REVIEW Query Pita

 query pita

“Kalau kamu emang sayang ama dia, ndak usah ragu. Asal tau batas saja.” (hlm. 135)

PUSPITASARI

Kalau berpendapat dengan menjadi remaja,  jadi punya hak untuk untuk bertingkah laku (sedikit) bodoh, jalan-jalan ke mal, dandan ke salon terus foto-foto di studio sambil bereksperimen dengan make up, aksesori keren, gaun yang mengikuti tren terbaru, membeli pernak-pernik idola, boleh-boleh saja. Asal punya uang cukup untuk itu. Dan sayangnya Pita tidak memiliki uang yang lebih untuk itu. Ayahnya guru SD berpenghasilan ala kadarnya, dan ibunya membuka usaha jahit dan katering kecil-kecilan. Begitu lulus SMP dan dapat beasiswa untuk bersekolah di SMA Indonesia Raya di Bandung, dia bertekad untuk hidup mandiri. Dia dibebaskan dari biaya sekolah. Untuk mendapatkan uang jajan ekstra, dia dan beberapa sahabatnya memutuskan untuk ‘mengamen’.

“Jangan pernah mau menerima belas kasihan dari orang lain. Biarpun hidup susah, kita masih punya harga diri.” (hlm. 17)

QUERIDO

Orangtuanya beranggapan bahwa kalau dia dilimpahi benda-benda mahal atau kesempatan jalan-jalan keliling dunia, itu sudah menunjukkan rasa sayang mereka. Padahal dia selalu iri pada orang lain. Yang orangtuanya tidak mampu membeli sedan two-setter BMW sebagai hadiah ulang tahun tapi mengobrol dengan anaknya setiap hari. Yang tidak ragu memeluk atau merapikan baju anaknya tapi menolak membelikan TV plasma ukuran raksasa untuk ditempatkan di kamar mereka. Mereka yang memiliki orangtua pengertian, tidak penuntut, tipe yang tidak akan menghardik kesal karena anaknya saat ulangan hanya mendapatkan nilai 85. Atau malah nilai 0 sekalipun. Dia akhirnya memutuskan hidup mandiri dan tanpa campur tangan dari orang lain.

Kalaupun ada sedikit perbedaan pendapat antara orangtua dan anak, mungkin salah satunya karena orangtua terlalu paranoid. Mereka kan pernah muda, tentu saja mereka khawatir apa pun yang dialami anaknya yang sedang remaja. Dapat dimengerti kalau mereka takut anaknya melakukan berbagai perbuatan yang tampak menarik dan menggoda, namun akan disesalinya seumur hidup.

Kisah Pita maupun Querido ini merupakan potret kehidupan remaja ababil pada umumnya. Yang hidup serba susah ingin merasakan kenyamanan hidup bahagia. Sedangkan yang bergelimang harta merasa kesepian karena ternyata uang tidak bisa memberikan kebahagiaan.

Beberapa sindiran halus dalam novel ini:

  1. Semakin dilarang, semakin pengin. Mungkin makan steik atau lasagna terdengar menyenangkan, tapi tidak begitu, apabila makanan yang sejenis dua hidangan ini selalu tersedia setiap saat. (hlm. 21)
  2. Daripada menonton film kartun tidak mendidik, mendingan kamu nonton film dokumenter tentang Einstein. Siapa tau kejeniusan dia bisa menular padamu! (hlm. 21)
  3. Orang yang kita sayangi mungkin akan lebih sering nyakitin perasaan kita. (hlm. 117)
  4. Kami nggak suka orang yang hobinya pamer. (hlm. 117)
  5. Hati-hati dalam memilih. Cari cowok yang jujur dan menghargai kamu. Percuma kalau milihnya cowok yang kata-katanya manis, tapi palsu semua. (hlm. 135)

Pita ini suka banget ke perpustakaan;

  1. Kalau tidak latihan band, manggung, hiburanku ngendon di perpustakaan, membaca apapun yang menarik minatku. (hlm. 15)
  2. Aku dapat kembali berkonsentrasi membaca Which Witch? Karya Ibbotson yang kupinjam dari perpustakaan, menunggu lonceng masuk berbunyi. (hlm. 17)
  3. Tapi jarang yang mengendon di perpus dan menjadi semacam asisten pustakawan sepertiku. (hlm. 25)

“Bapak, mungkin ini semua yang terbaik bagi kita semua. Mungkin Gusti Allah ingin Pita belajar untuk jadi lebih dewasa tanpa didampingi Bapak. Terima kasih karena selama ini sudah sayang banget ama Pita. Pita…Pita janji akan ngejaga Ibu dan Paka. Kalau perlu Pita akan behenti sekolah, Pak, asalkan Ibu dan Paka bisa makan. Bapak yang tenang, ya. Sekarang giliran Pita untuk ngejaga Ibu dan Paka…” (hlm. 121)

Ketika ditinggal salah satu orangtua kita, salah satu hal yang paling berat adalah hidup normal seperti sebelumnya. Tidak mudah hidup yang dijalani Pita ketika bapak meninggalkan dia dan ibu beserta adiknya. Saya bisa merasakan kesedihan Pita karena saya juga ditinggal mama di usia remaja.

Novel ini diambil dari sekelumit kehidupan nyata orangtua penulis. Pelajaran moral yang bisa kita dapatkan setelah membaca novel ini adalah ketika kita terpuruk, harus tetap berdiri meski banyak duri tajam yang harus kita lewati.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Query Pita

Penulis                                   : Primadonna Angela

Desain & ilustrasi cover            : eMTe

Penerbit                                 : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : Januari 2012

Tebal                                     : 20 cm.

ISBN                                      : 978-979-22-7853-8

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

5 thoughts on “REVIEW Query Pita

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s