REVIEW Sebelas Patriot

 sebelas patriot

Jika ada hal lain yang sangat menakjubka di dunia ini selain cinta, adalah sepak bola. (hlm. 103)

Sejarah telah memperlihatkan semua hal tentang kerakusan, kesombongan, kekejama, keikhlasan, pengorbaan dan daya juang di mana setiap orang dapat bercermin. Namun, tampaknya manusialebih bernafsu membuat sejarah ketimbang belajar dari sejarah.

Adalah Ikal yang dilanda perasaan mengebu setelah melihat sebuah foto ayahnya semasa muda, foto yang bersejarah bagi nasib ayahnya, fotonya yang membuat hatinya teriris jika mengenangnya.

Sebelas patriot dari tim sepakbola para kuli parit tambag, dan terutama ayahnya. Mereka adalah olahragawan sejati pertama yang dikenalnya. Pertandingann terakhir ayah memang hanya pertandingan antara sebelas kuli jajahan melawan sebelas ambtenaar Belanda, namun bagi Ikal saat itu lapanga sepak bola adalah medan perang di mana pribumi menggempur penjajah. Saat itu adalah saat rakyat Indonesia melawan, saat tim nasional Indonesia menekuk tim nasional Belanda. Itulah makna teriakan Indonesia! Indonesia!

Dan Ikal menjadi paham mengapa  ayahnya sangat gemar menonton sepak bola dan selalu menjadi pendukung setia PSSI, begitu pula dirinya. Jika PSSI bertanding, ayah mengajak Ikal menoton di televisi umum hitam putih di pekarangan balai desa.

Orang seperti ayah bukanlah orang yang hidup dengan sebuah kemewahan harapan yang sering disebut cita-cita. Jika ayah memang pernah bercita-cita, cita-citanya pasti ingin menjadi pemain sepakbola untuk membela bangsanya.

Di halaman 44-46, kita akan menemukan trik bermain sepak bola dengan filosofi buah-buahan; tendangan pisang, teknik sundul labu siam, teknik kuda-kuda buah nangka, dan teknik durian runtuh.

Kegilaanya pada sepak bola juga berlanjut sampai dia kuliah di Sorbonne, Prancis. Bagian paling pilu ada di halaman 74 dan 82. Duh…rasanya bikin mrebes kalo udah urusan ayah… :’)

Untuk ukuran novel, buku ini sangatlah tipis, hanya 101 halaman saja. Bacanya berasa cuma sekejap.

Membahas sepak bola, mengigatkan saya akan masa ababil. Piala Dunia 1998, di saat masih bangku SD, sudah gila bola. Namanya juga ababil, jadi koleksinya yang nge-hits jaman itu😀

Beberapa kalimat favorit:

  1. Prestasi tertinggi seseorang, medali emasnya, adalah jiwa besarnya. (hlm. 61)
  2. Cinta sepak bola adalah cinta buta yang paling menyenangkan. (hlm. 88)
  3. Sepak bola adalah satu-satunya cinta yang tak bersyarat di dunia ini. (hlm. 93)
  4. Mencintai sepak bola adalah seluruh antitesis dari susahnya mencintai manusia. (hlm. 94)
  5. Cinta bagi kebanyakan perempuan adalah dedikasi dalam waktu yang lama, tuntutan yang tak ada habis-habisnya sepanjang hayat, dan semua pengorbanan itu tak jarang berakhir dengan kekecewaan yang besar. (hlm. 94)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Sebelas Patriot

Penulis                                 : Andrea Hirata

Penyunting                         : Imam Risdiyanto, Ditta Sekar Campaka

Perancang sampul           : Kuswanto

Pemeriksa aksara             : Ditta Sekar Campak, Ifah, Dwi

Penata aksara                    : Kuswanto, Iyan Wb.

Penerbit                              : Bentang

Terbit                                    : Juni 2011

Tebal                                     : 112 hlm.

ISBN                                      : 978-602-8811-52-1

Indonesia Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

8 thoughts on “REVIEW Sebelas Patriot

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

  2. Selain tetralogi Laskar Pelangi saya belum baca novel AH yang lain. Di novel ini pov-nya masih Ikal yang di LP ya, Kak? Apa ada bedanya sama Ikal yang udah kita kenal itu?

    (Lagi survey dulu, hehe). ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s