GIVEAWAY Rahasia Hujan

Ini kali ketiga bekerjasama dengan Penerbit Moka Media. Ada novel Rahasia Hujan yang akan dibagikan!😉

Jadi, niatnya saya mau posting giveaway ini tengah malam. Apalah daya, saya tepar sejak jam sepuluh malam. Gegara pagi-pagi sudah ke Bandar Lampung. Ke Perpustakaan SMA N 2 Bandar Lampung, Ke Perpustakaan Unila, (sempet juga ke Gramedia), ke Badan Perpustakaan Arsip Daerah Provinsi Lampung (buat ambil Piala :p) dan berakhir di Perpustakaan SMA Negeri 9 Bandar Lampung.

Itupun pulangnya malem, dan musti cepat balik ke Metro. Apa sebab? Lagi musim begal. Tiap hari ada saja korban. Saya yang sering kelayapan pun jadi ikutan cemas😦

Jadi apalah daya, demi memenuhi janji GA yang harus diposting tengah malam (yang biar auranya mistis) malah gagal total. Jadi, pagi habis subuh berusaha menyempatkan posting!😀

MAU?!? 😀

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs, @AdhamTFusama, dan @mokabukuJangan lupa kemudian share dengan hestek #GARahasiaHujan dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah jika temanmu ternyata seorang psikopat, apa yang akan kamu lakukan? Diam saja atau memberitahukan kepada teman yang lain? Berikan alasannya.

5. Tuliskan komentar tentang Review RAHASIA HUJAN, di link ini:

https://luckty.wordpress.com/2014/09/18/review-rahasia-hujan/

6. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GARahasiaHujan yaaa…

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi fotonya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GARahasiaHujan ini berlangsung sepuluh hari saja: 18-27 September 2014. Pemenang akan diumumkan tanggal 28 September 2014. Akan ada SATU PEMENANG yang dipilih. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh saya  ;)

Silahkan tebar garam mantra dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

PicsArt_10_09_2014_12_13_42[2]

WP_20140903_003[1]WP_20140902_032

WP_20140909_004

28 thoughts on “GIVEAWAY Rahasia Hujan

  1. Nama : Sofhy Haisyah
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Domisili : Makassar

    Bagaimana sikap aku jika memiliki teman psikopat ya soalnya ?..

    Hmmm.. Berhubung aku anak psikologi, aku akan mengambil sikap untuk tidak menjauhi teman tersebut. Karena psikopat itu sendiri hanyalah seseorang yang tidak mampu mengendalikan emosinya secara positif, sehingga bergaul dan berempati pun tidak mampu. Bagi aku, teman seperti itu bukannya malah dijauhi, karena semakin dijauhi dia akan lebih masuk dalam tingkat psikopat yang tinggi lagi, seperti membunuh misalnya.

    Baiknya, kita sebagai teman harus saling support. Jika dia antisosial, harusnya kita tidak menambah mnegucilkannya tapi mencoba menerima keberadaannya. Jika dia kurang empati, bisa kita arahkan atau ajak untuk mengikuti kegiatan sosial berbasis membantu sesama. Dimaksudkan agar empati yang terpendam atau terkubur karena emosi negatif yang dominan bisa muncul menjadi emosi positif untuk dia.

  2. Ikutan lagi ya… @chi_yennesy #Padang
    Seorang teman pasti ingin yang terbaik bagi temannya, berita ini gak boleh tersebar karena bisa saja malah ia dijauhi atau berbuat nekad. Mendengar kata Psikopat siapa tak ngeri, bisa jadi nyawaku terancam. Aku pasti gk akan diam menunggu dengan pasrah. Aku cari tau dulu dari internet, buku, dan berbagai sumber. Langkah selanjutnya minta bantuan orang yang tepat misalnya psikolog, nanti bagaimana caranya aku upayakan mereka bertemu. Tanpa bilang kalau orang itu psikolog, nanti dia merasa terancam.
    Kalau usaha itu gak berhasil dan dia sudah mengancam keselamatanku, aku akan mencari perlindungan ke pihak berwajib. Semua kan demi temanku juga, mencegah yang terburuk.

  3. nama: Anastasya Sekartaji
    twitter: @tsekartajii
    asal: Batang, Jawa Tengah

    Kalau temenku seorang psikopat, aku bingung sih mau ngelakuin gimana. disatu sisi, aku pengen ngasih tau ke yg lain bahwa dia itu psikopat! jangan sampai ada korban cuma buat pelampiasan obsesinya dia. tapi disisi lain, mungkin aku agak kasihan sama dia. kalau aku ngasih tau ke yg lain, otomatis pasti mereka ngejauhin dia. Eh, tapi itu resiko, deng! siapa suruh jadi psikopat. bukannya psikopat itu kejam? ia lebih mementingkan obsesinya yg terlalu besar pada sesuatu daripada nuraninyasendiri. jadi, biarkan saja(?)

  4. Nama: Aida Al Fath
    Twitter: @AidhaZhuki
    Domisili: Makassar
    Hal-hal yang harus saya lakikan jika memiliki teman psikopat, diantaranya:
    1. jalin komunikasi dengan keluarganya, cari tau tentang riwayat kesehatan dan penyakitnya
    2. .Cari tau tentang psikopat itu sendiri seperti apa, penyebabnya apa, dampak bagi masa depan dan orang-orang sekitarnya bagaimana.
    3. Lakukan pendekatan secara perlahan, cari tau apa keinginannya, tapi tetap jaga jarak jika dia mulai bertindak tidak wajar
    4. siap-siap jalin kontak dengan keluarganya atau dokter spesialis yang menanganinya jika sesuatu terjadi, saya bisa menelpon secepatnya
    5. Orang lain juga perlu tau tentang kondisi sebenarnya sebagai pencegahan sekaligus memberi pemberlakuan positif
    6. Jika memungkinkan, ajak dia bermain puzzle, tebak gambar, atau berhitung untuk memancing daya imajinasinya, mengatur kendali kejiwaan dan komunikasinya.
    7. Mari berdo’a bersama untuk kesembuhan teman kita yang mengalami psikopat, juga orang-orang disekitar kita yang mengalami hal serupa, semoga kita semua menjadi makhluk sosial yang peduli terhadap sesama, memperlakukan mereka dengan baik dan terhormat, menghargai kehadirannya, dan setia setiap saat. #

  5. Mita Oktavia
    @OKtaviamithaa
    Bogor, Jabar

    Kalau aku tau temanku psikopat, mungkin aku diam. Iya, diam-diam menyelidiki. Alasannya adalah berhubung aku pernah belajar jurnalistik sama psikologi ya walau sedikit. Dan aku juga lumayan tertarik soal psikologi walau nggak mendalami. Tapi sikap “kepo” itu jadi bener-bener terasah. Dan yang paling mendasar adalah aku nggak boleh gegabah, harus mencari tau dan mengumpulkan bukti dulu baru aku bisa percaya kalo dia emang psikopat sebelum judge dia yang macem-macem. Toh, aku nggak mau nuduh seseorang tanpa bukti yang jelas dan sebelum aku tau dengan usahaku sendiri baru aku bisa percaya. Aku bakalan nyelidikin gimana dia diam-diam sambil cari cara penyelesaiannya pokoknya sampe ke akar-akarnya deh! Walau aku tau orang psikopat pasti cenderung misterius dan nggak banyak ninggalin jejak. Tapi aku berusaha keras buat mencari. Entah itu cari tau di media sosial dan nanya-nanya ke temennya yang dulu (via medsos tentunya, atau kalo bisa ngobrol langsung). Nah, psikopat kan bisa karena sesuatu. Itu yang bakal aku cari, apakah itu memang bawaan sejak lahir (dengan catatan orang tuanya juga adalah psikopat. Btw, psikopat bisa nurun ga sih?😮 ) ataukah dari lingkungannya, misal masa lalu yang buruk yang dialami bikin dia jadi psikopat. Kalo udah bener-bener terbukti dia emang psikopat. Tentu aku cerita ke orang lain, ke orang tuaku dulu soalnya mereka pasti punya pemikiran lain yang bisa dijadikan referensi buat penyelesaian. Walau pasti mereka bakalan khawatir banget dan bilang, “udah deh, nggak usah aneh-aneh. Jauhin.” Tapi mereka pasti lebih ngerti aku walau mungkin bakal khawatir berlebih. Dan setelah itu, aku minta anterin sahabat aku buat ke psikolog karena aku rasa sahabat orang yang tepat buat dikasih tau setelah orang tua karena mereka seumuran kan sama aku, pemikirannya juga nggak beda jauh pasti jadi lebih ngerti aku dengan lebih baik. Kalo udah dari psikolog dan dapet petuah-petuah dan jalan penyelesaian terbaik. Sebisa mungkin aku tetep bersikap wajar ke temenku itu, iya, jangan sampai terendus bahwa aku sebenernya udah tau siapa dia yang sebenernya. Bahaya! Selain kasihan karena pasti orang pada umumnya bakal jauhin dia, di samping itu juga pasti membahayakan aku juga kalo sampe dia nekat berbuat yang tidak diinginkan. Pelan-pelan, aku pancing dia buat bisa cerita dengan tetep nggak maksa dia harus cerita. Pokoknya selalu nanya, “gimana kabar kamu hari ini? Ada cerita apa nih hari ini? Hari ini aku bla-bla-bla, kalo kamu ngalamin apa hari ini?” gitu-gitulah😀 walau pasti jawaban dia singkat-singkat dan datar. Jadi, aku tetep konsul sama psikolog nah saran-saran dari psikolog itulah yang jadi pedoman aku buat bersikap ke temenku itu. Aku rasa, yang dia butuhkan cuma waktu sama dukungan dari lingkungannya sih. Aku pengen bikin dia ngerasa bahwa seburuk apapun hidup yang dia jalani, tetep masih ada orang yang sayang sama dia. Walau pasti nggak bakal langsung berubah kayak pake sihir. Tapi dengan berjalannya waktu, dia pasti bisa berubah dengan catatan dia tidak mengidap psikopat akut -__- terus aku ajakin ikutan kegiatan-kegiatan yang positif biar bikin dia ngerti gimana “perasaan” itu sebenernya dan harus ditempatkan di tempat yang sesuai, ya menstimulus dia gitu. Kapan dia harus bahagia, kapan dia harus marah, kapan dia harus sedih, ya sesuai sama situasi dan kondisinya. Jangan dia bahagia saat liat orang lain sedih ataupun tersakiti kan itu nggak tepat. Walau aku tau pasti berat. Kalo emang pada akhirnya aku gagal buat ngerubah dia, karena nggak ada yang bisa ngerubah seseorang kecuali orang itu sendiri. Tapi aku cukup lega, setidaknya, aku selalu ada buat dia dan udah melakukan usaha terbaik semampuku.
    Aku pernah ketemu sama orang yang boleh dibilang nyaris mendekati psikopat, ciri-cirinya sama sih soalnya. Makannya agak was-was juga sih, soalnya dia pasti bisa melakukan hal yang nekat. Tapi pada akhirnya aku malah simpatik sama dia. Bukannya malah takut. Kasian soalnya, pastinya dia punya alasan mendasar kenapa bersikap begitu. Biasanya pernah disakitin sama orang sampe bener-bener sakit, sehingga memunculkan suatu perasaan bahwa dia pengen ngebales “rasa sakit” itu ke orang lain. Jadi semacam pembuktiaan dan antisipasi supaya dia nggak disakiti lagi.

    Makasih kak luckty!😀

  6. diem aja ah. Bukannya takut. Tapi itu kan privasi dia. Tar malah temen-temen lain pada ngejauhin dia lagi. Kan kasian. Nah, kalo ke-psikopat-annya dia sudah meresahkan ya mau nggak bicara tapi bukan dengan maksud menyudutkan. Toh jika dia memang berlaku menyimpang pasti orang-orang juga bakal nyadara dengan sendirinya kalau teman itu psikopat.

    Hana Pratiwi
    @HanaCuncun
    Semarang

  7. Bakal beri tahu temen-temen yang lainnya buat ngejauhin dia. Dan aku juga bakal ngejauhin dia. Lagian, kalau misalnya kita deket-deket dengan dia, kemungkinan kita bakal dibunuh itu sangatlah besar. Dan jika kita jauhi dia, hidup kita akan terselamatkan. Itu aja sih menurutku.

    M. Nikmal A. M. L.
    @_nikmal
    Medan

  8. Zaitun Hakimiah NS
    @NSMia
    Bekasi

    Jika teman saya psikopat. Saya akan memberitahukan kepada orang-orang yang sekiranya terancam. Tapi, jika dirasa sikap psikopat tersebut masih bisa disebut ‘wajar’, saya lebih memilih diam.

    Terima kasih,

  9. Saya lebih miih ngasih tau teman-teman yang lain untuk menghindari risiko menjadi sasaran kekejaman teman yang psikopat tersebut. Akan tetapi, hal tersebut bukan untuk menghindari atau menjauhi si teman yang psikopat tersebut, tetapi agar bisa berdiskusi dan berkompromi untuk mencari solusi bersama teman-teman yang lain bagaimana agar persahabatan dengan teman tersebut tetap berlanjut dan membuatnya nyaman.

    Sri Darmawati
    @Eyiaz_AB
    Mataram

  10. Nama: Adinda Putri Citradewi
    Twitter: @Adindaputri29D
    Kota: Cerme, Gresik, Jatim
    jika temanmu ternyata seorang psikopat, apa yang akan kamu lakukan? Diam saja atau memberitahukan kepada teman yang lain? Berikan alasannya
    Kalau temanku itu seorang psikopat, ya aku diam aja. Sebenarnya mau sih beritahu ke teman-teman. Tapi, kasian juga kalau dia dijauhin. Kurasa lebih baik didiemin aja dulu. Terus selidiki dia secara diam-diam, untuk mencari tahu penyebab dia seorang psikopat. Nah, setelah itu baru kuberitahu ke teman-teman lalu mengusulkan bagamana cara agar mengurangi sifat psikopatnya. Walau, harus hati-hati biar nggak dibunuhnya hiii….
    Yah, itu aja menurutku….🙂
    Link komen
    https://luckty.wordpress.com/2014/09/18/review-rahasia-hujan/#comment-11415
    Link share

  11. Aku akan memberitahu teman yang lain, jika aku hanya diam saja maka sama dengan aku menanam kerugian bagi diri sendiri dan orang lain,,mungkin itu aib namun jika dibiarkan saja maka akan ada korban selanjutnya yang pada akhirnya tak ada habisnya..Dengan memberitahu pada teman bukan berarti untuk menjauhi dia, justru kita akan musyawarah untuk membantu dia mencari solusi dari sifat psikopatnya itu..Psikopat itu suatu kebiasaan, jadi bisa saja disembuhkan asal ada yang kemauan dari pribadinya untuk sembuh dan faktor dukungan eksternal juga sebagai penyemangatnya..Suatu saat sifat psikopat teman kita jika kita biarkan terus menerus maka kelak dia tak punya kesempatan untuk mendapatkan kehidupan yang normal dan bahagia. Bertindak untuk kebaikan atau diam untuk kerugian itu adalah pilihan,,namun aku.menyarankan akan tindakan untuk kebaikan bersama🙂

    Nama : Fita
    Twitter : @fitania_mlg
    Kota : Malang, Jatim
    Link Share : https://twitter.com/Fitania_mlg/status/513370070886518784

  12. Dila Miftah
    @dilamiftah
    Malang Jawa Timur

    “Jika temanmu ternyata seorang psikopat, apa yang akan kamu lakukan? Diam saja atau memberitahukan kepada teman yang lain? Berikan alasannya.”

    Kalau saya punya teman seorang psikopat mungkin hal pertama yang saya lakukan adalah menjaga jarak darinya. Dalam hal ini, tidak untuk memusuhi. Saya hanya tidak mau konyol dengan berteman dengannya tanpa pengetahuan lebih bagaimana cara menghadapi perangainya jika dia tiba-tiba nekat melakukan hal di luar kewajaran terhadap saya atau orang lain. Dan, orang lain yang akan pertama kali saya beri tau tentang dia adalah keluarga saya (seperti yang mbak lakukan), guru (jika di sekolah), mungkin keluarganya dan (atau) teman tanpa membuatnya merasa terusik dengan ketauan kami. Hanya untuk jaga-jaga saja. Karena katanya, psikopat perilakunya unpredictable banget. Begitu menurut saya.

  13. Nama : Fransisca Susanti
    Twitter : @siscacook
    Kota : Bogor
    Follow via email : santi.wiryawan@gmail.com
    Link share : https://twitter.com/siscacook/status/513597160336535553
    Jawaban :

    Aku akan diam saja. Belum tentu memberitahukan teman yang lain akan memberikan dampak positif. Karena rata-rata orang menjadi psikopat karena mengalami trauma (mendapat perlakuan buruk)
    Aku akan berusaha mendekatinya pelan-pelan, memberikan pandangan-pandangan baru tanpa bersifat menggurui. Bahwa hidup itu indah, hidup itu tidak hanya hitam atau putih. Tergantung diri kita sendiri untuk mengecatnya dengan warna pelangi. Hidup kita terlalu berharga setiap detiknya untuk dihabiskan dengan melakukan hal yang buruk.
    Selain itu, setiap orang, sebaik apapun, pasti mempunyai demon di hatinya. Tergantung perjuangan kita sendiri, apa kita bisa menekan laju pertumbuhan demon tsb dan hanya menjadikannya sebagai Digimon (monster pet) atau mengkatalisisnya membiarkannya tumbuh cepat seperti sel kanker stadium 4??, yang akhirnya akan menciptakan monster parasit yang mengambil alih hati,jiwa, dan kehidupan kita.
    Psikopat bisa sembuh asal mendapat treatment yang tepat, lingkungan baru yang bisa memberi kehidupan yang tenang, keluarga dan teman-teman baik yang mensupport. Dan dialihkan perhatiannya untuk melakukannya hal-hal yang positif, misalnya hobby (passionnya dalam hidup) ^.^ Kalau sudah capek melakukan hobby kan, jadi tidak sempat melakukan hal-hal psikopat.
    Tidak ada orang yang dilahirkan sebagai monster. =)

  14. Nama : Tasya Permata Sanjaya
    Twitter : @PermataTasya23
    Kota : Klaten

    kalau punya teman psikopat aku akan diam saja karena menurut ku aku kasihan pada dia , ntar kalau dia gk punya teman kan malah semakin berbahaya .nah kalau mau dia gk berbahaya bagi orang lain , tinggal kita ajak dia buat berteman dan bergembira . aku yakin dengan begitu sifat atau kepribadian psikopat nya pasti lama kelamaan akan menjadi musnah. sebagai manusia kita harus tolong menolong dan gak boleh membenci orang lain . kalau kita omongin kepada org lain kalau dia psikopat pasti dia akan merasa sedih dan stress .

  15. ama: Yeyen Rahma Putri
    Twitter: @YezhaPutrii
    Kota: Batam

    Jika aku memiliki seorang teman yang ternyata psikopat, aku tentu ga akan pernah menjauhinya. Apalagi mengumbar kesemua orang tentang keburukannya. Aku akan tetap disampingnya, menasihati dia agar bisa bangkit dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Menjauhinya itu bukan solusi yang tepat. Malah itu yang akan membuat dia semakin buruk. Jadi intinya, orang yang berprilaku seperti itu harus dibimbing agar bisa melahirkan pribadi yang lebih baik. Itulah gunanya sahabat yang akan selalu menegur kita jika teman melakukan kesalahan ..🙂

  16. Punya temen psikopat mending jauhin aza koz serem krn g tw watak aslinya… palibg serem tiba2 dia nusuk dt belakang khn g luchu… ataw klo dia g mw dijauhin… kita psikopatin balik… siapa takut.. lapor polisi aza klo dia berulah.. cari tmn yg positif thinking aza lebih tenang & damai hidup ini.
    Twitter : onya tersenyum

  17. Jika aku punya teman psikopat, maka aku tak bisa berdiam diri saja karena itu jelas akan membahayakan keselamatan banyak orang. Karena psikopat itu tak terlihat sebagai orang yang sakit jiwa, bahkan mereka kerap kali tampil sebagai pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan. Tapi, ternyata… sebagian besar pelaku kriminal (pembunuh, pemerkosa, pelaku tindak kekerasan dsb) adalah para psikopat ini.

    Justru karena seorang psikopat tak tampak seperti orang sakit jiwa, maka tak mungkin aku “pengumuman” pada semua orang bahwa temanku itu seorang psikopat, karena bagaimanapun juga untuk membuktikan seseorang itu psikopat atau tidak perlu melalui test dan diagnosis yang ketat.

    Jadi yang aku lakukan adalah menjalin komunikasi dengan keluarganya untuk mengetahui lebih banyak apakah keluarganya sudah mengetahui kondisi anggota keluarga mereka yg psikopat itu dan sejauh mana mereka mengetahui tentang psikopat. Aku perlu juga mengetahui apa saja yang telah mereka lakukan untuk menangani temanku yang psikopat itu.

    Yang jelas, aku akan menyarankan pada keluarganya, demi keamanan dan kebaikan semua orang (termasuk temanku yang psikopat itu) agar mereka menyerahkan penanganannya pada ahlinya spt psikolog atau psikiater. Sementara aku akan menjaga jarak dengan temanku yg psikopat itu dan juga berusaha untuk menjaga agar dia tak sampai terpancing emosinya yang bisa “membangkitkan” jiwa psikopatnya.

    That’s all…. semoga bermanfaat.

    Nama : Reni Judhanto
    Twitter : @ReniJudhanto
    Kota : Madiun

  18. Kalo punya temen psikopat? Hmm sempet ga kebayang sih wktu liat pertanyaannya.
    Tapi seandainya aku punya teman/kenalan psikopat, aku ga bakal diem. Aku pngen bntu dgn cara :
    1. Selidiki dan cri tau apa itu psikopat, gejala2nya , dan cara penanganannya, supaya kita tau kpstian apa si temen kita itu bner2 psikopat ato nggak. Klo kita gatau tp udh ngira2 pdhal tmn kita bkn psikopat, kan ksian dianya mlah bkal dijauhin nanti.
    2. Deketin pelan2, secara halus, dan ga smbarangan. Kalo smbarangan mlah jd bahaya toh? Makanya kita butuh bntuan ortu ato guru yg lbh berpengalaman buat ngmng sama dia. Harus scara halus dan lembut dong pastinya.
    3. Kalo udh dkt, kita ajak ngomong supaya dia bisa dgn nyaman curhat apa yg nyebabin dia jadi brsifat dan bersikap tak wajar. Tapi jgn lgsung nyinggung gitu, yg ada kita malah jadi sasaran nanti. Harus step by step.
    4. Bantu dan bimbing dia supaya bisa jadi orang yang normal , yang tau baik dan buruk. Bantuinnya bisa scara lngsung ato ga lngsung. Tapi kalo utk aku yg msh pelajar, bntuinnya scara ga lngsung aja misalnya bilang ke ortu ato lmbaga psikolog kalo ad tmn kita yg butuh bntuan. Mereka kan lbh ngerti apa yg harus dilakuin buat bantu tmn kita.
    5. Bantu secara lngsung bisa dgn DOA. Doa itu obat paling ampuh buat temen2 kita yg brsikap tak wajar sprti itu. Moga2 dgn doa, dia bisa disadarkan dan pemulihan kjiwaannya bisa brlangsung cepet *amin*

    Jgn anggep dia sebagai monster ato orang asing yg hrus kita jauhin. Justru dia itu temen yg hrus kita ksh tau antara yg baik dan buruk. Sekian.
    #GARahasiaHujan

    Nama : Kelfin Antonius
    ID twitter : @kelfin_antonius
    Kota domisili : Bogor
    Link komen review : https://luckty.wordpress.com/2014/09/18/review-rahasia-hujan/#comment-11456

  19. Nama : Khusnul Khotimah
    Twitter : @ChuzYoo
    Kota : Surabaya
    Kalau aku punya teman psikopat, aku akan lebih memilih diam saja dan menjaga jarak saja. Dalam hal ini bukan berarti aku mengucilkannya tetapi aku hanya ingin memberinya privasi selama sifat anehnya tidak berlebihan. Tetap baik dan memberikan pertolongan saat dia membutuhkan, kurasa juga baik agar dia merasa diterima teman-temannya. Dengan begitu, siapa tahu dia akan sembuh secara perlahan.

  20. Nama: Dinar Arisandy
    Twitter: @Dinar_Arisandy
    Kota: Surakarta

    Aku pasti akan memberitahukan pada teman-teman yang lain. Tujuannya bukan untuk membuat teman-teman menjauhinya. Tapi lebih bertujuan agar lebih berhati-hati saat ngobrol dengannya, jangan smpai membuatnya tersinggung.

    Pengennya bercanda, tapi trnyata dia sensitif sekali. Kalau sampai seorang psikopat tersinggung, Hiiiii… Pasti ssuatu yg buruk akan trjdi. Lagipula kalau yg lain tahu itu pasti akan lbh baik. Kita bs bersama-sama membantunya untk mengendalikan emosi saat sedang marah agar tidak mengamuk atau melakukan hal-hal lain yg tidak wajar.

  21. Nama: Annisa Widi Astuty
    Twitter: @nisawidik
    Kota: Bantul Yogyakarta

    Kalau punya teman yang “Psikopat” ya saya bisa maklumi dia. Orang memiliki karakter masing-masing dan karakter itu bisa datang secara freewill maupun determinism. Dari review nya ada yang mengatakan bahwa salah satu tanda psikopat adalah ‘menutupi siapa dia yang sebenarnya’. So, kadang kala kita tidak tahu bahwa dia seorang psikopat sampai dia menunjukkan sifat aslinya. Jika saya memiliki teman yang demikian saya akan rangkul dia dan ajak dia bicara empat mata baik-baik tanpa ada bumbu ‘menyinggung’ soal keadaan dia. Biarkan dia bercerita dan beralasan sampai kita tahu apa dalang dari semua sifat dia. Dalam kode etik psikologi( dari sisi disiplin ilmu psikologi) seorang psikolog wajib menjaga rahasia kliennya. Bukan untuk pamer.

  22. Nama: Yuni Ayu
    Twitter: @yuniamidong
    Kota: Bandung

    Yg pasti hal pertama yg akan saya lakukan adalah berhati-hati, tp tidak menjauhi dia. Saya tidak akan memberitahu org lain, krna jika saya sebarkan, maka dikhawatirkan orang-orang akan menjauhi dia, dan hal tersebut tidak baik untuk psikologisnya. Saya akan mencari tahu ttg penyakit ‘psikopat’ yang dia miliki tersebut, dan saya akan coba mendiskusikan dgn keluarganya, tentang langkah apa yang tepat untuk membantunya.

  23. Nama : Alena
    Twitter : @ipehalena
    Kota : Bekasi

    Psikopat memang mengerikan, beragam film yang mengangkat tema seperti ini selalu menyajikan tentang pembunuhan dan karakter dan sang Psikopat ini dengan sosok yang berdarah dingin. Sebenarnya memang, Psikopat ini adalah salah satu Mental Illness yang paling banyak dihindari oleh banyak orang. Saya hanya orang awam yang tidak tahu dasar atau teknik untuk membantu orang yang mengalami Mental Illness seperti ini. Salah satunya cara mengetahuinya pasti dengan DSM, tapi saya bukan Psikolog dan tidak bisa mengetahui Diagnostic melalui DSM tersebut, jadi kemungkinan besar, saya yang justru akan melapor pada Psikolog atau Psikiater terdekat, sehingga bisa memberi bantuan untuknya.

    Karena beberapa orang yang menderita Mental Illness ini sering sekali mengalami kondisi anti sosial. Bisa-bisa kalau dia tidak suka dengan cara saya yang menasihatinya, nanti dia akan tersinggung. Jadi, saya akan membuat sebuah settingan seakan-akan Psikiater atau Psikolog memang mengetahui tentang kondisinya tanpa ada yang melapor. Mungkin seperti ‘playing safe’ seperti dalam film-film Angelina Jolie saat dia melakukan ‘Nasty Things’ tanpa diketahui lawannya.

    Tapi, bisa jadi teman saya ini bukan menderita Psikopat, tapi Sociopat. Karena sebenarnya hal ini memiliki percabangan seperti yang pernah saya ketahui dari teman saya. Jadi, kemungkinan itu masih ada selama Diagnostic belum diketahui secara pasti. Selain itu, saya juga selalu berdoa, semoga saja saya dilindungi Tuhan dalam kondisi apapun (tunggu ini curhat kan? Oh bukan. Maaf.)

    Intinya, selama saya belum bisa memastikan apakah itu Psikopat atau bukan dari data yang akurat. Saya akan tetap berhati-hati dan ‘playing nasty’ layaknya Angelina Jolie dengan melakukan sedikit ‘Tricky Things’ agar dia segera tertolong. Apalagi kalau gejalanya sudah terlihat, duh kasihan sekali orang itu.

    Ciaobella n_n

  24. ikutan mbak luckty..🙂
    Nama : Lita Maisyarah Dechy
    KOta : Medan
    twitter : @litamaichy

    buatku, psikopat itu layaknya aib. jika saya tahu, saya nggak akan ‘ngember’ ke temen2 yang lain. toh mereka juga akan tahu dengan sendirinya. saya pegang janji Allah. jika kita menyimpan aib saudara kita, maka Allah akan menyimpan aib kita di hari akhir.

    semoga menang. ^o^

  25. Siti Muthma’innah | @iindetya | Malang

    Memastikan terlebih dahulu benar tidaknya dengan tes penciuman -> http://www.merdeka.com/sehat/psikopat-punya-kemampuan-penciuman-buruk.html (tes ini yang paling gampang)

    Jika iya langsung lapor guru BP atau BK sama wali kelas. Terus kalau kata guru mereka dia sudah berada dalam status “membahayakan” baru kasih tau teman-teman yang kiranya terlibat sama dia. Aku bukan orang yang berani menghadapi orang yang psikopat. Jadi kalo dia udah bahaya aku akan mendengarkan apa kata guru dan gak mau dekat-dekat sama dia. Sewajarnya aja lah.

  26. Nama : Shara Shahnaz
    twitter : @pshara27
    Kota : Medan

    Kalau saya punya teman psikopat saya akan memberitahu orang tuanya karena psikopat adalah penyakit mental yang berbahaya agar orang tuanya membawanya kepsikiater untuk diberi terapu penyembuhan,dan saya juga akan mengatakan pada teman yang lain untuk waspada/menjaga jarak namun tidak berarti mengucilkannya karena itu dapat membuat mentalnya menjadi lebih buruk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s