REVIEW Seoul, I Miss You

 Seoul, I Miss You

Lagu bisa membuat kita merenung dan lebih mendalami kehidupan kita. (hlm. 74)

ALVINO TAHER

Pemain basket yang handal, juga pemain dram yang keren dan jago, cowok idaman cewek-cewek satu sekolah Tunas Jakarta. Kurang apa coba? Belum lagi wajahnya yang ganteng, hidung mancung karena darah Amerika yang mengalir dari mamanya.

JAE YUN

Dia tinggal bersama Ha Ra. Ibu Jae Yun, Kim Ha Na adalah adik perempuannya. Bisa dibilang, dirinyalah yang sudah merawat Jae Yun semenjak ditinggal ibunya. Untung saja ia menemukan bakat yang dimiliki oleh Jae Yun sedini mungkin. Jae Yun sangat mencintai musik. Bagi Ha Ra, Jae Yun seperti memiliki jari-jari ajaib dan ringan seperti bulu. Piano dan musik sudah menjadi bagian dari hidupnya, sampai sekarang. Jae Yun selama ini bersikap seperti mayat hidup. Hidup segan, mati pun tak mau. Tidak pernah berinteraksi dengan orang lain, tidak pernah berbicara, ekspresi wajahnya juga datar, dan sedikit pucat.

ALEXANDRA TERRY

Ke mana-mana selalu membawa buku coret-coretannya yang ia namai Si Hijau karena ia memang penyuka warna hijau. Buku itu selalu ada di dalam tasnya, dan mengikutinya ke mana pun ia pergi. Alexa memang punya hobi menggambar dan ia melakukannya sejak dulu. Tetapi, baginya gambar hanya sebatas hobi saja. Kedua orangtuanya selalu mendorongnya untuk menekuni lebih dalam dan serius. Tetapi, Alexa belum memikirkannya. Ia masih mau mencoba bermacam hal, terutama di bidang seni. Dia juga mendalami hobi bermain piano.

“Tapi, nggak boleh berhenti di tengah jalan, ya! Harus diselesaikan.” (hlm. 21)

“Kalau kamu mau berhasil memainkan piano, kuncinya cuma dua, latihan dan tekad. Tidak berlaku untuk piano saja, tetapi untuk berbagai hal yang kamu inginkan agar kamu bisa sukses meraihnya.” (hlm. 56)

Apa rasanya jadi Alexa yang disukai dua cowok kece? Disukai satu cowok kece aja udah melambung, gimana kalo dua #eaaa😀

Alexa seperti ababil pada umumnya. Sebenarnya punya bakat tapi masih kurang percaya diri. Padahal punya kemampuan yang tidak dimiliki semua orang. Contoh bisa menggambar dan bermain musik dengan piano. Alexa bisa keduanya. Kurang apa coba? Harusnya PD ya. Tapi begitulah para ababil, suka ragu ama kemampuan diri sendiri. Di sekolah nggak sedikit nih tipe murid kayak gini.

Begitu juga dengan Jae Yun yang tipikal cowok korea banget. Tapi apalah daya masalah keluarga menenggelamkan kekeceannya. Yup, sekarang banyak sekali remaja yang harus menghadapi masalah keluarga, beban hidup yang harus ditanggung sebelum waktunya.

“Jangan takut, aku ada di sini. Kalau kamu gugup, tutup mata kamu dan bayangkan semua pelajaran yang sudah kita lewati. Anggap saja kamu sedang memainkannya untuk aku.” (hlm. 134)

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kalau kamu rajin latihan pasti cepat bisa. Kalau belum bisa, ya, banyak berlatih. (hlm. 69)
  2. Kehidupan itu nggak selalu sedih, kan? (hlm. 73)
  3. Ngomong emang gampang, kan, melakukannya yang susah. (hlm. 115)
  4. Hobi bisa ditekuni dan diseriusi, malah menjadi kelebihan. (hlm. 120)
  5. Dengarkan kata hatimu. (hlm. 226)

Beberapa sindiran halus dalam buku ini:

  1. Menatap bukan berarti ada perasaan suka, dong! (hlm. 67)
  2. Siapa yang bisa memilih orangtua? Mereka juga tidak bisa memilih anak seperti apa yang akan mereka lahirkan ke  dunia. (hlm. 108)
  3. Nggak usah malu jika ingin menangis. (hlm. 151)
  4. Baru ketemu juga sudah bohong? (hlm. 164)
  5. Tidak biasanya mendapatkan tiga keberuntungan hanya dengan sekali coba, kan? (hlm. 174)
  6. Melupakan itu artinya tidak ingin mengingat-ngingat, menghapus memori. (hlm. 200)

Suka ama covernya nuansa merah dan kuning, tapi warna ini kesannya identik ama Tiongkok ya, kan seharusnya Korea. Diseperempat akhir buku baru terasa nuansa Korea.

Ihiy, ada aroma-aroma perpustakaan di halaman 73 dan 79. Oya, beberapa kali dijelaskan jika Jae Yun adalah sosok yang dingin seperti di halaman 34, 41, 71 dan masih ada halaman lainnya yang seharusnya tidak perlu berulang. Oya dijelaskan jika Vino yang sudah kelas tiga adalah Ketua OSIS? Setahu saya jika sudah kelas  tiga tidak boleh lagi menjabat ketua kegiatan eskul apapun termasuk ketua OSIS, hehehe..😀

Beberapa pesan moral yang bisa kita dapatkan; pergaulan, keluarga dan juga cita-cita.

Keterangan Buku:

Judul Buku                          : Seoul, I Miss You

Penulis                                 : Christina Juzwar

Penyunting                         : Dila Maretihaq Sari

Perancang sampul           : Reina S.

Pemeriksa aksara             : Veronika Neni

Penata aksara                    : Gabriel

Ilustrasi isi                           : Belinda C. H.

Foto                                       : shutterstock

Penerbit                              : Bentang Belia

Terbit                                    : Januari 2013 (Cet. 2)

Tebal                                     : 248 hlm.

ISBN                                      : 978-602-9397-58-1

Baca ini cocok sambil dengerin:

Yiruma – Love Me

 

Yiruma – Kiss The Rain

 

Indonesia Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

2 thoughts on “REVIEW Seoul, I Miss You

  1. Ini latarnya di Indonesia ya mbak? Kira aku semacem fanfiction gitu haha.
    Ngomong-ngomong suka Yiruma ya? Aku juga, musik Yiruma ngebuat aku tenang gitu hehe😀

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s