GIVEAWAY Surat Untuk Ruth

Yay, target posting 200 review di tahun 2014 akhirnya tercapai juga di November ini. Saya sempat bernazar, buku yang diposting untuk review ke 200 ini akan dibuat giveaway. Dan jatuh pada buku Surat Untuk Ruth – Bernard Batubara😀

MAUUU?!?! 😀

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @benzbara_Jangan lupa share dengan hestek #GASuratUntukRuth dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah jika diberi kesempatan membuat surat dalam bentuk buku. Ditujukan ke siapakah surat itu? Beri alasannya.

5. Tuliskan komentar tentang REVIEW Surat Untuk Ruth, di link ini

https://luckty.wordpress.com/2014/11/11/review-surat-untuk-ruth/

6. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek  #GASuratUntukRuth yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GASuratUntukRuth ini berlangsung lima hari saja: 14-18 November 2014. Pemenang akan diumumkan tanggal 19 November 2014.

PicsArt_27_10_2014_16_42_36[1]

52 thoughts on “GIVEAWAY Surat Untuk Ruth

  1. Nama :Mila Reski
    akun twitter: @mila_reski
    kota tinggal: makassar

    jika d beri kesempatan u/ menulis surat dlm bntk buku, ingin sy tujukan u/ ayah saya. karena sy nggak ckup dekat dgn ayah sy. spt d hari ayah kmrn, sy msh merasa sdkt canggung u/ sekadar mengucapkan ‘selamat hari ayah’. mgkn dgn menulis surat u/ ayah sy, ayah sy akan tahun dan mengerti kalau anaknya ini sngt menyayanginya. kadang sy cuman berpikir biarlah hanya Tuhan dan sy yg tahu kalau sy sngt cinta ayah, tp kalau d pikir lg selama ini sy blm dpt membanggakan ayah sy.. dgn surat itu, sy ingin mengatakan sy cinta ayah sy dgn cra sy sndiri…

  2. Nama : Shofiullah
    Twitter : @esfiu
    Kota Domisili : Jakarta

    Jawaban :
    surat tersebut saya tujukan kepada ibu…
    karena begtu banyak kata yang ingin ku ucap, namun belum semua ku sampaikan pada ibu, kasih sayang dan cinta nya tak cukup di tulis dalam goresan pena. agar semua anak di dunia ini sadar bahwa ibu adalah satu dari kunci keberhasilan kita, tidak ada lagi kekerasan ibu di bunuh anak kandungnya, tidak ada berita lagi ibu dianiaya anak kandungnya. Na’udzubillah min dzalik.

  3. Jika aku diberi kesempatan menulis surat dalam bentuk buku, maka aku menuliskannya hanya untuk dia yang kuharap bisa jadi imamku. Karena aku tak berani mengutarakan, jangankan mengutarakan isi hati. Memberi perhatian kecil saja aku tak berani. Mungkin jika dengan surat akan lebih berani dan suatu saat surat yang aku tulis bakal menjadi sejarah, saksi bisu dalam hidup betapa aku mencintainya. Aku akan tetap menunggunya dalam diam dengan setia dan penuh cinta meski senja terus berulang.

    Nama: Rainif Venesa
    Akun Twitter: @NesAndika
    Kota: Bengkulu

  4. Andhinia ASR
    @dhiniASR
    Bandung

    Surat dalam bentuk buku akan saya tujukan kepada seorang laki-laki yang saya panggil dengan sebutan Mas, yang sekarang lokasinya sudah sangat jauh dari saya. Begitu jauh sampai saya tidak bisa menjangkaunya lagi, kecuali lewat doa dan mungkin lewat surat-surat yang tidak akan pernah sampai lagi kepadanya. Surat-surat yang berisi penyesalan karena terlambat untuk mengucapkan maaf ketika kami bertengkar di hari-hari terakhir kami bertemu, berisi kemarahan terhadap diri saya karena tidak pernah mau mengalah dan menyampaikan apa yang benar-benar ingin disampaikan, serta berisi kekecewaan karena waktu yang kami habiskan bersama hanya sekitar dua tahun sebelum kami dipisahkan jarak yang begitu tak kasat mata. Surat-surat yang akhirnya akan berbentuk kenangan dan kerinduan untuk bisa kembali bertemu, yang rasanya begitu membuncah. Mengenang semua kebaikan yang pernah saya rasakan ketika kami masih bersama, mengenang perubahan yang saya alami dengan dibantu olehnya, serta mengenang kebersamaan singkat sebelum takdir memisahkan. Dengan harapan suatu saat saya bisa mengulang waktu dan mengubah kejadian terakhir di dalam kebersamaan kami supaya kenangan yang tersisa tidak dibaluri oleh penyesalan yang begitu mendalam.

  5. Nama : Sofhy Haisyah
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Kota Domisili : Makassar

    buat Kak Luckty

    Pengen bilang aja, makasih atas review buku serta event giveaway-nya yang ada setiap bulan.. Dan, terima kasih karena gak pernah nyantolin nama aku pas postingan Pemenang Giveaway ^_^..

    Itu aja sih Kak😀

  6. Nama : Dwi Ayu
    twitter : @dwioranye
    domisili : solo

    mau nulis surat buat Semua Penulis novel di Indonesia.
    soalnya mereka udah ngasih hiburan dan ngasih temen buat aku waktu aku bosen. hahaha.
    sekalian juga buat penerbitnya deh, suruh nurunin harga buku sedikit lebih murah .😄

  7. Nama: Dinar Arisandy
    Twitter: @dinar_arisandy
    Kota asal: Boyolali
    Aku akan buat surat yang ditunjukan ke ayah. Selama ini ayah sudah berkorban banyak banget nggak cuma buat aku tapi juga kakakku. Berkorban waktu sekaligus tenaga. Tapi, kami sering banget nakal. Kalau disuruh sering nunda-nunda bilangnya nanti, nanti dan nanti terus.
    Di dalam surat itu aku pengen bilang maaf dan terimakasih untuk segalanya. ^_^

  8. Nama: Zuhelviyani Zainuddin
    Twitter: @evizaid
    Kota tinggal: Makassar

    Saya sudah lama berencana menulis buku dengan format surat dan ingin saya tujukan untuk anak saya di masa depan kelak. Melalui buku ini, saya berharap anak saya jadi mengerti banyak hal tentang saya, bagaimana saya berinteraksi dengan orang sekitar, bagaimana saya berkembang dan bagaimana saya menyikapi sebuah masalah.

    Saya terinspirasi membuat surat-surat ini dari teman saya yang sudah lama ditinggal ibunya. Ketika Hari Ibu datang, dia hanya bergumam sedih dan berkata, “Seandainya saya tau lebih banyak hal tentang Mama”.. Saya juga beranggapan, kalo ibunya pernah menulis surat-surat untuk dia, tentu akan lebih menghibur.

    Kelak dengan surat-surat ini juga, saya bisa lebih banyak berintrospeksi diri serta mengenang bagaimana saya di masa muda, dan seperti apa anak saya ingin diperlakukan.🙂

    Do’akan saya bisa segera menulis surat-suratnya, yaa, Kak Luckty.😀
    Semoga sukses terus.
    Salam. ^^/

  9. Nama : Amanda Wahyu Nandhita
    Akun Twitter : @TataNandhita
    Kota tinggal : Surabaya.

    Untuk seseorang yang menghilang pada satu setengah tahun yang lalu. Dia adalah orang yang paling aku cinta, tapi pada saat yang bersamaan dia juga adalah orang yang tidak lagi harus aku cinta. Kami berpisah tanpa ucapan kesepakatan. Tanpa ucapan selamat tinggal. Dan dia pernah berkata, “Untuk membedakan perpisahan yang sesungguhnya atau tidak adalah, untuk yang kedua kau tak perlu mengucapkan selamat tingga.”
    Jadi aku percaya jika sebenarnya kami tidaklah benar-benar berpisah. Aku ingin menulis surat yang isinya sarat dengan kehilangan. Yang isinya, gamblang bahwa hingga detik ini aku masih berdiri di tempat yang sama dan untuk orang yang sama pula. Orang yang menghilang selama satu setengah tahun yang lalu.
    Aku ingin dia tau, bahwa aku, wanita yang pernah dimintainya untuk melupakannya adalah aku, wanita yang hingga detik ini masih mengharapkan peluk kasih cinta darinya.

  10. Nama : Anis Antika
    Twitter : @AntikaAnis
    Kota tinggal : Surabaya

    Surat yang aku tujukan untuk semua orang yang aku sayang. Mulai dari Ibu, Ayah, Kakak, Adik, sahabat dan pasangan. Melalui surat itu aku akan bilang ke mereka bahwa aku sangat mencintai dan menyayangi mereka. Aku ingin berkumpul seperti dulu lagi, berbagi tawa dan canda. Aku juga ingin minta maaf atas sikap kasarku selama ini yang pasti sering menyakiti mereka. Karena aku tipe orang yang nggak berani untuk mengungkapkan langsung melalui kata-kata, maka aku ingin mengungkapkannya melalui tulisan berupa surat tersebut.

  11. Nama: M. Nikmal A. M. L.
    Twitter: @_nikmal
    Kota: Medan

    Surat itu akan saya berikan ke cinta pertama saya semasa SMP. Sampai sekarang, orang yang saya cintai itu masih bisa saya temui, tapi entah kenapa saya tidak berani mengungkapkannya hingga sekarang. Entah karena saya yang tidak berani, atau karena saya merasa kalau saya tidak pantas dengannya. Ah, entahlah. Yang jelas, mungkin dengan surat dalam bentuk buku itu bisa mengutarakan perasaan saya secara halus ataupun tidak blak-blakan.

    Ngomong-ngomong, orang yang saya cintai itu suka buku juga, jadi mungkin rasanya juga pas.🙂

  12. nama : Lajeng Padmaratri
    akun twitter : @Lajengpadma
    kota tinggal : Kulon Progo, Yogyakarta

    Jika saya diberi kesempatan membuat surat dalam bentuk buku, maka akan saya tujukan kepada orang-orang di masa mendatang. Saya akan bercerita tentang banyak hal yang telah saya alami selama hidup saya, baik pengalaman baik maupun buruk saya di buku tersebut. Bukan bermaksud terlalu percaya diri, namun saya ingin orang lain mengetahui kisah saya sehingga mereka tidak melakukan kesalahan yang sama dan bisa berbuat yang lebih baik. Saya berharap buku saya dapat diminati dan menginspirasi banyak orang, tidak hanya orang-orang terdekat saya saja.

  13. Nama : Siti Kharismayanti
    Twitter : @Kharismayan_
    Kota : Jakarta

    jika diberi kesempatan membuat surat dalam bentuk buku. Saya akan tujukan kepada Keluarga. Mungkin gak bakal cukup untuk menceritakan semua pengalaman dan keluh kesah selama ini. Tetapi mereka adalah awal dan akhir perjalananku, mereka motivasiku dan yang selalu ada untukku.

    Terutama Ayah & Mama yang selalu berjuang untuk memberikan apa yang aku mau agar menutupi kesedihan anaknya. Adik-adikku yang bisa menjadi penghibur, teman baik dan selalu mencontoh segalanya dariku.

    Aku pernah menceritakan segalanya dari awal kelahiranku dan biografi keluargaku dalam sebuah buku diary, semoga suatu saat bisa membuat bukunya dalam bentuk nyata. Aamiin🙂

  14. Nama : Rizky naoval
    Kota : Sragen jawa tenag
    Twitter : xrizkinaovalx
    Surat itu kutujukan untuk harapan akan cinta yang abadi , meski kebadian itu omong kosong tapi saya sendiri menuntut cinta itu untuk abadi , surat surat yang di tunjukan kepada yang maha kuasa dan semesta . Agar mereka mendengar bawha aku menunggu cinta cinta itu tiba . Menuntut harapan yang ku harap tiba . Gadis berambut panjang , dengan mata yang indah . Dia lah , kutujukan surat itu .

  15. Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Kota Tinggal: Palembang

    jika saya diberi kesempatan membuat surat dalam bentuk buku, saya mau menulis surat itu teruntuk papa saya. bukannya si mama tak dihitung sebagai sosok yang berarti untuk saya, tetapi pada dasarnya saya ingin mengungkapkan maaf saya pada papa saya. saya bukanlah tipe anak yang dekat dengan orangtua dan bahkan hampir tidak pernah curhat dengan mereka. untuk berkata sayang di depan mereka pun itu rasanya terlalu malu untuk dilakukan. maka dari itu saya bisa lebih bisa mengungkapkan perasaan lewat tulisan saja. maaf untuk papa yang selama ini selalu kurepotkan demi menuruti keinginanku sebagai si anak bungsu yang (mungkin tergolong) manja. maaf untuk satu kebiasaan burukku yang dulu paling susah disuruh mandi hingga beliau harus marah-marah dan berkata, “kamu itu anak gadis tapi kok yo jorok tenan toh males bener buat mandi?” hehehe. juga maaf atas satu kesalahan terbesarku yang telah menyia-nyiakan jerih payahnya selama ini (ndak usah aku sebutkan itu apa ya hehe), bahkan aku masih ingat betul seberapa setianya papa menemaniku ke sana ke mari demi ikut membereskan urusanku, mengantar dan menjemputku seberapapun jauh aku harus datang ke suatu tempat walau beliau harus bangun dari tidurnya yang nyenyak, menunggu selama apapun aku dijemur di lapangan, merekam video kegiatanku bahkan saat aku tidak sadar kalau papa masih di sana menungguiku, menggelontorkan dana yang tidak sedikit demi menunjang akademikku………… *permisi lap air mata dulu*

    eh, udah ah kak, nanti aku malah tambah bajir nih. :”)

  16. Nama: Ghufroni An’ars
    Twitter: @GhufroniAnars
    Domisili: Lampung

    “Aku belum bisa sepenuhnya terbiasa. Sesekali masih kuingat kita, walau tak banyak temukan bahagia, jujur aku belum terbiasa tanpamu. Kita pernah satu, jadi bila kini tiba saat kita tak lagi bisa bersama, wajarlah bila aku begini.

    Kita pernah bahagia, walau kini, itu hanya sebuah memori semu yang mungkin, seminggu, atau sewindu lagi ‘kan berlalu, terbawa gelombang waktu. Meski tak banyak, aku pernah bahagia pada kita. Itu dulu, saat kita masih sama, sejalan, searah, tanpa hambat, atau berbagai hal yang membuat kita terjatuh, tersungkur terjerembab, hingga terpisah atas sebuah hal yang kau sebut; takdir.

    Di sebuah senja, aku sempat mengingatmu; kembali pada masa kita berdua, bersama, utuh dan kukuh. Aku melihat sebentuk kasih, dan seutuh cinta di sana. Tanpa ragu, aku meluruh padanya, padamu.

    Sampai pada segalanya yang mulai tak sama; tak bisa bersama dan tidak mungkin lagi disama-samakan. Sampai pada setitik bening berhujan di pelupuk mata. Kau diam membisu, tidak jauh berbeda denganku yang kalut tanpa makna. Sesaat setelahnya, kita bisa putuskan sebuah kepastian. Kita memilih jalan terbaik dalam klise kesombongan individu. Kita dihadapkan pada sebentuk keegoisan sepasang hati yang tengah berseteru.

    Pada akhir cerita, ‘sepasang hati yang bersama itu’ menutuskan untuk ‘tak lagi bersama’. Mereka adalah kita, yang kini –mungkin– telah menemukan jalan yang lebih baik dalam sosok pengganti, atau mungkin kau pun masih terbelenggu sepertiku? Aku tidak pernah tahu tentang itu.

    Aku sampai pada klimaks. Begitupun denganmu, aku tahu karena dahulu aku dan kamu adalah kita, sebelum sebuah luka mengambil alih kita, dan berkata lantang penuh kepercayaan diri nan tinggi, namun di dalamnya terisi keraguan mendalam tentang ini semua. Kini tak ada lagi yang bisa diperbaiki, karena kita bukan lagi kita, yang ada hanya aku dan kamu yang tak satu.

    Kini kita usai. Semoga kamu berbahagia melepasku.”

    itu blurb dari buku suratku. Surat yang kutujukan untuk sekeping hati yang memlilih pergi.

  17. Nama: Adinda Putri Citradewi
    Alamat: Cerme, Gresik, Jatim
    Twitter: @Adindaputri29D

    Jika aku diberi kesempatan untuk menulis surat dalam bentuk buku, maka surat yg kutujukan adalah kepada semua orang-orang yang selama ini kukenal baik, dan akan selalu kukenang.
    Pertama untuk kedua orang tuaku yang sudah merawat dan mendidikku dengan baik sehingga banyak sekali kata-kata yang ingin kuucapkan kepada mereka.
    Kedua untuk seluruh anggota keluargaku yang selalu mendukung dan menyemangatiku dalam suka dan duka.
    Ketiga untuk sahabat-sahabatku yang juga selalu mewarnai hariku dengan kegembiraan walaupun kadang2 nyebelin :p hehehe
    Untuk yang keempat aku tujukan ke semua para pem-bully orang-orang nerd/geek terutama yang mem-bully aku selama ini. Agar mereka bisa merasakan bagaimana rasanya ditindas itu.
    Terakhir, aku tujukan ke semua penerbit buku di Indonesia untuk menurunkan sedikit harga novel-novel #lho #hehehe #Kabur #^_^
    That’s it, maaf kalau jawabannya agak amburadul ya mbak, hihihi

  18. nama : Indah Melisiam
    akun twitter : @inndahms
    kota tinggal : Yogyakarta

    Jika saya diberi kesempatan menulis surat dalam bentuk buku, akan saya tujukan kepada ibu saya.

    Beliau adalah sumber inspirasi. Bahkan sepertinya satu buku tak akan cukup untuk mengungkapkan rasa sayang, bangga, dan permintaan maafku untuknya. Beliau lebih dari seorang kekasih, walau rasanya terkadang sama. Kadang aku membencinya, kadang aku ngambek padanya, kadang aku manja, kadang aku tak bisa lepas darinya.

    Apalagi, aku tak pernah bisa berkata apa-apa di depannya. Tak pernah bisa mengungkapkan betapa bahagianya aku punya beliau. Bukannya gengsi, tapi percakapan macam itu hanya memunculkan tangisnya.

    Semoga suatu saat kesempatan macam ini benar-benar menghampiriku🙂

  19. Nama: Ana
    twitter: @anaanum19
    Domisili: Jember

    Jika diberi kesempatan untuk menulis surat dalam bentuk buku maka akan kutulis surat untuk cinta pertamaku saat masih duduk di bangku SMP dulu, karena dulu sampai lulus aku sama sekali gak kenal, padahal saat SMA kita tinggal di kota yang berbeda, jadi aku ingin menceritakan banyak hal ketika masa perpisahan itu juga banyak hal yang dulu tak tersampaikan…

  20. Nama: Ana
    twitter: @anaanum19
    Domisili: Jember

    Jika diberi kesempatan untuk menulis surat dalam bentuk buku maka akan kutulis surat untuk cinta pertamaku saat masih duduk di bangku SMP dulu, karena dulu sampai lulus aku sama sekali gak kenal, padahal saat SMA kita tinggal di kota yang berbeda, jadi aku ingin menceritakan banyak hal ketika masa perpisahan itu juga banyak hal yang dulu tak tersampaikan…

  21. Nama : Mita Andriana
    Twitter : @mita_andriana
    Domisili : Surabaya
    Kesempatan tersebut akan saya tujukkan kepada orang2 yg tamak akan hal keduniawian ini, saya akan menuliskan unek-unek saya kepada mereka: masih ada orang2 diluar sana yg kurang beruntung yg lebih membutuhkan secuil kebahagiaan untuk hidup, janganlah terlalu mengutamakan ketamakan yg menguasai diri fana ini karena apa yg kita tabur maka itulah juga yg kita tuai, dilangit masih ada langit.
    Juga untuk kedua orang tua saya. Ayah, yg belum sempat melihat putrinya ini menjadi orang yg dibanggakannya, saya akan mewujudkan impian ayah untuk menjadi orang yg hebat dan mengutamakan nilai-nilai dan moral untuk mencapai tujuan hidup saya ;;;; dan untuk ibu yg masih bekerja memproduksi peluhnya yg sekian liter tak terhitung, tunggu saya untuk membuat bangga dan bahagia ibu kelak. Melihat ibu berdiri di depan kiblat para umat islam.🙂

  22. Nama: Aanisa Natasya
    twitter: @aanisanatasya
    Domisili: Tangsel

    Kalo dikasih kesempatan mungkin saya bakalan buat surat dalam bentuk buku untuk negara ini. Kenapa gak orang tua dan orang yang kita sayangi? karena kita masih bisa bicara kepada mereka kalau kita sayang sama mereka, menjaga mereka sebaik-baiknya dan melakukan banyak hal untuk mereka bahagia, kalau orang yang kita sayangi tidak ada? kita bisa mengirimkan doa setiap saat untuk mereka disana tanpa batas dan tanpa takut malah kita bakal dapat pahala.
    Kenapa negara? Karena sekarang kita tidak sebebas yang kita bisa. Aku pengen numpahin unek-unek aku sama negara ini biar ada yang membaca dan siapa tau didengarkan.

  23. Nama : Umi Marfa
    Twitter : @umimarfa
    Tempat tinggal : Banyumas
    Ditujukan kepada diri sendiri untuk dikirimkan ke masa depan, isinya agar jangan lupa harus terus bersyukur, jangan lupa baik sama orang, jangan lupa sama temen, tetep kabarin orang tua dimanapun dan inget karena mereka sekarang bisa sukses. Aamiin. Dan tentunya agar tidak memaksakan tubuh sendiri, supaya aku dan aku bersahabat🙂

  24. Nama : Muhsinatud Diyanah
    Twitter : @diyan402
    Alamat : Jepara, Jateng

    “jika diberi kesempatan membuat surat dalam bentuk buku. Ditujukan ke siapakah surat itu? Beri alasannya.”

    surat itu aku tujukan ke sahabatku di kampus ” The Poel Genk & Sekam ( Klub Kesenian di Kampus) ” itu mereka keluarga kedua ku selama di perantauan bersamanya semua beban dapat terbagi. aku sering berbagi kisah keluh dan tak segan-segan menangis atau pun marah dengan member lain tapi setelah itu semuanya akan kembali ke semula. rasanya senang saat berkumpul dengan mereka. aku juga sering menghabiskan waktu bersama dengan cara memasak, jalan-jalan ataupun makan bersama. di The Poel Genk & Sekam kita juga saling mensupport satu sama lain. terima kasih Tuhan kau temukan aku dg mereka. yang mengajari aku apa itu arti hidup dan telah merubah aku yg dulunya introvert menjadi extrovert. intinya saya merasa beruntung di pertemukan dg mereka dan jika saya di berikan kesempatan utk membuat surat dlm bentuk buku rasanya nama-nama mereka pantas di deretan nama yg perlu di catat. semoga suatu saat bisa, amin🙂

  25. Nama : Nurina Widiani
    Twitter : @KendengPanali
    Kota : Yogyakarta

    Ingin menulis surat buat anak2 ku…
    Menyampaikan betapa bangganya aku akan setiap tahapan yang telah ia capai. Betapa bersyukurnya aku menyaksikan pertumbuhan dan perkembangannya.
    Harapan, mimpi, dan cinta melimpah bagi merika…
    Agar mereka mampu memahami bahasa yang bukan sekedar sentuhan, pelukan dan ciuman. Membiasakan mereka meraba rangkaian makna dalam tiap kata..
    Syukur-syukur mereka bisa membalasnya dengan cara yang sama. Ikut tertular euforia merangkai aksara. Menjadi pribadi yang terbuka setidaknya meski hanya lewat tulisan.

  26. Nama : Hidayah Domisili : Surabaya Twitter : AYS8. Teruntuk anakku , terima kasih dengan senyum mungil mu membuat umma merasa ibu yg paling beruntung memilikimu… Jeritan itu membuat umma kadang jengkel dan marah tapi kr tubuhmu yg mungil nan lucu… Rasanya tak tega melihatmu menangis kesakian….. Hanya pelukan hangat yg mampu mencaikan suasana….. Love, abang Adam :*

  27. Sebenernya aku mau kasih surat buat si Pangeran Kaiserschmarrn dan si boneka Matryoshka. Aku pengen menyampaikan bahwa kisah cinta mereka membuatku jatuh cinta. Menyusup sedikit demi sedikit dengan manis dan indah. Oiya, aku juga pengen lihat langsung duet biola mereka berdua yang manis itu. Aku juga ingin menitipkan doa biar kisah cinta mereka selalu manis. Pokoknya aku ingin menyampaikan segala kekagumanku pada mereka berdua dan kisah cintanya. Aku ingin bergosip ria dengan Elena dan aku ingin merasakan kaiserschmarrn buatan Cristopher yang berperan penting pada kisah cinta mereka itu. Tapii… kalo menulis surat sebuku kayaknya nggak muat deh.
    Jadiii… aku mau kasih surat ke si kutu buku yang brillian, Hermione Jean Granger. Aku ingin menyampaikan bahwa bagaimana bisa dia sebrillian itu? Bagaimana bisa dia bisa melahap semua buku di perpustakaan? Juga bagaimana bisa dia menyukai Ron Weasley yang bodoh dan ceroboh? Njomplang banget sama kamu Hermione… Ya meskipun cinta mereka sangat melengkapi sih. Lengkap dan perfect! Banyak kelebihannya tapi kekurangannya juga nggak kalah banyak. Nggak kusangka Hermione cintanya sama Ron. Kenapa nggak sama Harry cobaa, atau cowok lain yang bagusan dikit gitu. Dan masih banyak lagi yang ingin kutulis. Kebanyakan tertulis kekagumanku dan keherananku pada sosoknya. Aku juga ingin diajak masuk ke dunianya. Aaaah, betapa kerennya jika hal ini benar-benar terjadi.

    Siti Muthma’innah | @iindetya | Malang

  28. Nama : Rina Eko Wati
    Twitter : @HikariMio
    Kota : Tulungagung, Jawa Timur

    Jika saya diberi kesempatan membuat surat, saya akan membuatnya untuk nenek saya. Nenek yang selama ini menemani keseharian saya dan merawat saya ketika saya masih kecil, selalu tanpa lelah ketika ibu saya bekerja. Saya ingin minta maaf padanya karena tidak bisa menemaninya disaat-saat terakhir kehidupannya didunia ini. Saya bahkan belum mengucapkan terimakasih padanya karena merawat saya selama ini.

  29. Nama : Vikhriya Yustyaningrum
    Twitter : @phiiiOLALA
    Alamat : Blitar, Jawa Timur

    Jika saya diberi kesempatan menulis surat dalam bentuk buku, saya akan membuatnya untuk Rendy, dia cowok satu-satunya yang membuat saya merasakan cerita romance di novel & film itu begitu nyata, dia yang membuat saya tidak pernah lupa dengannya dan dia yang menyiksa saya karena kerinduan yang saya alami. Karena kami terpisah 9tahun lalu tanpa tau kabar satu sama lain, tanpa tau alamat satu sama lain hanya nama dia dan nama desa yang dia tinggali yang saya tahu. Mungkin lewat surat dalam bentuk buku dia akan tahu dan ingat siapa saya, wanita yang dulu diberinya kasih sayang. Mungkin dengan itu juga saya bisa melepaskan rindu yang terbelenggu selama ini, melepaskan cinta yang terpendam untuknya, mengucapkan terima kasih, dan meminta maaf karena saya telah menemukan cinta yang baru, menemukan sosok pengganti yang mengasihi saya meskipun tak seperti dia.

  30. Nama : Ririn Puji A
    twitter : @RinJaeWook
    Kota : Palembang

    jika diberi kesempatan membuat surat
    dalam bentuk buku. Ditujukan ke siapakah surat itu? Beri alasannya.

    Oke *tarik nafas* *hembuskan*
    Surat itu kutunjukkan ke SUPER JUNIOR. saya ini seorang Fangirl hehe dari dulu pengen aja bisa berinteraksi sama mereka. mungkin bisa lewat surat ini, apalagi kalo di terjemahin ke bahasa korea huwaaa *ngayal* Xd
    secara gitu mereka jauuuuh nan disana.
    aku kepengen ‘Mereka’ tau kalo aku disini salah satu fans mereka dari beratusribujuta(?) fans mereka di seluruh dunia kalo aku AKAN selalu dukung mereka, mencintai mereka *15cowo* dan akan selalu menjadi bagian dari ELF *nama fandom*
    tetaplah bekarya walaupun umur gg muda lagi #plakk tapi tetep cinta kok🙂
    walaupun gak bisa ketemu gak papa kalo Surat aku dibaca sama kalian *haduh amiin yaallah* Xd
    Saranghae Oppa❤ :*

    udah ya nambah ngelantur ngayal nya haha
    Wish Me Luck *doa bareng Oppadeul Super Junior* ^^

  31. Nama : Yurissa
    Akun twitter : @chayurissa
    Kota tinggal : Bandung

    Bismillah … Ikutan lagi ya giveawaynya🙂
    Sejujur-jujurnya, aku gak bisa bikin surat. I’m bad on it. Tapi, kalo dikasih kesempatan buat bikin surat aku mau buat surat untuk suamiku. Cie cieee sok-sok-an romantis😀

    Alasannya sederhana. Karena dia alasan aku bisa hidup dengan lebih baik sekarang. Dulu, sebelum menikah dia pernah bilang tanda-tanda kita ketemu jodoh yang baik adalah kehidupan kita yang akan semakin baik. Entah dari segi rezeki materi, kesehatan, kebahagiaan, and so on. And I found it on him🙂

    Setelah menikah, perasaan yang kami pelihara ini sudah bukan lagi hanya sekadar sayang atau cinta. Tapi lebih dari itu. Entah apa istilahnya. Dia mengajarkanku banyak hal. Berpikir positif dalam hidup, percaya & yakin pada Tuhan, bagaimana cara mencintai Tuhan, bagaimana menjadi istri & ibu yang seharusnya, dan masih banyak lagi. Aku tak peduli apapun yang orang bilang tentang suamiku. Buatku, dia lebih dari sempurna (sempurna versi aku).

    Dia juga tak pernah mengeluh lelah atau capek menghadapi aku yang (masih) egois atau saat aku dulu pernah menderita sakit yang bukan penyakit ringan. Dia merawatku sebaik mungkin. Dan yang terpenting, apa yang ia ucapkan saat Ijab Kabul di hadapan Tuhan & Orang Tuaku tidak pernah ia khianati selama menjadi suami.

    Thanks a bunch hubey, heaven is yours. Insha Allah🙂

  32. Nama: Risa Nuraini
    Akun twitter: @nurainirisaa
    Kota tinggal: Jakarta

    Kalau diberi kesempatan menulis buku dalam bentuk surat untuk siapa buku itu ditujukan?
    Sebenernya kesempatan itu udah ada, aku ikut event menulis tahun lalu dengan tema “Ibu” (bertepatan hari Ibu) yang isinya surat untuk beliau (meskipun ga murni tentang kenyataan). Semoga aja Hari Ibu tahun ini aku bisa kasih bukunya :’)

    Kalau diberi kesempatan lagi.. Aku ingin menulis surat untuk adikku. Bukan melupakan ayah, tapi aku lagi suka ngeliat dia tumbuh, dia ketawa, dan semuanya tentang dia. Mungkin karena aku seringnya ngomel kadang agak kesel sama dia, aku pengen dia tahu apa-apa yang aku pikirin, aku takutin, dan aku pendam. Bahwa dia adalah salah seseorang yang sangat berharga bagiku.

  33. jika diberi kesempatan membuat surat dalam bentuk buku, aku akan tujukan untuk semua orang yang pernah memberikanku sebuah kenangan, baik kenangan indah maupun kenangan yang membuatku muak untuk mengingatnya. Karena aku percaya pertemuan itu pasti akan terulang, namun terkadang aku percaya jika pertemuan yang setelah ada perpisahan itu kadang tidak terjadi, maka jika aku diberi kesempatan untuk membuat surat dalam bentuk buku maka aku tujukan untuk mereka yang pernah mengisi hari-hariku, yang terbiasa ikut senang dan duka bersamaku dan mereka yang sering membuat tangis dan tawaku, karena karya merupakan bukti kita pernah hidup. Terkadang aku terlena untuk melupakan orang-orang yang memberikanku kenangan buruk, namun hati kecilku sering berbicara “apa gunanya kalian bertemu pada masa itu”. Pertemuanku dengan orang yang memberikanku kenangan buruk adalah takdir Allah SWT yang mana harus aku jalani dan mencoba mempelajari pelajaran yang diberikan Allah SWT lewat orang yang memberikanku kenangan buruk tersebut. Memang terkadang kenangan memberikan pelajaran yang multi tafsir, maka aku harus bisa memahami itu semua lewat surat-surat yang sering aku tujukan kepada mereka, namun surat-surat itu tidak berani aku kirimkan dan masih kusimpan di almari, karena karya merupakan bukti kita pernah hidup.

    Nama : Muhammad Imam Rosyadi
    Twitter : @langitfunchopat
    Domisili : Yogyakarta

  34. Nama : Dias Shinta Devi
    ID twitter : @diasshinta
    Domisili : Bogor

    kutujukan surat itu teruntuk kedua orang tuaku.. Mama dan Bapakku..
    berkat izin mereka, awalnya tak terbesit sedikitpun untuk kuliah, aku diberikan kesempatan dengan mengorbankan sedikit kepentingan adikku. Mereka menjadikanku bisa terlahir ke dunia atas izin-Nya. tanpa lelah dan celah untuk mengalah terhadap setiap masalah dalam hidup, mereka lampaui untuk menghidupi keluarga.
    aku ingin mengucapkan miliaran kata maaf dan terima kasih yang selalu tercekat di tenggorokan saat ingin diucapkan dan hanya bisa menumpahkan air mata saat memeluknya. maaf atas segala bantahan, maaf atas segala ke-egois-an yang dilakukan anaknya ini.. terima kasih untuk selalu menganggapku sempurna dan tidak sempurna (dalam artian: apapun yang telah diberikan sudah sempurna oleh takdir tuhan atas segala rencana-Nya, tapi diri anaknya tidak pernah dapat sempurna memaknai kehidupan..)
    dan teruntuk Mama, aku ingin bilang di surat itu.. “aku takkan pernah bisa menjadi ibu sepertimu. kau terlalu sempurna… tapi aku akan berusaha menjadi ibu yang lebih baik darimu nanti..”
    dan teruntuk Bapak, aku ingin bilang, “segala ke-keras-kepala-an-mu yang terwariskan padaku itu seperti cerminan dirimu, Pak… sebenarnya apa yang aku inginkan sama seperti yang kau inginkan… ‘kesempurnaan’.”

  35. ikutan dongg …

    Jika saya diberi kesempatan membuat surat, saya akan membuatnya untuk nenek saya. Nenek yang selama ini menemani keseharian saya dan merawat saya ketika saya masih kecil, selalu tanpa lelah ketika ibu saya bekerja. Saya ingin minta maaf padanya karena tidak bisa menemaninya disaat-saat terakhir kehidupannya didunia ini. Saya bahkan belum mengucapkan terimakasih padanya karena merawat saya selama ini.

  36. Jika diberi kesempatan menulis surat dalam bentuk buku, aku ingin menulis surat untuk kedua orang tuaku. Karena mereka telah berkorban banyak untukku, dengan memberikan kasih sayang tanpa batas. Ayahku yang bekerja dengan ketulusan hati di setiap tetes keringatnya bahkan hingga di usianya kini yang tlah renta hanya untuk kebahagiaan anak-anaknya tercinta. Ibuku yang berjuang dan hampir kehilangan nyawanya ketika melahirkanku, ia yang selalu memberiku semangat dan perhatian tak bertepi demi keberhasilan anak-anaknya dalam meraih impian. Kasih sayang mereka yang tercurah tak pernah berkurang sejak aku kecil hingga aku dewasa. Aku ingin berterima kasih kepada mereka dan sekaligus meminta maaf atas segala perbuatan dan kekuranganku sebagai anak mereka.

  37. Nama: Nurul Ahaddiah
    Akun Twitter: @noe_dee
    Domisili: Purworejo, Jateng

    Jika diberi kesempatan menulis surat dalam bentuk buku, aku ingin menulis surat untuk kedua orang tuaku. Karena mereka telah berkorban banyak untukku, dengan memberikan kasih sayang tanpa batas. Ayahku yang bekerja dengan ketulusan hati di setiap tetes keringatnya bahkan hingga di usianya kini yang tlah renta hanya untuk kebahagiaan anak-anaknya tercinta. Ibuku yang berjuang dan hampir kehilangan nyawanya ketika melahirkanku, ia yang selalu memberiku semangat dan perhatian tak bertepi demi keberhasilan anak-anaknya dalam meraih impian. Kasih sayang mereka yang tercurah tak pernah berkurang sejak aku kecil hingga aku dewasa. Aku ingin berterima kasih kepada mereka dan sekaligus meminta maaf atas segala perbuatan dan kekuranganku sebagai anak mereka.

  38. Nama : Neni Safitri
    Akun twitter : @nhenie
    Kota tinggal : Semarang

    Jika diberi kesempatan untuk menulis surat dalam bentuk buku, aku ingin menuliskan kumpulan surat untuk orang-orang yang aku sayangi.

    Orang yang bersamanya aku selalu merasa hangat dan nyaman. Orang yang bersamanya aku menjadi diriku sendiri tanpa takut ketidaksukaan mereka terhadapku. Orang yang bersamanya aku bisa menjalani hari-hariku dengan indah dan berwarna.

    Tempatku melepas segala gundah gulana saat cobaan hidup menghampiriku. Tempatku bersandar di bahunya ketika aku lelah berjalan. Dan rumah yang selalu ingin aku tuju ketika pulang.

    Dan mereka adalah Ayah, yang hampir 2 tahun sudah dipanggil oleh yang Maha Memberi Hidup. Ibu, yang dengannya aku belajar menjadi perempuan mandiri. Dan sahabat, orang-orang yang mengelilingiku dalam canda tawanya dalam setiap pertemuan yang kadang menjengkelkan namun rindu untuk diulang.
    Tanpa mereka, hidupku tak berarti banyak.

  39. Nama: Melani Ika Savitri
    Twitter: @aii_vitri
    Kota: Situbondo

    Saya ingin menulis surat sebanyak-banyaknya untuk suami . Bahkan saat ini saya sudah mengumpulkan cukup banyak halaman surat untuk suami. Sebagai seorang introvert, nggak selalu saya mampu mengungkapkan suatu hal dengan baik secara lisan. Menulis surat menjadi sebuah jembatan penghubung antara saya dengan orang-orang yang saya sayangi. Saya juga pernah menulis beberapa surat untuk sahabat-sahabat saya sewaktu kuliah. Dan surat-surat itu terbukti mendekatkan hati kami dan melanggengkan persahabatan. Satu di antara surat untuk sahabat saya pernah masuk ke antologi bersama, “Surat Untuk Sahabat” di sebuah penerbit.

    Satu surat untuk suami pernah saya kirim via emaik ketika terjadi sedikit kesalahpahaman di antara kami.

    Jadi, bagi saya, surat bukanlah sekadar tulisan, namun perekat cinta dan kasih sayang, bukti kisah persahabatan, dan semoga saya juga mampu menulis lebih bnyak lagi untuk Ibu, Bapak, dan calon anak saya kelak.

  40. Terinspirasi dari penulis yg menceritakan zaman dahulu kala sebelum negara ini merdeka, banyak kenangan yg mulia hilang seketika… Sebagian dari mereka belum dan tidak tahu ‘siapa yg berjuang demi merdekanya bangsa ini ‘…. Dari sekian banyak biografi pahlawan zaman penjajahan sampe pahlawan masa kini…. Maka dari itu, impian saya adl menceritakan kembali perjuangan mereka tetapi dalam lingkup keluarga… Seperti buyut, nenek, kakek, tante, paman dan terutama saya (umma nya abang Adam)…. Rasanya mustahil jika saya hanya menceritakan secara lisan, maka saya ingin sekali ‘dia’ tau betapa banyak org yg sgt berpengaruh dlm hidupnya… Istilah kata ‘kembalilah ke akar’…. Kenali keluargamu, saudaramu, ortumu… Jika kelak ‘kau’ sukses… Yup,, biografi keluarga besar Abang Adam””…. Surat dalam buku mungkin dapat mewakili suara hati yg ingin diungkapkan dan dapat dikenang SEPANJANG MASA… Semoga terwujud…. Hidayah | AYS8 | Surabaya

  41. Nama: Dian S
    Alamat: Ngawi, Jawa Timur
    Twitter: @DeeLaluna
    Jika aku diberi kesempatan untuk menulis surat dalam bentuk buku, maka aku akan menulis surat untuk para penulis yang bukunya menyentuh hatiku, bukunya meninggalkan jejak terdalam di kalbuku.
    Mungkin, untuk sebagian orang membaca novel hanya sekedar hiburan. Tapi, buat aku membaca novel merupakan salah satu cara untuk mempelajari hidup. Hidup yang berbeda dari berbagai karakter dan persoalan yang mereka hadapi.
    Kejadian di dalam novel, meskipun ceritanya hanya fiksi, sebenarnya fiksi itu berasal dari kisah yang terjadi disekitar kita.
    Jika dilihat dengan mata, di dengar dengan telinga secara nyata, hati belum tentu mampu menangkap ilmu dan rasanya. Tapi, saat penulis menceritakan lewat tulisannya, entah kenapa – cerita yang biasa-biasa saja bisa begitu mempengaruhi jiwa.
    Yah, dari para penulis itu aku selalu menemukan berbagai rasa. Dan, rasa itulah yang ingin aku sampaikan dalam suratku itu. Aku berharap, semoga para penulis yang membaca suratku semakin semangat untuk terus menulis dan memberiku kisah yang baru.

  42. Nama : Rahimah
    Kota Asal : Aceh
    twitter : @rahiey_Mah

    Jika diberi kesempatan menulis surat dalam bentuk buku, itu akan aku tujukan kepada “Menteri Pendidikan Indonesia”. Alasannya cuma satu, kami Anak Aceh hanya ingin mendapatkan pendidikan yang layak. Kami tidak meminta fasilisas yang mewah-mewah seperti yang dimiliki sekolah-sekolah lain di Kota-kota besar. Kami hanya meminta yang selayaknya saja, karena sekolah kami memang tidak berada di kota besar. Tapi bukan berarti kami tidak perlu mendapatkan perhatian, seharusnya daerah terpencillah yang harus lebih diperhatikan dan dimajukan.
    Tolong perhatikan sekolah-sekolah didaerah kami, kadang kala demi belajar kami harus rela kehujanan karena pembangunan ruang kelas yang tak kunjung selesai. Kami juga mohon agar tempat yang bernama PERPUSTAKAAN di Sekolah kami agar terisi dengan buku-buku, nggak cuma sekedar nama saja. Kadang, saat ingin meminjam buku kami perlu mengantri, bukan karena tempatnya, tapi karena persediaan buku yang terbatas maknnya harus menunggu giliran. Bahkah yang lebih menyedihkan, kebanyakan buku-buku di Perpustakaan kami udah seumuran dengan sekolah kami, bahkan mungkin juga sudah digunakan oleh nenek-nenek kami.
    Mungkin ini hanya sedikit dari harapan-harapan para Pelajar Aceh. Semoga keinginan kami bisa terwujud, kami hanya ingin menjadi manusia yang terdidik layaknya anak-anak lain. Inilah yang akan aku sampaikan dalam surat yang kutulis tersebut, mungkin ini bukan hanya sekedar keinginan aku saja, tapi mencakup seluruh anak yang merasakan hal yang sama denganku. Aku hanya berharap pendidikan Anak Aceh juga daerah-daerah kecil lainnya diseluruh Indonesia menjadi lebih baik dan layak. Aamiin🙂

    Terimakasih buat mbak Luckty yg udah kasih kesempatan buat sampein unek-unek ku meskipun hanya lewat giveaway . Wish me luck^-^

  43. Nama : Agatha Vonilia M.
    Kota asal : Jember
    Akun twitter : @Agatha_AVM

    Jika aku diberi kesempatan menulis surat dalam bentuk buku, akan saya tujukan pada kepala sekolah tempat saya mengajar. Perhatian akan perpustakaan sekolah terutama buku-bukunya mohon diberi perhatian lebih intensif karena minat baca anak-anak sangat tinggi. Mereka sangat senang bila diberi kesempatan meminjam. Minat baca kita orang dewasa kalah dengan mereka sampai pada suatu ketika ada seorang anak yang tidak mau mengembalikan buku karena begitu cintanya dengan buku itu dan juga gambarnya. Butuh beberapa rayuan agar buku dikembalikan. Mereka sangat mencintai cerita, fabel dan juga dongeng. Jangan sia-siakan minat baca mereka. Membaca adalah jendela dunia. Masa depan negara kita ada di tangan anak-anak kita.

  44. Nama: Happy Muslimah
    Kota Asal: Serang-Banten
    Twitter: @heppiemovic

    Udah banyak banget yang mau nulis surat untuk orang tua, keluarga, maupun orang yang dicinta, Mungkin kalo saya dikasih kesempatan bikin surat dalam bentuk buku, saya akan menuliskan surat-surat tersebut untuk seorang Im Siwan. Dia adalah salah satu aktor dan penyanyi di Korea yang saya suka. Siapa tahu dengan saya membuat buku yang berisi surat-surat untuk beliau, buku tersebut nantinya ada yang menerjemahkan ke dalam bahasa Korea dan dibaca langsung oleh Siwan oppa😀 dan siapa tahu lagi, nanti saya bisa di bayarin ke Korea gratis buat ketemu sama Siwan oppa. Apabila semua itu terjadi, saya akan sangat bahagia… hihihi :))))

  45. Nama: Nurul Hikmah
    Twitter: @siwon5858
    Kota: Kendari

    Kalau Aku diberikan kesempatan buat nulis surat dalam bentuk buku, Aku ingin menulis surat kepada kedua orangtuaku. Aku ingin mengucapkan terima kasih terhadap semua yg mereka lakukan. Perjuangan2 dalam menghadapi apapun, terutama Ibuku. Aku tidak tahan melihatnya menangis. Dia Ibu yg sangat kuat, Aku bangga punya Ibu seperti dia🙂
    Aku sangat ingin membahagiakan mereka, tidak ingin menyusahkan mereka lagi. Sudah terlalu banyak kesedihan yg mereka lewati dengan tabah. Aku ingin mewujudkan impian mereka. Impian dri semua umat Islam. Yaa.. Aku sangat ingin mewujudkan 1 hal itu.

  46. Nama : Anisa Fitri
    akun twitter: @anisa_ainunf3
    kota tinggal: Tangerang Selatan.

    Jika diberi kesempatan membuat surat dalam bentuk buku. Ditujukan ke siapakah surat itu? Beri alasannya.
    Saya ingin surat yg saya buat di tujukan kpd Ibu saya, kenapa hanya ibu ? saya tidak mencantumkan bapak? Apa saya tidak menyayangi nya? bukan tidak mencantumkan/menyayangi nya, tetapi saya lebih ingin buku tersebut full kisah Ibu saya, karena menurut saya menuliskan sosok seorang ibu bagaimana tentang biografi, perjuangan dan kasih sayang nya bisa melebihi 1 buku. yaps kadang segala pengorbanan nya untuk kita tidak bisa kita balas dgn apapun.
    (Note) Karena Ibu mempunyai cinta yg tulus kepada anak-anak nya dan ibu membesarkan kita tanpa pamrih.
    Semoga saya pun bisa menjadi anak yg sholehah dan baik agar bisa membanggakan nya.
    Thank’s ka Luckty🙂

  47. Nama : sandra febry adriani
    Twitter : @sandra129499os
    Kota : Pariaman😀

    jika diberi kesempatan membuat surat dalam bentuk buku. Ditujukan ke siapakah surat itu? Beri alasannya.

    Jika aku diberi kesempatan untuk membuat surat dalam bentuk buku aku ingin membuatnya untuk semua orang yang berada dalam lingkup hidupku . Aku ingin menceritakan semua keluh kesah hidupku pada mereka , ayah mama , teman , sahabat , dan orang yang sekarang aku sukai .. Aku ingin mengatakan dalam suratku bahwa kehidupanku hanyalah drama picisan yang telah Tuhan tetapkan untukku . Bagaikan drama yang berputarrr ,, .. Surat yang dibubuhi oleh tetsan air mata mengenang semua kisahhku🙂

  48. Nama : Kinanthi Rosyana
    Twitter : @KikyRose890802
    Kota : Bondowoso

    Kalau diberi kesempatan membuat surat dalam bentuk buku, saya akan tujukan kepada alm. kakek saya…entah apakah beliau bisa membacanya di sana, yang pasti saya ingin menggambarkan lagi kebersamaan saya dengan beliau. Saya juga ingin menceritakan kabar saya saat ini dan bagaimana rindunya saya bersama dengan beliau🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s