REVIEW Touche

 touche

Your touch absorbs other’s mind or feeling. (hlm. 31)

Musuh kaum touche yang sebenarnya bukan berwujud manusia, tapi kegagalan hati. (hlm. 188)

RISKA

Tidak ada rahasia antara dia dan mamanya karena mereka hanya punya satu sama lain. Papa meninggal ketika Riska masih berumur lima tahun akibat serangan jantung. Saat itu jugalah untuk pertama kalinya kemampuan Riska disadari oleh mamanya.

Ketika maupun setelah papa meninggal, mama tidak pernah menangis sedikit pun. Bahkan dia selalu berusaha tersenyum. Anehnya, Riska selalu menangis setiap kali menyentuh mamanya, apalagi Riska selalu menjawab ‘tidak tahu’ setiap kali ditanya apa yang terjadi. Sampai akhirnya, setelah cukup lama di desak, dia mengatakan, “Karena kata tanganku, Mama sedih.”Saat itulah mama sadar akan kemampuan Riska. Anaknya yang saat itu baru berumur lima tahun mengungkapkan perasaan yang tidak bisa dia keluarkan sendiri. Anaknya menangis untuknya. Satu-satunya hal yang masih Riska ingat tentang kejadian sebelas tahun yang itu hanyalah tangisan mamanya yang tumpah sambil memeluknya karena Riska tidak pernah melihat hal seperti itu lagi sekarang

DANI

Dia ibarat komputer dengan hard disk lebih dari 100 gigabyte. Begitulah kemampuannya menyerap teks. Jadi tanpa belajar pun dia selalu mendapat nilai bagus. Tidak sedikit teman-teman yang tidak suka padanya. Padahal dia juga tidak minta diberi kemampuan ini. Dia lebih memilih hidup normal dengan nilai biasa-biasa saja daripada menjadi orang dengan kemampuan aneh walaupun mendapat nilai luar biasa, karena toh nilainya itu bukan karena kepandaian yang sebenarnya. Baru Indra saja yang mau berteman dengannya karena dirinya sendiri

INDRA

Dia berkategori mind reader. Indra sudah memiliki kemampuan membaca pikiran ini sejak kecil, mungkin sejak dia baru dilahirkan. Membaca sebenarnya bukan kata yang tepat karena Indra mendengarkan pikiran seolah-olah melalui telinganya. Bahkan jika orang itu tidak sedang berpikir melainkan membayayangkan sesuatu, dia juga bisa melihatnya seakan ada proyektor di kepalanya. Jadi ketika orang yang dia baca pikirannya sedang berpikir bagus sekaligus membayangkan sesuatu, yang terjadi adalah seperti dalam permainan virtual reality. Dan tentu saja, dia harus lebih dulu menyentuh orang itu, karena pikiran tidak disalurkan melalui udara. Ibaratnya jika ingin mendengar seseorang yang jauh dari kita, kita masih harus mengangkat telepon terlebih dahulu.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Setiap hal pasti ada pengecualian. (hlm. 18)
  2. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada melawan dirimu sendiri. (hlm. 18)
  3. Kita disebut berhasil memainkan musik jika orang yang mendengar permainan musik kita dapat merasakan apa yang kita rasakan. (hlm. 20)
  4. Manusia tidak bisa memikirkan takdirnya sendiri. (hlm. 43)
  5. Man’s gotta do what a man’s gotta do. (hlm. 43)
  6. Apa yang diperbolehkan tidak selalu terhormat. (hlm. 45)
  7. Karena buku tetap lebih valid daripada internet. (hlm. 96)
  8. Setiap barang yang dibuat manusia, pasti tidak ada yang sempurna. (hlm. 171)
  9. Di dunia ini tidak ada orang yang benar-benar baik. Dan sebaliknya, tidak ada orang yang benar-benar jahat. (hlm. 197)

Beberapa sindiran dalam buku ini:

  1. Kau terlalu banyak nonton sinetron. (hlm. 30)
  2. Hati-hati dengan apa yang kau inginkan. (hlm. 43)
  3. Bingung dengan keputusan yang sudah diambil sendiri, kau pikir berapa umurmu? (hlm. 55)
  4. Diakui atau tidak, internet telah terbukti berperan besar dalam menyebabkan informasi yang keliru. (hlm. 96)
  5. Tempat yang paling aman adalah tempat yang paling berbahaya. (hlm. 153)

Beberapa selipan pengetahuan:

  1. Sebagai pertolongan pertama, kopi bisa membuka saluran udara ke paru-paru. (hlm. 26)
  2. Karl Friedrich May adalah touche. Dia menyerap kejadian dan pemandangan yang ditampilkan oleh foto maupun cerita di surat kabar tentang Amerika. Bethoven juga seorang touche. Dengan sentuhannnya, dia menyerap partitur sehingga dia bisa menemukannada yang benar atau tidak. Dia tidak perlu menggunakan telinganya untuk tidur, dia menggunakan telinganya. Flavio Blondo, dia adalah arkeolog abad pertengahan. Dia meneliti semua peninggalan Romawi abad pertengahan dan dengan kemampuan sentuhannya, dia bisa merekonstruksi kejadian masa itu. Inspirasi Conan Doyle untuk membuat Sherlock Holmes. Dr. Joseph Bell adalah Sherlock Holmes di dunia nyata. Dia bisa melakukan deduksi hanya dari benda, bahkanmenerka dari mana seseorang berasal hanya dari pasir di sepatunya dikarenakan dia adalah touche. (hlm. 33-34)
  3. Selain touche, ada juga golongan manusia track finder. Orang yang dari sentuhannya bisa mendeteksi keberadaan orang lain atau minimal kaum touche yang lain. (hlm. 62)

Hal yang agak ganjil adalah Riska, Indra dan Dani ini kan masih anak sekolah, kenapa permasalahan yang mereka hadapi dan mengancam jiwa mereka tidak melapor ke pihak yang berwajib atau semacam polisi gitu, meski di halaman 170 dijelaskan bahwa terlalu banyak pihak yang terlibat, tidak menjamin masalah akan selesai.

Oya, di halaman 52 disebutkan jika Dani adalah peringkat pertama di sekolah, bahkan mungkin se-kotamadya, masak iya Riska nggak kenal? Sependiam-pendiamnya pelajar, kalau paling pintar satu sekolah pasti pelajar yang lain bakal kenal. Itu berdasarkan pengalaman jaman sekolah sampai bekerja di sekolah loh :p

Tahu buku ini dari beberapa bulan yang lalu pas bukunya terbit dengan cover baru. Nyidam banget, mana TL banyak juga yang bahas buku ini. Baru aja awal Agustus lalu masukin buku ini ke WW, dan alhamdulillah akhir Agustus langsung kesampaian beli buku ini. Ulala…alam memang selalu berkonspirasi untuk mengabulkan permintaan kita. Begitu beli buku ini, langsung deh dibaca sekali abis.

Kyaaaa.. suka jalan ceritanya ditambah lagi ada teka-tekinya yang bikin penasaran. Dan ehem, endingnya yang nggak terduga. Pokoknya ini fiksi fantasi lokal yang cocok banget buat murid-murid unyu di sekolah.

Dari beberapa tokoh yang ada, paling suka ama tokoh Indra, si cowok tipe kulkas, gyahahaha…😀 Tapi sebenarnya sosok Indra ini kasihan. Gegara ‘kelebihan’ yang dimilikinya, dia dijauhi keluarganya. Dia merasa hidupnya tidak berarti di dunia ini.

Sementara dari sekian tokoh yang ada pengen jadi Dani yang mampu menyerap segala macam buku tanpa bersusah payah membacanya; text absorber. Mau juga donk jadi kaum Touche yang seperti Dani ini #KhayalanTingkatTinggi😀

Keterangan Buku:

Judul                                     :  Touche

Penulis                                 : Windhy Puspitadewi

Ilustrator                             : Rizal Abdillah Harahap

Penerbit                              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : Maret 2014 (Cetakan Kelima)

Tebal                                     : 204 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-0363-5

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

4 thoughts on “REVIEW Touche

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: [BOOK KALEIDOSCOPE 2014] Top Five Book Boy Friends | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s