REVIEW Posesif

posesif

Karena diri sendiri adalah sumber kebahagiaan yang sesungguhnya. (hlm. 71)

Starla Grace, sebuah nama cantik yang diberikan kepada bayi mungil buah pernikahan pasangan suami istri, Belinda Santosa dan Manuel Jaya, yang nama keduanya memang tidak asing lagi di Indonesia.

Belinda menjadikan New York sebagai tempat tinggal selama ia menggapai impian dan ambisinya di luar negeri. Begitu lulus SMA di Jakarta, ia memilih untuk tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Bintang keberuntungan selalu menaungi dirinya. Desainer-desainer kelas dunia pun menyukainya. Ini menjadikan ambisi Belinda bertambah, dan ia bekerja keras tanpa kenal lelah.

Setelah sekian tahun berada di New York, Belinda bertemu dengan Manuel. Keduanya bertemu di sebuah pesta sosialita bergengsi yang saat itu diadakan di sebuah klub ternama. Sejak perkenalan pertama, keduanya jatuh cinta dan lengket satu sama lain. Satu tahun kemudian mereka menikah dan langsung dikaruniai anak pada tahun berikutnya. Mau tak mau Belinda melepaskan impiannya.

Keduanya pun pulang ke Indonesia. Melihat anaknya cantik seperti malaikat membuat Belinda punya pemikiran sendiri, yaitu menjadikan anaknya seperti dirinya, menjadi seorang bintang.

Tetapi, rupanya Belinda masih belum puas. Kerinduan dunia catwalk dan fesyen yang glamor membuatnya ingin kembali ke sana. Sayangnya, jalannya tidak mulus lagi. Bintangnya mulai meredup. Satu-satunya jalan, ia harus menjadikan anaknya seoraang bintang.

“Gue udah capek hidup selalu diatur sama nyokap gue. Gue punya passion, dan ini yang gue mau.” (hlm. 23)

“Aku tahu mana yang benar dan salah. Semua yang aku lakukan juga nggak salah, termasuk mengatakan sama mama kalau aku tidak suka melakukan semua yang mama paksa.” (hlm. 144)

Segala cara dipaksakan mamanya untuk menjadikan Starla bintang terkenal. Mulai dari kasting, pemberian kerja yang tidak masuk akal, dan banyak lagi yang lainnya. Starla jadi bete berat. Ia berani bertaruh, sepulangnya ia dari sekolah, di depan sudah ada sopir dan salah seorang asisten mamanya yang akan menjemput serta mengantarkannya ke tempat kasting. Selalu begitu setiap hari.

Belinda, mamanya Starla ini posesif banget:

  1. “Jangan menunduk, Starla. Kamu pemenang. Angkat dagumu. Kamu seharusnya bangga.” (hlm. 3)
  2. “Mama nggak mau dengar banyak alasan. Kamu harus kasting. Besok akan dijadwalkan ulang. Jangan ada alasan yang keluar dari mulutmu lagi. Mama tahu kamu nggak bodoh, Starla. Kamu harus tetap ikut kasting itu. Atau…” (hlm. 10)
  3. “Mama tahu dia. Kamu yang nggak tahu Nicki. Dia hanya tukang masak.” (hlm. 85)
  4. “Semua cara yang Mama lakukan salah. Aku benci mama maksain semua keinginan Mam tanpa pernah mau dengerin aku! Mama selalu minta aku buat dengerin, tapi Mama sendiri nggak pernah mau dengar!” (hlm. 192)

Beruntung nggak punya orangtua posesif seperti mamanya Starla ini, yang selalu memaksakan kehendak kepada anaknya. Beruntung dulu jaman sekolah ketika teman-teman berlomba-lomba masuk IPA, boleh masuk IPS. Beruntung di saat teman-teman memilih jurusan kece macam kedoteran atau teknik atau memilih menjadi polisi atau ada juga yang memilih ambil jalur kesehatan seperti kebidanan dan keperawatan atau paling mentok jadi guru, saya malah pilih jurusan yang amat anti mainstream; Jurusan Ilmu Perpustakaan. Begitu pun urusan kerja, saya pilih profesi yang juga anti mainstream; pustakawan😀

Omong-omong tentang orangtua posesif, saya punya teman yang orangtuanya tipikal seperti mamanya Starla ini. Apa-apa harus ikut orangtuanya. Dari mulai urusan sekolah sampe hal jodoh. Iya, dia dijodohin. Semenjak nikah, kami putus komunikasi. Semoga saja dia bahagia dengan pilihan mamanya itu.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Ada hal-hal yang tak kita ketahui dan harus waspadai. (hlm. 45)
  2. Jangan sia-siakan waktumu untuk hal yang tak berguna. (hlm. 59)
  3. Di bumi ini diisi oleh sebagian besar orang-orang yang tak bahagia. (hlm. 71)
  4. Karena diri sendiri adalah sumber kebahagiaan yang sesungguhnya. (hlm. 71)
  5. Kita harus belajar mencintai diri kita sendiri. (hlm. 72)
  6. Seseorang yang sudah dipercaya nggak boleh membongkar rahasia sesukanya. (hlm. 72)
  7. Jalani baik-baik. Tetapi, kalau kamu hanya ingin main-main, lebih baik tidak usah buang-buang waktu. (hlm. 81)

Banyak juga sindiran halus dalam buku ini:

  1. Nggak capek, ya, LDR-an? (hlm. 24)
  2. Heran, hari gini masih aja milih jalan pintas. (hlm. 26)
  3. Memangnya kamu cowok? Cewek itu harus punya pinggul! (hlm. 31)
  4. Kalau tiap hari kamu cuma dikasih sayur melulu, mana lengkap gizinya? (hlm. 32)
  5. Papa dan mama sih yang hobi berantem. Hobi tuh baca, dengerin musik, atau nonton. (hlm. 35)
  6. Menunggu itu emang paling ngebosenin, ya. (hlm. 38)
  7. Baru kenal aja udah seneng ngebohong? (hlm. 41)
  8. Buat  apa sih produk pelangsing? Untuk bikin orang puas kali. Maklum, banyak orang yang nggak puas di luar sana. (hlm. 69)
  9. Hubungan sosial yang terlalu mengiming-imingi juga kelemahan hati. (hlm. 70)
  10. Sadar nggak sadar, tuntutan penampilan nggak bosan-bosannya meracuni setiap orang yang haus akan tampilan sempurna. (hlm. 71)
  11. Manusia juga punya batas kesabaran. (hlm. 123)
  12. Satu tahun kemudian mereka menikah dan langsung dikaruniai anak

Sebenarnya papa dan mama Starla sama-sama menyayangi anaknya. Hanya caranya saja yang berbeda. Mamanya memiliki STAR AGENCY yang mengorbitkan banyak artis. Sedangkan papanya memiliki STAR DINING usaha yang bergerak di bidang kuliner. Nama usaha mereka semua memakai nama anak kesayangan; STARLA.

Anak yang hidup dengan orangtua yang terpisah memang tidaklah mudah. Ada beban tersendiri. Dan ada beban yang seharusnya belum pantas ditanggung seperti memikirkan perceraian orangtuanya. Jadi, terkadang ada beberapa anak yang keluarga dari brokenhome biasanya cenderung memiliki masalah dibandingkan anak-anak yang hidup dengan keluarga lengkap. Maka, ketika ada orangtua yang bercerai, yang berat menanggung bebannya adalah sang anak.

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Posesif

Penulis                                                 : Christina Juzwar

Penyunting                                         : Septi Ws. & Vivekananda Gitandjali

Perancang & ilustrasi sampul      : Nocturvis

Pemeriksa aksara                             : Intan & Tiasty

Penata aksara                                    : Gabriel

Penerbit                                              : Bentang Pustaka

Terbit                                                    : 2014

Tebal                                                     : 246 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-7975-98-9

Indonesia Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-32-85710/novel-fiksi-cerpen/posesif.html

71 thoughts on “REVIEW Posesif

  1. Pingback: GIVEAWAY feat Christina Juzwar | Luckty Si Pustakawin

  2. menurut aku ceritanya unik dan beda.. disini kak tina gambarin sisi lain dr dunia glamour seorang model. jg bnyk pelajaran kalo trnyata ga semua keinginan org tua itu baik untk anaknya.. bnyk bumbu kehangatan dan perselisihan keluarga yg di sajikan dan membuat novel ini punya daya tariknya sendiri..

    @mila_reski

  3. Cerita ini mengingatkan pada sebuah novel beejudul UnLucky Girl, dimana tokoh bernama Nada juga menjadi korban ambisi ibunya menjadikan dia terkenal mati-matian, sedang si ayah cuma diam dan memilih mabuk-mabukan. Selalu geram dengan ortu yang menjadikan anak korban ambisi ortu. Aku beruntung punya ortu membebaskan pilihan hidup. Semoga saja kisah starla ini gak berakhir mengenaskan. Dan menjanjikan sesuatu yang beda.

  4. Ada quote lagi yang saya tandai “Ngak capek ya, LDR-an?” Haha kayaknya bener-bener mbak Tina suka ya yang berbau LDR ini.
    Ceritanya menarik ya, kayaknya isi novel ini agak glamor karena berhubungan desainer, bintang hehe cuma nebak aja sih.
    Emang ya punya ortu posesif agak gak enak sama aja kayak Starla disisi lain ibunya ingin dia lebih baik dan disisi lain karena itu mementingkan ego sang ibu.

  5. Reviewnya semakin bikin greget buat punya buku ini ////

    Baru kemarin kepikiran “Ah, nanti beli novel Posesif deh,” dan ternyata… Ada giveaway dari kakak ////

    Orangtua yang Posesif itu memang tidak enak. Apalagi Posesif mereka memaksa kita untuk melakukan apa yang kita tidak sukai. Aku tahu rasanya karena dulu aku pernah seperti itu juga🙂 (untung sekarang sudah gak.begitu lagi semenjak aku memberontak)

    Dan aku kepengen punya buku ini karena ada berbau fashion. Ya, akhir-akhir ini keracunan soal fashion. Tapi sayangnya Indonesia kalau bahas fashion itu identik dengan model, dan model identik dengan… Yah, semua orang tahu apalah :”)) #syedih

    Semoga bisa menang giveaway. Amin🙂

  6. Di satu sisi, orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya, di berbagai hal, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga jodoh. Namun di sisi lain, adakalanya orang tua lupa dan menganggap bahwa anak mereka sama seperti mereka. padahal, pada kenyataannya, meskipun ada pribahasa yang mengatakan bahwa buah aple yang jatuh tidak akan jauh dari pohonnya, hakikatnnya akan ada perbedaan antara anak dengan orang tuanya. masa dan zaman di mana keduanya hidup juga sudah jauh berbeda. dulu dan sekarang.

    Pada akhirnya, bukan kebahagiaan anak yang terwujud, melainkan pembangkangan.


    Karena diri sendiri adalah sumber kebahagiaan yang sesungguhnya. (hlm. 71)

    Sepakat, diri sendirilah yang menentukan dan merasakan kebahagiaan. orang bisa menilai kita bahagia atau tida, namun tetap saja kita yang sebenarnya merasakan kebahagiaan. bisa jadi penilaian orang itu benar. bisa juga sebaliknya, penilaian mereka salah besar.

    Diri sendirilah yang memilih, mau bahagia atau tidak.

  7. mendidik anak dengan cara seperti review diatas hanya mementingkn satu pihak, orang tua punya wewenang tapi anak juga punya hak untuk berkreasi sesuai passsionnya. Jika anak tetap dipakasa sesuai keinginan ortu padahl tdk sesuai dengan keinginan yg ada hanyalah penyesalan belaka.

  8. Judul2 novel Christina Juzwar selalu mengecoh ya? Posesif, saya kira ini tentang pacar yang ingin memiliki pacarnya hanya untuk dirinya seorang. Ternyata tentang seorang ibu yang ingin anaknya mewujudkan impiannya yang tak tercapai. Ah, saya jadi teringat pada obsesi saya sendiri, nanti kalau saya punya anak ingin anak saya bla-bla-bla. Saya tersentak, rupanya saya tak ada bedanya dengan Belinda😥

    Saya tersindir lagi nih, “Nggak capek ya LDR-an?” JLEB JLEB GANDAAA….!

    Dari apa yang dialami Starla, saya belajar banyak. Rupanya begini ya kata hati anak kalau diatur2. Saya juga termasuk anak yang diantur2 Mama, tapi Mama bukannya ingin saya mewujudkan mimpinya hanya saja Mama ingin saya meraih yang terbaik. Tapi tetap aja… dengan penyampaian yang kurang jelas, anak merasa terdoktrin! Ah yaa… istilah ini. Kenapa judulnya bukan “Dotrin Mama” saja?🙂

    @argalitha

  9. Reviewnya seperti biasa. VERY GOOD🙂
    Memang nggak enak dipaksain terus untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak hati kita. Padahal yang maksain itu ibu kita sendiri. Aku jadi kasihan sama Starla. Padahal dia nggak punya niat untuk menjadi bintang. Dia harus mengikuti semua kemauan mamanya yang berlebihan itu.
    Tetapi di kehidupan sehari-hari memang banyak yang hidupnya kayak Starla ini. Jujur yah, kalau dilihat-lihat sifatnya ibuku ini juga hampir sama dengan Belinda, mamanya Starla. Ya, nggak terlalu posesif kayak si Belinda sih..
    Penasaran juga nih sama novelnya🙂 tentang orang tua yang posesif

  10. Obsesi orang tua untuk menjadikan anaknya model jadi keingetan novelnya Dee – Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh. Ada satu adegan dimana tokoh Rana menyindir orang tua yang membentuk anak-anaknya menjadi orang dewasa diusia yang masih sangat dini.

    Miris memang melihat fenomena itu. Saya penasaran dengan sudut pandang dalam novel ini. Dipihak sang mama atau sang anak. Dan saya mau tahu ending dari kisah posesif ini. Ending inilah yang kemudian menjadi pesan untuk orang tua dan anak-anaknya.

    Lalu pembaca akan disuguhkan nasihat apa untuk menanggapi fenomena ini. Atau justru pembaca ada di barisan penonton acara-acara anak-anak yang dirubah menajdi dewasa?

    Argggghhhh. pengen baca…. i hope i can read this book

  11. Pertama liat judul dicovernya, aku pikir ini kisah posesif sepasang kekasih. Ternyata, yang posesif adalah orang tuanya hihihi~
    Serba salah sebenarnya jika mengaitkan suatu hal dengan orang tua, apalagi mama, yang telah mengandung dan melahirkan kita ke dunia. Namun, kalau itu bertentangan dengan hati nurani kita, kita sebagai anak harus berbuat apa? Menolak mentah-mentah keinginan tersebut? Jujur, aku sebagai anak terkadang bingung menentukan pilihan A atau B yang diberikan orang tuaku, walau sebenarnya beliau tidak memaksaku secara langsung.
    Btw, nice review mbak😀

  12. Sepertinya yang tepat adalah ambisius dan posesif. Banyak orang tua yang seperti ini, memaksakan cita-cita mereka kepada anak-anaknya. Ujung-ujungnya, si anak jadi stres dan mengalami gangguan jiwa, Bipolar kayak kisah artis M.. Aku tertarik baca cerita semacam ini, malah pingin nulis tentang ini juga tapi udah keduluan Christina ya😀

    @LeylaHana

  13. Orangtua saya termasuk orangtua posesif dan untungnya saya anaknya ga penurut (lho, kok bangga?). Saya tahu banget bagaimana jadi Starla. Meskipun orangtua saya minta saya begini begitu, tetapi saya berani menolak dan mengatakan apa yang saya inginkan. Alhamdulillah orangtua saya tidak memaksa lagi. Tapi, bukan berarti sifat posesif mereka hilang. Tetep dong🙂 Haha namanya juga sifat. (Kenapa jadi curhatt??)

    Ya sudahlah curcol dikit enggak apa-apa kan.?

    Sudah sepantasnya Starla mengutarakan apa yang ia sukai dan apa yang tidak ia sukai. Menjalani sesuatu sesuai “renjana” sendiri akan lebih bahagia akhirnya meskipun tidak mendapatkan “hasil” (disebut uang) yang lebih baik (banyak)
    🙂

  14. Orang tua posesif. Aku benci banget sama orang seperti itu. Orang tuaku juga ‘agak’ posesif. Tapi alhamdulillahnya meraka tidak seperti orang tua starla #sujudsyukur. Tapi, berhubung mbak luckty cerita tentang dibolehinnya masuk jurusan ips sedangkan anak-anak lain masuk jurusan ipa, aku juga mau cerita tentang pilihanku yang masuk jurusan ips. Orang tuaku menyuruhku masuk ipa, tapi aku milih jurusan ips karna aku yang tau kemampuan otakku. Begitu aku masuk ips, orangtuaku selalu saja menghinaku selama sebulan penuh gara-gara aku milih jurusan ips. Sebenarnya, aku juga sudah capek menuruti keinginan orangtuaku untuk ini itu. Aku mengikuti keinginan mereka waktu masalah masuk SMP sampai SMA, aku turutin. Sampai akhirnya menentukan jurusanpun aku mesti ngikutin mereka. Itu yang membuatku mulai jengah. Mulai dari situlah aku mulai menentang keinginan mereka tentang diriku. Apa yang dialamin starla di cerita ini, sedikit banyak aku rasain juga. Walaupun baru baca riview dari mbak luckty, kayaknya aku sudah merasakan emosi yang dirasakan starla dibuku ini. Aku jadi semakin ingin baca cerita dibuku ini. Mau baca bagaimana posesifnya para orangtua yang kadang nggak mikirin keinginan, perasaan dan cita-cita dari anaknya sendiri.

  15. Kisah yang jarang dimiliki para penulis. Novel ini sangat cocok untuk anak remaja, khususnya mereka yang broken home. Percaya atau tidak, mereka yang broken home justru jauh lebih dewasa dibandingkan yang tidak. Ya, selalu ada kebaikan dibalik setiap kepahitan. Jadi semakin penasaran dengan endingnya setelah membaca reviewnya, hehe.

  16. Banyak orang mengira dari judul novel posesif antara sepasang kekasih, ternyata antara orangtua dengan anak. Alhamdulillah selama ini aku mendapat kebebasan dalam memilih contohnya dalam jurusan dalam kuliah. Memang kadang orangtua banyak yang punya ambisi pada anaknya padahal setiap anak punya jalan hidup masing-masing. Sesuatu yang dipaksakan pasti hasilnya tidak baik. Penasaran dengan akhir cerita buku ini, sebagai pelajaran saat jadi orangtua nanti..

  17. Ternyata nggak cuma saya aja. Banyak orang yg nyangka novel ini tentang kisah percintaan yang salah satu pasangannya posesif. Nyatanya ini lebih fokus ke hubungan Ibu-Anak, genre keluarga.
    Saya berharap bisa menemukan banyak pelajaran-pelajaran berharga dari novel ini.
    Saya juga punya teman yang kayak Starla, nih, Kak.. Anaknya pinter sih, makanya ortunya suka mem’bentuk’ dia jadi keinginan mereka. Kasian juga, sih..
    Ini ada kisah romantisnya Starla nggak sih, Kak? Atau nanti malah dijodohin, gitu? :3

  18. Mulai dari Judul, sebuah kata yang emang sangat membuat kebanyakan orang merasa bahwa sebuah ketidak adilan itu sering sekali hadir. Melihat dari reviewnya saja, setidaknya aku sudah tau gambaran ceritanya, tapi sayangnya penasaranku mengalahkan rasa itu, sehingga aku harus mengatakan bahwa review ini membuataku bertanya-tanya seperti apa ini?

  19. Disatu sisi orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, Tapi di sisi lain, punya orang tua yang posesif itu emang ga enak, ‘harus’ nurut sama semua kemauan mereka. Kita sebagai anak juga mau seperti anak-anak lain, bebas berkreasi, berkarya, dan lainnya tanpa harus ada paksaan dari orang tua. Ya emang, kalo kita ngga nurut apa kata orang tua itu dosa, bahkan durhaka. Tapiii… Kenapa mama,papa ngga mikir gimana perasaan aku. Tolong kasih aku kebebasan sedikit aja:’) but, mom dad, you’re my everything<3
    Tertarik bgt sm novel ini…. Wish me luck AllahO:)

  20. Berat juga ya memiliki tipikal ibu seperti mamanya Starla , jika dibaca dan dipahami bagiku ini sebagai pelarian dan pelampian karena Belinda tidak bisa mencapai itu semua lagi karena telah mempunyai anak .. Diatur ini itu pasti membuat sang anak terbebani apalagi Starla tetaplah ramaja tanggung yang membutuhkan kebebasan serta mencari jati diri . Beruntung juga ya jika mempunyai orang tua yang nggak posesif , kita tidak akan terbebani😀 ditambah lagi kedua orang tua Starla berpisah , pasti berat banget T_T

  21. Kalau aku jadi Starla dan punya Mama posesif plus suka memaksakan kehendak kayak Belinda, mungkin aku akan kabur dari rumah. Tinggal sama Nenek atau siapalah. Hidup sendiri juga nggak pa-pa. Karena aku tipe orang yang nggak bisa banget buat diatur-atur dan dikekang. Doh. Bisa stres mendadak aku.

    @AntikaAnis

  22. Kurasa, review yang ini terasa lebih mengalir dan enak dibaca. Walaupun sama seperti reviewnya Let Me Kiss You, ada kalimat favorit dan kalimat sindirannya tapi ini terasa lebih enak dibaca. Kira-kira apa penyebabnya, ya. Jadi, nilanya 3,75 bintang dari 5 bintang.🙂

  23. Sepertinya, novel ini ngasih kita gambaran tentang arti kasih sayang orang tua ‘dalam berbagai bentuk’. Tapi, inti dari semuanya adalah tentang kasih sayang.
    Semua orang mungkin tahu, setiap orang tua menginginkan hal terbaik untuk anaknya, termasuk mama Starla. Sayangnya, mungkin cara yang dipilih sang orang tua yang bikin anak tertekan, dan merasa mereka posesif.
    Kayaknya, novel ini asyik kalau diberikan untuk kado buat orang tua yang posesif, em… contohnya ‘tiiitttttt’ (sensor) hahahaha…

  24. Punya orang tua yang posesif itu memang tidak enak,tapi sebenarnya orang tua posesif itu ada maksudnya yaitu agar anak tidak seenaknya sendiri,terlalu bebas dan tidak salah jalan dikehidupannya.

    Posesif merupakan tanda kasih sayang artinya orang tua perhatian dan pengertian terhadap kehidupan anaknya.

    Terkadang anak salah dalam mengartikan perilaku posesif orang tua,padahal posesifnya orang tua itu demi kebaikan anaknya.

    #GAFeatChristinaJuzwar

    @azzahra_tsabita

  25. Susah sih ya jadi orang tua…
    tapi ada perbedaan antara posesif dan ambisius. Posesif timbul karena rasa sayang dan rasa takut berlebihan, takut kalau anaknya nggak sukses dan jatuh. Tp kalau ambisius itu menggunakan anak sebagai alat utk menggapai keinginan terpendam si orang tua.
    Hiiii… amit2 jangan sampai begitu deh ke anak2. Ntar dimarahin Kak Seto lho! Wkwkwkkk~
    Kelihatannya novel Posesif ini seru n sarat pesan moral. Ada pelajaran yang bisa diambil bagi ortu dan anak. Sukaaaaaak😀

  26. Ceritanya mainstream sebenernya, tapi penasaran juga akhirnya apakah sama dengan ftv2 atau berbeda ya..
    semoga akhirnya antimainsteam..

  27. Ceritanya mainstream sebenernya, tapi penasaran juga akhirnya apakah sama dengan ftv2 atau berbeda ya..
    semoga akhirnya antimainstream..

  28. Hmmm emang terkadang orang tua suka gitu memaksakan kehendak,alasannya sih ingin yg terbaik untuk anaknya & bilang kalau orang tau lebih banyak pengalaman jadi lenih tau tentang banyak hal dan harus ikut saran orang tua,padahal belum tentu apa yg disuka oleh si orang tua juga disuka anaknya,aku juga pernah gitu harus ikut saran orang tua,nentuin soal sekolah,aku maunya jurusan akutansi malah dimasukin kejurusan perkantoran alasannya katanya perkantoran lebih baik,tapi sebagai anak yg baik juga harus nurut kata org tua kan?Jadi harus nurut deh sama saran orang tua.
    Tema ceritanya bagus nih masalah yg sering dialami banyak orang tentang orang tua yg kadang suka posesif,aku suka kalimat Karena diri sendiri adalah sumber kebahagiaan yang sesungguhnya karena yg tau tentang diri kita adalah kita sendiri bukan orang lain.
    nama : Shara Shahnaz
    akun twitter : @pshara27
    kota tinggal : Medan

  29. Covernya kece nih! Seekor kupu-kupu indah, tapi berada dalam toples. Gk bisa terbang dan berekspresi sesuai keinginan hati. Lama-lama ia bisa mati juga karena kehabisan udara. Sama seperti Starla yang dikekang ibunya…
    Aku pikir novel ini akan menceritakan tentang pacar yang posesif. Ternyata ibu. Itu malah lebih seru pasti kisahnya. Karena biasanya kan ayah tuh yang posesif.
    Seorang ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Mungkin cara Ibunya Starla aja yang salah.

    Aku juga pernah merasakan menuruti keinginan papa padahal aku gk suka. Saat itu kelulusan SMP. Aku termasuk peringkat 10 besar di kelas dan bisa masuk di SMA Negeri dengan mudah (saat itu untuk peringkat 10 besar, ada poin plusnya). Di saat teman-temanku ramai mendaftar di SMA itu, aku jg sudah mengambil formulir untuk ikut mendaftar. Tapi rasa gembira itu terputus saat papa menyuruhku masuk SMK yang letaknya jauh dari rumah, pinggiran kota, sehingga aku harus kos. Awalnya berat, karena teman-teman di sana banyak yang menggunakan bahasa Jawa ngoko yg terdengar kasar di telingaku. Becandaannya pun terkadang menyakitkan hati. Mungkin karena aku terbiasa sekolah di tengah kota yang bahasa pergaulannya lebih ke Bahasa Indonesia. Tapi aku berusaha untuk menikmati dan menjalani saja perjalanan 3 tahun sekolahku. Aku berusaha mendekatkan diri dengan teman-teman tanpa ikut menjadi terbiasa berkata kasar. Buktinya mereka bisa mengerti.
    Setelah lulus dan makin ke sini, aku merasa ilmu yang aku dapet di SMK ada gunanya juga. Aku mengambil kuliah di jurusan yang sedikit banyak ada hubungannya dengan SMK-ku dulu. Aku juga masih berhubungan baik sama temen-temen SMK dulu.
    Itu artinya, orangtua tidak pernah bermaksud menjerumuskan anaknya. Dan anak, janganlah terus merasa terpaksa. Ambil saja sisi positif dari semua yang diperintahkan orangtua.

  30. Gak bayangin jadi seorang Starla. Kalau baca ini trs dibandingkan sama diri sendiri, pasti rasanya bersyukur banget sama kehidupan yang dimiliki. Kebebasan menentukan pilihan hidup memang tidak dimiliki semua orang.

  31. orang tua terlalu Posesif itu nyiksa, sungguh!
    “Kadang Orang Tua ingin yang terbaik untuk anak nya, dan Begitupun Anak sekuat tenaga untuk bahagiain orang tua dengen ngelakuin yg mereka pinta buat mereka senang”

    itulah yg aku usahain untuk orang tua, walaupun ortu aku gg pernah maksain kehendak mereka ke aku yaaah cukup bersyukur.

    gg bisa bayangin jadi Starla *-* Pasti banyak Pelajaran yang bisa diambil dari NOVEL ini ^_^

    @RinJaeWook

  32. duh, baru tahu deh kalo ternyata ini ceritanya bukan sepenuhnya soal percintaan dua orang insan yang sedang di mabuk asmara. ternyata soal anak yang seperti kerbau dicucuk hidungnya oleh si mama. malangnya…😦
    alhamdulillah di keluargaku tidak ada yang posesif. orangtuaku tidak ada yang memaksakan kehendaknya aku harus bagaimana dan kemana. misal untuk urusan study atau jodoh. mereka sangat mempercayakan pilihan sepenuhnya padaku. jadi, jujur saja aku tidak tahu bagaimana rasanya dipaksa dan terpaksa menuruti kemauan orang lain yang sebenarnya kita sendiri tidak sreg dengan itu. tapi bukan berarti aku ingin ada yang posesif denganku ya.🙂
    kalau untuk novel, aku belum pernah baca yang temanya begini karena aku sendiri jarang aja nemuin yang isinya selain percintaan dua sejoli. eh, entah karena sebelumnya aku terlalu pemilih yang cuma milih tema percintaan (tema favoriku walau mainstream) atau akunya aja yang kudet ya? haha. soalnya kalau beli pake piti sendiri ya akunya musti selektif banget.😀
    sepertinya buku ini oke banget nih untuk dibaca oleh semua umur, karena lebih fokus pada relasi antara bapak-ibu-anak. wah, bisa direkomendasiin nih buat seisi rumah dan keluarga, apalagi kalau memang ada yang posesif, mungkin bisa sedikit tersentil dan sadar.🙂
    kalau untuk isi review-nya, kok cuma Starla dan Belinda aja ya yang lebih dijelasin tentang penokohannya? padahal si bapak alias Manuel masih ada, toh? ya memang sih cerita utamanya tentang Belinda dan Starla tapi alangkah lebih baiknya jika peran Manuel juga disispkan di sana.
    sekian.🙂

  33. bener kata si kakak, orangtua tuh pada dasarnya sayang ma anak tapi caranya mereka itu loh.. cover novelnya bagus🙂 pink, cantik, dan manis.. tapi judulnya gak sesuai banget ya ma warna covernya😛 yakin saya, si Starla bakal diberi kebebasan memilih apa yang dia mau nantinya. menjadi kupu-kupu cantik yang lepas dari kurungan

  34. Alhamdulillah, orang tua saya tidak posesif. tapi tidak terlalu mendukung juga apa yang saya inginkan. *yah itu beda ngga?* ehehe.

    sempet liatin covernya. merhatiin gambar toples yang di dalemnya ada kupu-kupu. mungkin Starla kayak gitu ya, ngga bebas.

  35. ceritanya unik, tentang seorang ibu yang ingin anaknya mewujudkan impiannya yang tak tercapai. bnyk pelajaran kalo trnyata ga semua keinginan org tua itu baik untk anaknya.

  36. Sangat nggak nyaman kalau punya orang tua posesif apalagi kayak mamanya Starla. Padahal kan udah punya Star Agency, kenapa masih maksa anaknya ikutan jadi bintang juga, udah “maksa”in anak orang lain, maksain anak sendiri juga, hahaha.

    Emang bener sih, kalau anak yang hidup dengan orang tua yang bercerai biasanya punya masalah yang lebih daripada anak yang hidup dengan orang tua yang masih bersama. Tapi untungnya, anak-anak seperti itu yang kukenal masih bisa tegar dan nggak kelihatan kalau terbebani dengan masalah keluarga.

  37. ih jd inget ada temen yg mamanya posesif banget, smpe cara dapetin nilai bagus aja jd kerjaan mamanya😦 untung ortu aku ngasih kebebasan buat milih jalan hidup aku :”

    btw, kupu-kupu dalam toplesnya ngingetin ke acara kartun spongebob yang ada kupu2 sendi trs semua warga bikini bottom pd takut, wkwk #eh salah tempat curhatnya#

  38. Saya pikir ini novel yang berbau pacar posesif. Ternyata ibunya ya yang posesif.
    Well, saya nggak bisa ngebayangin rasanya menjadi Starla. Hidup dalam bayang-bayang ambisi ibunya.

    Di bumi ini diisi oleh sebagian besar orang-orang yang tak bahagia. (hlm. 71)
    Karena diri sendiri adalah sumber kebahagiaan yang sesungguhnya. (hlm. 71)
    Ini juga cerminan dari ibunya Starla yang memaksakan kehendak kepada putrinya untuk memuaskan dirinya sendiri. Mengejar ambisinya. –> yang mengakibatkan orang lain juga nggak bahagia. Akhirnya Starla yang menderita tho.

    Sepertinya novel yang seperti masuk dalam list “tipe bacaan” saya. Novel yang membuat galau tingkat dewa, kegalauan yang rumit yang banyak orang tau bahwa mereka tidak tau apa yang harus dilakukan jika dihadapkan dalam situasi sulit seperti itu. Saya penasaran bagaimana Starla menghadapinya dan apa keputusannya?

  39. Posesif – kupu-kupu cantik yang berada dalam toples tertutup. Sayang memang, andaikata saya yang menjadi kupu-kupunya (Starla) saya akan sangat bahagia karena terlahir dengan kelebihan yang luar biasa. Punya mama – papa yang kaya dan nggak ketinggalan zaman. Tapi tidak ada keberuntungan yang benar-benar seutuhnya. Gantinya, Starla harus rela menjadi ‘boneka’ mamanya. Kalau menurut saya setelah membaca review ini, sebenarnya novel Posesif ini memiliki banyak pelajaran yang berarti untuk kita. Andaikan saya yang menjadi Belinda, saya mungkin akan bertindak kurang lebih sama dengannya, tapi saya akan selalu meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan Starla. Bagaimana pun dia puteri saya, dan saya harus selalu ‘bisa’ mendengarkan segala perasaannya. Dan adaikan pun saya menjadi Starla, mungkin yang saya lakukan pertama akan berontak, tapi lama-lama saya juga akan berpikir, karena saya anak satu-satunya mangkannya mama bersikap terlalu posesif, tapi toh apa salahnya membanggakan orang tua, saya kan anak satu-satunya. And, dari pertama saya melihat cover novel ini, feeling saya mengatakan novel ini manis tapi terlalu berlebihan, tapi rasanya kan tetap manis.

  40. Hahahaha saya juga terkecoh nih sama judul bukunya.
    Kayaknya hal kaya begini sering banget jadi bahan curhatan temen-temen, terutama cewek. Mungkin karena anak cewek cenderung lebih mudah diatur-atur kali ya.
    Beruntunglah saya tidak seperti Starla but I’m totally curious gimana endingnya, siapa tau bisa jadi bahan referensi ke temen-temen yang punya masalah yang sama.

    2thumbs up buat reviewnya mbak! Ini pertama kalinya mampir ke blog mbak and I’m enjoying the reviews. Selalu ada kutipan2 favoritnya, love it!!!❤

  41. Alhamdulilah aku terlahir dikeluarga yang enggak maksa keinginan orang tua. Bapak-Ibu dukung keinginanku buat jadi penulis. Enggak maksa buat ini-itu. Tapi bukan berarti aku enggak tau kisah keluarga broken home. Dua teman sudah brokenhome, dan tiga teman nyaris broken home dan mereka bertiga adalah sahabatku sekarang.
    Mungkin Starla masih lebih baik kalau dia mempunyai sahabat yang bias menggantikan dukungan orang tuanya dalam impiannya sendiri. Seenggaknya, dia punya tempat keluh kesah.

  42. “Gue udah capek hidup selalu diatur sama nyokap gue. Gue punya passion, dan ini yang gue mau.” (hlm. 23)

    kalimat ini bener-bener menohok, ketika orangtua menginginkan anaknya menjadi B, sementara anaknya pasionnya di A, bener2 sebuah pertarungan yang hebat… sebagia seorang anak, ingin berbakti, namun anak juga punya jalannya sendiri…🙂
    yups, semua orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, hanya saja terkadang salah menerapkannya. menjadikan anak seperti dirinya yang sebenarnya itu hanya menyisa sang anak🙂

  43. Belajar mengenai dunia anak, bahwa seorang anak akan tumbuh dan berkembang sesuai aspek perkembangan apabila orang tua tidak banyak mengeluarkan kata “tidak” “jangan” apalagi memaksakan keinginan yang anak itu tidak suka. Orang tua harus menyeimbangkan kata “Do” dan “Don’t”🙂

  44. Sebuah puisi indah bertajuk ‘AnakAnakmu’ karya Kahlil Gibran, tepat dijadikan bahan renungan kita semua.

    “Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
    Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
    Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
    Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu”

    Anak adalah individu mandiri, bukan makhluk ‘mini-me’ orangtua. Anak memiliki jalannya sendiri, bukan harus menapaki langkah serupa yang pernah dijalani orangtuanya.

    Dalam novel ini tergambar dengan gamblang bahwa keinginan Belinda, mamanya Starla menjadikan anaknya sebagai bintang bukan karena mendukung keinginan anaknya melainkan sebagai ajang ‘balas dendam’ atas popularitas yang kadung lepas dari tangan.

    Belinda berpikir dia akan merasa puas jika anaknya menjadi bintang. Dia berpikir bahwa semua yang dilakukan untuk kebaikan Starla. Tapi Belinda lupa, Starla punya keinginannya sendiri.

    Akibat semua paksaan itu, Starla jadi tertekan, tak punya rasa nyaman. Dia merasa tak memiliki dirinya sendiri. Jiwanya hampa, sebab segala sesuatu harus sejalan dengan keinginan mamanya.

    Pada akhirnya orangtua sebaiknya berperan seperti yang disampaikan Kahlil Gibran, yaitu sebagai busur, yang membantu sang anak sebagai anak panah yang melesat , menembus langit, dengan kemandirian dan keinginannya sendiri.

  45. wuuiih,jadi pengen banget baca Posesif!
    temanya unik,tapi bersifat kehidupan umum
    paling suka sama cerita yg punya unsur keluarga sama passion
    tadinya kukira posesif ini bertema romance,ketipu sama judulnya.Habis biasanya posesif berkaitan sama romance sih, gak sangka ternyata berhubungan sama keluarga
    covernya manis,suka pink sama gambar kupu-kupunya
    semoga dengan novel ini para orangtua sadar kalau anak punya kehidupannya sendiri&anak bukan alat orangtua dalam berekspresi&meraih keinginan😀

  46. aaaaaaaaaaaaa pengen banget baca…😦
    setiap orang tua pasti punya sisi posesifnya masing-masing. tujuannya sama dan cuma 1, pengen anaknya bahagia dan sukses. tapi ya caranya beda-beda. kayak aku, bebas milih prodi kuliah, bebas milih kuliah/kerja (karena aku anak SMK) tapi 1, aku ga boleh terlalu mencintai fiksi. bete sih, bete banget malah. akhirnya aku pernah nerobos “ke-tidak-boleh-an” itu dgn ikut audisi anggota klub menulis di SMK.
    cuma ceritanya kak Christina Juzwar itu kayaknya keren banget banget, soalnya memadukan antara cinta, cita-cita (passion), dan keluarga..🙂

  47. ‘Keluarga yang berbahagia adalah surga yang kita dapat saat kita masih hidup.’ Kasihan Starla gak ngedapetin hal itu. mama dan papanya justru membuatnya tertekan. kadang-kadang, ambisi orang tua yang tidak terkontrol, menganggap yang dilakukan adlah hal terbaik buat anaknya. padahal, sang anak belum tentu menyukai yang orang tuanya pilihkan. Yaa, pintar-pintarlah meniti buih, alamt sampai ke tujuan. pandai-pandailah menyelami hati anak, alamat sampai apa yang diinginkan.

  48. Kehidupan anak yang segala tindak tanduknya di… giring ya, bahasa kasarnya. Baik ngga sih buat anak? Pasti banyak yang bilang engga, tapi sebenarnya bagus juga loh. Bagus untuk menentukan apa yang paling dibenci si anak :p Pasti ngga enak harus melakukan sesuatu yang kita ngga suka. Tapi meskipun begitu, harusnya orang tua juga jangan terlalu membiarkan anaknya untuk memilih sekehendaknya loh. Nanti malah bikin si anak itu sendiri bingung. Yah galau kan yang jadi orang tua, mau maksain atau ngebiarin. hhe.

    Tapi sekepengennya orang tua untuk mewujudkan impiannya sendiri, seharusnya tidak melibatkan anak-anaknya. Seorang anak, meskipun darah daging sendiri, tumbuh di dalam perutnya sendiripun, tetaplah orang yang berbeda dari induknya. Anak adalah individu yang lain, tidak sama pemikirannya, hanya mirip, jadi apa yang diinginkan anak juga tidaklah sama dengan orang tuanya. Mungkin orang tuanya ingin yang terbaik untuk si anak, tetapi kalau caranya salah, justru hanya membuat anak semakin melawan dan memilih kebalikannya.

    Eh, aku off topic nih, bukunya.. bukunya.. emm.. menarik. Dan akan lebih menarik lagi sebetulnya kalau sudut pandang bukunya dari pihak si ibu. Kan kalau dari pihak anak yang ngga suka dipaksa udah mainstream, nah kalau si ibu yang mengutarakan pasti seru. Aku ingin tahu aja apa yang dipikirkan ibu itu ketika mendengar dan tidak memperdulikan argumen anaknya. Karena aku masih berstatus anak, aku sama sekali ngga bisa mengira-ngira, selain kalau si ibu itu Keras Kepala.

    Tapi kalau baca bukunya, mungkin aku akan suka. Dan satu hal yang aku yakin kalau aku sempat membaca buku ini : marah-marah ibu-anak itu berantem, apalagi kalau ibunya masa bodoh.

  49. Sebuah pembelajaran untuk kita para anak muda.. Agar jangan sampai saat kita punya anak nanti, kita mendikte jalan hidupnya.. Jika punya cita-cita yang belum kesampean sekarang, kejarlah.. Jangan menuntut untuk dikejar oleh anak kita nantinya

  50. Dari covernya yang terkesan girly, saya masih mau bacanya. Masih bingung aja sama hubungan kupu-kupu yang menurut saya habis bermetamorfosis dalam kaleng dengan cerita posesif.

    Saya ingin sekali baca novel yang ditulis Mbak Christina Juzwar. Saya punya temen yang hidupnya selalu diurus orang tuanya. Misalnya, kalau milih Jurusan kuliah yang menentukan dia besar jadi apa, itu harus orang tuanya yang milih. Saya penasaran, apakah sama yang dialami oleh teman saya dengan Starla.

    Kalau beda, terus dimana ya letak perbedaannya?

    Sumpah, pengen baca!

  51. jujur aja, setelah baca review ini, malah jadi males baca (beli) buku ini (kalau dapet gratis sih nggak apa-apa, tetep dibaca). belum apa-apa udah geregetan sama mamanya Starla. aku selalu kasihan dengan anak yang hidupnya terlalu diatur. kasihan juga sih anak yang hidupnya nggak diatur, kadang nggak punya tujuan. yaaah, diatur boleh, tapi jangan dikekang kan. setiap orang kan punya pengertian “bahagia” yang berbeda. buku semacam ini membuat kita makin yakin pentingnya komunikasi dalam keluarga. heart to heart, bukan belum apa-apa udah interupsi.

  52. “Posesif” hmmmm….. kata yang sangat amat sangat ga aku sukai. Yahhh sedikit banyaknya rata2 sisi posesif orang tua kepada anaknya pasti ada. Syukur kalo anaknya nurut, kalo ga? Yah pasti anak bakal bertindak berlainan dari keinginan orang tuanya. Dari novel ini bisa dilihat, kalo starla memang ga menyukai tuntutan demi tuntutan yg diberikan belinda, mamanya. Starla seperti kehilangan jati dirinya, disaat semua anak asyk bermain, tapi starla malah berpacu dalam dunia entertainment demi popularitas yang memang keinginan mamanya. Yahh, Dunia Starla udah di sabotase oleh mamanya sendiri.😦

    Yapp…!! Ini ending nya bagaimana min? Aku kepooo dehh sama ceritanya😀 kalo aku menangin GA ini, novel “POSESIF” nya mau aku kasih baca ke kakak aku yang baru Punya anak satu.🙂 itung2 biar kakak aku ga posesif sama keponakan ku…hehehe…😛

    So, wish me luck ^^

  53. Jujur sii dr rivew masih gamblang” bingung. Bingungnya tuh nicki itu siapa? Aku kira pacarnya starla tp selanjutnya disebu tukang masak. Dan selanjutnya lg ada penjelasan klo ayahnya itu dunianya ttg kuliner. Jadi intinya aku masihh kepo sama Nicki” itu. Lalu kok nggak ada kritik typo” gitu? Apa ini bukunya udh bersih dr typo kahh??? Kak luckty buruannn kasih tau aku.
    Oh ya bicara anak yg menanggung beban akibat brokenhome itu eman sulit bgt. Dulu aja wktu SMP aku pernah punya tmn mengalami nasib gitu. Kasiann memang.. Dia benr” lebih sering dpt masalah, entah dlm hal cinta, sekolah ataupun ttg dirinya sendiri yg kadan jd suka menutupi keadaannya dg berbohong.. T.T semoga tmnku itu jd lebih sabarr #malahCurhat kkkkkkk

  54. Hai, Starla. kita bikin geng, yuk! aku juga punya mama yang ngatur semua di hidupku sampai umur 21 tahun sekarang. bahkan masalah pacar, loh. iya, serius. jadi aku harus pacaran sama satu orang aja, dan itu salah satu alasan kenapa aku sama pacarku bisa sampai 4 tahun begini langgengnya. Starla, kita harus seneng atau sedih, nih? kamu mau kenalan sama aku, nggak? btw, aku mau tahu kisah kamu gimana, jadi aku mungkin bisa bersyukur mamaku nggak se-posesif mamamu. makanya, mendarat ke rumahku, ya! hihi.

  55. eh buset judul nyaaaaaa “POSESIF”
    kok kisah si starla nyaris mirip sama aku ya..
    bedanya, Starla punya mama yg posesif nah aku nya punya kedua orang tua yang posesif..
    tapi aku yakin sih sebenarnya mereka posesif itu buat ngejaga kita juga..
    jadi Starla, bersabarlah karena beliau adalah ibu mu..

    Kak @lucktygs bikin review nya keren nih..
    review nya bikin kita tau garis besar ceritanya..
    bisa bikiin penasaran dengan bukunya atau ilfil dengan ceritanya😀

  56. Semoga belum terlambat, karena meski ada kesempatan kedua, tentu tidak sebagus kesempatan pertama.

    Sejak tahu buku terbaru dr mbk Christina Juzwar ini terbit. Aku sudah jatuh cinta. Judulnya yg bikin aku penasaran. Istilah ‘Posesif’ yg kerap membayangi kenyataan hidup. Entah pada pasangan, atau keluarga. Tapi kenyataan itu ada disekitar kita.

    Selain orangtua yg over protetif, dunia juga dipenuhi dengan orangtua yg diktator dan posesif, Atau apalah lagi… Takut jika nanti ditinggal anaknya menikah, takut jika anaknya berubah jk punya pacar, takut anak nya akan lupa jika jauh darinya, atau apa sajalah yg jd kehwatiran para orangtua.

    Setiap hidup pasti ada resiko. Kadang orang memilih diam dalam ketakutan, tapi banyak juga yg memilih menanggung resiko demi perubahan. Seperti saya mungkin, atau juga seperti Starla , dy belum berani mengambil resiko meski lelah dg semua paksaan dan obsesi mamanya. Begitu pula dengan saya. yg sangat berat melangkah meninggalkan ibu dirumah😦 *kalau begitu yg posesif saya dong* o.O

    Ingat film Indonesia “Heart 2 Heart”?? Starla dan mamanya mirip itu. Wulan Guritno (as mama Indah) yg selalu menjadikan anaknya barbie dan melampiaskan semua keinginannya pd Indah (lupa nama artisnya).

    Gak sedikit di kehidupan nyata orangtua yg seperti Wulan Guritno di film “Heart 2 Heart” atau seperti Belinda di buku karya mbk Christina Juzwar ini. Kadang yg posesif malah sang Ayah. Seperti di film “Operation Wedding”. Sang Ayah g mau kehilangan anaknya atau anaknya gak boleh pacaran karena takut jika anaknya pacaran sang ayah akan kesepian. Sebab perhatian sang anak tidak tertuju pada ayahnya lagi. Ada juga orangtua yg bermimpi menjadi bintang, dokter atau superstar, tp mereka gagal. Makanya mrk melampiaskan semua mimpinya dan keinginan pd sang anak. Pdahal menjadi orangtua itu hrs bijaksana dan sadar. Bahwa jaman mereka hidup sudah jauh berbeda dg jaman yg dijalani anaknya skr. Anak bukan boneka, dan orangtua gak boleh memaksa !!

    Saya suka setiap cerita yg disuguhkan mbk Christina, dy selalu punya ide segar untuk tulisannya. Entah dr kehidupan pribadi, lingkungan atau hanya ide yg bermain di imajinasinya. Karya sebelumnya pun (entah apa judulnya, sy lupa) sy prnah membaca, meski tak satupun bukunya yg sy miliki. Karena sy membaca dr buku pinjaman perpustakaan kecamatan, hehehehe

    Dan mbk Lucty, saya salut. Gimana sih bisa review buku sebanyak dan se komplit itu. Mengkritik memang mudah, tp belum tentu semua orang bisa bertanggung jawab atau membuktikan kritikannya dg hal yg lebih baik dg yg dikritik. Namun mbk Lucty, dy berani. Mengatakan salah atau benarnya sebuah tulisan. Buku lebih tepatnya. Semua buku yg direviewnya pasti bikin orang penasaran. Karena gaya tulisannya yg enjoy dan kata-katanya yg anak muda banget. Gak sepet mata ngeliatnya.

    Saya berharap bisa menjadi saksi, yah…. saksi bisu antara Starla dan mamanya. bahwa ternyata… kehidupan itu memang ada didunia nyata, buka cuma hasil cerita drama, sinetron atau karangan buku saja.

    Mbak Christina Juzwar dan Mbak Luckty, aku mau buku posesifnya. Semoga aku jg salah satu yg beruntung. Aminnnnn….. (@_elokfa)

    *tengkyu* ^_^

  57. dari judulnya, aku pikir cerita novel percintaan.
    eh, ternyata mamah nya yg posesif.
    novel ini mengajarkan bagaimana cara mendidik anak yang baik dan benar.. krn gak semestinya orang tua se-posesif itu. krn pada dasarnya anak punya impian dan cita-cita sendiri..

    ah, pengen banget baca novel ini.. biar tau cara ngedidik anak.. hehe..

  58. “Karena diri sendiri adalah sumber kebahagiaan yang sesungguhnya”
    Mama Starla hrus ngerti makna kalimat ini. Semua orangtua pasti menyayangi anaknya, tapi terkadang orangtua juga trlalu posesif. Seharusnya, dia juga dengar apa yang anaknya mau🙂

    @siwon5858

  59. Ya amplop! Judulnya nipuuuuuuu!

    Intan kira ini novel cerita tentang cowok yang posesif bener sama pacarnya. Eh salah. Ternyata si mama yang jadi mama-mama posesif. Lebih parah dong? Soalnya kalo pacar posesif, bisa langsung diputusin, lah kalo mama yang posesif? Mau diputusin? Silahkeun, lalu jadi batu. mhihiiiii

    Sepanjang baca review buku ini, Intan tetiba kangen ibu sama bapak, pengen meluk mereka. Sekaligus pengen bilang makasih, pada akhirnya ngebebasin Intan buat jadi apa yang Intan mau. Yah, nggak segampang nulisinnya sih, tapi biarlah masa-masa posesifnya ibu dan bapak sebatas jadi kenangan. Juga sebagai peringatan : orangtua bakal membebaskan kita dengan segala pilihan-pilihan yang ingin kita ambil, asal bertanggungjawab, asal nggak sebatas milih terus keok.

    Ntar kalo punya anak, Intan bakal ngebentuk anak Intan jadi kayak apa ya? Doyan berkompetisi juga? Disuruh jadi dokter atau artis (cita-cita masa kecil yang nggak kesampaian)? Atau apa?
    Pengen nemuin jawabannya di Posesif deh. Agar bisa niru sisi posesifnya mama Starla plus ngebuang sisi negatifnya. Agar esok lusa, nggak bakal ada Starla-Starla lain yang kesiksa karena nggak bisa jadi apa yang dia mau.

  60. Di novel ini, sebenernya tujuan Mama nya Starla itu bagus. Dia pengen yang terbaik buat anaknya. Namun Starla justru merasa terbebani dengan segala tuntutan Mama nya itu. Starla ngerasa gak bebas. Tapi memang sih, untuk anak muda kayak aku(?) emang paling gak suka sama yang namanya di kekang. Ini gak boleh tapi harus begitu. Semuanya diatur sama orang tua. Jika ada yang punya orangtua seperti mama & papanya Starla pasti ngerasa sebel. Tapi, kalau nanti orangtua kita udah gak ada, kita bakal kangen sama mereka yang sering ngatur kita :’). Jadi penasaran sama ending dari novelnya. Starla bakalan jadi bintang terkenal dengan ngikutin mamanya, atau menolak tuntutan mamanya(?) entahlah. Cuma Penulis, Tuhan, dan orang yg udah pernah baca novel ini yg tau^^

  61. Saya termasuk anak yang seperti STARLA, memiliki ibu yang posesif. Bahkan saking posesifnya saya tidak pernah bisa mengembangkan hobi dan minat saya. Saya terus-menerus di suruh belajar, harus jadi yang nomor satu, tidak boleh melakukan hal-hal yang saya inginkan.Termasuk membaca novel, katanya hal itu hanya akan mengganggu belajar saya. Saya merasa tertekan akan hal itu. Saya tahu ucapan ibu saya benar, tapi setidaknya saya juga ingin menikmati masa remaja saya dengan hal-hal yang saya sukai. Alhamdulilah sekarang sifat posesif ibu saya agak berkurang. Saya boleh saja membaca novel tapi belajar tetap harus diprioritaskan *Jadi Curhat deh #hehe.

  62. Aku juga punya masalah yang sama dengan Starla Grace. Ibuku selalu memaksaku untuk melakukan apa yang diinginkannya. Aku tahu dia ingin yang terbaik untukku, tapi yang terbaik untukku menurutnya belum tentu yang terbaik untukku. Aku juga passion sendiri, tentunya. Semua orang pasti punya passion kan ? Tapi ibuku dengan jelas melarang passionku itu. Aku pernah sampai bête sendiri. Dan itu masih terjadi sampai sekarang. Ibuku benar-benar orang yang posesif akut, tapi aku masih beruntung karena ayahku tidak se-posesif ibuku *Curhat dikit boleh ya ! hehe😀

  63. Eh, ini bukan genre romance? Wah, selalu tertarik dengan novel yang mengangkat kehidupan keluarga (entah Bapak atau Ibu). Soalnya di setiap baca novel pasti dapet sesuatu ilmu, dan kalau tentang keluarga jadi bisa dapet sesuatu yang bikin kita mikir tentang orang tua atau keluarga kita dari sudut pandang penulis. Salam dan terus nge-review!

  64. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s