REVIEW The Chronicles of Audy: 21

The Chronicles of Audy: 21

Apa salahnya berharap? Berharap bikin kita lebih bersemangat hidup, kan? (hlm. 144)

Di buku yang pertama, Audy kesulitan masalah keuangan untuk biaya kuliah dan biaya hidupnya yang kembang kempis. Audy melamar bekerja di sebuah rumah sebagai babysitter. Berkat gen lugu yang diturunkan orantuanya, dia malah terjebak kontrak sepihak. Alih-alih jadi babysitter, Audy malah merangkap menjadi pembantu.

Selama sebulan tinggal di rumah tersebut, terjadi banyak hal yang mengubah hidupnya. Empat cowok yang awalnya dianggap menyebalkan, lama-kelamaan merebut hatinya dan membuatnya berbalik menyayangi mereka. Mereka bahkan membuat berbagai kesepakatan menyentuh dengan orangtua Audy sehingga dia diizinkan kembali di rumah tersebut sampai skripsinya selesai.

Akan tetapi, meski Regan deganmengharukan mengatakan kalau Audy sudah dianggap ‘bagian dari keluarga’, nyatanya keadaan masih banyak yang belum berubah. Audy masih harus membersihkan rumah, masih mencuci pakaian, masih mencuci piring dan sebagainya.

Mari kita ingat-ingat lagi si 4R. Di urutan pertama ada Regan, pengacara ganteng yang dulu bikin sesak napas Audy ketika melihat tampaknya yang penuh pesona, sebut saja R1. Mulutnya manis, semanis tampangnya. Aslinya pelit dan perhitungan. Selanjutnya ada R2, Romeo, cowok yang bisa jadi idola kalangan tunawisma. Audy menyebutnya begitu gegara tampang Romeo yang kumal, meski sebenarnya dia bisa punya tampang rupawan seperti Regan jika sedikit rapi dan rajin. Fobia keramas, makanya rambutnya tak pernah sepi dengan ketombe. Kemudian ada sosok kurus terbalut seragam putih abu-abu dan di mulutnya selalu terpasang masker sekali pakai,matanya menatap datar di balik poni ikalnya. Ini dia si R3, Rex, anak ketiga keluarga ini yang antisosial, judes, dingin –sikap yang kemungkinan besar muncul karena merasa dirinya genius. Kemudian ada R4, Rafael, si bontot yang umurnya terpaut jauh dari kakak-kakaknya yang sudah dewasa.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Beberapa hal memang tidak pernah berubah. (hlm. 70)
  2. Walaupun ada hal-hal yang menurutmu benar, lebih baik kamu simpan dalam hati. Atau sampaikan dengan cara yang lebih baik. (hlm. 84)
  3. Cinta bisa membuat orang tergenius sekalipun jadi gila! (hlm. 109)
  4. Lakukan apa yang menurut kamu penting aja. (hlm. 215)
  5. Keluarga itu bukan hanya orang-orang yang dihubungkan dokumen. (hlm. 283)
  6. Love is the desire for perpetual possession of the good. (hlm. 293)

Beberapa selipan sindiran halus:

  1. Wanita tidak seharusnya berpacaran dengan pria yang lebih muda. Itu salah. Mereka hanya akan menyakiti diri mereka sendiri, mengusahakan segalanya untuk terlihat lebih muda sambil menyaksikan pasangan mereka yang selamanya akan lebih muda. Pria muda sudah sewajarnya berpasangan dengan gadis muda pula. (hlm. 140)
  2. Orang bebas meluk siapa pun yang dia mau, kan? Ada orang yang bahkan nawarin free hugs dan kita bisa meluk dia tanpa penjelasan apa pun, ya kan? (hlm. 207)
  3. Peran antagonis nggak selalu jelek. Peran antagonis dan protagonis itu mungkin hanya tergantung sudut pandang. (hlm. 225)

Di buku kedua ini, tambah makin suka ama Rex. Aduh, R3 ini emang tipe-tipe cowok kulkas akut. Mau di kondisi apa pun, bahkan saat nembak Audy pun sok cool juga. Pokoknya meski dia ini masih SMA, tapi bikin klepek-klepek. Dia punya cara menunjukkan rasa suka dan perhatian dengan cara yang berbeda. Misalnya, dia selalu mengingatkan skripis Audy yang tak kunjung dibuatnya. Dan uwow, di buku ini dapet kartu Rex. Makin tambah suka deh. Dari buku pertama sudah menyatakan diri sebagai #TimRexGarisKeras  gyahahaha….😀 #PasangTampangAbabil

Beberapa kalimat favorit yang keluar dari mulut Rex:

  1. “Aku nggak baik-baik aja. Makanya, jangan bikin tambah parah. Kamu…terlalu banyak makai oksigen.” (hlm. 96)
  2. “Aku cuma ngasih tahu kalau aku suka kamu. Nggak perlu diterima. Nggak perlu ditolak. Cukup untuk kamu ketahui.” (hlm. 120)
  3. “Aku sering lupa waktu kalau lagi nemenin Mbak Maura latihan bicara. Kamu terlalu luas untuk dijelaskan secara singkat.” (hlm. 292)
  4. “Kamu adalah entitas yang jadi kelemahan sekaligus kekuatanku; yang membuatku merasa lebih hidup.” (hlm. 294)

Hal yang agak mengganggu adalah adanya salah cetak yang lumayan banyak. Ada halaman yang dobel, dari halaman 66-96.

Biasanya buku sekuel kurang nendang jika dibandingkan dengan buku yang pertama. Tapi tidak dengan buku ini. Buku ini juga nggak kalah kece, malah lebih kece dibandingkan buku pertamanya. Karakter para tokohnya lebih banyak tergali. Oya, dari buku yang pertama kan Audy ini sedang menyusun skripsi, sampai buku kedua, skripsinya pun belum ada ujungnya. Boro-boro selesai, skripsinya aja belum dibuat, masih mengawang-awang, apalagi semenjak tragedi komputernyayang meledak meski sempat pinjam laptop Rome juga. Jadi, untuk penyelesaian skripsinya HARUS ADA buku yang ketiga nih! #maksa :p

Keterangan Buku:

Judul                     : The Chronicles of Audy: 4R

Penulis                 : Orizuka

Penyunting         : Tia Widiana

Cover desainer : Bambang ‘Bambi’ Gunawan

Proofreader       : NyiBlo

Penerbit              : Haru

Terbit                    : Juli 2014

Tebal                     : 308 hlm.

ISBN                      : 602-774-237-2

Orizuka’s Book Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/04/orizukas-book-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-32-85785/novel-fiksi-cerpen/the-chronicles-of-audy-21.html

16 thoughts on “REVIEW The Chronicles of Audy: 21

  1. Bbrp hr yg lalu aku juga baru nyelesain ngebaca buku ini . Well, aku lebih suka buku ini drpd buku pertamanya, feelnya lebih dapet. Terutama perasaan cowok yg juga trnyt sm2 rumitnya sm perasaan cewek (atau karena rex itu genius makanya agak rumit ).
    Aku juga ud ngenulis review di blog aku ttg buku ini. Dan yah… aku nggak ngebahas soal rex yang nembak audy (karna aku pikir itu point/inti dr cerita ini, kalo aku tulis ntr nggak bakal seru lg buat reader blog aku )

    Kdg2 aku ngerasa audy lbh cocok sama regan. Dan yah, aku kadang jg brhrp kalo maura itu gak usa bangun lagi (tega). Peran maura di sini buat hati penghuni 4r sesak, terutama rafael dan rex. T-T

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

  3. Pingback: [BOOK KALEIDOSCOPE 2014] Top Five Book Boy Friends | Luckty Si Pustakawin

  4. baru tadi pagi ngelarin ini, suka bgt seri ke duanya😀 apalagi hubungan loveline audy-rex, di sini rafael tambah lengket sama audy apalagi pas di akhir panggil kak audy ^^ romeo di luar dugaanku, dia ternyata ya ampun, semoga tambah rajin keramas ya ro hehe buat mas regan sama mbak maura selamat hihi tinggal nunggu perkembangan audy sama R3 di seri ketiganya😀

  5. Haiii kaka cantik hehe, maksudnya 21 itu apa ya? udah sampe akhir tapi ga mudeng dari 4r1a jadi 21.. >< Makasihh^^ {Ga kebayang si audy bener bener jadian sama si Rex genius nan tampan}

  6. Pingback: REVIEW The Chronicles of Audy 4/4 | Luckty Si Pustakawin

  7. Pingback: [BLOGTOUR] REVIEW The Chronicles of Audy: O2 + GIVEAWAY | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s