REVIEW Seven Request

 seven request

Pada saat kita kehilangan sesuatu yang amat berharga bagi kita, kita lupa bahwa kita masih punya banyak hal yang sama berharganya dengan itu. Kita malah sibuk menggalaui kehilangan, kita malah sibuk menangis, kita malah sibuk mengingat-ingat masa lalu tanpa mensyukuri apa yang masih kita punya dan kembali melangkah ke depan. (hlm. 171)

Lutfan, di mata Erin, adalah seorang sahabat sekaligus guru yang mengajari banyak hal kepadanya tentang kehidupan. Luthfan adalah rumahnya, yang bisa memberikan rasa aman dan kenyamanan. Luthfan adalah semangatnya hidup, saat dia merasa menemui jalan buntu.

Meski telah mengenal Luthfan seumur hidup, Erin tidak pernah menemukan titik jenuh dalam hubungan mereka. Bukan berarti karena mereka sering berantem, melainkan karena sampai sekarang Luthfan masih merupakan sosok yang misterius buatnya. Kenapa? Karena Luthfan itu baik banget. Kalau orang-orang bilang yang namanya cowok itu pasti ada nakal-nakalnya meskipun sedikit, mereka harus kenal Luthfan dulu sebelum berani bilang begitu.

Erin di mata Luthfan benar-benar seseorang yang dilahirkan dengan bakat seorang seniman. Luthfan seorang penikmat seni, tapi tidak bisa menciptakannya sedangkan Erin adalah seorang penikmat dan sekaligus pencipta seni. Tangan Erin, menurutnya benar-benar sakti. Melukis, dia jagonya. Main musik, hebat juga. Dan untuk kerajinan tangan, puisi, fotografi, desain grafis, semuanya menjadi keahlianya. Kecintaan pada dunia seni membuat Erin menyukai kebebasan dan benci keterikatan. Termasuk teori-teori dan rumus-rumus yang menurutnya, nggak penting yang diciptakan para manusia yang mengaku ahli.

Yang Erin suka adalah melakukan sesuatu dengan keinginannya. Erin selalu bilang, dia punya dunia dunia. Di salah satu dunia itu, dia adalah sutradaranya, dia yang memimpin semuanya, dan dia yang menguasai panggungnya. Di dunia itu, Erin tak akan pernah hancur. Dunia itu tak lain adalah dunia seni karya Erin sendiri. Ya, mimpi Erin yang mustahil terwujud akan dia tuangkan dalam bentuk seni. Entah menjadi lukisan atau sastra. Dan, Erin sangat menikmatinya. Menurutnya, itulah fungsi utama kesenian –sarana untuk menuangkan hal yang tak bisa dia wujudkan di kehidupan nyata.

Kehidupan Erin di mata Luthfan benar-benar sempurna dengan kedinamisannya. Dia bisa bergerak ke mana pun dia mau. Dan, salah satu hobinya adalah kabur dari rumah. Tujuannya nggak jauh-jauh amat, paling-paling dia kabur ke rumah sepupunya di Jakarta, atau kabur ke rumah ke duanya, yaitu rumah kakek-neneknya yang terletak di daerah Bogor.

Banyak juga kalimat favorit:

  1. Hidup itu harus mandiri. Hidup itu harus mengutamakan memberi manfaat kepada orang lain dan bukan kebalikannya. (hlm. 6)
  2. Bahagia itu bergantung seberapa banyak lo bersyukur. (hlm. 19)
  3. Nggak ada situasi yang sempurna. (hlm. 166)
  4. Kebahagiaan itu bergantung seberapa banyak kita bersyukur. (hlm. 166)
  5. Kuat itu mudah. Mengendalikan kekuatan agar tidak digunakan sembarangan, itu yang susah. (hlm. 166)
  6. Adakalanya kebahagiaan orang lain lebih penting dari kebahagiaan sendiri. (hlm. 167)
  7. Mungkin memang nggak ada yang sempurna di dunia ini, tapi pasti selalu ada yang terbaik. (hlm. 167)
  8. Kadang-kadang yang menentukan besar kecilnya masalah itu adalah bagaimana cara kita menghadapinya. (hlm. 168)

Banyak juga kalimat sindiran yang diselipkan dalam buku ini:

  1. Memang, kalau punya harta dan jabatan tinggi di Indonesia, gampang banget dapet keringanan sanksi hukum. (hlm. 7)
  2. Kita buta oleh nafsu. Kita selalu pengin mendapatkan lebih dari ini, tanpa mensyukuri apa yang sudah ada. (hlm. 20)
  3. Akselerasi. Sekolah hanya dua tahun. Siapa yang kali pertama menciptakan program absurd macam ini? (hlm. 43)
  4. Jangan males-malesan. Kita cuma bakal malu-maluin negara kalau kita tumbuh sebagai generasi penerus yang malas. (hlm. 106)
  5. Apa gunanya sukses kalau tidak bahagia? (hlm. 135)

Suka di bagian halaman 39, di mana saat Erin dan Luthan ada di perpustakaan. Romantis-romantis gimana gitu😀

Paling miris pas baca di halaman 64-67. Rasanya ikutan ngilu atas apa yang menimpa Erin dan ini bikin trauma seumur hidupnya kelak. Dan di halaman 120 akan menjadi jawaban atas rasa trauama yang menimpa Erin selama bertahun-tahun… :’)

Buku ini mengupas kisah persahabatan dua manusia lawan jenis dan juga masalah keluarga. Ceritanya menggunakan alur mundur. Pas baca profil penulisnya, uwow masih unyu; kelahiran 1995😀

Keterangan Buku:

Judul                                     : Seven Request

Penulis                                 : Amira Budi Mutiara

Penyunting                         : Hutami Suryaningtyas

Perancang sampul           : Gloria Grace Tanama

Pemeriksa aksara             : Kamus Tamar & Yntan

Penata aksara                    : Rokhmad Setiawan

Ilustrasi isi & sampul       : Gloria Grace Tanama

Penerbit                              : Bentang Belia

Terbit                                    : 2012

Tebal                                     : 178 hlm.

ISBN                                      :978-602-9397-49-9

Indonesia Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

2 thoughts on “REVIEW Seven Request

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s