REVIEW Middle School: Get Me Out of Here!

 middle school 2

Kalian tahu betapa terkadang kalian bisa memikirkan setumpuk hal pada saat yang bersamaan?” (hlm.212)

Sepertinya, setiap kali keadaannya mulai membaik dalam hidupnya yang gila, sesuatu selalu terjadi dan mengubah segalanya. Bagaikan jatuh begitu saja dari langit. Dan, segalanya berubah pada hari Restoran Swifty terbakar habis. Saat itu rafe berada di ruang penyimpanan di belakang, hanya menghabiskan waktu dan menunggu Ibu selesai istirahat makan. Segalanya terjadi begitu cepat. Tidak ada korban jiwa, tetapi api sudah menjilat keluar dari jendela dan menembus atap sebelum Pemadam Kebakaran Hills Village tiba di tempat kejadian. Semua terbakar tanpa menyisakan apa-apa.

Tidak ada Resto Swifty berarti tidak ada pekerjaan untuk Ibu. Tidak ada pekerjaan berarti tidak ada uang untuk membayar sewa rumah mereka. Tidak ada rumah berarti mereka harus mengemasi semua barang-barangnya dan pindah. Satu-satunya tempat yang bisa mereka tuju adalah rumah Nenek Dotty. Neneknya memang baik hati dan mampu menampung mereka. Permasalahannya adalah rumah nenek di kota, berjarak sekitar 80 mil. Dengan kata lain, terlalu jauh untuk Rafe dan bersekolah di Airbrook hanya tinggal impian belaka.

Keadaan tidak lebih baik. Hidup di kota besar membuat Rafe dan adiknya pesimis akan mendapatkan teman. Semua rumah di blok sekitar rumah nenek seperti saling tergencet, satu sama lain. Tidak ada yang punya halaman samping atau depan. Hanya trotoar. Rafe juga melihat banyak tong sampah yang berserakan dan dinding penuh grafiti.

middle school 21

Jika kita sudah membaca buku sebelumnya, pasti sudah tahu segalanya tentang Leo. Dia sebenarnya adalah saudara kembar Rafe yang sudah meninggal ketiga berusia tiga tahun. Rafe tidak gila. Dia imajinatif, mungkin. Penyendiri, pasti. Namun, bukan gila.

Ibu bilang Leo adalah perenungan Rafe. Perenungan adalah seseorang yang membantu seorang seniman mendapatkan ide dan memikirkan segala hal secara menyeluruh, walaupun perenungan tidak benar-benar nyata. Leo mungkin tidaklah nyata, tetapi dalam cara yang tidak lazim, dia membantu Rafe menghadapi hal-hal yang nyata. Itulah juga sebabnya mengapa Leo sudah seperti sahabat karib bagi Rafe.

Bukan Rafe namanya jika tidak melakukan hal-hal di luar dugaan. Seperti di sekolah lamanya, di sekolah yang baru pun dia juga ‘bereksperimen’. Tidak mudah untuk Rafe beradaptasi di SMP Cathedral, baginya sekolah seperti ‘penjara’ dan Leon akan selalu di samping untuk melakukan ‘percobaan-percobaan’ yang baru.

middle school 22middle school 23

Kebetulan sekolah tempat saya bekerja adalah sekolah berbasis inklusi. Dari total keseluruhan siswa yang ada salah satunya terdiri dari siswa inklusi yang mencakup 5% dari jumlah yang ada. Siswa seperti Rafe ini berkategori tunalaras, yaitu individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial. Individu tunalaras biasanya menunjukkan perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku di sekitarnya. Tunalaras disebabkan bisa disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal yaitu pengaruh dari lingkungan sekitar. Eits, bukan berati mereka tidak bisa berprestasi loh. Rafe dalam buku ini dikisahkan mahir dalam urusan seni. Oya, jadi inget di sekolah ada salah satu siswa berkategori ini tapi mahir buat puisi. Saya pernah menemukan potongan puisi yang dibuangnya di kotak sampah perpustakaan. Isinya ‘nembak cewek’, tapi ya sayangnya ditolak😀 #PukPuk Siswa ini kalo ke perpus pasti demen banget pinjem komik Naruto. Pernah suatu hari dia mengembalikan komik Naruto yang isinya dicorat-coret, trus ada tulisan nama dia sama dengan Naruto dan nama cewek yang disukainya sama dengan Sakura #eaaa😀 Begitu juga dengan Rafe ketika merasa putus asa dalam hidup, dia nekat ‘mencuri’ simpanan ibunya dan bepergian jauh ke tempat tinggalnya yang dulu hanya demi ingin bertemu Jeanne.

Diantara semua tingkah polah Rafe, ada satu hal yang menyentuh hati. Kisah tentang ayahnya. Adegan saat Pak Crawley menyuruh Rafe untuk menunjukkan tugasnya. Rafe membuat tugas dengan judul; Anak di Dinding. Dan ini bikin napas berhenti sesaat.

middle school 24

 

Keterangan Buku:

Judul                                     : Middle School: Get Me Out of Here!

Penulis                                 : James Patterson & Chris Tebbets

Penerjemah                       : Putra Nugroho

Penyunting                         : Ida Wajdi

Penyelaras aksara            : Lian Kagura, Fakri Fauzi

Penata aksara                    : Aksin Makruf

Perancang sampul           : Alison Impey

Ilustrasi sampul                 : Laura Park

Penerbit                              : teen@noura – Noura Books

Terbit                                    : Juni 2014

Tebal                                     : 270 hlm.

ISBN                                      : 978-602-1606-70-4

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

One thought on “REVIEW Middle School: Get Me Out of Here!

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s