REVIEW Once More Chance

 one more chance

Tidak ada yang lebih membahagiakan selain bisa hidup di sisi orang-orang yang paling mencintai kita. (hlm. 292)

Adalah VIOLINA DAWAI DIPURA sosok yang memiliki dua kepribadian. Sebagai sosok DAWAI, dia adalah gadis jutek, dingin, anti sosial dan tidak punya rasa simpati apalagi empati terhadap orang lain. Sementara sebagai sosok VIO, dia mewujud menjadi gadis yang ceria, suka menolong dan juga supel. Hal apa yang melatar belakangi dia menjadi dua sosok yang berbeda?

Sedangkan ANUGRAH PUTRA CELLO adalah mahasiswa tingkat akhir yang sedang berjuang menuju ritual bertoga. Apalagi dirinya termasuk telat lulus. Ada banyak hal yang melatarbelakangi hal tersebut. Mahasiswa gondrong ini justru bikin hati Vio meleleh sejak kali pertama bertemu, ditambah rambut gondrongnya yang menjadi daya tarik bagi Vio.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Mempunyai satu teman sudah sangat baik. Namun memiliki dua, jauh lebih baik lagi. (hlm. 95)
  2. Bukan cewek aja yang butuh cinta dan kasih sayang, semua mahluk di bumi ini butuh cinta. (hlm. 98)
  3. Kalo lo emang suka, kenapa nggak dijadiin aja, sih? (hlm. 98)
  4. Siapa pun itu pasti selalu ingin ditemani seseorang baik keluarga sendiri, teman atau siapa pun yang dikenalnya. Tapi tentu saja, yang terpenting adalah keluarga dan tentu saja orang yang paling kita sayangi. (hlm. 128)
  5. Betapa takut diri kita ketika menghadapi kematian. Apalagi kalau menghadapi seorang diri, sepi, dingin dan gelap. Yang ada hanya diri sendiri saja. Tidak ada yang membimbing, hal itu sangat menakutkan. (hlm. 134)
  6. Ketika benih mulai ditanam, terciptalah sebuah harapan. Namun harapan itu kandas apabila benih itu tidak bisa tumbuh dengan semestinya. (hlm. 185)
  7. Jangan pernah bilang kalo lo mencintai seorang wanita, tapi lo justru meninggalkannya pada saat wanita itu membutuhkan lo. (hlm. 301)

Banyak juga selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1.  Makanya kalo punya wajah yang sangar dikit. Jadi dibilang kayak cewek deh! (hlm. 13)
  2. Kalo emang suka sama seseorang, kenapa harus dilarang? (hlm. 23)
  3. Cowok kayak gitu sih, sebaiknya dilupain aja! Sok keren! (hlm. 35)
  4. Cowok mana yang nggak akan kaget kalo tiba-tiba ditembak apalagi kalau baru kenal. (hlm. 36)
  5. Kalau emang suka, kejar. Jangan cuma diem aja! (hlm. 73)
  6. Sebejat-bejatnya gue, gue nggak bakalan tega buat ngerjain anak polos yang masih bersih kayak gitu! (hlm. 97)
  7. Namanya juga mahasiswa, ada saja akalnya. (hlm. 106)
  8. Galak amat udah kayak anak cewek lagi datang bulan! (hlm. 119)
  9. Hal yang wajar seseorang sibuk. (hlm. 120)
  10. Kalau gampang ngerti, ngapain minta diajarin segala? (hlm. 174)
  11. Kalau memang tidak mau direbut, kenapa tidak kalian jaga? Atau setidaknya cari aja cowok lain. (hlm. 213)
  12. Sudah segede ini masih aja jaman yang namanya nembak hanya untuk mengesahkan hubungan pacaran. (hlm. 228)

Ini adalah kategori novel sicklit dan merupakan #gagasdebut tahun lalu. Poin lebih dari buku ini adalah tokoh utamanya adalah sosok yang tidak sempurna. Berjuang untuk hidupnya. Yang suka dari novel ini adalah terasa aura masa-masa kuliah, mulai dari ngecengin kakak tingkat, sibuk tugas, ikut acara-acara kampus sampai tegangnya masa ujian akhir demi meraih ritual bertoga.

Menemukan beberapa typo, seperti “vio” harusnya huruf V harus kapital di halaman 70, “dua” harusnya “dia” di halaman 61, dan seringnya rancu para tokohnya misalnya Cello terkadang memanggil dirinya sendiri dengan kata panggil ‘aku’ tapi tak jarang juga dengan panggilan ‘saya’.

Banyak pesan moral yang bisa kita ambil dari buku ini. Sosok Cello yang berasal dari keluarga broken home dan membuatnya membenci semua perempuan yang ada di dunia akibat ulah ibunya di masa lalu dan Vio alias Dawai yang berjuang untuk hidupnya yang tidak lama lagi.

Keterangan Buku:

Judul                     : Once More Chance

Penulis                 : Ninna Rosmina

Penyunting         : Mita M. Supardi

Proofreader       : Jia Effendie

Desain sampul   : Dwi Anissa Anindhika

Penata letak       : Asep Aziz

Penerbit              : Gagas Media

Terbit                    : 2013

Tebal                     : 313 hlm.

ISBN                      : 979-780-642-1

Indonesia Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

4 thoughts on “REVIEW Once More Chance

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: [BOOK KALEIDOSCOPE 2014] Top Five Book Boy Friends | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s