REVIEW Fight for Love

 fight for love

“Nggak semua anak harus meneruskan cita-cita ayahnya. Kalau semua orang mempunyai cita-citanya sendiri?” (hlm. 193)

STARLETT ANNABELLE. Dia tidak akan melupakan momen saat Michael Jordan menjadi MVP. Dia tidak akan melupakan riuh-rendah pendukung Chicago Bulls karena timnya menang. Dia juga tidak akan melupakan saat Michael memberikan tanda tangan di kausnya dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Ya, dia masih memilikinya, kaus bertandatangan itu. Dia menyimpannya dengan baik-baik di sebuah koper berkunci kombinasi karena dulu saat umurnya belas tahun, Fernan yang sedang marah besar karena jatah pizzzanya diambil, mengancam akan membakar kaus itu.

Basket mengingatkannya sosok Kak Endahh, pelatih basket cewek top yang juga seorang alumni di SMA-nya Starlett. Dia sangat mahir bermain basket dan pernah menjadi salah satu pemaindi tim basket cewek terkenal di Indonesia. Dia sangat tangguh dan mampu membawa timnya sukses merebut juara di turnamen-turnamen antar SMA selama bertahun-tahun. Karena ketenarannyalah, Starlett masuk ke SMA ini, dengan harapan bisa memudahkannya masuk ke dunia basket profesional.

 

Starlett tidak tahu kalau akhirnya akan seperti ini. Starlet tidak pernah menduga Kak Endah akan menikah. Yah, Starlet tidak menyalahkannya, setiap orang berhak untuk menikah, tapi kenapa dia harus ikut suaminya ke Jepang? Apa Kak Endah harus tega meninggalkan Starlet dan kawan-kawan sehingga terberai-berai? Lagi pula kenapa sih suaminya orang Jepang?

Setelah Kak Endah menikah dan pindah ke Jepang, tidak ada seorang pun yang berlatih selain Starlett. Mereka hilang harapan ketika Kak Endah pergi. Mereka jadi malas berlatih. Starlett  merasa putus asa karena tidak memiliki siapa pun untuk menjadi partner berlatih dan mengikuti turnamen. Starlett kembali membujuki mereka dan akhirnya marah karena tahu mereka tidak serius mendalami basket. Tidak ada yang menganggap basket sebagai sesuatu yang penting. Semuanya beralasan mengikuti basket karena hobi atau malah iseng. Tidak ada yang menganggap basket sebagai sebuah ambisi, seperti Starlett. Ke mana tim yang dulu Starlett kenal?

“Tuhan punya rencana sendiri yang bagus.” (hlm. 3)

Membaca aroma basket dalam novel mengingatkan saya akan gerombolan murid yang lulus dua tahun lalu. Tahun pertama saya melihat murid unyu lulus SMA. Dan yang kenal akrab rata-rata anak basket seperti Nova, Alif, Iluh dan kawan-kawan. Yup, sekolah tempat saya bekerja salah satu yang menjadi keunggulannya adalah eskul basket. Banyak sekali piala yang disumbangkan dari eskul ini. Kalau pulang sore, pasti melihat gerombolan murid unyu yang sedang pada ikut eskul. Salah satunya ya basket ini.

Banyak selipan sindiran dalam novel ini:

  1. Tahu kan, wanita umur lima puluhan suka melakukan hal-hal aneh. (hlm. 3)
  2. Percaya sama selain Tuhan itu dosa loh. (hlm. 6)
  3. Muka anak cewek tuh harus bersih, biar enak diliat. (hlm. 18)
  4. Gue nggak peduli, soalnya ini rumah gue. Gue bebas mau tampak apa aja di rumah gue sendiri. (hlm. 35)
  5. Kita orang Indonesia? Ngapain juga kita makan ala Jepang? (hlm. 54)
  6. Gue Indonesia asli dan gue bangga jadi orang Indonesia! (hlm. 57)
  7. Nggah tahu bahasa Jepang bukan berarti gue bego, kan? (hlm. 68)
  8. Janji adalah janji. (hlm. 91)
  9. Lo ngebandingin Dufan ama Disneyland? Lo nggak serius kan? (hlm. 94)
  10.  Lo mau latihan basket, bukannya audisi Miss Universe. (hlm. 121)
  11. Udah tahu TV kita cuma nayangin gosip sama sinetron, masih juga lu tonton. (hlm. 143)
  12. Lo takut itu wajar. Nggak ada anak yang bisa nerima tekanan kayak gitu. (hlm. 189)

Seperti yang dijelaskan di kata pengantar novel ini, bukunya juga bakal beraroma Jepang karena pas penulisnya lagi gandrung ama segala sesuatu yang berbau Jepang dan produk-produknya. Saya jadi ingat, sekitar tahun 2007 juga sempat kena racun Jepang karena jaman kuliah, ada beberapa teman kosan yang mengambil Jurusan Sastra Jepang yang saban hari meracuni dengan film-film Jepang, salah satunya seri yang fenomenal dan menguras air mata yang juga ada di selipan cerita novel ini bahkan sempat ada sinetron jiplakannya yang skenarionya sama plek ama versi aslinya; 1 Litre of Tears.

Keluarga ajaib Starlett ini mengingatkan saya akan keluarga Daza di Meet the Sennas yang juga ajaib. Coba saja lihat tingkah ajaib ibunya Starlett di halaman 21, 31, dan 51. Kayaknya Orizuka demen basket ya, soalnya di beberapa novelnya yang lain juga menemukan eskul basket. Nah, buat yang demen basket, cocok nih baca novel ini!😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Fight for Love

Penulis                                 : Orizuka

Penyunting                         : Ken Kinasih

Perancang sampul           : Zariyal

Penata letak                       : Heru Tri Handoko

Penerbit                              : Puspa SWARA

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 228 hlm.

ISBN                                      : 978 602 216 003 8

 

Baca ini jadi penasaran ama Matsumoto Jun:

Penasaran juga ama Aya Matsuura:

 

Baca novel ini cocok sambil dengerin Orange Range – HANA:

Orizuka Books Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/04/orizukas-book-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

3 thoughts on “REVIEW Fight for Love

    • fight for love di sini maknanya ambigu, bertahan dengan klub dan bertahan dengan cinta lawan jenis. Pasti ada romancenya donk…😉

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s