GIVEAWAY Traveler of the Month

Tak perlu menua di ujung malam, hidup bukan hanya untuk bekerja. (hlm. 5)

#JLEBB banget nggak kalimat di atas?!?😀

Buku ini ditulis oleh teman dunia maya yang sudah pernah bertemu di dunia nyata sejak 2008. Kami jadi akrab gara-gara sama-sama tergabung dalam yang pernah eksis di 2008-2009. Calon-calon #selebtwit tumbuh di dalamnya dan beberapa sudah menelurkan buku sendiri, salah satunya ya Danang ini. Tampaknya cuma saya yang tetap menjadi manusia biasa😀

Nah, lewat buku ini, Danang menuangkan pengalamannya tentang salah satu hobinya; traveling!

Ish, iri pangkat dua ama Danang. Gimana nggak iri, saya yang berdomisili di Lampung aja belum pernah melihat langsung kemilau indahnya Kiluan yang terkenal itu. Danang udah donk, tambah mupeng. Cek ceritanya DISINI

MAU BUKU INI?!?

Danang akan membagikannya untuk TIGA PEMENANG😀

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan . Jangan lupa share dengan hestek #TravelerOfTheMonth dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah ceritakan pengalaman travelingmu yang paling berkesan. Berkesan bukan berarti harus keliling Eropa loh, traveling ke kampung halaman juga bisa disebut berkesan kok!😀

5. Tuliskan komentar tentang REVIEW Traveler Of The Month, di link ini

https://luckty.wordpress.com/2014/04/30/review-traveler-of-the-month/

6. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #TravelerOfTheMonth yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

Giveaway #TravelerOfTheMonth ini berlangsung seminggu saja: 12 – 18 Agustus 2014. Pemenang akan diumumkan tanggal 19 Agustus 2014.

Akan ada tiga pemenang yang masing-masing akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penulisnya ;)

Silahkan tebar garam mantra dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

 

35 thoughts on “GIVEAWAY Traveler of the Month

  1. waktu traveling ke Jogja dengan beberapa destinasi yaitu Museum Batik dan Kaliurang pasca Merapi meletus. begitu berkesan perjalanan menuju Museum Batik karena tempat nggak ngerti di mana tepatnya, daerah asing buat saya yang pernah ngekost di Yogya, tempatnya nylempit. Naik bus sempat salah jurusan kemudian turun di tempat yang saya nggak ngerti daerahnya, tanya ke penduduk yang super ramah, disarankan naik ojeg. itu pertama kalinya saya naik ojeg di Yogya, pertama kalinya traveling naik ojeg. Alhamdulillah sampai di tujuan dan dibuat terkagum-kagum dengan budaya bangsa
    Sayekti Ardiyani
    @sayektiardiyani
    Magelang

  2. Traveling yang paling berkesan adalah waktu aku pertama kali ikut naik gunung ke Gunung Ungaran bareng teman-teman–bukan kelompok Mapala lo–main sejak kecil.
    Bagaimana tidak berkesan? Luar biasa perjuangan untukku bisa sampai ke puncak. aku sejak kecil memiliki tenaga yang yah… dibawah rata-rata. Pelajaran olahraga selalu dapet nilai terendah. Lari keliling lapangan jadi urutan paling blakang, upacara bendera sering hampir pingsan di tengah acara.
    Nah, gara-gara salah satu teman yang hobi panjat gunung ngomporin jadilah aku ikut. Sebenarnya aku merasa nggak layak ikut coz nanti takut nyusahin mereka. Tapi mereka menyemangatiku hingga mau bawain tasku segala.
    Ada hal tak terlupakan selain semangat mereka padaku. Jalur ke puncak sebenarnya–katanya–sudah ada. Tapi entah kenapa temanku sebagai penujuk jalan malah kesasar. Jadilah kami harus melewati jalan yang tak seharusnya bisa dijadikan jalan. Contoh tebing batu yang harus dirembeti(?). Andai tergelincir sedikit saja sudah deh Rest In Peace kita. Tapi puji Tuhan kita bisa sampai di puncak dengan selamat walau terlambat melihat matahari terbit.
    Aku terharu dengan teman-temanku itu. Yang membantuku yang jadi beban ini tanpa mengomel.
    Makasih teman-teman.🙂
    Nama : Hana Pratiwi
    Twitter : @HanaCuncun
    Kota : Semarang

  3. Travelling yang sangat mengesankan ini, ketika pada Februari tahun ini. Saya ikut mendaki gunung Ciremai-gunung tertinggi di Jawa Barat-bersama beberapa teman dari Polandia. Ceritanya sebagai seorang translater gitu. *gaya* haha
    Salah seorang teman Polandia saya itu, begitu ambisius dengan yang namanya harimau dan hutan. Jadi dia membentuk tim ekspedisi itu, hanya untuk mencari dan ingin memotret seekor harimau jawa. *dasar orang bule -_-*
    Saat-saat pendakian itulah, saya begitu excited. Baru merasakan travelling bersama orang Polandia. Ketika perjalanan pun kami banyak bercerita tentang kedua negara kami-Polandia dan Indonesia.
    Walaupun kami tidak mendaki hingga puncak, karena keterbatasan waktu. Tim kami sudah dapat menemukan seekor harimau, sesuai keinginan teman Polandiaku. Hanya memotret harimau itu, dan sesaat memerhatikan harimau itu dari jarak beberapa meter.
    Saat itulah saya pertamakali melihat harimau langsung di alam liar, bukan di sebuah tempat yang dihalangi oleh pagar-pagar jeruji. Oh my! You can imagine how excited I am. It was pretty amazing moment. I can’t forget it.

    Erika Putri Gustiana
    @reika_putri
    Majalengka

  4. Pengalaman yg paling berkesan waktu ke Dieng Juni thn lalu. Seru naik elf sm krg lbh 70 org, dpt temen” baru. Sehari semalam di perjalanan krn jalur Jawa ad yg rusak parah. Ini pertama kali aku nginep di homestay jd pricey bgt, bs ngobrol sm pemiliknya yg emg seneng kenal sm org baru.
    Terus mendaki puncak Sikunir dini hari utk liat sunrise (walaupun gk dpt krn berkabut) tapi terhibur plus ksel liat bule yg naik cuma modal celana training basket sementara aku dan org Indonesia lain senjata lgkap udh kyk naik gn Alpen. Habis itu jg liat prosesi ruwatan anak gimbal yg penuh filosofi bgt di tanah nya dewa itu. Pokoknya unforgettable moment bgt. Pengin ngulang lg rasanya tapi minus jalur rusak ya hahaha

    Erinintyani Shabrina
    @NintyaSR
    Tangerang Selatan

  5. Pengalaman yg paling gk bisa dilupain bulan maret 2014 saat itu aku ikut karyawisata ke Pulau Bali . Pertama tuh gk sabar pengen lihat Bali kayak apa.
    Hari pertama sampai di Bali waw banget lihat Tanah Lot yg super duper kerennya ,trus lanjut ke wisata lainnya
    Dan hari kedua juga begitu sampai di Bedughul suasananya sejuk bingitz trus ke wisata lainnya . Nah malemnya ketika badan saya lemes nih saya tidur duluan ,tapi teman” saya pada blm tidur pd begadang semuaa kali ya .
    Kata teman saya pas saya mau dibangunin buat geser sedikit karena dia juga tisur sekasur sama saya . Tapi nih kataa teman saya saya gk bisa dibangunin ,udah dicubit ,di kasih minyak kayu putih ,sampai hidung saya di cubit,kata teman saya ,saya blm bisa bangun . Setelah di panggilkan guru saya bisa bangun . Saya sampai saat ini juga blm bisa paham knp saya gk bisa bangun . Biasanya sih kalau di pegang tangan saya atau pun dicubit pasti saya langsung bangun dan gk bisa tidur lagi . Tapi pas di Bali itu gk tau dah kenapa ? Trus pas di Pantai Kutha mau pulangnya tapi naik angkot dulu ,karena Bus nya diparkirin agak jauh . Kata supir angkotnya suruh ngafalin nomor angkotnya biar gk keliru . Eh pas udah dihafalin supir nya malah nganterin anak sekolah lainn . Wwahhh semua teman” saya kecewa karena harus menunggu si supir angkot balik lagi . Udah di tunggu” supir angkot tadi gk balik” akhir nya kami memutuskan untuk cari angkot lain .

    Nama : Tasya Permata Sanjaya
    Twitter : @PermataTasya23
    Kota : Klaten

  6. Pengalaman travelling paling berkesan adalah saat Travelling ke Bangkok pada April 2014. Ya, Thailand khususnya Bangkok pada 8-11 April akan ramai dengan Songkran Festival dan hari tersebut bertepatan dengan waktu saya travelling ke Bangkok.
    Hal ini terlihat menyenangkan sekaligus menakutkan bagi saya dan teman-teman karena kita mengunjungi bangkok untuk berwisata dan berbelanja ditengah2 “pesta air” masyarakat bangkok. Pada saat itu hari pertama di Bangkok, saya dan teman2 balik menuju penginapan dari Siam Center menggunakan Tuk-tuk karena kita tidak mendapatkan taksi, namun apalah dikata, perjalanan menuju penginapan tidaklah berjalan mulus. Saat di persimpangan jalan tuk-tuk yang kami tumpangi berhenti karena lampu merah dan tiba2 datang beberapa orang warga yang membawa ember berisikan air penuh dan mengguyur kami semua yang ada di Tuk-tuk dan alhasil pun kami basah kuyup. Dan kejadian seperti ini terjadi setiap hari selama kami berada di Bangkok -_-” meskipun berbeda cara “pengguyuran” dari orang Thai seperti kejar-kejaran, ditengah antrian, dikerumunan orang..
    cukup menyebalkan sih, tapi indah dan lucu jika diingat.

  7. ngalaman travelling paling berkesan adalah saat Travelling ke Bangkok pada April 2014. Ya, Thailand khususnya Bangkok pada 8-11 April akan ramai dengan Songkran Festival dan hari tersebut bertepatan dengan waktu saya travelling ke Bangkok.
    Hal ini terlihat menyenangkan sekaligus menakutkan bagi saya dan teman-teman karena kita mengunjungi bangkok untuk berwisata dan berbelanja ditengah2 “pesta air” masyarakat bangkok. Pada saat itu hari pertama di Bangkok, saya dan teman2 balik menuju penginapan dari Siam Center menggunakan Tuk-tuk karena kita tidak mendapatkan taksi, namun apalah dikata, perjalanan menuju penginapan tidaklah berjalan mulus. Saat di persimpangan jalan tuk-tuk yang kami tumpangi berhenti karena lampu merah dan tiba2 datang beberapa orang warga yang membawa ember berisikan air penuh dan mengguyur kami semua yang ada di Tuk-tuk dan alhasil pun kami basah kuyup. Dan kejadian seperti ini terjadi setiap hari selama kami berada di Bangkok -_-” meskipun berbeda cara “pengguyuran” dari orang Thai seperti kejar-kejaran, ditengah antrian, dikerumunan orang..
    cukup menyebalkan sih, tapi indah dan lucu jika diingat.

    Nama : rahmat Fadhli
    Twitter : @fadhliipad
    Kota : Sumedang

  8. Nama: Anisa Listya
    Twitter: @417154
    Kota: Palembang

    Pengalaman travelling paling berkesan saat ke Genting Highland Malaysia. Kami yang ikut tur dari travel diberi waktu bebas sampai pagi. Aku dan teman-temanku iseng masuk ke kawasan kasino yang sangat besar & ramai. Kami terpisah menjadi beberapa rombongan kecil. Asyik melihat-lihat sampai lupa waktu & ketika sudah capek berjalan baru sadar kami terpencar-pencar. Aku mencoba mencari teman-teman yang lain. Akhirnya setelah capek berputar-putar di tempat yang terlihat sama, aku menyerah. Kucoba menelopon temanku. Aku yang belum mengganti nomor ponsel dengan provider Malaysia menelpon temanku selama beberapa menit. Kami berjanji untuk berkumpul di pintu depan. Setelah menelpon, aku mengecek saldo pulsa. Gilak, nelpon satu menit pulsaku berkurang lima puluh ribu. Duh nyesel deh, belum ganti kartu dengan provider malaysia. Setelah menggerutu, aku mengajak temanku (sebut saja Bunga) ke pintu depan. Kulihat wajah Bunga pucat, bibirnya gemeletuk mengigil, kusentuh tangannya dingin seperti es. Bulu kudukku berdiri. Aku ragu ini beneran Bunga atau jadi-jadiannya. Kupanggil dia dan bertanya keadaannya. Ternyata dia kedinginan. Saat itu suhu udara cukup dingin, ditambah Bunga belum makan membuatnya mau pingsan. Tak lama Bunga terhuyung di pelukanku. Aku panik tujuh keliling. Kami hanya berdua & cukup jauh ke pintu depan untuk menemui teman-teman yang lain. Aku memapah Bunga di bahuku. Seorang sekuriti bertampang sangar menatapku dengan curiga. Dia bertanya apa temanku ini teler. Aku mencoba menjelaskan keadaan Bunga dengan bahasa Indonesia campur bahasa Melayu. Dia agaknya cukup kasihan dengan kami dan membantuku memapah Bunga ke pintu depan. Syukurlah di depan sudah menunggu lima temanku yang langsung membantuku memapah Bunga. Akhirnya kami kembali ke kamar hotel dan terpaksa membatalkan rencana bebas malam kami demi menjaga Bunga yang tepar. Kami memberikan teh hangat dan menggosok tubuh Bunga dengan minyak kayu putih. Syukurlah keadaan Bunga berangsur membaik dan warna bibirnya kembali merah. Itu adalah pengalaman yang menakutkan sekaligus memacu adrenalin aku dan sahabat-sahabatku😀

  9. Pengalaman traveling paling berkesan saat Mei yg lalu mengajak si kecil camping di gunung. Untuk pertama x nya setelah bertahun2 pengen bgt ngajak si kecil camping di alam terbuka akhirnya kesampaian saat kami betkunjung ke sebuah bukit yg ada dikota Lumajang, Jatim. Bukit ini bernama B29 (kaya nama sabun colek yah hihi) karena ketinggiannya 2900dpl. Ini adalah puncak tertinggi padang pasir yg ada di kawasan gunung Bromo.
    bertiga kami mendirikan tenda di puncak bukit menghalau dinginnya hawa gunung dengan segelas mi instant dan menikmati hamparan bintang gemintang yg menghiasi langit malam. Keesokan paginya kami menyaksikan sunrise..perlahan mentari muncul di balik Bromo. Sebuah lukisan alam yg indah luar biasa.
    Sebuah moment liburan yg sederhana tapi sangat membekas bagi kami..terutama si kecil yg berhasil naik gunung bahkan camping di alsm terbuka tanpa kendala sedikitpun.😉

  10. Nama: Rico Martha
    Twitter ID: @richoiko
    Domisili: Kab. Blitar – Jawa TImur

    Jawaban:
    Traveling berkesan adalah tahun lalu ketika mengunjungi Bandung. Kebetulan saya sedang magang kerja di Bogor. Tapi pengen mengunjungi kawan yang ada di Bandung. Jadi saya bersama dua orang teman pergi kesana naik bus di akhir pekan. Ketika nyampe disana kami berkelana naik mobil. Tercetus tujuan mengunjungi area dataran tinggi di Bandung (aduh saya lupa namanya. Bisa dikatakan area tersebut adalah Puncak versi Bandung). Setengah perjalanan baik-baik saja. Tapi di pertengahan, tiba-tiba mobil tidak kuat naik padahal lagi ditengah jalan yang menanjak, tambah di belakang ada antrean mobil dan sepeda motor. Semua penumpang termasuk saya (kecuali teman saya sebagai sopir) keluar mobil. Tiba-tiba mobil mogok alias mati ditengah jalan. Yang bikin panik, rem mobil udah jadi aus sehingga gak bisa menahan bobot mobil dan *syuuut* mobil mundur. Sepeda motor tepat dibelakang ketabrak dan ringsek seringsek-ringseknya bagian depannya. Beruntung, pengendaranya loncat duluan sebelum ketabrak. Bahkan rodanya jadi mletot. Mobil masih mundur dan keburu bikin panik warga terlebih penghuni mobil dibelakang mobil kami tadi takut ketabrak. Saya dan kawan yang diluar buru-buru cari batu untuk menahan laju mobil agar tidak mundur. Malem-malem jam 10-an nyari batu gede gelap-gelapan itu butuh perjuangan banget. Akhirnya jalur yang gak terlalu gede itu jadi macet total. Ganti rugi mau tidak mau harus dilakukan ke pemilik sepeda motor ringsek. Belum lagi pulangnya diomelin orang tua temen yang minjemin mobil. Terus tujuan ke “Puncak”-nya Bandung? Gak inget sama sekali gara-gara *syuuut* tadi -.-

  11. Pengalaman travelling yg paling berkesan adalah travelling yg paling susah dilupain ama sohib saya, Loh kok bisa?. Setiap mudik ada saja bahan omongan yang jadi bermuara ke cerita jalan2 waktu SMA dulu. Padang jadi pilihan lokasi karya wisata, ato jalan2 untuk perpisahan kelas. Butuh satu malam untuk sampai kesana dari tepat kami tinggal. Baru dua jam perjalanan, sohib saya ini, yg juga duduk sebangku dengan saya, sudah pucat, pusing dan mual. Saya sontak kaget dan melapor ke guru pendamping. berbagai cara sudah dilakukan, untuk mengurangi ke-mual-an dan pusing-nya. Namun tak ada hasil. Wajahnya sudah putih. Ternyta dia memang jarang melakukan perjalanan jauh, sehingga waktu satu malam perjalanan merupakan satu malam penderitaan buatnya. Bu guru meng’eksekusi’ agar ia istirahat saja dan tidak ikut melanjutkan perjalanan, serta menginap di rumah family Bu Guru. Kebetulan ada sanak sodara Bu Guru yang memang sejalur dengan arah perjalanan kami. Yang bikin kaget, Guru tersebut menyarankan agar saya ikut dan tinggal menemani sohib saya. Tidak ikut melanjutkan perjalanan. WHAT?..MI APA? hahaha, aku gak rela, gak ikut jalan2 Bu, aku masih pengen berangkat bareng temen2, kenapa gak ibu saja yang tinggal ato temen yg lain saja. Aku jawab polos pertanyaan si Ibu, polos banget, serasa diambil es krim yang mo di jilat tetapi sudah dalam genggaman. Melihat sohib saya sudah mulai sehat, sudah bisa diajak bicara, semua penumpang turut senang, Bus bisa jalan lagi dong, haha.*teteup. Akhirnya si Ibu memutuskan sohib saya tidak perlu teman, dan kita bisa lanjut lagi jalan jauhnya. Perpisahan itu ditutup dengan cipika cipiki serta memanjatkan doa untuk sohib saya *hihi, saya izin untuk ikut lanjut perjalanan.
    Cerita itu selalu punya tempat di hatinya, dan mudik selalu mengingatkan saya akan cerita travel nostal’gila’ tersebut.
    *kokjadipanjangyaceritanya hehehe

    Nama: Desi Namora
    Twitter: @namoradesi
    Kota: Bogor

  12. Travelling paling berkesan adalah … oke, sebenernya aku jarang travelling. Hehe…. Yang berkesan itu waktu dapet kesempatan ke Osaka, Jepang. (walau aslinya bukan buat travelling, tapi program buat anak-anak jurusan bahasa Jepang dari 7 negara gitu)
    Namanya orang baru pertama kali ke luar negeri, yang berkesan pastinya banyak, terutama karena di sana pas bulan Ramadan. Nggak kerasa sama sekali suasana puasanya. Sedih… Tapi nggak kelaperan juga karena banyak kegiatan yang bikin excited.
    Yang paling berkesan mungkin waktu aku dan dua temenku keabisan kereta yang berenti sampai di stasiun tujuan kami. Kita pikir kereta masih ada sampai jam 10, ternyata yang sampai jam 10 itu nggak lewat stasiun yang kami tuju, harus turun di 1 stasiun sebelumnya. Alhasil, jam 10an 3 cewek ini jalan kaki nyusurin jalan dengan cara ngikutin rel kereta (karena kita nggak tau jalan!). Jalanan sepiiii banget. Kita udah khawatir aja kalo nanti ada jalan buntu gimana, tapi alhamdulillah jalanan sampai stasiun tujuan tuh bisa diikutin. Dan alhamdulillah juga nggak ketemu orang aneh (temen yang dari Thailand pernah ketemu yakuza pas turun di stasiun situ katanya, meski nggak diapa-apain cuma diajak ngomong gitu). Sampai di asrama sekitar jam 12. Alasan kami ke satpam bilangnya nyasar. Hahaha…. Untung sih nggak nyasar beneran.

    Nurul M.
    @y_fantazer
    Jakarta

  13. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Akun twitter: @Agatha_AVM
    Kota Asal: Jember

    Travelling paling berkesan buatku adalah saat aku sekeluarga pergi ke taman wisata Gumitir. Bersepeda bareng. Aku nggak bisa naek sepeda jadi bonceng mama deh. Papa naik sepeda sendirian. Aku ini anak rumahan. Jadi, nggak pernah travelling. Waktu itu, orangtuaku cuma bilang mau makan nasi pecel garahan. Eh, ternyata dibawa ke taman wisata Gumitir. Tidak dapat aku lukiskan dengan kata-kata perasaan bahagiaku. Impianku yang ingin sekali melihat kursi raksasa akhirnya terwujud. Walaupun aku takut untuk naik ke atasnya, karena tangganya kecil dan curam. Tapi perasaan takut itu musnah oleh pemandangan alam yang begitu indah. Cuacanya sungguh panas. Aku tetap bertahan demi mengabadikan momen berharga ini. Padahal sebenarnya aku juga ingin jalan-jalan berkeliling taman dengan kereta kelinci. Masih belum terwujud, semoga suatu saat nanti dapat terwujud. Ke pabrik cokelat dan dimanjakan dengan diorama-diorama alam yang mempesona. Aku menantikan saat itu. Kepenatan dan juga stress akibat pekerjaan menumpuk terbayarkan sudah.

  14. Nama : Debby Zalina
    Akun Twitter : @dbyzln
    Kota tinggal : Batam

    Pengalaman travelling yang paling berkesan bagi saya adalah saat berlibur ke Klaten dua bulan yang lalu. Mungkin terkesan biasa saja, namun sangat luar biasa bagi saya. Kala itulah pertama kali saya benar2 merasakan naik pesawat (walaupun pas balita saya juga pernah, tapi ya nggak kerasa), kali itu pula saya pertama kali menginjakkan kaki di pulau jawa secara sadar (dulu waktu kecil sekali juga pernah, tapi sama sekali nggak ingat -,-), pertama kali melihat sawah dan gunung merapi secara nyata dan lain sebagainya. namun yang paling berkesan adalah kekeluargaan yang ada di desa itu. pernah saya menunaikan ibadah sholat maghrib di sebuah musholla, dan pada saat saya bersalaman dengan ibu-ibu disana sehabis sholat, mereka langsung tahu saya adalah anak dari bapak A yang datang dari Batam, apalagi saat saya melihat acara sadranan, kekeluargaan di desa itu terlihat akrab sekali, seakan akan dari ujung barat sampai ujung timur yang jaraknya 10 km mereka tetap saling mengenal. beda dengan kekeluargaan di perkotaan yang mana tetangga yang tinggal satu komplek saja ada yg tidak saling mengenal. dari sini saya belajar apa yang kita lihat baik sebenarnya belum tentu baik dan kekeluargaan itu sangatlah indah🙂

  15. Nama : Fransisca Susanti
    Twitter : @siscacook
    Kota : Bogor

    Travelling yang paling berkesan sewaktu aku masih berumur 12 tahun. Kami sekeluarga beserta kerabat pergi travelling ke Pantai Anyer, Banten. Waktu itu Pantai Anyer masih sangat alami. Sekarang sudah banyak industri kimia.
    Kami beruntung bisa melihat penyu besar yang merayap dari bibir pantai, sibuk menggali, dan taraaa…ia bertelur banyak sekali…puluhan O.o Setelah menutup lubang, ia kembali ke laut, penyunya tampak jinak, tidak takut didekati orang =)
    Aku suka sekali berenang dari pagi sampai tengah hari. Kulit sampai hitam terbakar walaupun memakai tabir surya. Gelombang di Anyer enak, mengayun. Aku suka berenang sampai ke tengah. Suatu saat gelombang besar tiba-tiba datang. Byuuuzzz….Tiba-tiba kepalaku berada di bawah dan kakiku di atas. Gelombang yang keras menghempasku ke pantai. Wah…aku berlumuran pasir!!!
    Kami memang sangat suka berenang, tapi Pamanku yang paling lucu. Ia selalu cheerleading aku supaya berani berenang sampai tengah. Ganbatte ne!!! Tapi, ia sendiri tidak pernah nyebur berenang, paling celup-celup kaki😛
    Kejadian mengerikan terjadi ketika salah satu anak kecil buang air besar di laut. Emergency!!! Kami segera berlarian keluar dari laut O.O Teganya meracuni ikan di laut…apa ikannya malah senang mendapat dessert spesial???…entahlah😛
    Enaknya minum kelapa dawegan yang masih muda banget (yang masih berlendir) dan fresh baru dipetik dari pohon. Apalagi Mama dan bibi-bibiku selalu masak hidangan lezat beramai-ramai. Rendang, sambal petai, ayam bakar…aduh…aku jadi lapar sendiri nulis hal ini =) Soalnya kalau beli masakan di restoran muaaahal. Lebih enak beli udang segar dan digoreng sendiri. Rasanya manis dan gurih =) Kalau ke pasar tradisional di Anyer, harus beli oleh-oleh gula aren yang bentuknya lonjong dan dibungkus daun kelapa (manisnya alami banget),emping,petai, dan sawo =)
    Aku ingat waktu main ke sana saat bulan Desember. Ombaknya lebih besar. Kaget banget waktu berenang ada yang licin-licin di telapak kaki. Ternyata ada ratusan atau ribuan cucu ubur-ubur yang sedang berenang riang…untungnya belum menyengat O.o
    Pernah juga melihat ular dengan panjang sekitar 1 meter di tengah laut. Untung saat kami berenang, tidak ada hewan yang menyerang.
    Aku suka sekali bermain pasir dan mengumpulkan kerang. Tapi, sulit sekali memperoleh kerang utuh, banyaknya sudah pecah tergerus ombak. Pamanku membelikanku congklak. Kami sering bertanding seru karena ia lawan yang cukup tangguh!
    Adikku suka usil membuat jebakan. Dia membuat lubang sedalam 1 meter, lalu ditutupi ranting-ranting (padahal sudah dilarang, tetap saja ngeyel).Korbannya banyak juga dan marah-marah sambil celingukan. Sedangkan adikku? Mengintai sambil cekikikan …benar-benar jail O.o
    Ada juga tempat wisata Karang Bolong, bagus deh untuk foto-foto =)
    Kami pernah mengalami kecelakaan mobil di tol Serang sepulangnya dari Anyer. Kambingnya sih tidak apa-apa, berlari kencang walau ditabrak, tapi kami benjol semua. Sejak saat itu gigiku jadi tidak rata soalnya mobil terbalik dan aku yang masih unyu tergencet yang lain O.o Tapi, tetap saja kami tidak kapok main ke Pantai Anyer =) Sekarang ini saja ga bisa main ke sana lagi, terlampau mahal di ongkos😛
    Trims ^.^

  16. Nama: Mgniar
    Kota asal: Makassar
    Twitter: @Mugniar

    Begini2, alhamdulillah sempat ke luar negeri waktu suami masih jadi pegawai kantoran. Ada fsilitas kantor (waktu itu di Sumatera) untuk traveling ke Singapura dan Malaysia.

    Di Malaysia, tepatnya di Kuala Lumpur, kami menggunakan taksi yang lajunya cepat sekali. Kecepatan di atas 120 km per jam tetapi rasanya nyaman saja karena jalannya mulus sekali.

    Si sopir sesekali melirik-lirik saya, suami, dan kedua kawan kami. Kedua kawan kami itu sepasang suami istri muda juga (waktu itu kami belum punya anak).

    Si sopir yag kira-kira usianya paruh baya itu sok tahu, menilai watak kami. Kata dia, saya nanti suka memberitahukan kekurangan suami kepada ibu saya.

    Fiyuh, alhamdulillah apa yang dikatakannya itu tak terbukti hingga kini sudah 15 tahun kami berumahtangga. RAda takut juga mendengar komentarnya tentang kami semua. Lagaknya saja yang bak cenayang. Padahal asal ngomong🙂

  17. Nama: Nur Ramadhani Anwar
    Akun twitter: @DhaniRamadhani
    Kota tinggal: Jeneponto, Sulawesi Selatan

    Pengalaman traveling yang paling berkesan, tidak harus keliling Eropa loh, di kampung halaman juga. Nah, setuju banget sama kata-kata mbak Luckty ini.

    Pengalaman saya ketika pergi mengunjungi Desa Bone-bone di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan dalam rangka sosialisasi kelas inspirasi. Saya ingin sekali ke sana karena merasa malu sendiri di kabupaten saya ada desa yang sangat bagus dan belum pernah saya kunjungi. Desa ini dijuluki sebagai desa diatas awan. Hawanya sangat dingin. Saya dan teman-teman naik motor ke sana. Awalnya teman menyarankan untuk memakai kaos kaki, saya pikir untuk mengalangi sinar matahari agar kulit tidak hitam. ternyata untuk menahan dingin. hihi. Kalian juga perlu tahu, desa ini menang sebagai desa terbaik di dunia. Karena desa ini benar-benar desa tanpa asap rokok. Coba bayangkan, desa sedingin di sana tentu enak menyesap rokok biar badan hangat, tapi mereka lebih memilih untuk sehat. saya selalu berharap desa ini tidak berubah dan selanjutnya akan ada desa-desa yang mengikut. yang menegangkan, saya berani dibonceng naik motor dengan keadaan jalan yang di sampingnya langsung jurang. tapi itu terbayarkan oleh pemandangan yang sangat indah.

    Makasih mbak Luckty yang selalu adakan giveaway.

    Sekalian promosi boleh? mohon komen di blog saya dong mbak, hehee http://diirumahkata.blogspot.com/2014/08/boleh-lahir-dari-telur-yang-sama-tapi.html ^^

  18. Ada satu perjalanan yang sdh kulakukan & terasa berbeda dari pengalaman yg lain, yaitu saat aku pergi ke daerah Tawangmangu 2 bulan yg lalu bersama seorang teman.

    Perjalanan kami waktu itu standar saja: naik kereta, dilanjut naik becak utk sampai terminal, naik bis, lalu cari mobil carteran untuk sampai ke tempat tujuan. Begitu saja sih intinya. Tapi travelling itu terasa berbeda dari pengalaman yg lain karena: aku gak bilang ke keluargaku kalo aku mau pergi kesana (alias gak minta ijin, duhh), kami berdua sama-sama belum pernah pergi ke tempat itu menggunakan kendaraan umum, dan…teman yg pergi bersamaku ke Tawangmangu itu lebih tua 15 tahun dariku. Haha. Tenang, tenang, dia bukan om-om, dia wanita kok. Sebenarnya bukan teman juga sih. Dia sebenarnya adalah owner bisnis tempatku parttime kala itu. Namun karena kami sering saling curhat & aku sudah dipercaya, maka hubungan kami pun jadi dekat seperti sahabat, bukan sekadar hubungan kerja bos & karyawan.

    Yang membuat pengalaman itu lebih berkesan yaitu saat aku pergi ke sana aku lagi ada masalah yg cukup serius dgn temanku yg lain. Sangat serius, sampai-sampai aku langsung deactive akun twitterku setelah marahan sama dia. Ngambek gitu lah aku, ceritanya *LOL, ngambekan

    Somehow, sepulangnya dari Tawangmangu itu aku merasa mendapat kekuatan utk ikhlas & bersabar menghadapi masalah. Sepulangnya dari sana (secara ajaib) aku mau berbaikan dgn teman yang membuatku marah. Mungkin karena di Tawangmangu udaranya dingin & suasananya juga tenang kali ya, makanya pikiranku bisa jadi lebih rileks & lebih jernih *Hha, gak tau deh ini logikanya bener apa gak

    Setelah dipikir-pikir, mungkin tempat itu (Tawangmangu) memang tempat yg cocok utk bermeditasi; menenangkan pikiran & beristirahat dari hiruk pikuk rutinitas. Begitu turun di Tawangmangunya rasanya msh biasa saja, tapi ketika perjalanan dilanjutkan naik ke atas, melihat alam terbuka seluas itu rasanya hatiku yg berbeban jadi lebih plong.

    Nah, kalo kamu melanjutkan perjalanan (setelah dari terminal Tawangmangu), sebagian besar yg bisa kamu lihat adl kebun sayur, jalan menanjak yang diikuti dgn makin dingin & segarnya udara di sana, sebuah bangunan besar yg mirip istana ala film disney, dan penjual strawberry! (˘ڡ˘) Sejauh mata memandang yg terlihat hanyalah pemandangan yg didominasi warna hijau. So wonderful! Kamu harus lihat langsung! Saranku, jgn banyak berkomentar ketika melihat pemandangan seperti itu, nikmati saja🙂

    Alfa
    @kardusepatu
    Jogja

  19. Nama: Zaitun Hakimiah NS
    Akun twitter: @NSMia
    Kota tinggal: Bekasi

    Traveling yang paling berkesan adalah saat aku mengikuti Blogger Nusantara 2013 (BN2013) di Yogyakarta tanggal 30 Nov – 1 Des 2014.

    Awalnya aku akan berangkat sendiri dari Jakarta. Toh, cuma ke Jogja, batinku. Namun, ternyata ada 2 orang kawanku yang ingin ikut, Intan dan Fredy.

    Aku sudah membeli tiket kereta pulang pergi untuk kami bertiga. Sayang sekali, Intan tak jadi ikut karena ada urusan di kantor. Alhasil, aku hanya berdua dengan Fredy yang datang ke Jogja.

    Kami turun di stasiun Tugu dan langsung mencari kamar mandi. Niatnya mau mandi, tapi ku urungkan karena keterbatasan air. Akhirnya aku cuma ganti baju *ups. ketauan klo nggak mandi.*

    Hari pertama mengikuti BN2013, aku dan Fredy menjadi peserta yang baik, mengikuti jalannya acara.

    Hari kedua, kami bertemu dan berteman akrab dengan Mbak Vee dari Bojonegoro, Astha dari Salatiga, dan Mbak Titik dari Yogya. Kami berlima pun berinisiatif dan terlampau kreatif sehingga kami meninggalkan acara BN2013 dan memilih untuk berkeliling Yogyakarta.

    Kami pergi ke Keraton, foto sana sini. Selanjutnya ke Mirota Batik dan mencari oleh-oleh khas Yogya. Menyenangkan sekali berpetualang bersama mereka😀

  20. Pengalaman paling berkesan itu pas pertama naik gunung gede sama abang. Kurang persiapan tapi menantang (tolong jangan ditiru). Beberapa hari sebelum saya naik ada orang diatas yang meninggal (dulu masuk tv beritanya) Agak serem juga sih, tapi lanjut aja, toh naik gunung niatnya baik :))
    Naik tengah malem, sekitar jam setengah 3. Berhenti ditengah hutan trus tidur diatas batu2 kerikil karena kecapean ( Dari malem belom tidur ) eh bangun2 ada tukang nasi uduk tengah hutan😀 ini akward banget.
    Pas ngeliat tukang nasi uduk nawarin makanan ditengah hutan udah kaya orang kesambet😀 gak nyangka banget hehe.
    Udah tengah jalan ampiir banget kehabisa air, tapi alhamduliiah waktu air udah abis pos istirahat udah deket.
    Sampe dipos terakhir (Kandang badak) kira2 jam 10 pagi. Saya gelar tenda trus bablas tidur sampe jam 12.
    Jam 12 naik ke puncak gede. Track ke puncaknya lumayan berat ( Buat pemula kaya saya) Apalagi pas ditanjakan setan. Bentar2 istirahat. Sempet pengen nyerah padahal puncak udah keliatan tapi jauuh banget. Tapi alhamduliiah gak jadi nyerahnya dan sampe dipuncak gede jam setengah 3.
    Dan tebak, diatas puncak gunung ada yang jualan juga. Hahaha ini akward bercampur syukur, karena makanan yang kebanyakan mie udah mau abis.
    Jadi saya ngegelar tenda dipuncak gede dan malemnya bikin api unggun kecil2an sama abang2 pedagang dipuncak gede. Katanya mereka jualan kalo lagi musim liburan aja. (kebetulan saya naik pas lagi libur akhir tahun)
    Api unggun abis, udara dipuncak dingin bangeet :3 jadi deh ber 3 (cowo semua) tidurnya sambil pelukan kaya teletubies😀
    Jam 5 pagi bangun, buat ngeliat sunrise, salah satu kuasa Tuhan yang indaah banget. Puncak udah rame sama orang2 yang mau liat sunrise dan foto2 tentunya. Tapi udaranya beuuh dingiiin bangeet :3
    Abis liat sunset kira2 jam 6 langsungkemas2 barang2 dan beli air, karena jatah air udah abis. Turun tanjakan setan yang kemarin pas naik ampe 1,5 jam turunnya cuma 45 menit (pake lari sih) soalnya semangat banget.
    Sampe dibawah jam 3 sore,langsung makan diwarteg terdekat dan gak lupa nambah. Maklum belom makan nasi 2 hari😀

    **
    Nama: Ahmad Ferdiansyah
    Twitter: @AlFerdians
    Tempat tinggal: Bogor, jawa barat
    Nb: Maaf twitter aku gak bisa follow orang, gatau kenapa. Mohon dimaklumi hehe
    Salam kenal mba :))

  21. Jika kebanyakan teman di atas menceritakan pengalamannya travelling ke tempat-tempat indah, aku justru lebih menyukai berkunjung ke tempat-tempat keramat dan religius karena aku merasa bahwa Tuhan menyimpan beberapa misteri di tempat itu *pasang tampang misterius*
    Pengalaman paling berkesan di tempat-tempat itu adalah saat berziarah ke makam Sunan Giri, Gresik tahun 2010 lalu. Lokasinya di daerah bukit. Setelah sekitar 15 menit menanjak dg berjalan kaki, rombongan kami tiba di puncak dimana kanjeng sunan disemayamkan. Aku langsung merasa ada aura mistis menyelimuti tempat itu. Suara lantunan ayat Al-Quran para pengunjung berdengung layaknya lebah. Aku yang selama perjalanan di mobil mengantuk seketika merasa segar saat menyentuh air wudhu. Bangunan makam sangat khas Jawa Timur jaman dulu, penuh ukiran kayu.
    Di saat sedang berdoa, aku melihat beberapa orang menyalakan dupa dan menyajikan berbagai jajanan pasar serta uang ke dalam situs makam. Hal yang dilarang baik oleh Allah maupun penjaga makam. Tak lama, ada 3 orang menegur mereka dan melarangnya menyajikan apapun dalam situs makam, mereka pengelola makam. Sempat terjadi perdebatan sengit sampai akhirnya pengunjung itu mengalah meski dg muka masam.
    Kemudian saat aku akan solat duhur di mushola yg agak terpisah, aku melihat segerumbul monyet mendekatiku. Aku ketakutan. Tapi monyet2 itu tidak mengganggu. Mereka menampakkan aktivitas layaknya manusia sedang bercengkrama. Duduk tenang dan menunggu. Kata ayahku, monyet2 itu yg menjaga daerah ini dari pengganggu. Di balik semua itu aku merasa Allah Maha Besar. Tempat itu terjaga tetap asri hingga kini.

    @Ci_utha
    Bangkalan, Madura

  22. Nama : Zalfaa Azalia
    Twitter : @ZalfaaAza
    Kota : Boyolali, Jawa Tengah

    Amazing Travelling Ever

    Travelling yang paling mengesankan bagiku saat…
    Aku sangat tergila-gila dengan pesona alam negeriku tercinta, Indonesia ini. Banyak keanekaragaman yang menarik hati untuk dikunjungi. Seperti Pulau Komodo yang di dalamnya terdapat binatang langka dan dilingdungi oleh pemerintah, ada juga Taman Nasional Tanjung Puting yang melindungi satwa-satwa langka, dan yang paling menarik hatiku adalah Taman Nasional Sangeh di Bali. Saat itu aku searching di Mbah Gugel mengenai detail Taman Nasional Sangeh. Aku begitu terpikat saat melihat-lihat gambar pemandangan yang sangat asri dan sejuk di mata. Aku sangat berharap bisa mengunjungi Sangeh. Hingga suatu hari Tuhan mengizinkanku untuk pergi ke Pulau Dewata bersama teman-temanku. Kami menginap di BPC City Hotel. Hotel yang tepatnya tempat kami menginap dahulunya bekas sekolah kapal pesiar. Pantas saja desain bangunan BPC Hotel mirip seperti kapal pesiar. Aku sangat betah menginap di Hotel tersebut ya karena aku juga mengagumi kemewahan kapal pesiar. Ingin rasanya aku bisa mnginjakkan kakiku di Kapal Royal Caribbean International untuk pergi ke Alaska. Semoga saja suatu hari bisa terjadi.
    Pagi harinya kami pergi ke Sangeh bersama-sama dengan mengendarai roda empat. Ada seorang guide yang menemani kami. Ia bernama Bli Putu. Bli putu sangatlah friendly pada kami. Kami sudah sampai pada tempat tujuan. Thanks God my dream came true now. Aku paling bersemangat diantara teman-temanku. Saat aku akan memasuki Sangeh terlihat monyet yang sangat langka. MONYET ITU BERWARNA PUTIH! Seluruh bulunya berwarna putih. Haah? Yap, aku tidak salah lihat monyet itu berlari sangat kencang dengan 2 monyet di belakangnya, tapi entah mengapa monyet putih itu hanya terlihat sekejap olehku. Aah, benar-benar Sangeh yang indah! Sampai-sampai ada monyet berwarna putih. Aku masuk mendahului kawan-kawanku. Banyak monyet di Sangeh. Aku memberi makan mereka dengan hati-hati. Disana terdapat banyak pohon besar dan menjulang tinggi, terkesan seperti berada di hutan. Hawanya sangat sejuk di kulit juga hati. Tak lupa aku berfoto ria di Sangeh. Ternyata di Sangeh ada pohon Lanang Wedon. Aku baru mendengar nama pohon seperti itu dari Bli Putu. Bentuk pohon tersebut sangat unik! Seperti alat reproduksi pada wanita dan laki-laki umumnya. Juga, ada pura-pura yang di keramatkan di situ. Setelah puas, kami berlanjut ke Kuta Beach. Yuhuu! Saat di dalam armada aku menanyakan tentang monyet putih yang ku lihat. Kata Bli Putu monyet tersebut jarang sekali muncul, hanya orang-orang tertentu yang bisa melihatnya. Aku bengong sekali pada saat itu, aku kan hanya manusia biasa sama seperti umumnya. Kata Bli Putu lagi, setelah seseorang melihat keberadaan monyet tersebut akan diberkahi? Hah? Hanya Tuhan yang tahu. Konon, kata Bli Putu monyet yang ku lihat tadi adalah Anoman. Karena Sangeh yang banyak monyet, monyet tersebut dibawa Anoman ke situ. Itu cerita Bli Putu. Aku disambut baik oleh penunggu di Sangeh kata Bli Putu. Aku semakin bingung, heran, tapi juga ada perasaan bangga bisa melihat monyet berwarna putih itu. Sungguh, Sangeh yang menyimpan banyak misteri! Di Bali banyak terdapat banyak sesajen, ya karena masyarakat mayoritas beragama Hindu. Di setiap rumah penduduk yang kami lewati pasti ada saja pura dan pohon kamboja. Tak terasa sambil ngobrol kami sampai di Pantai Kuta. Kami menghabiskan waktu di Bali selama 3 hari. Banyak tempat yang kami kunjungi.
    Itulah travelling yang tak bisa kulupakan, juga menyisakan tanda tanya besar untukku. Sebenarnya monyet apa yang ku lihat. Ada rasa kepuasan yang mengalir di seluruh darahku setelah berkunjung ke Bali. The beatiful island of my country, Bali. 

  23. Travelling yang paling berkesan buat aku adalah… apa ya ?. Oh, ya saat aku ikut PERTAPA. Dan itu untuk pertama kalinya. Travellibg itu penjelajahan. Dan ini emang penjelajahan banget pokoknya. Sebenarnya ini itu sejenis kompetisi gitu. Jadi begini ceritanya. Saat itu aku dan kedua orang temanku memutuskan untuk mengikuyi event PERTAPA ini. Event yang bener-bener diluar dugaan gua. Coba bayanginnn. Di event ini kita harus melakukan perjalanan selama 3 hari 2 malam kalo nggak salah dengan cara berjalan kaki. Kita harus melewati gunung, jalan lembah. eh ! nggak pqke lembah. Dan kaian tahu ??? Persuapan gue sama temen-temen itu sungguh berantakan dan di luar dugaan. Coba bayangkannnn !!!! Selama itu, kita cuma bawa 3 sarimi dan 2 botol minum. Dab itu untuk 4 orang bayangkan !!!! Sedih rasanyq gue inget itu. Inget perjuangan perjalanan kita sejauh +- 50km. Bahkan di hari ke-2 gue sempat mau putus asa dan hampir memuruskan untuk berhenti. Tapi, dwmi sekolah kita relain jalan sejauh itu. Oh, ya disana gue sama temwn gue ketemu sama anak-anak baru. Macem-macem pokoknya. Tapu, yang jelas ada yang ganteng broooo. Inisialnyaa gue lupa. hehehehe. Tapi yabg jelas gue seneng banget. Nggak cuma gue sih tapi juga temen gue juga. Di perjalanan2 itu gue merasa ada yang aneh. kenapa? karena setiap kali kita merasa ketinggal kita malah jadi yang depan tapi sebaliknya ketika kita ngerasa jadi yang depan ternyata kita malah dibelakang. Aneh banget pokoknya. Hororrr.

    follow @ikacahya_

  24. Travelingku yg paling berkesan adalah ketika ke jogja tahun lalu. Tidak murni liburan sih sebenernya tapi nyambi magang. Eh, magang nyambi traveling kali ya.

    Dengan hari kerja 5 hari seminggu, otomatis aku hanya bisa jalan2 fullday di akhir pekan. Bersama tmanku, aku memaksimalkan waktu di jogja yg cm 5 pekan.

    Dengan perencanaan yg begitu matang, akhirnya kami bisa puas jalan2 djogja meskipun sambil magang. Kami mngunjungi banyak tempat2 wisata. Mulai dari malioboro, kaliurang, candi prambanan, benteng vredeburg, alun2 kidul, bukit bintang, pantai parangtritis, taman sari, tugu jogja, taman pelangi, hingga kebun binatang gembira loka.

    Dari seluruh tempat2 tsb, ada yg kami sempat2kan setelah pulang ngantot. Meskipun cape, dengan jadwal yg begitu padat. Tapi kami sgt senang dan puas. Wisata kuliner dan belanja pun tak kami lewatkan. Kapan lagi mahasiswa Kalimantan yg kere ini bs jalan2 full sebulan kalau nggak nyambi magang?

    Rindang Yuliani di Banjarbaru @Ryu_keren

  25. Nama : Sofhy Haisyah
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Kota : Makassar

    Salah satu tempat yang mengesankan yang pernah aku kunjungi adalah Danau Kawah Putih. Sumpah, saat berada di tempat itu serasa ada di syurga. Sunyi, indah, tenang, dan sejuk menjadi penyambut saat sampai di tempat ini. Ditambah lagi suhu di kawasan ini sejuk banget, mungkin sekitar 18-15 celciusan jadi sejuk dan segeerr banget. Saking segerrnya, nih angka sebelas dihidung keluar melulu, memang saya gak tahan dingin sih.. ^_^))”>

    Di kawasan itu juga udah ada fasilitas nginap dan petualangan pake motor AVP. Walaupun sempat nginap dua hari satu malam, aku gak sempat nyoba naik motor AVP-nya.

    Tapi, walaupun tuh travel rada-rada gak lengkap pokoknya nih tempat keren banget. Apalagi pas berbincang ma wisatawan yang lain, katanya warna air danau kawah putih bisa berubah-ubah. Bisa berwarna hijau apel campur kebiru-biruan, biasanya juga berwarna cokelat susu.

    Waktu aku datang sih, aku dapatnya tuh danau kawah putih lagi berwarna putih berkabut tebal gitu. Seperti lagi diatas awan deh, menurutku. Apalagi tanah ma bebatuannya juga dominan berwarna putih.

  26. traveling yang paling berkesan adalah ketika saya pergi ke Solok, Sumatera Barat. Tahun 2012. Pasalnya dari Solok saya bisa berkunjung ke beberapa tempat keren di Sumatera Barat.

    Di sela-sela tugas kerja, ada hari sabtu dan minggu yang libur. Dua hari itu diisi full dengan jalan-jalan. Dari Solok saya singgah di Danau Singkarak, habitat ikan bilih yang terkenal gurih. Selanjutnya, kami menuju Bukittinggi untuk booking penginapan sebelum berkunjung ke Lembah Harau.

    Keesokan harinya, kami menuju Danau Maninjau dengan kelok 44-nya yang terkenal. Lau menunu Padang untuk bersantai di pantai. Lalu kembali ke Solok dengan melewati Air Terjun Lembah Anai dan tikunngan tajam yang disebut “Si Tinjau Langit” di mana dari tempat tersebut bisa melihat kota Padang dari ketinggian.

    Perjalanan dua hari tersebut saya melintas beberapa kota di Sumatera Barat. Solok, Bukittinggi, Padang, Pariaman, serta Kabupaten Limapuluh Kota.

    Saat kembali ke Jakarta, saya pun sempat melalui masa-masa yang amat menegangkan karena oleh-oleh yang saya bawa, yaitu durian, tertahan di bandara dan “ditakut-takuti” oleh petugas bandara tidak bisa dibawa masuk ke dalam pesawat. Namun akhirnya, selamat. Duriannya bisa dibawa pulang.

    @rifki_jampang
    Jakarta

  27. nama : Fatona Nur
    twiter : @fatonanur
    alamat :kebumen jateng

    Libur lebaran kemarin saya beserta pakdhe saya mudik ke Yogyakarta tepatnya di Desa Ngemplak, Ngrapyak ,Sleman kalo gak salah itu namanya. Yaitu kampong halaman Mbah saya alias Nenek. Lebaran tahun ini kami tidak ditemani oleh orang tua karena masih ada urusan. Kami berangkat padahari lebaran ke-2. Pada lebaran hari pertama saya beserta keluarga masih berkeliling untuk bersilahturahmi bersama kerabat dan keluarga terdekat. Pada malam harinya, saya diantar kerumah Pakdhe saya dan disuruh menginap karena kita akan berangkat dari Bandara pada pukul 7 pagi. Sungguh sangat melelahkan karena pada pukul 4 pagi kita semua sudah harus berangkat dari rumah.

    Pada pukul 9 pagi kami sampai di Jogya ,semua tampak asing bagiku. Terakhir yang saya ingat saya kedesa ini selalu naik mobil belum pernah naik pesawat. Pada waktu itu aku merasa aku orang yang yang paling norak sedunia. Kami dijemput dengan supir sewaan pakde saya dan sampe sana pukul setengah sepuluh pagi.
    Di Jogya tempat wisata yang kami kunjungi ada beberapa yaitu keraton Solo. Sungguh tempat unik dan antic yaitu melihat tempat tinggal Pakubuwono 13 beserta kelurtganya. Sekarang taman Sriwedari sudah mulai berkembang hanya seperti Dufan kecil-kecilan. Kami pun memilih wahana RumahHantu, memang tidak seram tetapi sangat gelap sehingga kami agak sedikit takut. Apalagi ketika dari atas jatuh boneka pocong dan kami terkejut. Pada saat keretanya berhenti kami pun lari terbirit-birit dan sempat jatuh menabrak kereta di depan kita. Tetapi pada akhirnya saya berhasil keluar dari rumah itu padahal jarak kereta dari pintu keluar hanya 5 meter. Setelah mencoba wahana lain kami pun pulang hingga hari hari berikutnya kami masih berkeliling kota Sleman sambil bersilahturahmi.
    Hari terakhir saya berkunjung ke rumah Ibu dan Bapak Simbah atau Nenek saya. Rumah nyama sih sangat sederhana, dibelakang rumahnya juga masih ada sumur timba. Disinilah tantangan dimulai. Dikeluarga saya ,sayalah termasuk orang yang paling banyak bicara dibanding dengan yang lain. Tapi disini saya malah hanya diam saja karena saya tidak mengerti mereka sedang membicarakan soal apa. Soalnya mereka memakai bahasa jawa krama inggil. Esok harinya saya dan pakdhe saya pulang dan membawa banyak oleh-oleh salah satunya gantungan kunci yang terbuat dari kain batik.
    Sekian terimakasih.

  28. sayang sekali mbak. saya jarang traveling. jangankan ke eropa, kekampung aja nggak pernah =_= pernah sih, ke bedugul, tapi gak seseru cerita saya yang satu ini. saya ceritain ya😀
    saya ini anak Denpasar Timur. Baru lulus SMK. sekitar 1 tahun yang lalu, tepatnya waktu saya kelas 2, setelah kelar PKL/magang, minggunya, saya dan teman saya berniat jalan-jalan ke Mal Bali Galleria di Simpang Siur. dasarnya sih cuma rasa penasaran saya aja, karena temen saya itu uda sering kesana dan saya belum pernah, temen saya nekat ngajak saya kesana naik bis umum yang pada saat itu, lumayan masih baru bernama Sarbagita. temen saya itu lagi penat, makanya dia yakin-yakin aja pas ngajak nya. padahal saya uda urung niatnya karena kita cuma berdua. umur 17 tahun, ke daerah yang kita gatau kayak gimana dengan bis umum. itu sangat WAW bagi saya. saya tau diluar sana pasti banyak yang uda terbiasa jalan-jalan sendiri ke luar daerah lingkungannya sejak muda. tapi saya, yang walaupun di kota, masih takut-takut pas uda di hari-H.
    *ganti dengan penggunaan ‘aku’ ya mbak biar woles :D*
    bahkan saat naik bis pun aku tetep nanya temenku, apa kita uda yakin?
    jadi selama perjalanan kita agak waspada gitu ama orang-orang sekitar. perjalanan itu lamaaa sekaliiii yang bikin lama karena bis harus berhenti di tiap halte. sekitar 2 jam atau kurang kita baru nyampe. padahal kita cuma duduk, tapi kita capek =_=
    puas liatin gedungnya, kita jalan-jalan ke kawasan Duty Free nya. itu khusus turis. tapi sama satpam kita dibolehin aja masuk. keliatan katroknya kali ya, jadi kasian😄 kerjaan kita disana? jangan ditanya… cuma nyentuh property trus fotoan😄
    lanjut ke kawasan Mal nya. agak siang gitu kita kan laper ya. di kawasan itu beli es krim corn aja 20.000. gaada yang lebih murah =_= alhasil kita muter-muter nyari tempat makan murah. ketemulah tuh si HokBen. nah kita pesen tuh 2 porsi. ditanya ini itu segala macem mau yang menunya gimana, ada promo blabla eh di akhir pas di kasi tau harganya, 1 porsi 21.000 ! murah ya?😐 tapi kita waktu itu bener-bener gak bawa uang lebih. saya sebenernya ada pegangan, uang kenceng mulus. tapi namanya pegangan, cuma dipake dalam keadaan darurat. *sayangnya, saat itu belum bener-bener darurat menurut saya =_=*
    alhasil temenku langsung bilang, satu aja. aku tanya, serius? dia jawab iya. aku tanya, emang cukup? dia jawab cukup2in aja. disaat itu aku bener-bener bersyukur punya temen yang ngertiiii banget kayak dia😄
    aku uda gak enak ati ama mas-nya. karena pesenan uda jadi tapi di batalin. tapi mas-nya senyum dengan ramahnya, lagi-lagi, mungkin mas-nya ngeliat wajah panik kita *lebih ke saya kalo bisa dibilang* dan langsung ngerti pahit hidup ini😄
    dan akhirnya dengan gerakan kaku, aku bawa nampannya ke salah satu tempat duduk disana. kita makan satu nampan berdua😄 temen ku kaku gitu makan pake sumpit. akunya masih ogah makan, malu diliatin satu nampan berdua. tapi temenku ngeyakinin, makan aja lah, gapapa! alhasil aku makan dengan lancar sambil ngetawain temenku yang kesusahan makek sumpit😄 gitu-gitu kita tetep selfi-an loh. malu-maluin sih pamer HokBen yang satu berdua. terus kita juga foto hidangannya yang versi utuh sama versi uda habis😄
    setelah itu kita lanjut muter-muterin kawasan Mal-nya. serius kita gak beli apa-apa, kecuali HokBen aja! jadi kita cuma keluar masuk toko-toko sambil liatin barang-barang mahal yang entah kapan aku kesampean belinya😄
    udah capek kan, kita cuss keluar mal. eh pas mau keluar, di deket pintu keluar ada Bread Talk. temen ku mau beli itu. buat oleh-oleh mama katanya. tapi, uangnya kurang😄 jadi aku rogoh sakuku dan, aku baru nyadar uangnya gak ada😄 tinggal 5rbu. dan aku panik, karena untuk langsung pulang, 1 orang bayar 2.500 sekali naik. tapi untuk cari jalur ke rumah, kita harus naik, lalu turun sekali, nyebrang, dan naik lagi. itu artinya untuk pulang kita perlu 10.000 . nah mentok uang kita total digabungin jadi 10.000! alhasil temenku gajadi beli oleh-oleh! sukurin!😄
    jadi setelah itu, dengan lemasnya, kita bener-bener melewati pintu tanpa noleh kanan kiri lagi😀 diluar ternyata ada parade kecil-kecilan oleh anak-anak kecil. ada yang nge-dance, nyanyi, ada juga sesi tato badan pake cat air😄 temen ku yang suka balon pengen banget ama balon yang di pegang mas-masnya. jadi aku beraniin diri untuk minta duluan, balon warna pink buat temen dan ijo buat aku. tapi aku malah tertarik ama tato cat air itu. gantian aku yang ragu, terus temen ku yakinin, kalo itu gratis. jadi deh kita tanya mas nya dan dikasi bikin tato sendiri bahkan😄
    tadinya mau langsung pulang, tapi kita jadinya duduk dulu di sofa sana dan,,……. selfi-an lagi😄 yaaa kita cukup lama, dan akhirnya pulang. dengan perasaan lemas karena gak ada uang dan ga bawa oleh apapa kecuali foto dan video yang aku rekam😄
    setelah naik bis, sambil ngasi uang bayarannya, kita ngikik dulu, inget kejadian di Bread Talk😀 setelah turun, nyebrang, dan naik bis lagi, baru kerasa deh capek dan ngantuk yang teramat sangat. sempet tidur juga. untungnya suara mbak-nya yang teriak ‘Tohpatii’ bisa bangunin kita berdua sebelum bisnya jalan lagi😀
    eh ceritanya belum selesai. kita gak langsung turun depan rumah loh. kita pake nyebrang dengan mata ngantuk, dan masih harus jalan sekitar 20-30 meter untuk sampe ke rumahku. sampe di rumah, aku cuma sempet ngajakin temenku cuci kaki, dan tidur tergeletak tumpang tindih di kasurku. huah nyaman. sambil nungguin temenku dijemput ayahnya, kita tiduran bentar😀
    setelah itu, yaaa kita ceritain semua keseruan itu ke temen-temen. mereka pasti lebih sering jalan-jalan kesana-kemari, tapi sensasi yang kita dapetin di tengah krisis keuangan dan ketidakyakinan itu yang berharga banget😀
    setelah itu kita jadi beberapa kali pengen kesana lagi, bahkan nambah perjalanan ke nusa dua! sering juga bawa temen kita yang satu lagi. pokoknya kenanganku sama Mal Bali Galleria + Nusa Dua tu istimewa! terutama yang barusan aku ceritain😀

    nama: Ade Aprilia Puspayanti
    Twitter: @Dephiil119
    Kota: Denpasar

  29. Traveling paling berkesan dalam hidupku yaitu saat aku melakukan perjalanan dari jogja menuju Puncak bogor naek motor, yang gak biasa yaitu perjalanan ini aku lakukan bareng ayah tercinta dan teristimewaku.

    Perjalanan selama 16 jam kami tempuh dari Jogja dengan motor imut kami. Ketika lelah dan merasa capek kami bergantian mengendarai sepeda motor. Perjalanan ini kami lakukan sebagai ajang silaturahmi, dulu saya pernah naek motor ke jakarta dan pas di puncak saya mengalami musibah kecelakaan dan ada seorang bapak yang menolong saya, namanya Pak Agoh.

    Dan misi kali ini saya dan ayah saya berterima kasih kepada Pak Agoh karena sudah menolong saya waktu saya jatuh dulu. Sungguh seru dan mengasyikkan banyak hal yang baru saya temuid an lihat ketika melakukan perjalanan bersama Ayah ini, kami sempat mampir di lingkar luar nagrek yang pemandangannya Subhanallah Indah banget, Foto narsis bareng ayah di Gedung sate bandung, kita makan bubur ayam bareng, dan saat pas Di Puncak bogor hal yang membuat paling berkesan saya adalah bisa sholat jamaah bareng ayah di Masjid AT-Ta awun yang ada di Puncak bogo.

    Subhanallah dari perjalanan saya ini saya dapat mengambil hikmah bahwa sejatinya manusia hidup untuk saling tolong menolong dan bekerja sama dan tentunya beribadah Pada Allah SWT karena kemana lagi kita hidup kalo gak bergantung sama Maha yang memberikan Cinta dan kehidupan, bukan jauh dan ketempat keren perjalanan kita bisa dikatakan berhasil tapi perjalanan yang berhasil sejatinya adalah traveling menikmati proses, makna perjalanan dan menghadirkan Tuhanlah yang akan menjadi nilai plus kita melakukanTraveling ^-^

    Terima aksih Ayah saya yang Istimewa impian saya sholat di masjid At Ta-Awun terwujud alhamdulillah ^-^ Bahagia ceria ^-^ selamat kembali sampe Jogja…thanks juga pak Agoh yang sudah menolong saya dengan kebaikannya semoga amal nya di balas Allah aamiin

    Nama : Muhammad Angki prasetyo Nugroho
    Twitter : @angkisland
    Kota : Jogjakarta Istimewa ^-^

  30. pengalaman traveling yang berkesan saat akhir tahun lalu saat pergi ke pantai Kartini dg teman” kuliah. yah,meskipun traveling ini sederhana tapi tak kalah menyenangkan. saat kami telah sampai di Pantai kita berempat ngegalau bareng nyanyi” gak jelas,lempar” batu ke laut,foto” dan ngebuat clip absurd. saat itu musim penghujang dan tiba-tiba hujan datang,kami memutuskan pulang dengan memakai jas hujan setelah itu aku mengajak teman”ku mampir ke rumahku karena ini adl pengalaman mereka yang pertama. aku serasa menjadi pemandu karena teman”ku berasal dari luar jepara. selesai dari rumahku kami kembali ke kampus lagi dan ini pengalaman yang unik kami kembali ke kost dekat kampus nyeker alias tanpa alas kaki. di sepanjang jalan di lihat pengendara lain dan aku sempat di foto temanku lalu di upload di sosmed .

    nama : muhsinatud diyanah
    twitter : @diyan402
    alamat : jepara

  31. Baru kerja selama 11 bln,aku dikagetkan dengan berita tour ke jogjakarta .Aku tidak bisa mengambarkan ekspresiku saat itu antara terkejut,tidak percaya,senang.saat itu bosku membuat aturan bhw yg blh ikut tour hanya orang yg telah bekerja lbh dr satu thn.tp,aku termasuk senangnya.kami berkumpul dirumAh salah satu ketua team.jam 4subuh kami dijemput Mobil grand ax bos kami.kami menuju bandara soekarnohatta. Baru diusiaku ke 18thn aku naik pesawat dan jalan jalan keluar kota.semua karyawan termasuk ob,kuli,supir ikut .kami kompak memakai kaos yg tlh kami pesan di toko kaos sablonan bertulis family day tour to jogya 30 mei2009.
    Setelah menunggu di ruang tunggu bandara ,jam menunjukan pukul 05:45 dan kami dipersilahkan masuk ke pesawat.pesawat kami adalah penerbangan pertama pada hari sabtu tsb.berharap dpt melihat pesawat dr dekat ,aku kecewa ternyata kami memasuki lorong dan diujung lorong kami disambut pramugari.Aku memegang ticket no bangku.dan Aku kecewa lg trnyt duduk ditengah padahal mau duduk dekat kaca jendela.hati serasa degdegan saat pramugari menjelaskan cara pengunaan alat keselamatan dan lampu dipadamkan.pesawatpun terbang di cakrawala.awan terasa begitu dekat.telingga mulai berdegung.kami naik pesawat garuda Indonesia kelas ekonomi.kursi yg lebar,pramugari yg ramah,dan makanan yg enak.kami diberi 1box yg berisi 3jenis kue+ 1kitkat.untuk minuman kami ditawari oleh pramugari yg mendorong rak minuman.Aku memesan susu ultra milk,temanku pesan kopi.perjalanan kami 45 menit didalam pesawat.saat kami turun dari pesawat kami turun di tengah lapangan.temanku yg lain asyik berfoto didekat badAn pesawat.dan berpose di pesawat yg diparkir disebelah garuda.pesawat lion air.sekitar 100meter Kali,disana pintu bandara adi sucipto.kami masuk kesana dan ketempat parkir bus pariwisata.kami dibagi 2bus.bus dapat menampung 60org dgn bangku 3-3.bus yg ada TV,karaoke,acnya dingin.bangku yg bersih.sebagian kami tertidur.padahal tour guide sdg menjelaskan tiap jln yg kami lewati.lalu kami diberi sarapan pagi nasi box yg berisi nasi,telur bulat,Tempe,dangging yg semua sayurnya manis banget.nasi gudeg makanan khas jogja.setelah hampir 1jam perjalanan kami melewati candi mendut dgn UK yg kecil.lalu tibalah di candi borobudur salah satu 7keajaiban dunia.amazing.sayangnya parkir bus cukup jauh Dr pintu masuk candi.ticket dibAgikan oleh bos kami.Dan kami diperiksa tas kami dipintu masuk oleh petugas.makanan Dan minuman ring an kami dilarang dibawa masuk Dan kami diminta menitipkan di temp at penitipan yg cukup ramai.
    Setiap tangga undakan jaraknya cukup jauh.Aku sudah me rasa lelah padahal baru menaiki 1/2 undakan tangga di candi.tour guide kami menjelaskan beberapa makna gambar di dinding candi.setiap gambar mengajarkan ajaran agama.tour guide jg menjelaskan jumlah patung Dan kerusakan yg candi Alami saat gempa yg terjadi di bantul.ada 1patung yg membawa keberuntungan saat pengunjung memegang jari tangan dan jari kaki patung tsb tp sayangnya ramai sekali yg mau memegang.kami melewati kios kios saat mau menuju parkiran.ada yg menjual gantungan kunci,baju,kipas,pulpen,DLL cinderamata khas borobudur.Aku membeli beberapa gNtungan kunci yg cukup murah harganya.lalu kami melanjutkan makan siang di rumah makan prasmanan.lagilagi ada menu gudeg.perjalanan berikutnya ke malioboro.sederet kios menjual pakaian,DLL.Aku masuk ke mall malioboro membeli kaos dagadu.harganya 65rb/PC.selanjutnya ke pantai parang tristis.didalam bus,tour guide memberi pesan TDK boleh asal bicara,meludah,buang air sembarangan,berenang melebihi batas renang,memakai baju hijAu.disana kami bermain hampir 3jam.ada yg berjemur,ngobrol,be remain bola,layanglayang,kejarkejaran.cuaca panas terik.pemandangan sungguh luar biasa.disisi kiri ada beberapa tenda menjual baju.aku membeli beberapa.harganya 10rb/PC.kainnya adem.WC nya antri.Kern beberapa penduduk lokal yg rumahnya di dekat pantai mandi,mencuci di WC tsb.malampun tiba.kami makan malam disalah satu resto cukup mewah ruangannya.lg lg ada gudeg.di parkiran resto kami di kagetkan oleh salah satu agen bos kami.dia memberi kami Oleholeh gudeg.kamipun kembali ke bandara.Dan diperjalanan mampir ke toko bakpia pathok disalah satu jln.
    Itulah perjalanan jalanjalanku yg berkesan.mungkin tidak akan kulupakan seumur hidupku.
    Pertama naik pesawat
    Pertama tour ke luar kota
    Pertama ke Jogjakarta
    Yg terutama pelayanan bos kami pada kami.sangat berkesan melayani kami seprti tamu.yang terutama perjalanan gratis …..
    Makasih bos.kenangan bukan difoto tp dimemori otak kami.
    Nama:Cynthia
    Nama akun:rilia @margajap
    Kota:Jakarta
    Makasih ya.

  32. Pengalaman travelling paling berkesan itu di tahun 2012. Kira-kira dua minggu lagi masa KKN-ku bareng teman-teman habis, kami yang jumlahnya 12 orang berencana jalan-jalan ke Simarjarunjung-Tigaras-Kebun Binatang Siantar. Kami KKN di Desa Kandangan Kec. Pematang Bandar, itu di daerah Siantar. Waktu itu bertepatan dengan bulan puasa. Kami pergi jam 12 malam dengan mobil salah satu teman yang ada di kampung itu. Pukul 3 pagi kami sudah tiba di daerah Simarjarunjung. Kami berhenti di sebuah losmen, dan langsung menyantap makanan untuk sahur yang memang telah kami siapkan sebelumnya. Hawa dingin mulai merambat ke badan. Sampai-sampai makanan sahur kami aja seperti baru dikeluarin dari kulkas😀
    Selesai makan sahur, kami mulai mendaki ke atas Simarjarunjung. Meski bertigabelas orang, entah kenapa aku merasa takut melewati jalan setapak yang kiri kanannya dipenuhi dengan pohon-pohon tinggi dan semak-semak. Tak ada penerangan di sepanjang jalan itu. Kalo tiba-tiba ada manusia srigala gimana? :3
    Ternyata makin lama jalan setapak itu semakin meninggi. Ngos-ngosan juga dibuatnya. Di atas bukit Simajarunjung itu terdapat beberapa tower dan berbagai bentuk kabel dari stasiun pemancar TVRI Sumut. Saat kami tiba di atas bukit Simarjarunjung, beberapa menit lagi akan masuk waktu solat subuh. Kami menumpang solat subuh di salah satu bangunan kantor milik TVRI Sumut.
    Selesai solat kami ke belakang bangunan untuk melihat matahari terbit. Sangat menyenangkan, ini pertama kalinya aku menyaksikan matahari terbit. Mula-mula warna yang gelap berubah menjadi kuning, dan lama-kelamaan berubah menjadi jingga. Matahari bergerak perlahan naik ke atas langit. Sayangnya kami tidak bisa memandang begitu bebas sebab ada banyak kabel yang melintang sana sini. Saat pagi benar-benar terang, wah…kelihatan betapa indahnya pemandangan dibawah sana. Pepohonan dimana-mana yang masih diselimuti oleh kabut pagi. Danau Toba pun kelihatan dari atas sini. Kami pun tak lupa untuk mengabadikan momen itu dalam bentuk foto.
    Berikutnya kami melanjutkan ke Tigaras, Danau Toba. Di danau itu kami ‘menumpang’ mandi dan bermain air. Lagian entah kenapa suasananya pun sangat sunyi. Apa karena bulan puasa ya.
    Lalu sebelum ke Kebun Binatang Sinatar kami juga sempat singgah di kebun teh Sidamanik. Pesonanya juga tak kalah keren lho dengan kebun teh yang ada di Pulau Jawa.
    Dan setelah singgah sebentar di Kebun Teh Sidamanik, kami tiba di Kebun Binatang Siantar. Ya, sudah lama aku tidak ke kebun binatang. Terakhir itu waktu kelas 6 SD. Kebun binatang siantar lebih lengkap dibandingkan kebun binatang di Medan.
    Akhir perjalanan kami adalah berbuka puasa di mesjid raya Pematang Siantar. Dan rute perjalanan satu harian itu benar-benar menyenangkan and so amazing!😀

    Nama: Fitri Laily
    Twitter: @Fitt_Rilaily
    Kota tinggal: Medan

  33. Perjalanan berkesanku, yaitu saat pertama kali melakukan perjalanan seorang diri. Sebenarnya aku sudah seringkali melakukan perjalanan seorang diri. Ke rumah teman, warnet, swalayan, supermarket, warung, rumah makan, dll. Tapi ini beda, ka. Perjalanan ke luar kota. Sebenarnya udah beberapa kali juga ke luar kota sendiri. Ke rumah saudara, gitu. Tapi masih se-propinsi Banten. Tapi yang ini, for the very first time, aku pergi ke luar propinsi sendiri. Dari Banyuwangi ke Banten.
    Jadi ceritanya dua tahun lalu, pas lagi masa libur panjang kenaikan kelas, saat itu aku masih kelas 2 SMA mau naik kelas 3 SMA, aku lagi liburan ke rumah uwa di Banyuwangi. Kesananya sih sekeluarga sama mama, papa, kaka. Tapi mereka cuma bisa 5 hari disana, sedangkan aku kan masih pengen tinggal disana. Akhirnya setelah usaha merayu sana sini, aku bisa tetep tinggal disana, dan mama papa kaka pulang duluan. Aku puas liburan disana selama 13 hari, walaupun harus nanggung resiko pulang ke Banten sendiri karena apa gak bisa jemput.

    Kembali ke topik perjalanan Banyuwangi – Banten. Dari rumah uwa ke Jajag-nya aku diantar a Ade (anaknya uwa). Habis itu langsung naik bus ke Banten. Di bus, sepi euy. Aku duduk sendirian. Jadi daripada diem, ngemil sepuasnya. Tapi nyampe di Jember, penumpangnya nambah. Di Jember ini berhenti lumayan lama. Semua pada keluar, aku cuma diem di dalam bus aja. Ngapain? Makan bekal roti. Capek tahu, tadi di Jajag udah nungguin bus, plus juga lewat Gunung Gumitir yang muter-muternya lumayan bikin kepala nyut-nyutan.

    Udah agak sorean gitu, bus melaju kembali. Tapi ya tetep, berhenti di beberapa tempat untuk ambil penumpang. Pertama di samping aku duduk seorang Mbak. Seneng dong akunya dapat teman bicara. Etdah, ternyata cuma bentar doang. Habis itu bapak muda yang duduk di samping aku. Oke, lanjut! Pemberhentian lumayan lama selanjutnya adalah di rumah peristirahatan bus. Di sana aku numpang cuci muka di toilet, habis itu makan, terus beli cemilan plus teh botol. Ternyata? Harganya euy jos gandos. Naiknya nyaris 100%. Haha. Maklum, biasanya kalau perjalanan agak jauh bawa minum sendiri, atau dibayarin orang tua. Sekarang, baru tahu harganya yang lumayan menguras kantong.

    Habis itu ke bus lagi, terus mampir lagi di Semarang kalau nggak salah. Banyak yang ngopi, beli mie seduh. Tapi Nae cuman ngemil sambil duduk-duduk sendirian di bawah pohon. Nyesek. Tengah malam begitu ngemil sendirian di bawah pohon lantaran kursi udah penuh buat orang makan-makan. Ada Mas-Mas yang bilang itu pohon ada penunggunya pula. Tapi aku pikir positif aja. Ya, bagus dong kalau gitu aku ada teman di bawah pohon -__- Lanjut! Pemberhentian selanjutnya, sekitar pagi hari sebelum Cikampek. Lupa tapi di daerah mana. Di sana aku juga numpang di toilet buat cuci muka lagi, terus makan. Dan, masih dikejutkan juga sama yang namanya harga. Hahaha. Lanjutttt! Dari Cikampek, bapak muda yang duduk di samping aku turun. Terus bus melaju lagi sampai di kawasan Lebak Bulus. Kita nunggu lumayan lama di sana. Sudah hujan pula. Lanjut hingga ke Serang. Setelah bus nyampe Serang, aku turun dan pindah haluan kendaraan naek kereta (karna gak ada bis umum yang sampe ke rumah aku). Setelah sampe stasiun pemberhentian, aku sms minta jemput kaka yang baik hati naek motor. Lelah bangettt, tapi jadi punya pengalaman baru, perjalanan jauh sendirian.
    Untung bisa selamat sampe rumah ya, hehe.

    Segitu aja cerita perjalanan berkesanku..
    Terimakasih.

    Nama: Aat Noviani
    Twitter: @_moodyy
    Alamat: Serang-Banten

  34. Nama: Ida Pakpahan
    Twitter: @idash3424
    Alamat: Pematang Siantar, Sumatera Utara

    Travelling paling berkesanbuat aku yaitu, ketika aku masih kelas 3 SD. Dan pengalaman ini yang palingggggg aku ingat banget sampe bertahun – tahun. Nah, kebetulan kami dan sekeluarga ingin pergi ke rumah nenek yang tempatnya di Tarutung. Tentunya perjalanan kami melewati Danau Toba.

    Ketika di perjalanan dengan menaiki bus, aku duduk di sebelah Ayah. Pas sampai di Tigaras, kalau melihat ke luar jendela Bus, pasti langsung terlihat tuh air Danau Toba yang luas. Nah, di sinilah pertama kalinya aku melihat Danau Toba. Awalnya, pas ngeliat itu Danau Toba ngiranya langit biru gitu. Tapi, aku perhatiin lagi, kayak bukan langit. Terus aku bilang ke Ayahku; “Pa, itu selimut – selimutnya cantik – cantik, ya. Besar kali.” Ayahku malah ketawa – ketawa sama keluargaku yang lain juga. “Itu Danau Toba. Bukan selimut.” Gitulah jawaban Ayahku. Nah, dari situlah aku baru tahu gimana itu Danau Toba.

    Perjalanan kami ke Tarutung memang melewati Kota Si borong – borong. Terus, kami singgah sebentar ke makam Sisingamangaraja XII. Kami jiarah di sana. Setelah itu, kami melanjutkan barulah kami melanjutkan lagi ke rumah nenekku. Waktunya memakan sekitar 6 jam.

    Sekian tentang perjalananku.
    Terimakasih.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s