REVIEW Seven Days

 seven days

Cinta tidak pernah memaksa kita untuk memilih, hiduplah yang mengharuskan untuk memilih. Termasuk memilih, kita ingin hidup dengan siapa. (hlm. 291)

Nilam dan Shen nyaris seperti anak kembar yang beda ayah dan ibu, beda tanggal lahir dan beda sifat. Persamaan mereka adalah pncinta lukisan dan langit. Mereka dekat karena ayah mereka berteman sejak kuliah, menikah dalam rentang waktu berdekatan, tinggal bertetangga di sebuah kompleks perumahan, dan Shen lahir satu bulan lebih dulu daripada Nilam.

Karena papa Shen seorang dosen Astronomi, bahkan nama mereka pun diambil dari sumber yang sama, rasi bintang Orion, sang Pemburu. Shen Lutfi Ardiwinata. Shen adalah nama rasi Orion yang biasa digunakan oleh masyarakat Cina. Sedangkan papa Shen memberi usul pada ayah Nilam untuk menamainya Alnilam, salah satu bintang di sabuk Orion. Nama tersebut diambil dari bahasa Arab yang artinya ‘untaian mutiara’. Ayah Nilam pun setuju dengan usul tersebut, dan memberi nama Alnilam Rahma Soeminta.

Nilam dan Shen tumbuh bersama. Mereka hampir selalu satu sekolah, bahkan saat kuliah pun mereka masuk perguruan tinggi yang sama meski beda jurusan. Shen di jurusan Arsitektur sedangkan Nilam mengambil jurusan Desain Grafis.

Karena kedekatan bagai saudara itulah, Nilam merasa perlu mengikutsertakan Shen dalam setiap langkah hidup, termasuk dalam urusan cinta. Shen paling tahu pria mana yang pernah mampir dalam hidup Nilam, bagaimana kisah percintaan Nilam, dan menjadi tempat sampah saat Nilam putus dengan pacar-pacarnya itu.

Shen sendiri selalu dikerubuti oleh wanita-wanita yang ngefans padanya, meski belum pernah punya pacar karena menurutnya gadis-gadis masa kini sebagian besar merepotkan dan manja. Shen tipikal pria yang ingin bebas, tidak terikat, dan memilih untuk sendiri.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Ucapan orangtua itu ucapan Tuhan juga. (hlm. 11)
  2. Ada cinta yang tumbuh karena witing trisno jalaran soko kulino. Lalu, ada juga cinta yang memang muncul tanpa ada alasan. Cinta itu hadir, ditujukan pada seseorang, karena hati memang memilihnya. (hlm. 104)
  3. Sesekali hidup jangan terlalu direncanakan. (hlm. 161)
  4. Karena hanya dengan menjalani dan menikmati, kita bisa merasakan indahnya kejutan dalam hidup. (hlm. 162)
  5. Justru kita harus menciptakan sendiri sebuah tantangan untuk menikmati kejutan hidup. (hlm. 162)
  6. Tunggu kejutan aja. Dan, kejutan nggak perlu rencana. (hlm. 162)
  7. Semua hal pasti susah di awalnya. Tapi, justru karena susah itu tantangan, maka jadi semu dan ketagihan sampai sekarang. (hlm. 174)
  8. Pada akhirnya, toh kamu harus memilih. Ibarat petualangan, kamu bisa pergi dan berpetualang dengan siapa pun. Tapi, sampai kapan? Ada satu masa ketika kamu akhirnya merasa lelah dan kembali pada seseorang yang denga setia dan sabar menunggumu. (hlm. 178)
  9. Pernikahan tanpa cinta akan berakhir bencana. (hlm. 263)
  10. Nggak ada yang lebih membahagiakan daripada melihat orang yang kita cintai sukses. (hlm. 275)
  11. Cinta itu perjuangan. Seperti seorang ibu berjuang melahirkan anak-anaknya. Bagaikan sosok ayah bersusah payah menafkahi kehidupan keluarganya. Semuanya perlu direncanakan, dipikirkan masak-masak, diperhitungkan, diusahakan, sebagai wujud cinta. (hlm 291)

Banyak juga kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Permasalahan datang ke Kuta di saat weekend adalah penginapan yang kebanyakan penuh. (hlm. 29)
  2. Bagi wanita yang punya pacar seorang gamer, ditinggalkan oleh pacar seharian penuh tanpa kabar dan ternyata dia asyik main game itu seringkali menjengkelkan. (hlm. 74)
  3. Warga Bali menganut peraturan yang tertib sekali. Di Jakarta, mana bisa dijumpai pola berkendara seperti ini? (hlm. 81-82)
  4. Sebagai seorang wanita, tentu memiliki naluri yang sepertinya sulit dielakkan hobi belanja. (hlm. 88)
  5. Jarang ada cowok yang sabar di dunia ini. (hlm. 102)
  6. Banyak wisatawan dipalak oleh segerombolan pria, dikerubuti anak-anak kecil dan ibu-ibu. Semua memaksa agar para turis membeli barang dagangan atau membayar tarif guide, ojeg, dan sarung. Apa pun sampai turis memberi mereka uang. (hlm. 120)
  7. Tempat wilayah wisata, bahkan tempat suci untuk ibadah, mengapa malah banyak orang-orang menyeramkan yang memeras wisatwan yang ingin berkunjung? (hlm. 121)
  8. Teman cewek kamu banyak, yang naksir kamu apalagi? Kenapa nggak pilih salah satu, terus coba menjalin hubungan? (hlm. 157)
  9. Kamu ini kena sindrom wanita usia dua puluh lima ya? Pengen cepat  nikah. (hlm. 158)
  10. Mungkin selama kamu belum laku, mereka tenang-tenang aja karena punya cadangan calon menantu. (hlm. 159)
  11. Aku ini bukan nggak laku, tapi punya prinsip akan memilih orang yang memang kuinginkan. (hlm. 159)

Apakah percaya dengan persahabatan antar lawan jenis? Apakah pernah mengalaminya, seperti kisah Shen dan Nilam yang bersahabat sejak kecil dalam novel ini? Siapapun yang bersahabat antara laki-laki dan perempuan, pasti bakal ada yang namanya mengalami cinta bertepuk sebelah tangan atau cinta diam-diam. Sahabat jadi cinta memang tema yang mainstream.

Yang membedakan tema ini dibandingkan novel-novel dengan tema yang sama adalah adanya poin setting Bali yang mendominasi; ada Kuta di halaman 54, Legian di halaman 63, Monumen Ground Zero di halaman 67, Ubud di halaman 111 dan 175, Gunung Batur di halaman 127, Tanah Lot di halaman 146, Uluwatu di halaman 197, Garuda Wisnu Kencana di halaman 236, dan Pantai Padang Padang di halaman 252. Novel ini merupakan Pemenang Pertama Lomba Penulisan Romance Qanita😉

Keterangan Buku:

Judul                     : Seven Days

Penulis                 : Rhein Fathia

Penyunting         : HP Melati

Proofreader       : Yunni Yuhani M.

Penerbit              : Qanita

Terbit                    : Februari 2013

Tebal                     : 296 hlm.

ISBN                      : 978-602-9225-72-3

Indonesia Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

One thought on “REVIEW Seven Days

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s