REVIEW The Teashop Girls

 WP_20140214_070

 

Jika kau kedinginan, teh akan menghangatkanmu. Jika kau kepanasan, teh akan menyejukkanmu. Jika kau depresi, teh akan membuatmu ceria. Jika kau terlalu gembira, teh akan menenangkanmu. (hlm. 39)

Adalah Annie yang memang tertarik pada banyak hal dan cenderung sering mengumumkan obsesi terbarunya, tapi bekerja di Leaf bukan hanya sekedar tahapan yang harus dilaluinya. Annie mencintai Leaf sejak dulu dan dia sudah menganggap Leaf adalah miliknya juga. Annie memimpikan menjadi seorang barista, menerima pembayaran, membuat minuman berbusa yang rumit, dan melayani keluarga pelanggan layaknya pemilik kedai yang baik.

Sayangnya baru saja dia akan magang, kedai neneknya ini terancap tutup. Berbagai cara dia lakukan agar mengembalikan Leaf seperti semula dibantu teman-temannya yang tergabung dalam Gadis Kedai Teh.

“Aku mencintai kedaimu lebih dari apa pun, dan aku memang ingin kerja di sini sejak lama. Kau bisa mengandalkan aku.” (hlm. 21)

“Annie, aku tahu kalau aku sudah berkali-kali mengatakan padamu untuk menjalani hidup seperti sungai, jernih dan tak terganggu masalah apa pun. Perjuangan kedai ini seperti arus yang harus kita hindari. Kita tidak akan tahu masa depan nanti seperti apa.” (hlm. 80)

Seperti ababil pada umumnya, Annie juga merasakan jatuh cinta. Ketika seseorang jatuh cinta, pasti akan memercikkan semangat yang berkobar. Begitu juga dengan Annie. Dia sangat bersemangat untuk memperjuangkan Leaf.

Persahabatan dan kekeluargaan yang dibalut nuansa serba teh, kita akan menelusuri perjuangan Annie dan sahabatnya yang bahu membahu untuk menyelamatkan Leaf.

Beberapa kalimat favorit:

  1. Satu-satunya hal yang tetap adalah perubahan. (hlm. 107)
  2. Fokus pikiran kalian saat ia mulai mengembara. Coba untuk membiarkan pikiran-pikiran itu lewat tanpa terikat dengannya. Hanya menonton apa yang dilakukan pikiran kalian. (hlm. 181)
  3. Berdoa adalah berbicara dengan Tuhan, sementara meditasi adalah mendengarkan Tuhan. (hlm. 181)
  4. Sesungguhnya banyak hal yang tidak perlu dipermasalahkan. (hlm. 217)

Ada juga selipan sindiran halus:

  1. Mal adalah kuil bagi para konsumerisme. (hlm. 23)
  2. Dia bisa tiba-tiba menyulap drama percintaan kapan saja, mungkin karena dia sudah kecanduan sinetron. (hlm. 64)
  3. Datang ke sekolah bersama pacar adalah jaminan sukses dalam pergaulan. (hlm. 122)

Paling suka ama tokoh Genna, ababil unyu ini adalah salah satu sahabat Annie. Genna ahli dalam percakapan soal cowok, terutama sejak dia menemukan rak khusus tentang Hubungan Cinta di toko buku Universitas. Salah satu contohnya adalah Genna memaksa Annie untuk mendengarkannya saat membaca buku ‘Menyelamatkan Perahu Hubungamu yang Karam’ selama lima penuh. Tanpa peduli bahwa Annie tidak memiliki hubungan karam yang perlu diselamatkan😀

Oya, ada beberapa tips ala Genna yang tersebar dalam novel ini. Salah satunya adalah ‘Tips Kecantikan Dewi Teh’:

  1. Cuci rambut hitam dengan teh hitam sekali seminggu untuk menambah kilau rambut.
  2. Cuci rambut berwarna terang dengan teh kamomil untuk menghasilkan warna memesona.
  3. Setelah membersihkan wajah, tambahkan teh putih dingin ke kapas dan ratakan ke wajah seperti penyegar untuk menghindari tumbuhnya jerawat.
  4. Jika jerawat tetap tumbuh, letakkan kantong teh yang sudah digunakan di atasnya dan tekan selama beberapa saat, biarkan. (hlm. 128)

Kita juga akan menemukan banyak sekali pengetahuan tentang teh:

  1. Teh dalam kantong awalnya hanya sampel bagi pemilik kedai teh. (hlm. 61)
  2. Teh hitam dan hijau mengandung kafein sementara teh herbal tidak. Sebenarnya teh herbal bukan teh asli karena bukan berasal dari pohon teh. (hlm. 67)
  3. Untuk membuat secangkir teh yang sempurna, biarkan daun teh mengembang dan selama kurang lebih tiga menit. (hlm. 8)
  4. Teh dibawa ke koloni Amerika pertama kali oleh Belanda. (hlm. 101)
  5. Es teh diciptakan oleh Richard Blechynden pada suatu hari yang panas pada 1940 di acara St. Louis World’s Fair. (hlm. 194)

Ihiy, satu lagi buku young adult terjemahan Noura Books – Teen Noura yang unyu. Covernya di dominasi warna pink keunguan yang cewek bingit, merepresentasikan pribadi Annie, Zoe dan Genna. Tapi, saya lebih suka versi aslinya sih, hehehe…

Oya, ada juga selipan pengetahuan tentang teh dalam bentuk koran atau iklan yang bergaya vintage. Ada beberapa menu yang resepnya disajikan secara lengkap agar bisa kita pratekkan. Dan yang lebih kece lagi adalah selipan ilustrasi di dalamnya yang merespresentasikan Leaf. Etapi, ini kan bernuansa teh, kenapa di setiap pergantiap BAB yang dihadirkan justru capcake, bukan secangkir teh ya?!?😀

“Teh adalah tradisi. Teh adalah keluarga. Obat untuk jiwa.” (hlm. 68)

Keterangan Buku:

Judul                                     : The Teashop Girls

Penulis                                 : Laura Schaefer

Penerjemah                       : Silvia L. Namira

Penyunting                         : Ida Wajdi

Penyelaras aksara            : Putri Rosdiana

Desain isi                             : Nurhasanah

Ilustrasi isi                           : Sweta Kartika

Desain sampul                   : Fahmi Ilmansyah

Penerbit                              : Noura  Books

Terbit                                    : Maret 2013

Tebal                                     : 310 hlm.

ISBN                                      : 978-602-7816-10-7

Cover versi lainnya:

Suka ama cover versi ini:

Intip penulisnya di http://theteashopgirls.com

Bocoran ilustrasi unyu dalam novel ini:

 

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s