REVIEW Touche Alchemist

 touche alchemist

“Kalau orang yang diajak ngomong cukup pintar, orang genius tidak perlu sampai harus mengingatkannya berkali-kali.” (hlm. 48)

Sejak kasus di Central Park musim gugur tahun lalu, Karen dan Hiro menjadi dekat, atau lebih tepatnya Karen mendekati Hiro. Selain karena mereka seumuran dan sama-sama memiliki Ibu dari Jepang, ketertarikan Karen pada Hiro tertuju pada kemampuan analisis pemuda itu yang mengagumkan sehingga merasa perlu mengabadikan semua kasus yang berhasil dipecahkan Hiro dalam bentuk tulisan. Jadi setiap Hiro menyelesaikan kasus, Karen menemuinya sepulang sekolah untuk menanyakan hal-hal penting yang menyangkut kasus itu lebih detail.

Mungkin di dunia cuma Karen yang sadar bahwa sebenarnya Hiro sangat peduli pada orang lain. Sayangnya, saking dalamnya dasar hatinya, Hiro sendiri pun tidak menyadarinya.

Dari seratus ribu ada satu orang yang merupakan kaum touche, ada yang bisa menyerap data digital, menyerap tulisan, menyerap ingatan mesin, membaca perasaan, bahkan membaca pikiran. Begitupula dengan Hiro yang mampu menyerap identitas kimia.

Hiro punya IQ 200 dan menjadi anggota Mensa, perkumpulan orang-orang genius, sejak usianya dua belas tahun. Anak itu punya kemampuan mengamati dan deduksi di atas rata-rata.

Beberapa kasus yang diselesaikan Hiro ‘hanya’ dengan identitas kimia di suatu peristiwa:

  1. Tetesan darah itu tercampur parfum korban. Sepertinya korban menyemprotkan parfum di dadanya sehingga ikut tercampur dalam darah yang mengucur dari dadanya. Itu parfum mahal, karena komposisinya tidak banyak mengandung alkohol. (hlm. 20)
  2. Masih ada bekas lingkaran cincin di jari manis tangan kananmu. Dari warnanya, ketahuan belum lama kau melepasnya. Berarti perceraianmu juga belum lama, kuperkirakan sekitar setahun. Kancing lengan kemejamu lepas tadi dibiarkan begitu saja, itu tanda tidak ada wanita yang memperhatikanmu. Ada bekas tinta koran yang kau baca pagi ini di jempol kananmu. Di celanamu ada bulu anjing, cokelat. (hlm. 28)
  3. Ini kayu dan cat. Besi yang teroksidasi artinya karat. (hlm. 39)
  4. Korban diletakkan di sana untuk menimbulkan kesan bahwa dia hanyut, tapi sayangnya diletakkan terlalu jauh. Sungai tidak punya ombak yang bisa mengempaskan benda sejauh itu. Lagipula tadi malam tidak ada bulan purnama, jadi air pasang tidak bisa jadi alasan. (hlm. 44)
  5. Ketika dia menyentuh garam, di matanya tampak Na yang mengikat CI. Ketika dia menyentuh karat, yang tampak adalah Fe, O, serta H yaitu besi (Fe) yang teroksidasi oksigen (O) dan hidrogen (H). Semakin lama dia menyentuhnya, berarti semakin dalam dan semakin kompleks dia melihat objek tersebut. Dia bisa melihat susunan molekul, elektron, radius atom, titik didih, titik lebur dan sebagainya dari benda yang dia sentuh. Kimia dan fisika. Jika memang darah agak lama, dia sanggup mengetahui DNA-nya karena pada dasarnya DNA yang merupakan bagian biologi adalah molekul kimia. (hlm. 58)
  6. Es kering sebenarnya bukan es karena tidak berasal dari air, tapi karbondioksida dalam bentuk padat. Es kering lebih kuat daripada es yang berasal dari air dan lebih dingin. Es kering yang dicampur air menimbulkan asap, yang kemudian di industri hiburan digunakan sebagai efek kabut. (hlm. 76)

Waktu tahu novel ini mengandung unsur kimia yang kental, saya langsung tertarik membacanya. Kenapa? Pelajaran Kimia adalah pelajaran yang saya takutkan ketika masa sekolah, apalagi pas kelas satu SMA mendapatkan nilai merah di rapor gara-gara Kimia. Kelas dua, makin nggak ngerti Kimia. Boro-boro jawab soal, baca pertanyaan yang diberikan guru pun sama sekali nggak paham. Ini soal-soalnya yang terlalu spektakuler atau memang dasar otak saya yang bebal?!? Lucunya, ketika sekarang bekerja di sekolah, saya justru akrab dengan guru Kimia. Ini adalah kali ketiga saya membaca novel lokal dengan unsur kimia yang kental, sebelumnya sudah membaca Konspirasi Nuklir dan Levodextro yang sama-sama ditulis oleh Jodhi P. Giriarso.

Beberapa sindiran halus dalam novel ini:

  1. Kadang-kadang tidak perlu orang genius untuk memecahkanmasalah. (hlm. 24)
  2. Orang genius tidak perlu mengingatkan orang lain berkali-kali bahwa dia genius. (hlm. 48)
  3. Ingatan manusia paling tajam beberapa saat setelah kejadian. (hlm. 148)

Ini adalah seri kedua dari buku Touche. Tapi di sini kita tidak akan menemukan lagi Riska, Indra dan Dani yang menjadi tokoh utama dari serial yang pertama karena di buku ini kita akan menemukan kaum Touche yang lain, yaitu Hiro. Setelah membaca ‘rumus’ kaum Touche di buku yang pertama, buku seri kedua ini endingnya lebih ketebak. Masih nggak bisa move on sebagai #TeamIndra, Hiro belum bisa mengalahkan pesona Indra #halah. Hiro keren sih, tapi banyak menyebalkannya juga. Tapi memang begitu, ketika seseorang merasa pintar dan orang lain tidak bisa menandinginya, selalu merasa sok keren dan merasa tidak butuh orang lain. Ada, ada banget orang sejenis ini di dunia nyata. Terlepas dari itu, suka banget buku ini seperti buku sebelumnya. Dan nggak sabar nunggu penulisnya menerbitkan Touche seri ketiga, keempat sampai seri banyak deh karena kaum Touche ini masih sangat berpotensi banget buat ‘dibedah’ menjadi sebuah cerita yang kece!😉

Keterangan Buku:

Judul                     : Touche Alchemist

Penulis                 : Windhy Puspita

Ilustrator             : Rizal Abdillah Harahap

Penerbit              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    : Maret 2014

Tebal                     : 224 hlm.

ISBN                      : 978-602-03-0335-2

 

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

4 thoughts on “REVIEW Touche Alchemist

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s