani ngungkapin perasaan sampai-sampai ada yang kaya Hilman ngungkapin perasaan ke semua cewek alias playboy. Di novel Refrain ada kutipan “Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini. Yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.” Dan aku sangat setuju dengan kutipan tersebut. Temenku punya pengalaman suka sama cowok yang tak lain sahabatnya. Tapi berhubung tu cowok suka sama cewek lain, temenku berusaha tuk memendam perasaannya demi menjaga persahabatan mereka.

    Jadi, intinya saya lebih memilih tuk memendam perasaan saya ketimbang menyatakannya demi persahabatan yang udah dijalanin nggak jadi canggung kaya Nata dan Niki di Refrain. Kan kalau jadi sahabat nggak ada putusnya. Kalau pacaran ada putusnya, ujung-ujungnya marah-marahan, pura-pura nggak kenal. Kecuali keduanya sama-sama memegang komitmen pacaran dengan teguh! Walaupun cuma sahabat, pasti kita orang pertama yang diajakin curhat, tetep number one walau bukan pacarnya. Daripada saya menyataka dan persahabatan saya jadi canggung atau malah putus total. Jembatan Comal aja perbaikannya berhari-hari apalagi persahabatan yang retak akibat guncangan perasaan, bisa bertahun-tahun! Nggak ada mantan sahabat, yang ada juga mantan pacar.😀😉 just my opinion.

    Nama: Ninda Rukminingtyas
    Twitter: @galaxyninda
    Kota: Purworejo

  18. Akan saya akui bahwa saya memang menyukainya dalam hati. Dan akan saya hadapi kenyataan bahwa mungkin saya tak bisa berharap lebih. Kemudian saya ungkapkan apa yang kurasakan tersebut pada sahabat atau orang terdekat.Hal tersebut penting supaya apa yang saya rasakan ini tidak menjadi beban yang saya simpan sendiri. Jika saya berniat ingin menjalin hubungan kekasih dengannya, akan saya berikan perhatian yg lebih untuknya dan saya akan selalu ada saat ia membutuhkan bantuan. Dan setelah lama memberi perhatian padanya,saya akan menjauh sejenak dan menjaga jarak agar memicu rasa rindunya kepadaku dan saat itulah dia mulai menyadari bahwa betapa berartinya kehadiran saya dalam hidupnya.Dan apapun hasilnya percayalah bahwa jodoh gk kemana,dan jgn berpikir negatif dg Friendzone karna bisa jadi teman lebih berkenang dan berarti bagi kita. Ini opini saya thanks🙂

    Nama: Ardiansyah
    Twitter: @arFrankenstein
    Kota: Batu-Malang

  19. Jika aku kejebak FRIENDZONE, aku sih bakalan enjoy-enjoy aja. nikmatin aja dulu apa yg aku rasain ke dia. gak usah terlalu diambil pusing. mungkin aja perasaan aku ke dia cuma sekedar kagum atau cuma cinta monyet belaka(?). tapi kalau sampai bertahun-tahun perasaan itu belum hilang, mungkin aku bener-bener cinta sama dia. namun, pas dia lebih memilih orang lain selain aku, aku bisa apa? JUST A FRIEND~ dan pada akhirnya, aku bakalan melupakan dia sedikit-sedikit lambat laun perlahan-lahan(?) kalau jodoh gak kemana kan? percayalah, akan datang cinta yg lebih rasional dan kelak bisa membuat kita bahagia~ *ceilahbahasague-_- sekian^^

    nama: Anastasya Sekartaji
    twitter: @tsekaartajii
    domisili: Batang, Jawa Tengah

  20. “Apakah yang akan dilakukan jika terjebak dalam FRIENDZONE? ” Nggg pertanyaan bagus… well, kalo aku sih oke oke aja… asal itu menguntungkan buat saya, gakpapa. Toh siapa tau bisa jadi sahabat, terus sahabat jadi cinta #eh itu mah lagunya zigaz -___-

  21. Pingback: Pemenang Giveaway TWIRIES | Luckty Si Pustakawin

  22. apakah yang akan dilakukan jika terjebak dalam FRIENDZONE?!?
    Tetap menjadi teman baiknya dan berharap dia juga akan terjebak dalam FRIENDZONE juga *hloo?*

    nama : Zaitun Hakimiah NS
    twitter : @NSMia
    domisili : Bekasi

  23. menjalani setiap rasa yang Tuhan kasih, menolak pun percuma karena hati pasti tidak terima. lebih memendam iya rasanya, demi kebaikan bersama dan tetap mendoakannya😀 #curcol banget hahah …

    Nyi Penengah Dewanti ~@NyiPeDe~Kendal

  24. Friendzone!!! salah satu problema dalam hidup yang dialami para remaja umumnya. Tapi itu tergantung prinsip kita dalam pertemanan dan percintaan. Bagaimana kita menyikapi seorang teman/sahabat yang kemungkinan bisa menjadi pacar. Tak ada yang tak mungkin selama kita berusaha dalam mengejarnya. Prinsip antara mengungkapkan dan memendam atau malah menjauh darinya. Kalo aku sih lebih baik menjauh perlahan-lahan demi keluar dari zona aman atau mungkin malah perlahan-lahan juga memberi kode yang membuatnya sedikit respect ke kita. Delima rasanya tapi kalo sudah melewatinya dan berakhir sesuai yang kita inginkan menurutku sih tak masalah yang penting bagaimana kita teguh sama prinsip awal kita😀

    Salma Durroh – @saduRR – Karanganyar, Jawa Tengah

  25. Jika terjebak dalam friendzone, saya akan berusaha menjadi teman yang baik dengan menjaga pertemanan/persahabatan yang ada. Pepatah Jawa bilang, “Witing tresna jalaran saka kulina” yang artinya “Cinta datang karena terbiasa”, bukan tidak mungkin friendzone bisa berujung hubungan yang lebih dari teman karena adanya rasa keterbiasaan itu. Apa salahnya berharap dan berdoa pada Tuhan. “Ud’unii astajib lakum”, berdoalah/memintalah padaku, maka AKU akan mengabulkan. Dan, satu-satunya hal yang bisa merubah takdir adalah dengan doa, dan saya percaya itu. Kalaupun memang saya tidak berjodoh dengannya, setidaknya saya tidak kehilangan salah satu teman yang saya anggap baik dan membuat saya nyaman berada di sampingnya.

    Mayliya Rahmatullayli
    @R_Mayliya
    Salatiga-Jawa Tengah

  26. apakah yang akan dilakukan jika terjebak dalam FRIENDZONE?!?

    FRIENDZONE itu kondisi yang enggak nyaman. seperti layang-layang yang sedang mengangkasa. dilepas tidak, didekap juga tidak. saya nggak suka dengan kondisi seperti itu. sebuah keputusan untuk mengambil kepastian harus diambil meski dampaknya ibarat makan buah simalakama. saya yang kecewa atau doi yang merasa teraniaya. tapi sepertinya akan lebih baik jika terus berkepanjangan.

    “kamu mau menerima aku atau tidak?”

    saya akan tanyakan langsung atau akan saya jawab langsung pertenyaan tersebut.

    jika YA, maka hubungan berlanjut. Jika TIDAK, maka jangan pernah berharap lagi untuk bisa melanjutkan hubungan yang lebih dari sekedar sahabat dan selanjutnya menjalani kehidupan pribadi masing-masing

    https://luckty.wordpress.com/2014/07/31/review-bunga-di-atas-batu/#comment-10890

    @rifki_jampang
    Jakarta

  27. Friendzone ya. Hmm, kalau gue sih mending jujur aja sekalian ya. Karena kalau kita paksain buat temenan pun pasti jadi canggung, setidaknya itu buat gue. Satu-satunya jalan mending ungkapin aja perasaan gue pada si doi. Siapa tahu dia juga punya perasaan yang sama dengan gue.

    Kalaupun di tolak hubungan kita juga pasti gak akan seenak awalnya. Tapi mending pahit sekalian dari pada temenan dalam ke pura-puraan dan harapan yang tak kunjung pasti. Karena mau diem atau pun jujur, menurut gue resikonya sama aja, pasti bakal ada pihak yang tersakiti. So, mending jujur aja sekalian😀

    Andrian S.N
    Bandung
    @naradireja

  28. jika terjebak dalam FRIENDZONE?
    dan jatuh cinta
    Saya akan mengatakannya, apapun resikonya
    jika ditolak, paling tidak saya sudah berani mencoba menyatakan cinta
    Jangan sampai menyesal, menjaga persahabatan, takut renggang, tapi cinta dipendam
    Saat dia menikah dengan orang lain baru terasa kehilangan

    Avizena Zen @avizenazen86 Malang

  29. Apa yg dilakukan jika terjebak dalam FRIENDZONE ???
    Pasti bakalan super duper dilema bingits :3
    tapi aku bakalan milih buat memendam dalam2 rasa sukaku sama dia dan pertahanin persahabatanku. Karena buat dapetin sahabat yg seperti itu susah banget, beneran.
    Jujur aku jg lebih suka sama sahabatku yg seorang cowok ketimbang pacar. Soalnya sama pacar kadang sering dapet sikap overprotective yg aku gak suka banget. Tapi kalo sama sahabat aku bisa bebas ngomong apapun sama dia, bisa bersikap apapun sama dia tanpa rasa canggung.
    -sekian-

    Nama : Diyah Larasati
    Twitter : @diy_larass
    Alamat : Kuripan Lor, Pekalongan Selatan, Pekalongan, Jawa Tengah

  30. Nama: Yuni Ayu
    Twitter: @yuniamidong
    Kota: Bandung

    Edan! Baca pertanyaannya aja langsung nyeess…ek! :”( . Couse I Felt it now!!
    Dan dengan ga sengaja, pertanyaan ini menyebabkan aku ingin curhat!
    Aku baru sadar bahwa aku terjebak friendzone, saat hati mulai deg-degan di depan dia. Saat aku selalu berusaha memperbaiki penampilanku di depannya. Dan saat aku sadar bahwa aku nggak berani menatap mata cokelatnya.
    Aku berusaha mengendalikan diriku sendiri, untuk terlihat biasa di depannya. Namun aku gagal. Aku telalu munafik. Sikapku yang menjauh malah membuatnya heran, dia bertanya-tanya ada apa denganku, sampai akhirnya dia mendapat jawaban bahwa aku terjebak friendzone. Tapi aku tidak bisa bergerak kemana-mana, aku tidak bisa maju ataupun mundur, karena maju ataupun mundur adalah jalan untuk kehilangan dia. Tapi rupanya aku tidak sendiri, dia juga jatuh dalam lingkar friendzone…tapi bukan denganku, dengan sahabat perempuanku.
    Ya, kami bertiga bersahabat. Aku mencintai sahabat lelakiku, tapi dia mencinta sahabat perempuanku. Akhir yang menyedihkan.
    Saranku, saat kita mulai merasakan friendzone, segera alihkan perhatian kita. Cari kesibukan dan coba berbaur dengan lingkungan baru. Perbanyak kenalan sebelum benar-benar jatuh pada lingkar friendzone.

  31. kalau terjebak dalam situasi friendzone:

    Berusaha mengatakan, memastikan, meyakinkan, bahwa perasaan itu bukanlah cinta. Memastikan dan mengatakan kemungkinan2 kalau aku ga mungkin jatuh cinta sama temenku sendiri. Sambil ngomong sama diri sendiri. “emang dia siapa? bocah begajulan kayak gitu mah bisanya nyakitin aja. gak mungkin aku suka, paling cuma karena uda biasa deket”. Trus, uda pasti, berusaha menghindar. Walau dia ampe terheran-heran dan nanyain kenapa aku berubah (tiba-tiba jauh dan gak banyak bicara) aku bakal tetep ngejauh. Mungkin aku juga bakal ampe ngatain kata2 kasar, karna uda capek memendam semua. Ya gak nyebutin penghuni kebun binatang ato pasar loak sih, paling ngucapin kata2 sarkastik seperti: “Gapapa kok. Kamunya aja yang terlalu seru sama cewe mu. Padahal aku yang selalu ngucapin nasihat-nasihat penting buat kamu, gak pernah di dengerin. Dia yg baru kamu kenal langsung kamu turutin. Dasar cowo liatnya ceweee mulu”. Dan ampe 1 abad pun aku gabakal mau ngaku duluan kalo aku cemburu ato suka sama dia. Sampe kita berpisah, sampe kita musuhan, aku bakal tetep berusaha jadi patung yang gak bakal merhatiin dia lagi. Kecuali dia sadar duluan dan bilang kalo dia lebih butuhin aku daripada cewe-cewe yang lain.

    Ya.. pasti cemburu berat dan susah banget buat nahan sakit hati kalo gebetan lebih perhatian sama cewe lain (apalagi ampe uda pacaran ma cewe lain). Walau ampe nangis berhari-hari sambil meluk guling karena saking kangennya, aku gak bakal nyerah. Prinsip ku, gamau nanggung malu dengan nyatain perasaan duluan, (walaupun uda bener2 keliatan jelas), karena.. yah mungkin aku takut ditolak. Harga diriku… terlalu tinggi ku rasa. Sampe aku lebih milih ngelupain perasaanku daripada mengungkapkannya. Makanya kalo cowo itu ampe bisa ngelunturin semua sifat keras kepalaku. Aku bakal ngaku juga kok kalo aku beneran suka sama dia. Ampe nangis, ampe jatuhin harga diriku sendiripun aku jabanin😀 Kapan lagi nemu cowok yang bisa bikin aku nangis meraung-raung tapi akhirnya juga yang paling bisa bikin aku memperlihatkan sisi terburukku😀

    Nama: Ade Aprilia Puspayanti
    Twitter: @Dephiil119
    Kota: Denpasar

  32. Nama: Amri Fadhilah R
    Twitter: amrifadhilahr
    Kota asal: Tangerang

    Jawaban:
    Ini lebih tepatnya sebagai alasan, mengapa? Karena pada saat terjebak ‘Friendzone’ ini para jomblo akan sangat pandai mencari alasan. Terutama jomblo yang sudah lama mengalami proses pertemanan dan sudah sampai saat ‘menyatakan’ tetapi pada akhirnya si gebetan hanya ingin berteman karena sudah sangat nyaman sekali dalam hubungan pertemanan. Dan kebtulan saya juga seorang jomblo. huft.

    Baiklah, ini jawaban tentang hal yang akan dilakukan pada saat terjebak Friendzone. Dalam hal ini ada beberapa proses yang harus dicapai.
    Pertama, jika si korban Friendzone telah menyatakan hal percintaan terhadap si Gebetan, namun nihil hasilnya. Yaitu, jangan sekali kali mengatakan bahwa itu di bajak atau hasil rekayasa teman. Lalu berterus teranglah bahwa itu murni dari hati. Intinya jujur walaupun sakit hati yang akan dihadapi.
    Kedua, jika si korban Friendzone belum menyatakan tetapi si Gebetan berterus terang bahwa akan tetap berteman selamanya. Dalam hal ini memang sangat menyayat hati sebenarnya, karena tujuan utama si korban dari pertemanan itu pasti berharap lebih dari teman. Maka, si korban haruslah bersabar dan tetap berdoa memohon agar si Gebetan diberi pencerahan bahwa telah dianugerahi seorang teman yang sangat perhatian namun terabaikan.
    Ketiga, jika si korban Friendzone telah menunggu saat yang tepat untuk menyatakan cinta tetapi tidak dapat dapat kesempatan karena si Gebetan yang terus menerus bercerita tentang Gebetannya yang ternyata lebih hebat dari dirinya. Yaitu, tetaplah menjadi pendengar yang baik dan memeberikan usul yang bermanfaat hingga melebihi Gebetannya. Setidaknya hal ini telah membuat si korban lebih baik dari pada Gebetannya, walaupun hanya menjadi pendengar, pemberi usul dan tidak sama sekali menjadi pasangan si Gebetan. Hehe

    Pada intinya, Friendzone itu lebih baik dari pada berpacaran, life is too short to make a relationship without a wedding.

  33. Saya ikutan lagi GA-nyaaaaa… *yg dulu g perna dapet2😥
    Terjebak dalam FriendZone?
    Nggak ada yang salah ya. karena yang namanya cinta kita tidak tau bakalan tumbuh dimana dan pada siapa. Dan namanya jatuh cinta itu juga harus siap menerima resiko-nya. Ya jadi harus siap sakit hati yah, hehehe… Bagaimanapun pertemanan itu lebih abadi yah menurut saya. Dan yang namanya jodoh, gak bakalan lari kemana #eaaaaaa

    @ailina85
    ailina
    probolinggo

  34. Jika terjebak dalam friendzone ,pasti nya aku akan terus berusaha melupakan rasa cinta aku sama dia dan akan nganggep dia sebagai teman aja . Dan yg pasti aku akan berusaha untuk belajar memahami arti cinta yg sesungguhnya . Kan cinta gk harus memiliki . Siapa tahu nanti aku akan dapet orang yg bener tulus cinta nya sama aku.
    Nama : Tasya Permata Sanjaya
    Twitter : @PermataTasya23
    Kota : Klaten

  35. Friendzone, mungkin kayak makan buah simalakama ya. Kalau aku memaksakannya untuk mencintaiku juga, mungkin persahabatan kami akan renggang bahkan terputus. Dan kalau aku memendam perasaanku terlalu lama mungkin itu sangat menyesakkanku dan membuatku menderita karena melihatnya dengan yang lain. Suka? Cinta? Gak masalah kan? Bukankah dalam persahabatan itu harus ada cinta, bukankah aku dan dia bersahabat itu karena kita saling suka dan nyaman, walau hanya sebagai teman. Jadi, jika aku terjebak dalam friendzone, aku akan menyimpan rasa ini, entah sampai kapan aku tak tahu. Karena aku takut pengakuan dariku akan membuatnya malah jauh bahkan meretakkan hubungan kami. Menurutku cinta tak perlu dikatakan, karena cinta itu dihati bukan dimulut, dan dinyatakan dalam tindakan yang konkret. Dan persahabatan juga cinta butuh pengorbanan untuk mempertahankannya, dengan mengorbankan egoku dan melepasnya untuk yang lain, asal itu membuatnya bahagia kenapa tidak.
    Sekian dan terima kasih.
    Nama : Dea Widyaastuti,
    ID Twitter : @dea_widya834,
    Kota : Solo/ Surakarta

  36. terjebak di friendzone? sangat sulit memang. ada dua pilihan saat mengalami hal ini pertama tetap menjalin hubungan tanpa status yang jelas dan move on. jika aku mengalami hal yang seperti ini aku akan memilih option kedua yaitu move on. yah,walaupun itu terlihat sulit di awalnya tetapi aku yakin jika ini terlalu lama perasaan ini tumbuh akan jauh lebih menyakitkan. Terlepas dari apapun dan hasilnya nanti, aku percaya bahwa jodoh tidak akan kemana. Just move on, dan yakin bahwa suatu hari nanti aku bisa mendapatkan orang yang lebih tepat,yang mencintai aku apa adanya dan yang layak untuk menjadi pasanganku kelak. thanks

    Nama : Muhsinatud diyanah
    Twitter : @diyan402
    Alamat : Jepara

  37. “Apakah yang akan dilakukan jika terjebak dalam FRIENDZONE?!?”
    Duh… Pertanyaannya simple banget, tapi…jawabannya gak sesimplem pertanyaannya.

    Jujur, gue belum pernah ngalamin/ngerasain yang namanya friendzone. Kita punya sahabat lawan jenis yang deket banget, dan ternyata kita punya rasa terpendam, rasa yang lebih dari sekedar sahabat sama dia, gak kebayang rasanya pasti bakal galau super banget ini.

    Dan kalo gue misalnya ngalamin hal ini, awalnya pasti gue bakal berpikir untuk mendem sendiri perasaan ini, biar aja dia gausah pernah tau perasaan gue yang ini. Tapi setelah gue pikir mateng-mateng, pada akhirnya gue bakal lebih milih untuk jujur tentang perasaan gue ke dia. Berharap dia juga punya rasa yang sama? Pasti berharap. Gue gak mau munafik dengan bilang kalau gue gak ngarepin dia untuk punya perasaan yang sama ke gue. Setiap orang pasti gak ada yg mau kan cintanya bertepuk sebelah tangan?
    Ya syukur-syukur kalo dia juga ternyata punya perasaan yang sama sama gue. Tapi kalo pada kenyataannya kebalikan dari itu? Gue juga gak mungkin maksa dia untuk bales perasaan gue. Apalagi kalau misalnya dia udah punya pacar, gue gak mungkin ngerusak hubungan mereka. Gue gak mungkin merusak hubungan percintaan sahabat gue sendiri.

    Tapi setidaknya gue bakal ngerasa sedikit lega karena udah jujur sama dia tentang perasaan gue. Daripada dipendem terus, jadi beban batin. Tapi bukan maksud gue, gue rela mengorbankan persahabatan gue demi perasaan gue ini. Bukan. Siapa sih yang bakal dengan sukarela mau persahabatannya rusak? Gak ada. Tapi gue juga gak mau munafik dengan menyangkal dan gak jujur sama perasaan gue sendiri. Apalagi sahabat. Bukankah dalam sebuah persahabatan itu seharusnya saling terbuka, saling percaya, saling mengerti? Kalau tentang perasaan gue aja gue gak jujur sama dia, itu sama aja kaya gue ngehianatin arti sebenarnya dari sebuah persahabatan itu sendiri.

    Bakal jadi sedikit canggung? Pasti. Atau mungkin malah jadi canggung banget. Dan mungkin juga dia malah bakal jadi agak ngejauhin gue. Jadi jaga jarak ama gue. Itu adalah bagian resiko dari sikap yang udh gue ambil. Siap gak siap gue harus siap menerimanya. Tapi bukan berarti gue bakal diem aja dengan keadaan kaya gini. Gue juga bakal berusaha sebisa gue untuk tetap menjaga hubungan persahabatan gue sama dia supaya tetap baik-baik aja. Sulit? Sangat pasti. Menganggap sesuatu baik-baik aja padahal pada kenyataannya sedang jauh dari kata baik. Itu sangat sulit.

    Walau pada akhirnya nanti mungkin persahabatan gue sama dia gak akan bisa Sedekat kaya dulu lagi. Atau mungkin bisa aja persahabatan kita berdua malah akan jadi bener-bener rusak.
    Tapi gue sangat percaya kalau di dunia ini, hal sekecil apapun gak ada yang terjadi karena kebetulan. Gue bisa sahabatan sama dia, gue yang punya rasa khusus ama dia, apa yang terjadi diantara persahabatan gue ama dia, semua udah ada yang ngatur. Semua emang udah jalannya kaya gitu. Biar aja semua mengalir seperti seharusnya.
    Dan untuk masalah perasaan gue ke dia, kalau memang rasa gue ini bener2 bertepuk sebelah tangan, biar aja rasa itu tetap ada, dan menghilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Allah yg menciptakan rasa itu, biar Allah juga yang akan mematikan rasa itu kembali.
    Belajar untuk mengikhlaskan. Hidup gak hanya stuck di hari ini, waktu terus berjalan, suatu saat nanti pasti akan bisa move on kok. Walaupun pasti akan sangat tidak mudah. Pasti sangat butuh proses. Tapi yang pasti tetap gak akan ada yang tau kedepannya akan seperti apa.🙂

    Nama: Syiva Nugraningsih
    Twitter: @syivangr28
    Asal kota: Serang-Banten

  38. some women might be no man’s best friend😉
    susah juga untuk menjadi forever friend antara seorang pria dan seorang wanita. selalu ada benih yang berbeda dari salah satu. kalau kemudian lanjut tanpa terjadi apa-apa, well, pasti karena ada yang mengalah dengan gejolak perasaannya. that’s what I’m gonna do, menahan aja apa yang ada jika ternyata dari pihak yang bersangkutan, tak ada sinyal yang sama. jika memang tak dipertemukan , well, memang bukan jodoh yang harus dikejar kan. tak perlu juga sampai menunjukkan bahwa kita ada sesuatu. wanita gitu lho, punya aurat malu yang lebih sedikit daripada pria yang memang born to fight and challenge. tentu saja, menahan itu enggak mudah, selalu butuh pelarian berupa curhat dan apapun semacamnya. penting juga untuk tetap memahami tujuan dasar dalam berhubungan, berteman aja atau berteman lebih. wanita itu memang lebih baik dicintai. karena mereka mampu belajar mencintai. jika aku terlihat mencintai dan dia membalas sebagai bentuk kasihan, itu jauh lebih menyakitkan.

    Esthy Wika
    @esthy1212
    Sidoarjo

  39. Itu adalah resiko yg aku terima karena telah menjalin persahabatn dgn lawan jenis. Perasaan itu, rasa sayang dan cinta yg berbeda dari sekedar rasa ke sahabat. Aku akan memendamnya disini, dihatiku. Karena bagiku perasaan seperti itu adalah anugrah, dan mencintai seseorang adalah bahagia untukku. Bukankah jika kita mencintai seseorang, kita ingin selalu berada di dekatnya? Aku mencintainya dan aku membutuhkannya. Aku tidak akan menghancurkan persahabatanku hanya dgn ungkapan perasaan yg kumiliki. Apakah dia memiliki perasaan yg sama? Aku tak terlalu peduli. Kalau pun iya, lantas apa yg kuharapkan? Sebuah hubungan baru dgn status “pacaran”? Lalu ketika ada masalah, hubungan itu akan berakhir dan kami takkan bisa seperti dulu lagi. Begitu? Oh siapapun pasti tidak ingin begitu. Tapi ini juga bukan berarti aku akan memendam perasaanku selamanya. Tidak. Akan ada waktunya bagiku, untuk mengungkapkan. Aku tak tahu pasti kapan, ntah tahun selanjutnya, ntah 10 tahun lagi, ataupun saat dia mencintai orang lain. Aku tak tau. Yg terpenting ialah, aku bahagia saat ini:)

    Rifani Maulida
    @fani_molly
    Langsa, Aceh

  40. FRIENDZONE. Sebenarnya, aku tidak pernah merasakannya. Aku tidak pernah merasa hatiku nyut-nyut karena terpaksa menahan rasa cinta yang meluap-luap untuknya. Tapi, mungkin… aku punya beberapa teman yang demikian. Tapi, mungkin… aku salah satu yang jadi PENYEBAB orang lain merasakan nya. *ups
    Dan karena ini pertanyaan ‘jika’, berarti aku bisa dong berkomentar? Walaupun aku tidak tahu bagaimana ngenesnya ‘zona teman’ itu dibandingkan jadi jones, aku punya prinsipku sendiri atas setiap kemungkinan.
    “Suka, cinta?
    Kalau iya ungkapin aja, nggak usah gengsi.
    Dari pada nyesek?
    Kalau dia memang pantas diberi hati, walau dia menolak kamu tetap dihargai.
    Kalau nggak? Berarti dia belum pantas dicintai.

    Well… prinsip orang itu beda-beda. Kamu bebas berprinsip, selama kamu juga mau menghargai prinsip orang lain. Just be yourself and brace for your own life!”
    Itu adalah update-an statusku di Facebook beberapa hari lalu. Intinya aku pikir… untuk apa membunuh hati sendiri jika masih bisa diselamatkan? Bagiku bukan masalah jika harus terus terang, asal dengan cara yang wajar dan di waktu yang tepat. Degan jujur dari hati ke hati, sekaligus menjelaskan, apakah dia memang masih ‘pantas’ disebut teman, atau tidak sama sekali. Ya… syukur-syukur kalau malah naik tingkatan jadi pacar (you know what I mean).

    Nah, sekarang muncul pertanyaan baru; “Cara yang wajar itu gimana?” Nah gini ya, missal aku sama si doi udah jadi ‘teman’ tuh. Otomatis udah akrab dan biasa bercanadaan. Nah di sela-sela santai seperti itu, baru deh aku bakal ngomong dengan santai, “Ternyata kamu itu asik juga ya. Kalau boleh jujur, aku suka loh sama kamu.” Stop! Sampai di situ. Aku tidak meminta dia jadi pacar. Selain karena aku tidak suka menembak cowok, juga karena jaga situasi. Biar dia ngerespon dulu sepuasnya. Kalau ngebet jadiin dia pacar, yang ada kabur beneran lagi. Udah nggak jadi pacar, nggak jadi teman. Duh, mending kalo tetep temenan deh.

    Intinya, aku tetap berpikir kejujuran itu di atas segala-galanya. Selama diutarakan dengan tepat, kejujuran yang bahkan menyakitkan sekalipun akan terasa indah. Ibaratnya tai kucing bisa berasa coklat. Ya… walaupun ada perumpamaan yang lebih bergengsi lagi, sih. Bahkan… tai luwak bisa jadi kopi!

    Cut Vivia Talitha
    @viviatalitha
    Link share: https://twitter.com/viviatalitha/status/498487036697796609

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s