REVIEW Monte Carlo

monte carlo

Ini takdir yang lain. Mengantarkan rasa yang berbeda. Sesuatu yang menyusup diam-diam. (hlm. 46)

KIARA ALMIRA. Tanpa perlu berusaha mempercantikdiri, gadis itu telah dianugerahi semacam kecantikan khas Asia yang alami. Alisnya yang tebal dengan lengkungan yang pas. Bibir penuh dengan kulit lembut berwarna merah muda. Mata bulat dengan bulu mata lentik. Gadis Jawa-Padang ini bagaikan representasi kecantikan alami khas Indonesia. Dia adalah artis muda Indonesai yang saat ini sedang naik daun. Kiara termasuk gadis yang agak sulit diatur. Artis yang satu ini juga paling anti disebut sebagai selebritas, walau kenyataannya sejak dua tahun lalu ia memang sudah didaulat sebagai salah satu selebritas papan atas oleh insan dunia hiburan di Indonesia.

Awalnya Kiara semakin dikenal saat ia ikut dalam ajang kontes ratu kecantikan Indonesia. Ia mewakili kotanya, Surabaya, dan terpilih menjadi runer-up di tingkat nasional. Walau ia tidak terpilih menjadi nomor satu, keikutsertaannya dalam kontes ini membuat berbagai tawaran semakin banyak berdatangan. Termasuk tawaran bermain film. Namun, ia lebih mendahulukan menyelesaikan kuliahnya ketimbang sibuk menekuni dunia hiburan. Barulah seusai menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Komunikasi Massa, ia berani menerima salah satu tawaran sebagai peran pendukung dalam sebuah film nasional. Sosoknya dianggap pas dengan peran yang ditawarkan kepadanya.

Entah apakah Kiara memang memiliki bakat besar dalam berakting secara alami. Kenyataannya, walaupun ia tak pernah belajar akting secara khusus, ia mampu menjalankan perannya dengan baik dan natural. Dewi keberuntungan seolah jatuh cinta pada Kiara. Kariernya meluncur tanpa bisa dibendung. Selesai berperan dalamsatu film, tawaran untuknya datang bertubi-tubi.

Selain itu, ia terpilih menjadi salah satu brand ambassador La Belle, produk kecantikan produksi Paris. Dia patut berbangga karena mewakili Indonesia. Terhitung tuga menghadiri Festival Film Cannes ini adalah kunjungan yang ketiga kali baginya. Dan di sinilah takdir Kiara dimulai…

BERTRAND LAFORCE. Kedua orangtuanya warga asli Nice. Dia tidak pernah menetap lama di suatu tempat. Dia adalah seorang fotografer lepas. Pekerjaannya ini membuatnya harus sering pindah dari satu tempat ke tempat lain. Dia sudah berkunjung ke separuh dunia.

ALARIC KANIGARA. Alaric artinya pemimpin yang mulia, Kanigara itu Bahasa Jawa kuno yang berarti bunga matahari. Alisnya tebal, dengan bentuk mata yang tajam. Hidung lumayan mancung untuk ukuran pemuda Indonesia asli. Kulit cokelat muda yang sehat dan tangan yang kokoh. Memiliki postur tubuh yang bagus. Tingginya mungkin kurang lebih sekitar seratus tujuh puluh sembilan sentimeter. Tidak kurus tapi juga tidak berlebihan. Pas sekali.

Dalam hidup tidak ada yang namanya kebetulan. Tapi, dalam kehidupan Kiara banyak serba kebetulan. Termasuk bertemu Bertrand maupun Alaric. Bertrand dan Alaric sama-sama dideskripsikan sebagai cowok kece. Sayangnya imajinasi saya ketika mendengar kata BERTRAND justru terbayang BERTRAND ANTOLIN dan ALARIC juga justru terbayang ATALARIK SYAH #gagalfokus

Dibandingkan Alaric yang tampak serba sempurna, saya justru menyukai tokoh Bertrand meski porsinya cuma sedikit. Ahh…sayang endingnya tak seperti yang saya harapkan😀 #JanganSpoiler

Banyak kalimat favorit:

  1. Tiap orang punya kelebihan masing-masing, serta punya jalan takdir sendiri-sendiri. (hlm. 10)
  2. Mengirim kartu pos adalah cara klasik yang memberi kesan romantis untuk saling menyapa dari jarak jauh. Sensasinya tak tergantikan. (hlm. 36)
  3. Takdir memang aneh ya? (hlm. 99)
  4. Saat suatu rasa mulai menyelinap, akal sehat seolah lenyap, ini karenamu. (hlm. 146)
  5. Kau mengacaukan hatiku. Membuatku ingin menjauh. sementara…hanya untuk sementara. (hlm. 164)
  6. Tersesat tanpamu yang memandu, menggumpalkan sebait rasa rindu. (hlm. 194)
  7. Mata adalah jendela jiwa. (hlm. 235)
  8. Jangan tanya kenapa, sering kali perasaan cinta datang tanpa kita tahu sebabnya. (hlm. 257)

Beberapa sindiran halus dalam novel ini:

  1. Cantik itu realtif. Menurutmu cantik, belum tentu menurut orang lain cantik juga. (hlm. 25)
  2. Jangan kebanyakan nonton film romantis. Jatuh cinta nggak semudah di film. (hlm. 66)
  3. Namanya dunia hiburan, semua serba drama. (hlm. 81)
  4. Imej selalu cantik dan terawat membuatmu terkadang merasa kehilangan jati diri. (hlm. 82)
  5. Setiap orang pasti punya kebiasaan buruk, sadar atau tidak. (hlm. 100)
  6. Siapakah yang mampu menolak perasaan cinta jika sudah terlanjur menyapa? (hlm. 284)

Dengan mengambil setting Monte Carlo-Jakarta, rasanya terlalu sempit jika banyak kejadian serba kebetulan dalam novel ini. Ini adalah serial terakhir dari STPC 2 yang diterbitkan oleh GagasMedia. Mungkin karena ekspetasi saya terlalu tinggi sejak membaca serial STPC sebelumnya, saya punya harapan lebih untuk novel yang mengambil setting Monte Carlo yang sesuai judulnya ini. Padahal banyak tempat di Monte Carlo yang bisa digali untuk menambah bumbu cerita dalam novel ini.

Secara keseluruhan suka dari sisi covernya yang ijo dan tentu saja ilustrasi yang selalu mewarnai serial STPC. Oya, dan tak lupa selalu ada selipan kartu pos khas dalam serial STPC.

Ini adalah buku pertama tulisan Arumi E. yang saya baca. Jadi penasaran sama tulisannya dalam buku yang lain.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Monte Carlo

Penulis                                 : Arumi E.

Editor                                    : Yooki & Jia Effendie

Proofreader                       : Christian Simamora

Penata letak                       : Wahyu Suwarni & Landi A. Handwiko

Desain sampul                   : Dwi Anissa Anindhika

Ilustrasi isi                           : Adryana Putri

Penerbit                              : GagasMedia

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 316 hlm.

ISBN                                      : 979-780-688-X

 

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

5 thoughts on “REVIEW Monte Carlo

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s