REVIEW It’s Not a Dream!

 its not a dream

“Secara fisik, bisa aja aku ninggalin kamu. Tapi nggak dengan hatiku. Hatiku tetap di hati kamu.” (hlm. 130)

Fayya ini demen banget online dan ikutan kuis buat dapetin macem-macem. Fayya banci banget online, bisa dilihat di halaman 1-2 dan halaman 4-5. Hari Minggu Fayya tak ke mana-mana. Setelah mandi, sarapan, dan menyelesaikan urusan rutin pada hari Minggu –mencuci baju, mencuci sepatu, dan membereskan kamar- ia hanya punya satu agenda. Online. Fayya ini kayak saya versi remaja, gyahahaha…😀

Banyak manfaat yang kita dapatkan dari online dan punya banyak akun medsos. Bisa langsung tau kabar seleb yang kita sukai. Bisa ikut banyak kuis, ikutnya nggak susah, hadiahnya menggiurkan. Bisa cepat dapat info terkini, lebih cepat dari berita di televisi loh.

Oya, tahun lalu saya pernah ikutan lomba via blog, niatnya ngincer juara nomer lima buat dapetin paket buku dan alhamdulillah malah juara dua dapet handphone windows phone. Belum lagi ratusan buku yang saya dapatkan dari menang kuis dan buntelan rutin dari beberapa penerbit semenjak tahun 2010. Pokoknya mah online selagi positif pasti banyak manfaatnya.

Begitu juga halnya dengan Fayya, dia tidak hanya eksis di sosmed tapi juga ikutan macam-macam kuis. Lumayan bisa mendapatkan benda yang diinginkan tanpa menambah beban mamanya. Fayya juga punya blog yang dinamai Dunia Fayya.

Dunia Fayya berisi tulisan sesuka hati Fayya. Pengalamannya sehari-hari, puisi-puisi karangannya, cerita-cerita pendeknya yang pernah dimuat di majalah, buku-buku yang pernah ia baca. Kalau ada tema tulisan yang berbeda dari yang biasa ia tulis di sana, berarti ia sedang mengikutkan tulisan itu dalam lomba menulis di blog.

Andai bisa, sebenarnya Fayya ingin setiap hari menulis di blognya. Sayang, kesibukannya sebagai murid kelas XII IPS membuatnya hanya bisa melakukan hobinya pada akhir pekan. Fayya hobi menulis tidak sekedar curhat galau semata ala ababil, tulisannya beberapa dimuat di media cetak. Lumayan kan hasilnya bisa menambah uang jajan.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Ide ada di mana-mana. Ide ada di sekeliling kita. Ide ada di dalam diri kita. (hlm. 69)
  2. Ada yang percaya dengan cinta pada pandangan pertama, ada juga yang menolak. Yang menolak ini bilang, cinta itu datang setelah lama saling mengenal. (hlm. 104)
  3. Ada yang boleh diketahui orang lain, ada yang hanya boleh dinikmati sendiri. (hlm. 105)
  4. Hubungan jarak jauh itu nggak mudah loh. (hlm. 111)

Banyak sindiran halus dalam novel ini:

  1. Beda deh, kalo yang nge-tweet itu orang beken. Tweet se-nggak-penting dan sependek apa pun tetap aja di reply bahkan di re-tweet oleh follower-nya. (hlm. 2)
  2. Bagaiman bisa menjadi hari Minggu yang menyenangkan jika mati listrik selama berjam-jam? (hlm. 9)
  3. Di mana-mana anak kelas dua belas memang sibuk, kan? Yaaah, bervariasi dari sibuk banget, sibuk, agak sibuk, nggak terlalu sibuk, dan sok sibuk. (hlm. 15)
  4. Mobil aja punyaban cadangan, masa calon pacar nggak ada cadangannya? (hlm. 17)
  5. Iseng-iseng berharap, siapa tahu jadi kenyataan. (hlm. 20)
  6. Nggak ngerti gunanya punya sosmed ada dua alasan; karena nggak punya sosmed ama memandang si sosmed itu dari sisi negatifnya doang. (hlm. 23)
  7. Bergaul dengan orang pintar akan ketularan pintar, paling tidak terlihat pintar atau mendapat jodoh orang pintar. (hlm. 28)
  8. Mendingan kebanyakan mimpi dari kebanyakan utang. (hlm. 31)
  9. Jatuh cinta itu jauh lebih enak daripada jatuh miskin. (hlm. 38)
  10. Jatuh cinta bikin kamu dungu. (hlm. 39)
  11. Kalau bisa gampang, kenapa mesti dibuat rumit. (hlm. 39)
  12. Anak-anak SMA pun punya keahlian menawar level dengan ibu-ibu. (hlm. 49)
  13. Pecinta alam memang seharusnya menjaga kelestarian alam, kan? Bukannya malah merusak dan menyakiti alam. (hlm. 53)
  14. Hanya orang yang sedang jatuh cinta yang bisa merasakan kenyang gara-gara senyum. (hlm. 60)
  15. Cewek lebih cantik kalo tersipu-sipu, bukan karena make up-nya. (hlm. 130)

Buku ini sungguh unyu. Kita bisa menelusuri kehidupan Fayya yang hobi mimpi ini. Bagi Fayya, mimpi-mimpinya adalah ide cerita yang datang tanpa diundang. Tak perlu mengerutkan kening, tak perlu merenung berlama-lama, tak perlu susah-susah mencari, si ide susah datang sendiri. Tinggal mengembangkannya menjadi sebuah cerita utuh. Pantes ya rata-rata penulis hobinya tidur, lewat mimpi inspirasi datang😀

Tahu donk tokoh psikologi yang bernama Sigmund Freud, ahli psikologi yang mendalami masalah mimpi. Teori Piskoanalisis. Menurut ahli psikologi dari Austria itu, mimpi adalah alam bawah sadar yang muncul sewaktu tidur. Setiap mimpi memiliki makna, meskipun mimpi itu sangat aneh.

Percaya akan mimpi?!? Saya percaya. Beberapa kali mimpi menjadi sebuah firasat akan suatu kejadian. Contohnya saja saat satu hari sebelum mama meninggal. Saya bermimpi naik bus, mamanya juga naik bus dengan arah yang berlawanan dari bus yang saya naiki itu, jadi kayak semacam papasan busnya. Dan kenyataannya, mama meninggal besoknya dan saya nggak sempat melihat beliau terakhir kalinya karena kuliah di pulau seberang. Pas baru-barunya mama meninggal, rapor adik nggak ada yang tahu di mana naronya, kayaknya semua penjuru rumah udah diberesin buat nyari, tetap nggak ketemu juga, malamnya papa mimpi mama kayak lagi di taman, besoknya rapornya ketemu di laci meja.

Setiap mimpi mempunyai arti tersendiri dan harus ditafsirkan secara individual. Mimpi mengungkapkan keinginan bawah sadar. Mimpi juga memberikan petunjuk tentang kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.

Lewat novel ini kita jadi tahu istilah OBE alias Out of Body Experience. Di OBE ini, orang yang bermimpi ngeliat dirinya ada di luar badannya. Dalam keadaan OBE, orang yang bermimpi itu bisa berjalan-jalan, bisa mendengar, bisa merasa.

Bukunya cocok dibaca buat remaja kayak novel penulisnya yang sebelumnya saya baca, Kayla Twitter Kemping (yang juga diselipin di novel ini) di halaman 17. Di jaman udah ada twitter, harusnya udah nggak ada istilah PMDK karena beberapa tahun sekarang ini nama sitilah berubah menjadi SNMPTN😀 #NyamarJadiMurid

Pas baca halaman 29, ketika Fayya leyeh-leyeh di pepohonan tua sekolah jadi keinget pohon cinta di sekolah tempat saya bekerja. Pohonnya gede banget, ini pohon udah ada sejak jaman sekolah berdiri. Konon banyak ‘penunggunya’. Tapi kok ya kalo siang murid-murid unyu pada betah banget neduh di bawahnya?!?😀

Keterangan Buku

Judul                     : It’s Not a Dream

Penulis                 : Triani Retno A.

Editor                    : Afrianty P. Pardede

Penerbit              : PT. Elex Media Komputindo

Terbit                    : 2014

Tebal                     : 159 hlm.

ISBN                      : 978-602-02-4440-2

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

One thought on “REVIEW It’s Not a Dream!

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s