REVIEW Cinta Valenia

 cinta valenia

Nggak ada yang tahu masa depan seperti apa, kan? (hlm. 224)

VALENIA MARETA

Pelajar putih abu-abu. Konon katanya wajahnya mirip Tasya Kamila, mantan artis cilik. Dia bahkan sempat muncul di TV di sebuah acara reality show gegara dia mirip artis tersebut. Tapi hal itu tidak membuatnya sombong, justru dia terkadang merasa risih jika orang mengenalnya gegara dia pernah muncul di TV.

ERNEST SYAILENDRA

Baginya, kelas 12 terasa berbeda. Selain ia harus siap dengan pelajaran yang lebih sulit, ia juga harus membiasakan diri terpisah dari Valenia. Saat kelas 11, Ernest duduk tepat di belakang Valenia, melihatnya sepanjang pelajaran. Membaui wangi rambut dan tubuhnya tiap hari, tapi ia harus menahan perasaannya. Sekarang ia tak perlu lagi menutupi rasa cintanya pada Valenia, mereka justru berada di kelas yang berbeda.

“Aku akan milih meja paling depan, supaya nggak ada cewek mana pun yang ada di depanku, kecuali bu guru. Dan aku nggak mungkin naksir bu guru.” (hlm. 4)

“Kalau cowok yang duduk di belakangmu diam-diam suka kamu, aku nggak bisa berbuat apa-apa. Tapi aku berdoa semoga yang duduk di belakang kamu cewek semua.” (hlm. 5)

KAFKA MAXIMA

Secara keseluruhan, Kafka memang sosok yang menarik. Bukan hanya tampilan fisiknya, karakternya juga unik, lain daripada yang lain. Jika ia mau, bisa saja dia mencoba peruntungan berkarier di dunia entertainment. Tapi ia lebih suka menjadi seniman daripada selebritis. Menjadi pemain drama pastilah bukan cita-cita yang akan disetujui kedua orangtuanya. Namun itulah uniknya Kafka. Ia bukan anak yang mudah diatur siapa pun, termasuk orangtuanya sendiri.

CAYLA SASIKIRANA

Dia sempat kehilangan kepercayaan pada sosok lelaki sejak merasa sangat dikhianati papanya. Sejak ia berusia sepuluh tahun, ia memang sudah merasakan perhatian papanya semakin berkurang. Bukan hanya kepada mamanya, juga kepadanya. Papanya tak lagi tersenyum tiap berada di rumah. Mudah sekali marah, bahkan pernah memukul mama dan dirinya. Ketika dia masuk SMP, papa dan mamanya perang besar. Ia cukup mengerti apa yang menyebabkan kemudian mamanya menuntut cerai dari papanya.

Benarkah cinta hanya soal seberapa sering menghabiskan waktu dengan seseorang? (hlm. 164)

Seperti ababil pada umumnya, kehidupan Valenia, Ernest, Cayla dan Kafka ini juga nggak jauh-jauh dari yang namanya cinta dan diperciki bumbu cemburu. Valenia dan Ernest yang pacaran kini tak lagi sekelas, Valenia dekat dengan Kafka karena sering latihan drama bareng, kemudian Cayla yang selalu nempel terus di mana Ernest pergi. Apakah hubungan Valenia dan Ernest akan berjalan mulus?

Penjabaran Valenia yang mirip Tasya Kamila harusnya tidak usah berulang kali. Lumayan banyak loh, seperti di halaman:

  1. Aneta yakin sekali Valenia mirip artis Tasya Kamila. Kenyataannya memang demikian. (hlm. 12)
  2.  Beberapa orang menganggapnya mirip artis Tasya Kamila. Dan anggapan itu seolah mendapat pembenaran saat Valenia ikut serta acara mirip artis di stasiun televisi dan terpilih menjadi pemenang. (hlm. 123)

Ada beberapa kehidupan drama ala remaja putih abu-abu yang kerap saya lihat di sekolah😀

  1. “Ya udah deh, terserah kamu. Silakan antar dia. Nggak usah peduliin aku, aku nggak penting.” (hlm. 32)
  2. Semua berubah. Terutama Ernest yang berubah. Jam istirahat tadi Valenia datang ke kelas Ernest untuk mengajak makan siang bareng. Tapi Ernest sudah tak ada di kelasnya. Kecewa. Tentu ia sangat kecewa. Kenapa Ernest tega sekali meninggalkannya hanya demi teman sebangkunya itu? (hlm. 38)

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Cinta kan harus diperjuangkan. (hlm. 5)
  2. Kamu harus menghormati yang lebih tua dari kamu. Itu adalah sikap seorang berjiwa seni tinggi yang santun. (hlm. 117)
  3. Cinta itu merelakan. (hlm. 169)
  4. Setiap orang pasti pernah punya masalah. Hidup nggak selalu berjalan lancar. (hlm. 183)
  5. Menghadapi perceraian orangtua memang bukan hal mudah. Apalagi jika masing-masing orangtua sudah berpasangan lagi dengan orang lain dan bersikap tidak baik. (hlm. 184)
  6. Kita masih muda. Harus hati-hati dalam bertingkah laku. Sebaiknya kita saling menjaga sikap, jangan sampai terjerumus dalam perbuatan yang nanti akan membuat kita menyesal. (hlm. 216)
  7. Setiap manusia, selain punya kekurangan, pasti ada kelebihannya. Tuhan Maha Adil. (hlm. 217)

Banyak juga selipan kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Mana ada pacaran sehat. (hlm. 2)
  2. Aku cukup percaya diri, nggak perlu cemburu. (hlm. 7)
  3. Tiap cewek punya keunikan sendiri-sendiri. Jangan dibanding-bandingin donk. (hlm. 13)
  4. Jangan menganggap semua laki-laki sama brengseknya. (hlm. 18)
  5. Ibu tiri tidak sejahat yang tergambar di sinetron. (hlm. 36)
  6. Siapakah yang rela jika orang yang dikasihi justru mengantar pulang gadis lain? (hlm. 42)
  7. Jangan menyebut orang lain nggak sopan. (hlm. 47)
  8. Sebagai anak muda bangsa ini, sudah seharusnya kita memahami budaya kita sendiri. Jangan banggain negara lain terus. (hlm. 53)
  9. Cemburu atau nggak cemburu bukan urusan kamu. (hlm. 63)
  10. Menjadi artis memang cita-cita banyak anak muda jaman sekarang. (hlm. 64)
  11. Bedalah sikap orang yang saling jatuh cinta dengan yang biasa saja. (hlm. 98)
  12. Siapa pun bisa berubah. Sekalipun hanya dalam waktu tiga bulan. (hlm. 101)
  13. Semua lelaki tak ada bedanya. Tidak bisa memahami perasaan perempuan. Tidak peka dengan semua tanda-tanda yang sudah ditebarkan. (hlm. 107)
  14. Perasaan nggak bisa dipaksa. (hlm. 129)
  15. Baru main drama saja sudah cinta lokasi. (hlm. 140)

Greta, teman sebangku Valenia hobi banget menerawang orang lain:

  1. “Menurut penerawangan gue, elo sebenarnya punya jiwa seni tinggi. Tapi elo belum nemu aja tempat yang tepat buat menyalurkan bakat seni lo itu.” (hlm. 12)
  2. “Mm…nama pacar lo diawali huruf E, diakhiri huruf T. Iya kan?” (hlm. 27)
  3. “Dibilangin nggak percaya. Ini hasil penerawangan gue terhadap apa yang mengusik perasaan dan pikiran lo sekarang.” (hlm. 76)
  4. “Kalau mau tahu rumah Kafka sih enggak usah pakai diterawangi segala, buang-buang energi gue aja. Nerima wangsit penglihatan kan butuh kekuatan batin yang artinya mengeluarkan energi.” (hlm. 108)
  5. “Kalau menurut penerawangan gue, Kafka lagi ada masalah keluarga.” (hlm. 109)

Setahu saya, anak yang punya ‘penglihatan lebih’ biasanya tidak ember dengan apa yang ‘dlihatnya’, apalagi jika itu menyangkut nama baik seseorang. Terus, jarang juga yang mau menerawang untuk hal-hal sepele, soalnya untuk ‘melihat sesuatu’ biasanya butuh energi yang lebih. Saya punya sepupu yang bisa menerawang, tapi dia sudah janji pada ayahnya tidak akan memberi tahu masa depan orang lain. Istilahnya getuk tular, kalo satu orang tahu bakal berderet yang tahu. Ember satu, bocor semua rahasia. Dan sampai sekarang sudah punya anak dua, dia hampir melupakan kelebihannya itu. Hanya digunakan untuk hal-hal yang penting saja.

Cayla adalah representasi remaja efek broken home. Remaja seperti ini, walaupun tidak semuanya sih, rata-rata memiliki sifat frontal. Mungkin imbas dari masalah di rumah. Mereka tidak boleh dijauhi, justru harus dibimbing dan diarahkan. Seperti halnya Cayla ini yang kesannya agresif banget ama Ernest karena sesungguhnya dia haus akan sosok laki-laki yang baik, trauma akan sikap ayahnya dulu. Cayla ini sebenarnya remaja yang berbakat, buktinya aktingnya lebih bagus dari Valenia dan di puji Kak Myrna, pengajar akting klub drama sekolah.

“Apa kamu pernah merasakan orantuamu bercerai? Pernah merasa nggak dipedulikan papamu? Dimaki-maki ibu tirimu? Pernah cintamu ditolak cowok? Jangan bilang kamu punya masalah juga kalau belum pernah mengalami itu semua. Karena itu yang aku alami!” (hlm. 184)

Kemudian ada juga tokoh Raisa, adik Kafka yang harus di kursi roda seumur hidupnya. Raisa ini sebenarnya anak yang berbakat dalam bidang musik, hanya saja karena kesibukan orangtuanya dan mereka sudah pasrah akan keadaan anaknya seakan melupakan bakat Raisa itu.

“Aku pengen kayak dulu lagi. Jadi cewek sehat yang disayang papa mama. Sekarang Raisa jelek dan lumpuh. Papa mama benci Raisa yang sekarang. Raisa benci penyakit ini.” (hlm. 152)

Dibandingkan dua tokoh utamanya; Valenia dan Ernest, ketiga tokoh tersebut justru lebih kuat. Bisa berpotensial dijadikan tokoh utama di novel selanjutnya. Banyak pesan moral yang bisa diambil dari novel remaja, tidak cuma tentang cinta tapi juga cita-cita, persahabatan, dan keluarga. Oya, sebenarnya ada juga selipan unsur sejarahnya terutama saat mengulas drama antara Ken Arok, Ken Umang dan Ken Dedes.

Keterangan Buku:

Judul buku                          : Cinta Valenia

Penulis                                 : Arumi E.

Editor                                    : Afrianty P. Pardede

Penerbit                              : PT. Elex Media Komputindo

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 229 hlm.

ISBN                                      : 978-602-02-4238-5

Indonesia Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

32 thoughts on “REVIEW Cinta Valenia

  1. Pingback: GIVEAWAY Cinta Valenia | Luckty Si Pustakawin

  2. Setelah baca reviewnya, aku makin penasaran pengin baca novelnya langsung.. aku jg pengin tahu, knp mesti Valenia yg jd tokoh utamanya, pdhl jalan hidup Cayla lebih complicated. jg penasaran dgn endingnya, Valenia bakal jadian sm siapa dan Cayla sm siapa..

  3. Paparan tokoh2nya unik dan beda, memiliki karakter masing2 yang bisa buat referensi untuk menulis. Banyak pesan positif yang disampaikan membuat novel ini layak untuk bacaaan remaja jaman sekarang sepertinya agar tidak terjerumus pada pacaran negatif sesuai dengan quotes di atas yang :
    Mana ada pacaran sehat. (hlm. 2)
    good job kak Arumi❤

  4. setelah baca reviewnya, menurut saya buku ini menceritakan drama percintaan remaja dikalangan putih abu abu. hehe
    kalimatnya enak dibaca, suka banget sama kalimat favorit dan kalimat sindiran halus, ceritanya menarik, ringan, mudah dipahami.
    jadi makin pingin banget baca novelnya. penasan banget.
    sukses selalu.🙂

  5. Novel yang cukup komplit menurut aku… dalam satu cerita dapet pesan yg byk ^^ dan memang pas banget nih buat dimasukin daftar koleksi buku novelku. Bicara masalah penasaran, udh pasti aq pngen baca novelnya. Apalagi ini dengan background putih abu-abu. Wahh.. bkalan flashback ke masa SMA lagi nih kyaknya kalo baca novelnya.. ingin tau, bagaimana masing2 tokoh memecahkan setiap masalah mereka. Semoga aq diberi kesempatan untuk membacanya. Amin…. wish me Luck^^

  6. sebenernya kalau dilihat dari reviewnya, kisahnya bener-bener kisah klasik di masa putih abu. gimana rasanya deket sama seseorang, complicated saat harus terpisah jarak (padahal cm beda kelas) dan masing2 juga ada yg ngedeketin, plus ditambah sama dampak/efek yang dirasakan di masa remaja saat berada di keluarga broken home.
    hanya saja bumbu cerita dan kalimat-kalimatnya yg dibuat supaya buku ini menarik dan membuat saya tertarik hahaaha
    kak Arumi keren deh bikin semua masalah itu jadi 1 di 1 novel ini. sukses terus ka🙂

  7. masa putih abu-abu saya udah lewat. hahaha, ya udah sih gpp.
    tapi pengen deh baca novel ini, siapa tau bisa sekalian nostagia.. yah, walaupun masa putih abu-abu ku ngga serumit cerita di novel Cinta Valenia ini. Mungkin banyak pelajaran yang bakal bisa dipetik dari novel ini..

  8. biasanya tokoh teman dekat itulah yang menjadi favorit dari pembaca karena keberadaannya yang selalu tidak pernah jauh dari tokoh utama ketika terkena badai masalah. dari buku-buku yang sudah aku baca, rata-rata si teman dekat ini adalah sosok yang selalu ‘hidup’ dan aku menyukai mereka. tapi setelah baca review ini, sosok Greta membuat aku tambah penasaran. maksudku penasaran dengan karakter si Greta itu bener nggak kayak gitu? atau jangan-jangan malah beda dari kebanyakan? dan tentunya penasaran dengan kisah selengkapnya, terutama 3 tokoh yang kata kakak lebih kuat itu. ingin kubuktikan. hehehe.
    kalau boleh aku terawang nih ya *tuh kan jadi ketularan nerawang* dari kutipan ucapan-ucapan Greta yang kakak cantumkan di atas, terlepas dari soal cenayangannya itu, kalau lihat dari cara penuturannya sih kayaknya Greta ini karakternya cablak banget yes, bener nggak? karena rata-rata para sohib ya begitu kan?🙂
    bagiku kisah yang mengangkat tema remaja tidaklah membosankan, juga di mata orang dewasa. kalau untuk remajanya sendiri memang ini makanan mereka. sedangkan untuk yang dewasa itu ketimbang menilai tema dan jalan ceritanya pasaran atau tidak, akan lebih terasa nuansa nostalgianya dengan materi cerita yang ada. sedangkan kisah sampingan tentang sahabat dan lain-lain itulah bumbu penyedapnya supaya pembaca nggak bosan dengan si tokoh utama.
    kalau novel yang ceritanya ala remaja gini, pas banget kalo kakak bikin review-nya dengan memperbanyak fav quotes dan jackpot-nya adalah kalimat-kalimat sindiran itu. cukup eye-catching untuk remaja. to the point. sungguh mengundang rasa penasaran. eikeh yang udah twenty something gini aja masih berasa penasaran, apalagi yang masih pada piyik-piyik.😀

    “Sebagai anak muda bangsa ini, sudah seharusnya kita memahami budaya kita sendiri. Jangan banggain negara lain terus.” (hlm. 53)
    that’s my fav. superb untuk nyentil para unyu yang sedang/masih demam hallyu. hohoho =)))

  9. menyelipkan unsur sejarah dalam Cinta Valenia membuat saya penasaran mengenai drama antara Ken Arok, Ken Umang dan Ken Dedes yang terkandung didalam novel kakak tersebut.
    Kalau Baca langsung novel ini aku rasa bisa jadi inspirasi dan manfaat untuk pembaca lainnya.

  10. setelah baca review ini kalo diliat ceritanya klasik ya kayaknya cinta segiempat anak sma lalu ada anak yang terkena broken home. dan untuk castnya kalo dari penjabaran review ini yang kuat perannya gitu Kafka sama Cayla. Kalo Ernest dan Valenia sendiri malah kayak biasa aja.
    oh ya di akhir riview mbak bilang tokoh 3 itu bisa dibikin cerita sendiri, mungkin aja mbak nanti novelnya mbak rumi bakal nyeritain soal ketiga tokoh ini, kayak novel restartnya mbak Nina Ardianti yang nyeritain sahabatnya tokoh Fly to the sky.

  11. Keren ya ceritanya, tokohnya seperti benar-benar hidup di cerita itu. Aku paling suka sama Ernest. Dia tipe cowok yang nggak suka nyakitin cewek, berprinsip, dan pasti dia sangat setia. Andaikan semua cowok di dunia ini kayak dia. Mungkin kehidupan para wanita bisa lebih baik lagi dari pada sekarang. Maksudnya lebih baik itu kan jaman sekarang banyak banget gitu wanita yang jadi korban KDRT. Huft.. semoga Ernest benar-benar ada ya.
    Ini kalimat Ernest yang aku suka, “Aku akan milih meja paling depan, supaya nggak ada cewek mana pun yang ada di depanku, kecuali bu guru. Dan aku nggak mungkin naksir bu guru.”
    Dari kalimat itu aku bisa menyimpulkan bahwa karakter Ernest sedemikian rupa.

  12. Biar jadi surprise, kuputuskan cuman baca dengan antusias review nya sampai profil tokoh2nya^^ klo diterusin nanti malah jadi spoiler dan berujung gak seru pas baca langsung huehehe^^ Banyak harapan buat Ernest!!!!! Semoga dia nanti diceritain bahagia endingnya…… *o*

  13. Kenapa sih orang lain bisa bahagia dengan pria terdekatnya? itulah sepercik kalimat pertama yang muncul dari benakku setelah membaca review ini ^duilehhhhh*
    Ada yang unik dari novel ini. Sebelum memasuki halaman pertama, diharapkan para readers bisa menyiapkan notebook dan bolpoin khusus untuk menuliskan quotes2 yang bertebaran dihalaman novel ini😀 kayak rapat aja harus ditulis apa yg penting. hahaha😀
    tapi sayang, tema cukup mainstream dalam kehidupan remaja jaman sekarang. walaupun begitu, pasti tidak sedikit pembaca yang sangaaaaaatttt sangat penasaran sama seluruh isi cerita. terutama watak para tokoh. iyakan?🙂
    aku paling suka quote: “Setiap orang pasti pernah punya masalah. Hidup nggak selalu berjalan lancar.” nah ini quotes yang pas untuk dijadikan refrensi dalam kehidupan. life is never flat *kayak iklan*😄 banyak banget amanat yang disampaikan dalam novel ini walaupun bertemakan dunia remaja yang penuh cinta.
    namun sayang, nama dalam tokoh ini terlalu kebarat-baratan. percaya deh novel bersampul pink unyu ini pasti banyak yg suka. Sukses selalu kak! ^^ terimakasih.

  14. Setelah saya baca review novelnya, makin penawaran dengan tokoh valenia yang dijelaskan hanya sekilas dan bagaimana sikap & hubungan antara valenia dan ernest semenjak mereka berbeda kelas. Tapi cerita ini menarik, membaca reviewnya saja bikin penasaran dan pengen tau gimana alurnya😀

    Kata-kata terselip yang aku suka “Tiap cewek punya keunikan sendiri-sendiri. Jangan dibanding-bandingin donk. (hlm. 13)” karena nyatanya emang cewek itu gak suka di sama-samain atau dibandingin.

    Sukses selalu yaaa, semoga penasaranku terbalaskan oleh hadiah buku ini. Terima kasih🙂

  15. Setelah membaca review novel cinta valenia. Aku menjadi sangat tertarik sekali untuk membaca lebih jelas lagi. Isinya tidak semua tentang cinta namun penulis dapat menyisipkan hal-hal positif dan juga dunia pendidikan dalam novel tersebut. Semoga menang dalam kuis ini, udh gak sabar banget buat baca novel itu… Good Job buaat kak Arumi E. Terimakasih😀

  16. Tema yang diangkat cerita remaja ini sebenarnya klise. Tentang cinta, persahabatan, keluarga, broken home and so on. Tapi yang menarik dari cerita ini adalah kerumitannya dan karakter tokohnya yang beragam.
    Juga cerita hidup masing-masing tokoh yang bikin penasaran. Selain penasaran sama tokoh utama yang mirip dengan Tasya Kamila, aku juga penasaran sama tokoh Ernest. Dan kelanjutan cerita Cayla yang nempel terus sama Ernest. Serunya tuh di situ (bukan ‘sakitnya tuh di sini’)😀
    Pokoknyaaa makin gak sabar dah baca bukunya🙂

  17. Review nya setelah dibaca keren banget🙂 karena bnyk sekali nilai2 positif tg dpt diambil dari novel ini . novel yg sangat unik & menarik bisa memadukan percintaan ,keluarga & sejarah . Jadi bisa disimpulkan bahwa novel ini bisa menambah pengetahuan kita tentang sejarah & bisa mengerti makna percintaan yg sebenarnya itu .🙂

  18. Membaca review novel ini, jadi tertarik karena ada ulasan drama antara Ken Arok, Ken Umang dan Ken Dedes di dalamnya. Dan juga kisah haru tentang Raisa yang harus ‘bersahabat’ dengan kursi roda seumur hidupnya😉

  19. Review kak Lucky mnurut saya slalu lengkap dan bermanfaat. Bisa buat referensi saya untuk belajar review juga. Soalnya saya ini reviewer pemula *hehe😀

  20. Teenlit yang complicated banget! Cocok buat bacaan remaja sekarang. Perpaduan karakter yang unik, permasalahan yang nggak melulu tentang cinta tapi juga menyangkut keluarga dan sahabat, juga banyak edukasi di dalamnya. Perpaduan yang hebat! Dan sepertinya fresh yaa.. Jarang banget ada teenlit yang bisa membuat remaja nggak semakin galau. Dan rasanya teenlit ini akan menjadikan remaja semakin dewasa dan bijaksana. Kata-kata santun yang saya temukan dalam review nya sangat bisa diandalkan untuk meng-edukasi para remaja sekarang yang mulai mengacuhkan sopan santun nya. Good Job Arumi😀
    Padahal saya kira ini teenlit yang yaaah biasa aja. Ternyata banyak banget edukasinya. Saya harap teenlit saat ini nggak melulu tentang cinta yang hanya bikin galau dan bikin nggak semangat. Saya harap teenlit sekarang seperti ini, yang turut membangun sikap dan karakter mereka.

  21. Aku suka sama review novelnya. Novel teenlit yang bernuansa kehidupan complicated seorang remaja bahkan berani menampilkan permasalahan perceraian. Diulas lebih detail. Persahabatan, keluarga dan percintaan benar-benar diramu dan disatupadukan dengan unik. Pesan moral dan juga edukasi-edukasi yang diajarkan pun memberikan pengetahuan serta membuka hati kita bahwa hidup itu tidak selalu mulus terutama pada masa-masa remaja. Awal permasalahan menuju kedewasaan. Jadi, pengin baca dan masukkan ke list novel recommended.🙂

  22. Reviewnya sukses bikin aku penasaran. Cerita cinta anak remaja beserta kehidupan sehari-harinya yang dibungkus dengan komplit. Banyak juga pesan-pesan positif yang tersimpan di dalamnya. I REALLY WANT READ THIS BOOK!,

  23. penasaran banget dengan novel ini!!! si ernest nya juga so sweet banget kayaknya. smpai mau duduk paling depn bir gak ada cewe lain yg duduk di depannya selain valenia😀
    novelnya khas anak remaja banget, tentang persahabatan, cinta dan kehidupan, novelya juga unik, mengangkat tentang broken home. kayak nano nano.. rame nih ceritanya. penasaran bgt sama novel inii!!

  24. Kayaknya tokoh Cayla lebih bagus dijadiin tokoh utamanya. Konfliknya lebih greget gitu :3 Alurnya kok agak mirip sama Remember When ya? Valenia yg pacaran sama Ernest, tapi justru deket sama Kafka semenjak kelasnya pisah sama Ernest. Hmm.. Hanya pendapatku sih hehe. Overall, menarik. Kisah percintaan abege memang gak pernah ngebosenin!😀

  25. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s