REVIEW Araminta Spook: The Sword in the Grotto

 

Rumah Spookie, tempat tinggal Araminta bersama Bibi Tabitha dan Paman Drac, kini semakin ramai. Awalnya, Araminta menemukan dua hantu yang tinggal di rumah ini, lalu keluarga Wizard muncul dan memutuskan tinggal bersama mereka. Jadi, sekarang ada delapan orang tinggal di rumah itu. Keluarga Wizzard ada tiga orang, Wanda dan kedua orantuanya; Brenda dan Barry.

Dua hantu yang tinggal bersama mereka adalah Tuan Horace dan Edmund. Banyak orang yang berpikir Tuan Horace hanyalah seonggok jubah zirah tua yang membosankan. Namun, sebenarnya dia adalah hantu mereka yang paling besar.

Terkadang, Araminta mengira Tuan Horace lebih menyukai Wnda daripada dirinya. Bukannya iri, walaupun Tuan Hirace adalah hantu pertamanya. Sejak keluarga Wizzard datang, mereka memperbaiki Tuan Horace sehingga dia tampak seperti baru. Wanda menyingkirkan seluruh karat di tubuh Tuan Horace dengan minyak sepeda dan Tuan Horace sangat bahagia karena itu. Sejak itu, Tuan Horace lebih sering terlihat berjalan-jalan daripada sebelumnya. Dia tidak lagi berderit dan itu agak aneh. Kadang, saat merencanakan jebakan untuk Bibbi Tabby atau bermain sesuatu, tiba-tiba saja Tuan Horace sudah ada di sana, berada tepat di belakang.

Namun, akhir bulan lalu, Tuan Horace mulai berhenti jalan-jalan dan tampak galau. Dia jadi sering mengintai di balik tirai tua jelek di dekat landasan tangga. Pernah suatu malam, dia bahkan menakuti Paman Drac dengan geramannya yang mengerikan, saat Paman Drac keluar dari menara kecilnya.

Selain itu, Tuan Horace juga pernah melepaskan kepalanya begitu saja dan meninggalkannya di tangga. Bibi Tabby pernah tersandung gara-gara itu dan  menyalahkan Araminta. Duh…kalo saya yang nemu potongan kepala Tuan Horace yang ada lemas… :3

“Semua orang pernah jadi bayi.” (hlm. 9)

Ternyata tidak cuma manusia, hantu pun bisa galau. Begitu pula yang dirasakan Tuan Horace menjelang ulang tahunnya yang ke 500. Byuh…banyak amat ya umurnya, namanya juga hantu atulah… x)

Araminta dan Wanda berniat memberikan kejutan untuk Tuan Horace di ulang tahunnya itu. Mereka berniat akan memberikan sebuah pedang kuno di dalam gua kuno yang tersembunyi di bawah rumah hantu milik Araminta.

Berbagai cara dilakukan Araminta dan Wanda upaya meraih pedang kuno tersebut. Namanya juga anak-anak, ada saja tingkah polah unyu yang mereka lakukan. Misalnya saja, saat memasuki gua, supaya tidak tersesat mereka menggunakan gulungan benang sebagai pertanda untuk meninggalkan jejak dan cara gampang agar mereka bisa keluar kembali dari gua dengan selamat dan berharap berhasil mendapatkan pedang kuno sebagai hadiah untuk Tuan Horace. Ada banyak rintangan yang harus mereka lewati; gerbang benteng yang penuh jebakan, labirin jamur yang mengerikan dan masih banyak tantangan lainnya.

Apakah mereka akan berhasil melewati semuanya? Pesan moral dari tokoh Araminta kali ini adalah persahabatan tidak mengenal dunia. Persahabatan tidak hanya sesama manusia. Persahabatan juga bisa dilakukan antara manusia dan hantu.

Keterangan Buku:

Judul: Araminta Spook: The Sword in the Grotto

Penulis: Angie Sage

Penerjemah: Rina Wulandari

Penyunting: Aan Wulandari

Penyelaras aksara: Lian Kagura, Gita Lovusa

Penata aksara: Studio Kata

Perancang sampul: Katie Everson

Penggambar ilustrasi: Jimmy Pickering

Penerbit: Noura Books

Terbit: 2014

Tebal: 144

ISBN: 978-602-1306-91-8

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

One thought on “REVIEW Araminta Spook: The Sword in the Grotto

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s