REVIEW Sweet Home

 sweet home

Melupakan seorang sahabat bukanlah hal mudah, apalagi sahabat yang sempat menjadi pacarmu. (hlm. 150)

Bagi Emily Cox, sekolah tak semenyenangkan dulu. Mantan kekasih yang dulunya ingin dijumpainya setiap saat, sekarang berubah menjadi seseorang yang paling tak ingin ditemuinya. Sahabatnya, Mary sudah tak ada di Sweet Home dan hari-hari dilaluinya terasa membosankan tanpa sahabatnya itu. Betapa merana Emily kehidupannya tanpa pacar dan sahabat, terutama saat makan siang di cafetaria sendirian.

Sweet Home merupakan sebuah kota kecil bergaya country yang terletak di kaki bukit Pegunungan Cascade di tepi timur Willamate Valley, negara bagian Oregon. Bangunan-bangunan di downtown-nya juga jarang sekali yang bertingkat, rata-rata hanya berlantai satu. Kebanyakan berdinding kayu yang dipadu dengan batu alam atau batu kali. Kota ini memiliki jalanan utamaa yang lebar dan sepi, tak terlalu banyak dilalui kendaraan. Sweet Home selalu tampak hijau dengan hutan-hutan, danau dan lahan-lahan yang luas untuk berkemah. Tempat yang nyaman untuk pulang.

Beberapa kalimat favorit dalam novel ini:

  1. Tak semua hal harus diceritakan pada semua orang, kan? (hlm. 23)
  2. Kau pasti bisa meleati masa-masa sulitmu. (hlm. 25)
  3. Kau hanya perlu bersabar. (hlm. 127)
  4. Kalau kau mulai memikirkan seseorang dengan kadar berlebihan, kau sudah jatuh cinta pada seseorang itu. (hlm. 330)

Kelakukan Tyler yang menjengkelkan tapi juga menggemaskan bagi Emily:

  1. Dengan tanpa rasa berdosa memakai handuk Emily untuk mengelap keringat saat selesai bermain bola di halaman 67
  2. Sebenarnya Ty menulis sesuatu yang sederhana, tapi ini romantis loh di halaman 106; “Percaya deh, kau sudah cantik apa adanya.”
  3.  Ty ini juga cowok banget, terlihat saat dia membela Emily di halaman 119; “Aku tidak bermaksud membuatmu marah. Aku hanya kesal saja melihat kau terus-terusan disakiti cowok itu.”

Lewat tokoh Tyler ini, kita juga mendapat pesan moral bahwa setiap tidak ada yang mau dibanding-bandingkan. Setiap anak punya keistimewaan masing-masing. Setiap anak memiliki kemampuan berbeda.

“Aku ingin membuktikan pada Mom dan Dad, bahwa aku ini juga anak yang memiliki talenta.” (hlm. 175)

Lewat tokoh Emily, kita jadi harus bersyukur punya keluarga yang lengkap. Keluarga adalah kebahagiaan yang tak bisa dibandingkan dengan apa pun. Sekarang banyak sekali anak-anak yang harus berjuang dengan keadaan keluarga yang brokenhome. Meski begitu, Emily cukup beruntung karena masih memiliki kasih sayang berlimpah dari nenek dan juga ayah ibunya walaupun mereka hidup terpisah.

Pengen kepruk tokoh Matt ketika saat berpacaran dengan Emily memaksakan keinginannya dan ingin mengubah Emily. Cowok macam ini mending tendang aja ke Timbuktu:

“Aku hanya ingin kau tampil cantik. Kalau kau mau berubah sedikit saja, kau pasti bisa menjadi seperti mereka.”

“Telan saja semua keinginanmu itu, Matt. Aku tidak akan berubah hanya karena kau yang meminta.”(hlm. 18-19)

Ini adalah buku kedua dari pemenang 100 Days of Romance lewat Penerbit Haru’s Writing Competition 2013. Buku yang pertama dibaca adalah People Like Us. Sama-sama mengambil setting luar negeri dan bergenre romance. Serta sama-sama mengambil tema remaja. Covernya mengingatkan akan novel Mahogany Hills yang ditulis oleh Tia Widiana.

Buku ini alurnya terkesan datar seperti air mengalir. Emily dan Mary dikatakan bersahabat erat, tapi kok kurang terasa KLIK-nya ya. Konfliknya umum dialami para remaja seusianya; cinta dan persahabatan. Meski begitu, bila dibandingkan buku penulisnya yang pernah saya baca sebelumnya; Love is You (anak SMA banget) dan Kamu (rasa Korea), novel ini lebih matang dan suka dibandingkan dengan buku-buku sebelumnya. Semoga sukses terus ya buat penulisnya yang lumayan produktif menelurkan beberapa novel ini😉

 

Keterangan Buku:

Judul                     : Sweet Home

Penulis                 : Adeliany Azfar

Penyunting         : Yuli Yono

Design cover      : Bambang ‘Bambi’ Gunawan

Proofreader       : Dini Novita Sari

Penerbit              : Haru

Terbit                    : Oktober 2014

Tebal                     : 360 hlm.

ISBN                      : 9786027742413

Indonesia Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

One thought on “REVIEW Sweet Home

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s