REVIEW Me Before You

 me before you

Kau akan merasa sedikit tidak nyaman di duniamu yang baru. Memang selalu begitu, selalu terasa aneh kalau kita ditendang dari zona nyaman kita. (hlm. 641)

Will Traynor adalah pemuda dengan karir cemerlang. Hidupnya nyaris sempurna, apalagi ditambah kekasih yang juga sempurna. Sayangnya, sebuah kecelakaan merenggut semua impiannya. Dia tidak bisa apa-apa, bahkan untuk melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri. Will merasa hidupnya sudah tidak berguna lagi. Apalah arti hidup jika tidak bisa melakukan apa-apa dan hidup hanya bergantung dari orang lain. Di usianya yang mencapai tiga puluhan, Will sangat putus akan keadaan dirinya.

Will menderita quadriplegic. Suatu penyakit dimana seseorang tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya. Kelumpuhan yang disebabkan oleh penyakit atau cedera pada manusia yang mengakibatkan hilangnya sebagian atau seluruh anggota tubuhnya. Belum lagi ditambah rasa belas kasihan dari orang-orang terdekatnya, bukan menjadi penyemangat, justru makin membuat Will merasa putus asa dan tak berguna. Dua tahun bukan waktu yang sebentar, sahabatnya akan menikah dengan mantan kekasihnya. Kebayang kan rasanya jadi Will? :’)

Kita hanya bisa menolong orang yang ingin ditolong. (hlm. 91)

Louisa Clark adalah gadis yang baru saja dipecat dari pekerjaannya. Selama ini, keluarganya tergantung kepadanya. Tidak hanya orangtuanya dan kakekknya saja, tapi juga adiknya yang sudah memiliki anak. Apa pun dia lakukan demi mendapatkan pekerjaan, termasuk tawaran merawat orang yang sakit yang dia pikir akan merawat orangtua. Bukan, seseorang yang dirawatnya itu ternyata masih muda, dialah Will.

Upaya Lou untuk diterima Will tidaklah mudah. Bahkan Lou sempat putus asa di hari pertamanya bekerja untuk merawat Will. Demi kehidupannya, Lou membuanng semua segala hambatan yang diterimanya. Lambat laun, Lou merasakan hidupnya merawat Will tidak hanya sekedar agar mendapat upah, tapi sesuatu yang lain.

Lou ingin memompakan suatu tekad ke dalam diri Will. Lou ingin menyalurkan setiap potong kehidupan yang dirasakannya dan memaksa Will untuk hidup. Mampukah Lou melewati semuanya? Bagaimana dengan Will?

Mengapa kau berhak untuk menghancurkan hidupku, sementara aku tidak diperbolehkan berucap apa pun tentang hidupmu? (hlm. 630)

Sepertinya review kali ini akan mengandung spoiler akut. Lou ingin menghentikan segala sesuatu yang dipersiapkan untuk Will. Alhasil, jadi googling tentang diginitas nih!

me before you 1

Ada banyak cara manusia untuk melakukan upaya bunuh diri. Ada yang radikal maupun yang elegan. Di Swiss adalah sebuah komunitas bernama Kelompok Dignitas, pendirinya bernama Ludwig Minnelli telah menjadi milyarder hasil dari bisnisnya; Wisata Bunuh Diri. Dia berdalih, organisasi ini membantu orang yang putus harapan dan yang ingin mengakhiri hidupnya.

Kelompok ini beralasan jika mereka cuma menyediakan resep/ ramuan yang mematikan untuk pasien/ pengunjung yang ingin mati secara legal dengan rasa sakit seminimal mungkin. Ih, tetep aja ngeri! >.<

Yup, Klinik Dignitas dekat kota Zurich ini selalu siap sedia bagi yang membutuhkan. Hanya cukup dengan menenggak resep mematikan atau suntik mati, niscaya langsung akan ke alam lain.

Selain Dignitas, ternyata ada juga komunitas lain bernama Kelompok Exit yang diperuntukkan khusus untuk warga Swiss. Negara ini memang lumayan longgar dalam urusan bunuh diri maupun suntik mati. Negara lainnya yang juga melegalkan program ini, tapi masih ketat adalah Belanda, Luxemburg, dan Belgia.

Bisa ketebak kan, apa yang dilakukan Wil. Ahh…betapa pilu jika menjadi Lou… :’) #PukPukLou

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Hidup mesti terus dijalani. (hlm. 89)
  2. Kalau kita mencintai seseorang, tentunya sudah kewajiban kita untuk terus mendampinginya, bukan? (hlm. 97)
  3. Selalu ada harapan selama masih hidup. (hlm.124)
  4. Harapan lebih indah daripada kenyataan. (hlm. 241)
  5. Jangan mengomel terus. Apa pun layak dicoba satu kali. (hlm. 247)
  6. Kau membatasi dirimu dari segala macam pengalaman karena kau meyakini bahwa kau ‘bukan orang semacam itu.’ (hlm. 272)
  7. Kau hanya hidup satu kali. Sudah kewajibannmu untuk menjalani hidupmu sepenuh-penuhnya. (hlm. 335)

Beberapa sindiran halus:

  1. Diberhentikan dari pekerjaan bisa mengubah kehidupan orang. (hlm. 26)
  2. Jangan terus-terusan sedih. Kau mesti mengatasinya. (hlm. 26)
  3. Selain rasa takut kehabisan uang, dan tidak punya masa depan, kehilangan pekerjaan akan membuatmu merasa tidak cakap, dan agak tidak berguna. (hlm. 32)
  4. Ada orang yang biasa-biasa saja, menjalani kehidupan yang juga biasa-biasa saja. (hlm. 37)
  5. Tidak semua hal dalam hidup ini adalah tentang uang. (hlm. 211)

Buku ini sudah saya beli sejak akhir tahun lalu. Melihat ketebalannya, saya jadi berkali-kali menunda untuk membacanya. Pas punya waktu agak luang, saya membacanya dalam sekali habis. Meski tidak sampai meneteskan air mata, endingnya bikin nyesek! #AduhSpoilerLagi

Kita bisa mengambil hikmah baik dari kehidupan Lou maupun Will. Bahwa hidup tak seperti yang kita duga. Ada hal-hal yang telah disiapkan Tuhan untuk kita, meski itu berakhir pahit. Kita mampu melewatinya atau memotong lewat jalan lain tanpa proses.

Keterangan Buku:

Judul                     : Me Before You

Penulis                 : Jojo Moyes

Alih bahasa         : Tanti Lesmana

Desain sampul   : eM Te

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    : Mei 2013

Tebal                     : 656 hlm.

ISBN                      : 978-979-22-9577-1

 

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

13 thoughts on “REVIEW Me Before You

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: [BOOK KALEIDOSCOPE 2014] Top Five Most Favorite Books | Luckty Si Pustakawin

  3. Pingback: GagasMedia #TerusBergegas #KadoUntukBlogger | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s