REVIEW Finally You

 finally you

Seperti seribu kupu-kupu. Bernyanyi dan berbisik riang tanda rindu. Bagaimana rasamu? (hlm. 94)

Seandainya waktu bisa diputar kembali, Luisa akan memilih untuk tetap bertahan di kantor lamanya. Seperti apa pun tawaran bekerja di tempat lain, semenarik apa pun itu, tak akan berarti, kalau ia harus kehilangan Hans.Empat tahun. Tentunya bukan waktu yang singkat. Terlalu banyak kenangan yang mereka punya, dan bisa muncul kapan saja. Sebait lagu, berlembar-lembar foto, seribu kebiasaan yang sering mereka lakukan bersama. Sama sekali tidak mudah. Sekeras apa pun ia berusaha melupakan Hans, sampai saat ini, setelah tiga bulan berlalu, bayangan Hans masih lekat dalam ingatannya. Luisa bisa meneteskan air mata, hanya dengan memikirkan Hans. Hidupnya tak lagi lengkap, sejak Hans pergi.Luisa dalam novel ini mewakili perasaan perempuan yang sudah berpacaran lama dan harus memutuskan sebuah hubungan. Untuk move on adalah hal yang cukup berat untuk dilalui.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Mana yang lebih sulit; berusaha menahan perasaan dari orang yang masih mencintai mantan pacarnya, atau meraih mantan pacarnya untuk kembali? (hlm. 78)
  2. Mereka itu masa lalu. Tapi kadang, kita dengan beranjak dari kenangan itu. (hlm. 86)
  3. Kita hanya dua orang kawan yang ingin bertemu kebetulan. Di persimpangan jalan. Ingin kembali ke masa lalu yang nyaman atau sama-sama menatap ke masa depan? (hlm. 91)
  4. Masa lalu adalah masa lalu. Mudah mengatakannya. Lalu, semudah itu jugakah menjalaninya? (hlm. 99)
  5. Masa lalu nggak perlu diungkit-ungkit. (hlm. 113)
  6. Nggak ada gunanya berusaha meraih kembali orang yang udah jelas-jelas nggak mau sama kita lagi. (hlm. 117)
  7. Rasa percaya itu mahal harganya. (hlm. 117)
  8. Cinta yang tak egois itu, ternyata tidak ada. Tak ada juga yang namanya cinta yang merelakan. (hlm. 150)
  9. Masa lalu nggak akan kembali. Tapi orang-orang dari masa lalu, masih mungkin datang lagi. (hlm. 174)
  10. Cinta itu bisa ditumbuhkan kembali. (hlm. 229)
  11. Memaafkan nggak sama dengan melupakan. (hlm. 230)
  12. Hidup itu dibikin ringan aja. Nggak usah terlalu dipikirin, tapi dijalanin. (hlm. 232)
  13. Jangan menikah karena harus. Menikahlah karena ingin. Ingin dan yakin. (hlm. 236)

Banyak juga selipan sindiran halusnya:

  1. Bacaan itu gunanya untuk menghibur. Kalau novelnya sad ending, bisa kepikiran, jadinya malah bikin susah, kan? (hlm. 19)
  2. Jam segini masih mau kerja? (hlm. 27)
  3. Tahu kan, kalau minyak gorengnya itu dipakai berulang-ulang? Nggak sehat. (hlm. 32)
  4. Lama-lama terbiasa. Dari dulu Jakarta macet. (hlm. 42)
  5. Rugi kalo orang nggak passionate sama kerjaannya. (hlm. 49)
  6. Kita punya kewajiban memberikan yang terbaik. Kalau nggak, artinya kita berutang pada perusahaan. (hlm. 49)
  7. Kata orang, kalau udah sekali selingkuh, seterusnya jadi kebiasaan. Ada kemungkinan dia bakal selingkuh lagi. (hlm. 54)
  8.  Kalau enak, harus makan dinikmati sampai akhir. (hlm. 63)
  9. Gimana khawatirnya seorang cewek kalau orang yang disayang jauh? Apalagi harus naik pesawat tiap hari? (hlm. 85)
  10. Gorengan itu nggak haram kok. Cuma harus dihindari. (hlm. 97)
  11. Nggak ada orang baik yang ninggalin seseorang untuk orang lain. (hlm. 218)
  12. Masa lalu itu sejarah yang nggak bisa diubah. Kalau itu yang selalu kamu perdebatkan, nggak ada gunanya. (hlm. 221)
  13. Pernikahan itu awal dari suatu tahap yang baru. Tidak mudah, tapi bisa dijalani bersama. Kalau dari awalnya saja sudah ragu, akan jadi apa keluarga baru itu nanti? (hlm. 238)
  14. Kalau hanya ada yang menggoda sementara tidak ada yang tergoda, hubungan itu toh tak akan berlanjut. (hlm. 254)

Uwow, banyak adegan makan. Wuih…enak juga ya punya pacar kayak Raka, diajak makan terus…nyam…😀 #ngarep

  1. Raka membuka bungkusan yag dibawanya, lalu mulai makan dengan menggunakan sendok plastik. (hlm. 31)
  2. Setengah jam kemudian, Luisa akhirnya berhasil menghabiskan kwetiauw siramnya, bertepatan dengan Raka yang sudah menghabiskan kwetiauw keduanya. (hlm. 52)
  3. Dua jam kemudian, Raka dan Luisa sudah ada di sebuah restoran seafood pinggir jalan di kawasan Kemanggisan. (hlm. 63)
  4. Setengah jam kemudian, mereka sudah duduk di sebuah warung sate. (hlm. 81)
  5. Pokoknya harus dapat subway selama di sini. Pengin yang tuna, with honey oat bread. (hlm. 126)
  6. Nih, aku bawain gudeg. Sambel kreceknya enak, paling beken se-Jogja. (hlm. 215)

Yang namanya masa lalu, pasti suatu saat bakal menghantui masa depan. Itulah yang dialami baik Raka maupun Luisa. Raka dengan masa lalunya yang kelam bersama Saskia. Sedangkan Luisa kerap dihantui masa lalunya ketika mendapati Hans yang sudah menjalani hubungan dengan bertahun-tahun justru selingkuh di depan matanya sendiri. Masa lalu oh masa lalu…. :3Suka ama tokoh Raka, meski masa lalunya yang suram tapi emang Raka ini tipikal yang bakal disukai banyak perempuan. Wajar jika Luisa terpesona dan hatinya luluh. Belum lagi Saskia yang posesif banget nggak bisa melupakan Raka meski mereka udah putus. Huadew…kalo ada perempuan tipikal kayak Saskia gini, kalo saya mah jadi Luisa juga bakal mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Tajam dan menakutkan meski cantik badai bak malaikat, tapi hatinya bak musuhnya mailakat apa coba? Yang ada taringnya gitu…hiyyy… x)

Suka juga ama tokoh Luisa. Meski patah hati dan beberapa kali menangis tapi terlihat nggak begitu cengeng. Bisa move on dan berpikir jika mantan adalah masa lalu, meski nanti di akhir cerita dia harus bimbang untuk kepada siapakah hatinya berlabuh. Luisa tipe perempuan mandiri, nggak menye-menye apalagi agresif macam Saskia yang cantik bak pualam tapi berhati kayak jeruk busuk. Iya, si Saskia ini mulutnya tajam banget, apalagi di halaman 107, byuh….tapi ada, ada banget manusia kayak gini di dunia nyata loh…

Khas buku terbitan Stiletto Books; perempuan dewasa yang bekerja dengan permasalahan cintanya. Yang ujungnya mencari tambatan hati meski harus ada jalan berliku yang harus dilewati #eaaa😀

Suka ama filosofi sedotan dalam novel ini; “Kalau orang nggak bisa minumm satu sedotan dengan orang lain, artinya dia nggak nyaman sama orang itu.”

Ehem, semoga setelah membaca ini seperti kalimat yang penulisnya berikan kepada saya; “Hope you finally find the one who perfect you comfort you and love you..” #eaaa😀

Keterangan Buku:

Judul                     : Finally You

Penulis                 : Dian Mariani

Editor                    : Herlina P. Dewi

Desain cover      : Teguh Santosa

Layout isi             : Deeje

Penerbit              : Stiletto Book

Terbit                    : Juni 2014

Tebal                     : 277 hlm.

ISBN                      : 978-602-7522-28-7

8 thoughts on “REVIEW Finally You

  1. Kalau dipikir-pikir, memang penting juga ya logika dalam bercerita. Kalau ceritanya gak logis kayaknya kurang “ngeh” gitu dibenak pembaca.🙂

  2. Pingback: Finally You – Book Review Contest | Luckty Si Pustakawin

  3. Hay Lucky! Makasih reviewnya ya….
    Tapi, ada yang mau aku klarifikasi nih mewakili editor novel ini. Heuheu
    Untuk komentar yang ini:

    “Luisa sering nge-twit perasaan galaunya. Katanya di twitter, tapi kok kalimatnya panjang-panjang? Bukannya di twitter cuma terbatas 140 karakter? :D”

    Semua sudah melalui fit and proper test Twitter loh :)) Dan (hampir) semuanya cukup ditwitkan dalam satu kali twit alias pas 140 karakter. Ah ya, sayangnya dari sekian banyak twit Luisa yang berjumlah 40-an lebih itu, masih ada satu yang kecolongan karena jumlahnya 142 karakter alias kelebihan 2 karakter. Yang lain pas. Silakan dibuktikan. Kalau baca komentar Luckty di atas kan kesannya semua twit-twit Luisa panjang-panjang. Padahal cuma 1 yang kelewat dan aku sangat menyesal. Hiks.

  4. Menurut aku yang udah baca novelnya, novel ini logis kok, karena memang ini novel romance bukan buku pelajaran matematika hehehe. Dalam setiap novel romance kan biasanya ditekankan pada kisah percintaan sang tokoh utama yang tidak berjalan dengan mulus jadi wajar dong kalau Luisa galau terus.Bahkan di dunia nyata juga banyak kok wanita-wanita dewasa yang sering galau karena masalah percintaan dan menurut aku itu manusiawi. Untuk masalah kunci, esensi dari Raka yang gak mengganti kunci kamar apartemenya, karena dia masih sayang sama saskia kan.

  5. Hai semuanyaaaa:)

    Luckty, thanks yaaa atas reviewnya:)

    Mbak Dewi editorku yang kece, tenang ajaaa, its ok🙂

    Cindy, makasih ya udah baca. Luisa mirip aku, suka galau. Walau punya blog, tapi waktu kurang bersahabat, jadi akhirnya galau di twitter deh:)
    Iya betul, Raka belum mengganti kunci krn dalam hatinya sometimes masih berharap Saskia datang. Plus ganti kunci apt itu ribet, harus seijin pengelola aptnya, apalagi klo pake swap card gituuuu:)

  6. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s