REVIEW Call Me Miss J.

 call me miss j

Yang namanya orang lagi beranjak dewasa, sah-sah aja punya jerawat. (hlm. 101)

Nggak ada cowok yang suka cewek berjerawat. (hlm.105)

Azalea Mariska. Biasa dipanggil Lea. Dia merasa tidak ada yang istimewa dalam hidupnya. Baginya dia hanyalah seorang anak SMA yang benar-benar biasa, yang fungsinya hanya untuk menambah jumlah cewek-cewek berambut cepol berseragam sempit dan berkaus kaki tinggi yang cukup berantakan di SMA mana pun di Indonesia, tanpa menarik perhatian siapa pun kecuali kalau dia cantik.

Lea merasa tidak cantik. Lea biasa saja. Lea hanya pernah punya pacar sekali selama enam belas tahun hidupnya, dan itu hanya cinta monyet biasa. Tanpa kesan. Tanpa kenangan. Dan, seumur hidup, Lea harus berusaha melupakan bagaimana mantannya itu meninggalkannya di saat Lea sedang menderita cacar air, dengan alasan bahwa dia terlihat seperti Monster Nangka.

Namun, Lea tidak jelek juga. Dia punya senyum yang cukup manis, mata yang cukup indah, walaupun keseluruhan jerawat di wajahnya tak membuat seorang pun mau memperhatikan yang lain. Dia berusaha sekuat tenaga soal jerawat ini dengan mencuci wajahnya dengan teh setiap hari, mengolesinya dengan obat jerawat nyaris setiap dia ingat sehingga dia bisa menghabiskan tiga tabung dalam sebulan, dan melakukan serangkaian facial yang membuatnya radang tenggorokan karena kebanyakan menjerit, tetapi tak satu pun berhasil menahan laju penyebaran jerawat yang sekarang jumlahnya lebih banyak dari penduduk Singapura ini.

“Apa gue cuma cewek yang bisa dipinjemin buku?” (hlm. 99)

“Gue cuma cewek yang menurutnya cuma pantes buat dipinjemin sesuatu. Kemaren aja dia deketin gue karena dia mau pinjem buku. Tahu deh besok-besok dia mau pinjem apa lagi.” (hlm. 145)

Wajar saja yang namanya masa puber pasti punya yang namanya jerawat. Ibarat sayur tanpa garam. Begitu juga remaja, belum sah namanya kalau belum jerawatan. Dulu, saat SMA pernah punya teman sebangku yang jerawatnya penuh semuka. Mana jerawat batu pula. Hebatnya, sat dia kuliah (ambil kebidanan), wajahnya berangsur bersih. Jadi, setiap teman SMA yang ketemu dengannya pasti  takjub dan menanyakan apa resepnya biar mukanya kinclong kayak gitu. Ternyata gampang banget. Berhubung dia masuk kuliah kebidanan, otomatis hidupnya teratur. Mulai dari jam tidur sampai soal makan. Keteraturan hidup ini yang membuat jerawatnya menghilang, tanpa perlu repot-repot ke salon. Kalau saya sih, dari jaman SMA sampai sekarang juga pasti punya jerawat yang selalu setia nongol meski cuma satu dua. Maklum tipe wajah berminyak (bisa buat goreng tempe). Jadi udah kebal banget sama yang namanya jerawat, anggap-anggap aja jerawat adalah sooulmate kita, gyahahaha…

Seperti ababil pada umumnya, Lea risih dengan jerawatnya itu. Bahkan Barbie, musuhnya di sekolah memberinya sebutan; Miss J. Apalagi kalo bukan singkatan dari jerawat. Risih pangkat dua ketika gebetannya di sekolah, Dimas menginnginkannya tampil cantik. Demi cinta yang menggebu-gebu, Lea rela perawatan apa pun demi jearawat agar musnah di mukanya. Akankah berhasil?

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Suatu saat ada, kok, orang yang bakal menerima kamu apa adanya. (hlm. 22)
  2. Apa salahnya sama tiba-tiba? Cinta bisa datang kapa aja. (hlm. 92)
  3. Setiap orang punya orang lain di belakangnya. (hlm. 249)
  4. Orang yang terlibat dalam sebuah persahabatan lambat laun akan memiliki kemiripan. (hlm. 258)
  5. Kesalahan kecil saja bisa membuat hidup seseorang hancur. (hlm. 280)

Banyak juga sindiran halusnya:

  1. Nggak perlu punya tampang buat jadi ketua OSIS. (hlm. 19)
  2. Semua cowok di sekolah ini kayak klon, mereka punya stereotip cewek yang sama! (hlm. 21)
  3. Untuk apa sih lo ngejer-ngejer orang yang nggak bisa nerima lo apa adanya? (hlm. 21)
  4. Kadang-kadang binatang bisa jadi sangat menyenangkan saat mereka hanya diam dan –mungkin- mendengarkan. (hlm. 41)
  5. Serial Amerika memang kadang-kadang membingungkan karena ceritanya hanya berputar-putar soal si ini pacaran dengan si itu, begitu terus sampai musim-musim berikutnya. (hlm. 126)
  6. Cowok nggak pernah ngasih komentar tentang cowok lain. (hlm. 146)
  7. Bego bisa diubah. Tinggal belajar aja. (hlm. 149)
  8. Lo harusnya belajar menerima kemenangan orang lain. (hlm. 160)
  9. Hati cewek emang gampang banget luluh. (hlm. 163)
  10. Lebih enak nggak punya temen. Nggak repot. (hlm. 171)
  11. Lo cuma lagi jatuh cinta. Orang bisa ngelakuin hal yang nggak wajar kalo lagi jatuh cinta. (hlm. 191)
  12. Itu kecanggihan teknologi. Photoshop itu teman baik wanita. (hlm. 244)

Wuidih..ada adegan di perpus di saat Lea sedang menjalankan hukuman yang diberikan oleh gurunya, yaitu membersihkan perpustakaan. Lea baru kali itu mencermati perpustakaan dan ternyata koleksinya bagus-bagus. Dia terpekik girang begitu menemukan koleksi John Grisham. Dan ada juga seri lengkap Harry Potter dan Narnia. Uwow..kece banget ya perpus sekolahnya!😉

Bagian yang bikin pilu di halaman 6 ketika Lea mendapati ayah Rio dan Rio bakal menjadi bagian dari kehidupan keluarganya. Menerima orang baru dalam kehidupan kita memang tidak mudah. Butuh proses, saya pernah merasakan apa yang Lea rasakan ini.

Hal yang bikin ganjil adalah sebutan OSPEK untuk sekolah. Seharusnya MOS. Kemudian soal Barbie yang Ketua OSIS, masak iya dua tahun berturut menjabat jadi ketua OSIS? Terus pas pencalonan Ketua OSIS berikutnya, semua calon berasal dari jurusan IPA, yakin nih dari Jurusan IPS nggak ada, soalnya dalam kenyataan sekolah, justru anak IPS yang biasanya lebih demen berorganisasi😀

Terlepas dari itu, selalu suka ama gaya penulisan Orizuka. Mengambil tema sederhana tapi selalu dengan pesan moral yang mengena. Tokoh-tokohnya kuat. Terutama di karakter Lea, Barbie dan Raya. Percayalah, di kehidupan nyata memang selalu ada tokoh-tokoh seperti Lea yang grasak-grusuk, Barbie yang sok imut dan selalu pengen eksis dan juga tipe-tipe cowok kulkas seperti Raya yang tidak menginginkan terlihat oleh orang lain.

Pelajaran moral dari kisah Lea yang berjerawat ini adalah tidak usah terlalu memikirkan kekurangan kita. Sesungguhnya setiap manusia sudah mendapatkan porsi hidup masing-masing. Jadilah diri sendiri. Lewat persahabatan Lea dan kawan-kawan kita bisa melihat bahwa sesungguhnya yang bisa disebut sahabat adalah orang-orang terdekat kita yang akan selalu ada di saat suka dan duka. Dibalik ketidaksempurnaan, selalu ada teman-teman yang akan menyempurnakan hidup kita.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Call Me Miss J.

Penulis                                 : Orizuka

Penyunting                         : Jason Abdul

Penyelaras aksara            : Fahri Fauzi, @kaguralian

Penata aksara                    : elcreative

Desain sampul                   : Fahmi Ilmansyah

Ilustrasi isi                           : Sweta Kartika

Penerbit                              : Noura Books

Terbit                                    : April 2013

Tebal                                     : 332 hlm.

ISBN                                      : 978-602-7816-12-1

Orizuka’s Book Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/04/orizukas-book-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

 

4 thoughts on “REVIEW Call Me Miss J.

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s