REVIEW Tomodachi

 tomodachi

Watashitachiha tomodachidakara. Tomodachi wa otagai ni tasukeau. Karena kita teman, dan teman membantu satu sama lain. (hlm. 88)

TOMOKI

Warna kesukaannya adalah biru langit, terlihat dari warna benda-benda yang dimilikinya, mulai dari tas, rautan pensil, sampai tinta pulpennya. Saat pelajaran, dia sering memejamkan mata, tapi tidak benar-benar tertidur. Dia konyol, tetapi sering kali candaannya membuat seisi kelas tertawa. Dia sering berpura-pura bodoh dan membandel, tetapi sebenarnya dia cukup pintar. Dia terkesan cuek, tetapi sebenarnya dia peduli. Dia sangat menyukai udang, dan tak segan-segan mencuri bekal makan siang siapa pun jika ada udang di dalamnya.

TOMOMI

Warna kesukaannya adalah kuning terang. Suka film-film animasi. Tempat yang paling ingin dikunjungi di dunia ini adalah Indonesia, tempat kedua orangtuanya bertemu. Hal-hal kecil mudah membuatnya bahagia, seperti film kartun pada pagi hari, makanan enak. Hal-hal yang sederhana, tetapi baginya amat berarti.

Adalah Tomomi yang bercita-cita masuk ke Katakura Gakuen (salah satu sekolah publik terbaik di Hachioji) demi cinta pertamanya; Hasegawa Kazuya yang ketika di SMP pernah satu sekolah dengannya. Buat yang pernah merasakan cinta pasti pernah ada yang melakukan hal tersebut. Saya sih pernah pas SMA, sok iya banget mau ambil jurusan yang sama dengan kakak kelas padahal nggak ngerti sama sekali jurusan itu. Dan untunglah gak lolos, Tuhan memang tahu mana yang tebaik buat kita! #MalahCurcol😀

Namun, apa yang harus di lakukan saat mengetahui cinta pertamamu menyukai orang lain? Setiap hari memandanginya dari kejauhan, berharap suatu hari nanti akan dapat berada di sisinya. Meskipun dia menyukai orang lain, rasa suka yang ada tidak akan semudah itu memudar. Mengakhiri rasa suka untuk seseorang tidak sesederhana mengucapkan selamat tinggal; apa pun yang di katakan, perasaan yang ada tidak akan pergi hanya karena kita menginginkannya. Mengakui ini semua tidak mudah; perasaan yang selama ini terpendam dalam hati,menunggu saat yang tepat untuk dikeluarkan. Itulah yang dialami Tomomi ketika masa-masa remaja. #PukPukTomomi

Aku tidak tahu apakah perasaanmu akan terbalas, atau tidak. Tapi, perasaanmu akan tersampaikan dengan jujur, apa pun hasil akhirnya. Kurasa itulah yang paling penting. (hlm. 79)

Apakah kau pernah menunggu seserorang yang kau sukai, berharap dia memperhatikanmu? Berharap suatu hari nanti, dia menyadari bahwa ada seseorang yang menyukainya. Menyukainya diam-diam, sampai akhirnya menyadari bahwa selama ini orang yang disukainya menyayangi orang lain. (hlm. 138)

Banyak banget kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Segala sesuatu pasti ada alasannya. Apa pun yang terjadi, mari berusaha dengan baik. (hlm. 35)
  2. Tak ada gunanya menyesali sesuatu yang terlanjur terjadi, meratapi hal-hal yang tidakakan terjadi. (hlm. 35)
  3. Jangan memaksakan diri, nanti kau terluka. (hlm. 42)
  4. Apa pun alasannya, berlatihlah yang benar, lalu ikut dalam perlombaan. (hlm. 59)
  5. Kita tidak bisa menolong seseorang yang tidak mau ditolong. (hlm. 72)
  6. Kesedihan ada untuk dilepaskan, bukan untuk disimpan. Untuk setiap kesedihan, akan ada kebahagiaan baru yang dapat menggantikannya. (hlm. 109)
  7. Cinta itu rumit ya. Orang yang sukai tidak selalu membalas perasaanmu. Kadang kau jatuh cinta pada orang yang salah. Dan kadang, kau bahkan tak sadar ada orang yang selama ini dengan tulus menyukaimu. (hlm. 119)
  8. Nasib atau takdir adalah hal-hal yang tidak dapat dihindari, semuanya memiliki peran dalam hidup kita. Mungkin kita tidak mengetahui alasannya sekarang, tapi suatu hari nanti, segalanya akan lebih jelas. (hlm. 139)
  9. Mimpi adalah sebuah destinasi. Yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengambil langkah pertama untuk bergerak menuju mimpi tersebut. (hlm. 166)
  10. Luka memiliki cara untuk mengingatkan kita pada hal-hal tertentu baik itu hal yang baik, maupun yang buruk. Itulah kedindahan luka; luka dalam hati, juga luka fisik. (hlm. 222)
  11. Kalau tak jeli mendengarkan kata hatimu, suatu hari nanti semuanya akan terlambat. (hlm. 251)
  12. Kenangan akan terus bergulir, tanpa mengenal waktu. (hlm. 326)
  13. Perasaan bisa memudar seiring waktu, tapi ada beberapa hal yang tak pernah hilang, perasaan yang pantas untuk diperjuangkan. (hlm. 329)
  14. Berhentila menghindari apa yang sebenarnya kau rasakan. (hlm. 338)
  15. Perasaan suka adalah sesuatu yang berharga. (hlm. 339)

Beberapa sindiran halus dalam novel ini:

  1. Penentuan tempat duduk lebih seperti terasa lotere – antara kau beruntung, atau tidak. (hlm. 17)
  2. Tidak ada yang dapat mengalahkan kenikmatan berada di bawah terik cahaya matahari dan aktif bergerak. (hlm. 24)
  3. Kecepatan bukan segalanya. (hlm. 40)
  4. Apa kalian tak capek ya bertengkar terus? (hlm. 54)
  5. Kebanyakan mendesah itu membuang rezeki loh. (hlm. 57)
  6. Paling tidak suka kalau orang menggosip tanpa tahu kebenarannya. (hlm. 68)
  7. Makanan instan layaknya sampah untuk tubuh. Tubuh yang sehat memerlukan nutrisi yang cukup. (hlm. 105)
  8. Manusia-manusia kurang kerjaan selalu punya bahan baru untuk digosipkan. (hlm. 188)
  9. Kebanyakan laki-laki memang bodoh dan sensitif. (hlm. 189)
  10. Menerima pertolongan dari teman tidak berarti kau lemah loh. (hlm. 217)
  11. Bukankah ketidakjujuran justru akan lebih menyakitkan bagi semuanya? (hlm. 305)

Adegan-adegan favorit:

  1. Ketika Tomomi dan Chiyo ketika satu kelas. Entah karena keberuntungan atau apa, dari tahun ke tahun, mereka berdua selalu ada dalam kelas yang sama sehingga mereka semakin dekat dan pada akhirnya tak terpisahkan. Jadi inget jaman SMP, saya dan sahabat (yang nantinya bakal jadi teman sebangku selama tiga tahun) hanyalah kami yang masuk sekolah tersebut. Mana sekolah SD kami dulu seragamnya amat berbeda dengan SD lainnya, jadilah kami tampak mencolok dibandingkan dengan murid yang lain. Selama seragam SMP belum selesai dibuat, kami selalu menarik perhatian murid lain gegara seragam yang berbeda ini. Ah, untungnya kami satu kelas!😀
  2. Jaman sekolah pasti pernah donk ngerasain yang namanya patah hati gegara suka ama kakak kelas yang ternyata punya pacar sama sempurnanya dengan dia? Pasti pernah! Sebenarnya itu bukan cinta, cuma rasa suka atau kagum. Karena seiring beriringnya waktu rasa suka itu kelak akan memudar dengan sendirinya. Pengalaman sih! :p
  3. Bagian ketika Tomoki dan Tomomi berantem ketika ibunya Tomomi memutuskan ingin menikah lagi, bukan maksud untuk melupakan ayahnya, tapi mengisi relung hati yang lain. Awalnya tomomi nggak rela. Memang nggak muda. Ah, saya juga pernah kok berada di posisi Tomomi. Bagaimana rasanya perih itu. Tapi seiring beranjaknya waktu, kita harus dewasa dalam melihat situasi. Seperti kata Tomomi di halaman 297; “Mungkin, memiliki satu anggota keluarga baru bukanlah hal yang terlalu buruk.”
  4. Bagian yang bikin mrebes mili adalah di halaman 221 – 222. Hadewh, pernah banget ngalamin itu! :’)

Yup, seperti novel-novel Winna Efendi sebelumnya, buku ini juga bertema persahabatan dan cinta. Bisa ditebak endingnya. Meski begitu, suka banget ama bukunya. Lebih terkonsep dan lebih detail. Kita akan banyak menemukan segala printilan Jepang, mulai dari kuliner hingga beberapa festival yang ada di sana.

Baca ini berasa kayak baca manga jaman-jaman SMP. Langsung jadi keinget serial cantik POP CORN-nya Yoko Shoji; masa-masa di sekolah, persahabatan, memendam rasa diam-diam, dan tumbuh meremaja bersama para sahabat, susah dan senang dilakukan bersama. Dan juga cita-cita. Aih…manis! Maafkan jika review ini mengandung spoiler, habis bukunya bagus sih! :’)

Wareware wa, migi no tomodachi desu ka? Kita semua teman, kan? (hlm. 190)

Keterangan Buku:

Judul Buku          : Tomodachi

Penulis                 : Winna Efendi

Editor                    : Gita Romadhona & Ayuning

Proofreader       : Widyawati Oktavia

Penata letak       : Landi A. Handwiko

Desain cover      : Levina Lesmana

Ilustrasi cover    : Levina Lesmana

Penerbit              : GagasMedia

Terbit                    : 362 hlm.

ISBN                      : 979-780-732-0

Winna Efendi’s Book Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/04/winna-efendis-book-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-32-85831/novel-fiksi-cerpen/tomodachi.html

9 thoughts on “REVIEW Tomodachi

  1. Buku ini otw dibaca hehe… tomomi dan tomoki… huuuu…ceritanya bagus bingit. dan sebelum beli emang udah baca sinopsisnya di web gagasmedia

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s