REVIEW 31 Museum di Jawa Barat + Banten

       museum

Mengenal sejarah dengan cara asyik tak cukup sekedar melihat benda koleksi. Museum juga seru buat dijadikan sarana menggelar kreasi, edukasi, dan kegiatan interaktif lainnya.

Setiap peradaban adalah episode sejarah yang berbeda. Dalam setiap episode terdapat banyak rangkaian cerita menarik, meninggalkan jejak dan warisan kebudayaan dengan nilai historis yang unik. Agar tetap abadi tidak hilang ditelan zaman, semua bentuk peninggalan itu dirangkum dalam sebuah institusi yang bernama museum.

Jawa Barat dikenal sebagai wilayah dengan masa lalu yang sarat historis dengan berkebudayaan tinggi. Buka kembali manuskrip Kerajaan Tarumanega dan Padjadjaran. Tengok perjuangan rakyat dalam mempertahankan tanahnya melawan Belanda. Cari tahu sepak terjang seniman dan budayawan yang berjuang demi sebuah karya monumental. Kita akan menemukan banyak peristiwa lain yang memiliki catatan penting untuk generasi penerus. Demikian pula dengan wilayah Provinsi Banten yang menjadi tempat kenangan sisa-sisa awal kerajaan Islam Nusantara.

Peran museum memang sangat penting sebagai sarana mengenal sejarah sebuah daerah, dan untuk menggali masa lalu sebagai bahan pembelajaran. Upaya untuk mengenal lebih jauh dan mencintai museum tidak cukup hanya dengan menikmati benda koleksinya saja. Ada banyak cara lain yang bisa dieksploitasi guna menyampaikan pesan edukasi, inovasi dan memosisikannya sebagai tempat rekreasi yang menarik.

Agar masyarakat merasa senang karena datang ke museum, pihak pengelola harus aktif menggelar program atau kegiatan yang sesuai dengan tema museum. Kegiatan itu harus menarik, melibatkan pengunjung, dan dilakukan secara berkala dan terus-menerus dipublikasikan. Pada saatnya nanti, keasyikan berkunjung ke museum akan dirasakan masyarakat.

museum 1

Waktu penulisnya mengabarkan akan mengirimkan buku ini, saya girang banget. Pertama, penulis adalah kakak kelas jaman kuliah sekaligus idola saya. Bagaimana tidak? Inilah salah satu kakak kelas yang passion-nya bisa dicontoh. Beliau penggagas Kampung Buku (Taman Bacaan Masyarakat) di Cibubur dan juga pengelola http://wisata-buku.com/. Duh, kece banget ya. Kapan saya bisa nyusul sekece itu?!? :’)

Kedua, ini adalah buku ke empat yang ditulisnya dalam Seri Panduan Sang Petualang yang sebelumnya berjudul; 47 Museum Jakarta, Wisata Kota Tua- Jakarta, dan Wisata Pesisir Ciamis Selatan. Ketiga, karena selain perpustakaan, saya suka museum!

Yup, bahkan ketika lulus skrispi pun salah satu nazar saya adalah mengunjungi beberapa museum di Bandung. Di buku ini pun dimuat museum-museum yang pernah saya datangi demi memenuhi nazar tersebut!😀

museum 2

Pertama. ada Museum Geologi. Kalau mahasiswa UNPAD, pasti tahu donk museum ini. Soalnya ini rute bus damri DU-Jatinangor bakal lewat museum yang diresmikan tahun 1929 ini. Lokasinya dekat dengan pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Gedung Sate. Segala bentuk kegiatan seputar penelitian geologi Indonesia dipamerkan. Seperti peralatan di lapangan, wujud pemetaannya, dan hasil akhir penelitian yang berupa peta geologi, gunung berapi, dan lainnya. Khusus untuk gunung berapi yang masih aktif di antara lain ditampilkan Gunung Krakatau, Galunggung, Merapi, dan Tangkuban Perahu.

Koleksi unggulan museum ini yang juga dijadikan cover di buku ini adalah fosil manusia purba, fosil gajah, dan replika T-Rex. Uhuk, ini beberapa koleksi foto saya yang narsis mejeng di museum ini😀

museum 3 museum 4 museum 5 

Museum ini nggak pernah sepi pengunjung, seperti halnya pas saya ke sana juga rame pelajar:

museum 6

museum 7

Kedua adalah Museum Pos Indonesia. Sebagai filateli garis keras jaman SD-SMP, kudu wajib datang ke sini. Museum yang terletak di samping gedung sate ini lokasinya tepat di bawah kantor pos. Karena lokasinya bawah tanah, jadi ya waktu saya ke sana berasa aura-aura mistisnya. Suram dan hening. Mana yang ada cuma perangko-perangko berjejer yang dibingkai. Kemudian saya paling takut ama replika Pak Pos dan beberapa warga yang sedang menghampirinya. Glek, replikanya berasa kayak hidup gitu! x)

Ini beberapa kenarsisan saya selama di museum ini:

museum 8 museum 9 museum 10 museum 11

Sejalan dengan hadirnya surel, surat elektronik atau email, jasa pengiriman surat cetak kurang diminati lagi. Maklum, surat lebih praktis untuk menyampaikan pesan dan gratis. Tinggal duduk di depan komputer, saat itu juga pesan sampai ke tujuan. Tapi, bagi sebgaian orang, menulis cetak lebih mengasyikkan karena menimbulkan pesan mendalam, tidak saja bagi si pengirim, tapi terlebih lagi yang menerima sepucuk surat di rumah.

Sensasi membaca surat yang diantar oleh tukang pos itu memang punya kesan berbeda dibanding membaca sms atau menulis surel. Mendapat ucapan selamat hari raya lewat sepucuk surat tentu terasa lebih spesial dibandingkan hanya sekadar pesan singkat dari telepon seluler atau email.

museum 12

Dan yang ketiga adalah Museum Konferensi Asia Afrika. Di museum ini nggak cuma sekedar menjalankan nazar semata, tapi juga pernah magang bersama teman-teman dalam rangka digitalisasi 1000 koleksi perpustakaannya. Mulai dari entri data, cap ulang bahkan sampai nyampul ulang buku-bukunya. Kebetulan pas selama di sana lagi ada semacam pameran khusus Papua, jadi makin rame lah museumnya. Oya, kepala museum baik banget loh. Pokoknya paling puas yang di museum ini.

Banyak banget foto-foto narsis di sana:

museum 13 museum 14 museum 15

Sebenarnya pernah juga ke Museum Linggar Jati pas KKL semester satu ama Museum Sri Baduga buat observasi mata kuliah apa gitu (lupa), tapi sayang nggak nyimpen dokumentasinya, dulu cuma nebeng di kamera kawan :’)

Ah, pokoknya saya iri banget ngeliat museum-museum di Jawa Barat yang masih terawat dan apik sampai sekarang. Beda banget ama di Lampung, museumnya cuma satu, suram lagi :’)

Nah, museum mana sajakah yang pernah didatangi? Buku ini bisa menjadi panduan untuk menjelajahi museum yang kalian inginkan. Buku ini kece, berwarna-warni. Setiap museum ada penjelasannya, lebih kece lagi seandainya di setiap museum ada kelebihan dan kekurangannya.

Duh, jangan sampe seumur hidupmu belum pernah ke museum yaa… :’)

Keterangan Buku:

Judul: 31 Museum di Jawa Barat + Banten

Penulis: Edi Dimyati

Kover: Museum Geologi

Foto cover: Edi Dimyati

Desain cover: Freska Paramita

Desain dan Tata Letak Isi: Freska Paramita

Penerbit: Kompas Gramedia

Terbit: Agustus 2014

Tebal: 230 hlm.

ISBN: 978-602-03-0989-7

5 thoughts on “REVIEW 31 Museum di Jawa Barat + Banten

    • Kumpulan museum jakarta ada di buku pertama; 47 museum. Iya, aku juga pernah ikutan tur di kota tua, ada banyak museum. Mana turnya malem, meski rombongan rame banget tetep gak berani tuh foto. Alhasil ya gak punya dokumentasinya pas ikutan tur itu, nyesel juga gak punya kenangan yg bisa disimpen :’)

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s