REVIEW Rubrik Katya

 rubrik katya

Banyak remaja yang tidak tahu kehidupan nyata, karena mengira yang mereka perbuat tidak berdampak begitu signifikan pada dunia. Padahal segalanya dimulai dari diri. (hlm. 95)

Orangtua yang sudah mengenal Katya seumur hidupnya saja, masih memperlakukannya seakan dirinya bayi tak berdaya. Tak memberinya kesempatan dan kepercayaan untuk bisa mencoba segala sesuatunya sendiri.

Katya sadar bahwa pendekatan orangtuanya keliru. Mungkin mereka ingin agar Katya tidak perlu berurusan dengan berbagai hal yang tidak menyenangkan. Namun Katya ingin. Terjatuh. Terluka. Kecopetan,bahkan. Pacaran kemudian patah hati. Belajar, mengambil hikmah. Bukankah semakin beragam pengalaman akan membentuk pribadi lebih tegar dan awas menghadapi sekitar?

Mungkin memang ia tidak perlu menkhawatirkan apa pun karena sudah ada yang mengatur untuk dirinya. Tapi masa dia tidak diperbolehkan hidup sendiri? Melakukan apa pun, mengalami, tanpa ditemani? Bagaimana kalau keadaan mendiktenya untuk mandiri?

Selama ini Katya berusaha patuh dan mengikuti kehendak keluarga. Ini pertama kalinya ia berusaha ‘melawan’, melarikan diri dari Diko. Hasilnya, ia melakukan hal-hal yang dia pikir takkan mampu ia perbuat. Ia mendapat kenalan dan kesempatan baru.

Katya diterima bekerja di sebuah majalah remaja. Dalam rubrik yang ia asuh, Katya diharuskan memilih tiga pertanyaan paling unik dan menjawabnya, dua minggu sekali. Karena peminat rubrik ini banyak sekali, diputuskan bahwa di edisi online, Katya akan menjawab lebih banyak pertanyaan daripada yang ada di media cetak. Itu berarti dalam waktu seminggu, Katya harus memilah dan memilih minimal tiga pertanyaan dan menjawabnya. Ternyata ini membawa perubahan besar dalam hidupnya…

Nasib anak yang terlalu dikekang emang enggak enak. (hlm. 39)

Ababil yang tumbuh meremaja biasanya sedang getol-getolnya ingin memiliki kebebasan. Begitupula dengan Katya. Di sisi lain, setiap orangtua pada umumnya semua menyayangi anak-anaknya. Begitu pula dengan orantua dan juga tetehnya Katya. Mereka terkesan mengekang bahkan over protective terhadap segala hal yang dilakukan Katya. Sesungguhnya mereka sangat menyayangi Katya, apalagi di masa lalu ada kejadian yang tidak mengenakkan dan menyimpan lukan yang cukup perih.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Dan tak ada yang lebih menyedihkan daripada jiwa-jiwa kesepian. (hlm. 20)
  2. Tidak ada gunanya membenci. Memaafkan lebih baik, dan tidak membebani hati dengan pikiran kotor. (hlm. 22)
  3.  Jangan kecele memilih teman. (hlm. 106)
  4. Kamu harus bisa menentukan mana yang lebih utama. (hlm. 112)
  5. Kebahagiaan tak berlangsung selamanya. Selalu ada cobaan yang mencoba menyelusup dalam hidup seseorang. (hlm. 115)
  6. Mungkin memang pada dasarnya manusia tidak ditakdirkan memegang kendali. (hlm. 146)
  7. Dewasa berarti bisa menerima berita buruk dan melaluinya dengan tenang. (hlm. 157)
  8. Salah satu harga dari kedewasaan. Berpura-pura bahagia, padahal ada bagian dalam dirimu yang mungkin  tidak rela. (hlm. 183)

Banyak juga sindiran halus dalam novel ini:

  1. Entah kenapa toko peralatan komputer selalu beraroma rokok. Entah pemiliknya, entah penjaganya, atau mungkin para pengunjung. (hlm. 19)
  2. Kalau kesepian, kan, orang cenderung melakukan banyak hal, apa pun, asal diperhatikan. (hlm. 20)
  3. Cewek yang cantik nan apik itu mulai dari barang pribadi. (hlm. 44)
  4. Kamu tidak boleh besar kepala dan tetap rendah hati! (hlm. 55)
  5. Keberuntungan orang bebal biasanya mencengangkan. (hlm. 71)
  6.  Menjadi dewasa harus bisa berkreatif. (hlm. 95)
  7. Kalau sudah mandiri, nggak perlu uang jajan dari orangtua. (hlm. 107)
  8. Kadang kita harus berpura-pura menampilkan suatu citra, dan lama-lama akan terbiasa, untuk menutupi emosi kita yang sebenarnya. Awalnya pura-pura, lama-lama menjadi nyata. (hlm. 11)

Banyak pengetahuan maupun pesan sederhana tapi penting yang disampaikan lewat novel remaja ini. Contohnya dihalaman 63 kita perlunya seorang remaja untuk membawa kartu identitas diri kemana-mana untuk jaga diri jika terjadi sesuatu pada diri kita. Kemudian di halaman 66 disebutkan pentingnya makan, terutama sarapan. Makanan juga mempengaruhi mood seseorang loh.

Pesan moral dalam buku ini adalah selalu dengarkan nasehat orangtua meskipun itu terlihat kolot, percayalah apa-apa yang mereka perintahkan untuk kita sebenarnya untuk kebaikan kita juga.

Keterangan Buku:

Judul                     : Rubrik Kata Katya

Penulis                 : Primadonna Angela

Penyunting         : Elizabeth

Tata letak            : Elizabeth

Desain sampul   : Dadan Erlangga

Terbit                    : Maret 2013

Tebal                     : 194 hlm.

ISBN                      : 978-602-19335-7-2

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

3 thoughts on “REVIEW Rubrik Katya

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s