REVIEW Aku, Juliet

 aku juliet

Kalau kau berani jatuh cinta, maka kau harus berani patah hati. Sebab luka yang ditorehkan oleh orang yang kau cinta, lebih sakit daripada luka yang ditorehkan oleh orang yang tidak ada di hatimu. (hlm. 81)

Pertama kali masuk ke SMA Eleazar, Abby sudah tahu bahwa oknum siswa di SMA itu sering tawan dengan oknum siswa dari SMA Juventia. Baginya, bisa masuk ke Eleazar adalah sebuah prestasi. Walaupun terkenal suka tawuran, SMA itu juga menyandang gelar SMA Favorit dengan beberapa eskul yang sering memenangkan perlombaan eskul antar-SMA. Tentu saja, salah satu SMA yang menjadi pesaing terberat Eleazar adalah Juventia.

Kedua SMA itu bersaing dalam apapun; basket, voli, debat bahasa Inggris, cheerleader, bahkan berebut menampilkan grup band dan penyanyi ternama dalam pentas seni tahunan. Sebagai salah satu siswa baru, dalam diri Abby sudah ditanamkan aroma persaingan itu oleh senior-senior MOS-nya. Ia juga sudah tahu mengenai batas teritori dua sekolah.

Apakah salah kalau dirinya jatuh cinta kepada Camar, siswa SMA Juventia? Bukankah lucu jika cinta dibatasi oleh wilayah teritori SMA masing-masing? Ini seperti kisah cinta Romeo dan Juliet yang tak bisa menyatu karena permusuhan keluarga yang sudah berlangsung turun-temurun. Romeo dan Juliet bahkan tak tahu apa penyebab permusuhan itu, tapi mereka dipaksa untuk saling membenci satu sama lain.

Jika solidaritas itu terpaksa membunuh rasa cintanya kepada Camar, Abby tak setuju. Ia tak punya alasan mengapa harus ikut membenci anak-anak Juventia. Bahkan, ia tak tahu apa penyebab permusuhan kedua SMA itu. Ia tak ingin ikut terjebak dalam pemikiran yang tak logis dan rasional. Tujuannya bersekolah adalah untuk menuntut ilmu, bukan mendulang musuh.

Aku tak peduli, walaupun seluruh sekolah membenciku karena mencintaimu, bagiku kau lebih lebih penting dari semua orang di SMA kita. (hlm. 125)

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu? Aku bahkan selalu memikirkanmu. (hlm. 21)
  2. Perasaan jautuh cinta dan dekat dengan sosok yang dicintai itu begitu menyenangkan. Barangkali jika perasaan cinta selalu ada di dalam hati manusia, tak ada seorang pun yang membutuhkan narkoba. (hlm. 60)
  3. Memilih antara cinta dan sahabat memang sungguh sulit. (hlm. 69)
  4. Cinta memang buta. Orang yang mencinta tidak dapat berpikir lagi. (hlm. 71)
  5. Apakah cinta terlalu besar sehingga mengaburkan logika? (hlm. 75)
  6. Apakah cinta butuh alasan? (hlm. 114)
  7. Kadang perhatian itu datang dari orang yang tidak kita kenal. Kita tak tahu bahwa ternyata orang-orang yang tak kita perhatikan, sesungguhnya acap kali memperhatikan kita. Kita baru menyadarinya ketika mereka menampakkan kepedulian kepada kita. (hlm. 120)

Banyak sindiran halus dalam novel ini:

  1. Ngapain lo ikut tawuran kalo belu nguasain lapangan? Untung lo nggak mati! (hlm. 5)
  2. Zaman sudah jauh berubah, tapi gaya mlonconya masih sama. (hlm. 11)
  3. Buat apa mengumpulkan tanda tangan para senior yang untuk mendapatkannya saja, anak baru harus melakukan hal-hal aneh yang diminta senior? Memangnya mereka artis? (hlm. 18)
  4. Novel yang bagus. Tapi sayang, kebanyakan orang ngakbaca dan cuma dengar perkataan orang. (hlm. 41)
  5. Ternyata ada juga cewek jaman sekarang yang suka membaca novel lama. (hlm. 41)
  6. Nggak usah sok lurus gitu. Baru pacaran doang. Orang nikah aja masih bisa selingkuh, kok. (hlm. 49)
  7. Begitulah kalau cewek sudah punya pacar, akan kesulitan membagi waktu dengan teman-teman ceweknya. (hlm. 72)
  8. Hubungan kalian masih muda, masih belum harus diseriusi, paham? (hlm. 78)
  9. Membeli buku memang harus dipaksa, bukan? (hlm. 94)
  10. Elo harus hati-hati. Apalagi elo lagi coba-coba deketin cewek yang udah punya pacar. (hlm. 122)
  11. Apa gunanya koleksi tas dan sepatu kalau anaknya bermasalah? (hlm. 130)
  12. Kamu itu masih muda, emosi kamu masih belum stabil. (hlm. 161)

Kyaaa….banyak adegan di perpustakaan:

  1. Banyaknya rak dan buku membuat perpustakaan terlihat sempit. Terlebih di bagian pojok disediakan meja dan kursi untuk membaca. Jumlahnya tujuh buah. Disusun sejajar. Sepertinya enak juga belajar di perpustakaan. Bisa lebih konsentrasi, karena penjaga perpustakaan sering menegur siswa-siswa yang bersuara keras di dalam perpustakaan. (hlm. 27)
  2. Ketika ia melihat penjaga perpustakaan, ia merasakan sebuah chemistry, membayangkan kelak dirinya menempati posisi itu, mengabdi kepada buku-buku. Petugas perpustakaan cukup ramah, meski sering galak juga terhadap para siswa yang terlambat mengembalikan buku, bahkan menghilangkannya. Sebagaimana lazimnya sebuah perpustakaan, di tempat itu juga dilarang bersuara berisik. Benar-benar harus fokus membaca. (hlm. 39)
  3. Bayu mengajak Camar duduk di bangku yang masih kosong di dalam perpustakaan. Camar sungguh kesulitan menenangkan hatinya. Sepanjang waktu istirahat, mereka duduk berdampingan membaca novel yang cukup berat bagi usia mereka. Tentu saja, Camar tidak bisa menghayati bacaannya dengan baik, karena Bayu ada di sampingnya. (hlm. 63)
  4. Pustakawan itu memberikan tas kecil untuk menyimpan benda-benda berharga yang boleh dibawa ke dalam perpustakaan. Ia sudah tak sabar menjelajahi isi perpustakaan dan melahap semua bukunya. (hlm. 87)

Selipan kritik sosial di perpustakaan sekolah juga ada:

  1. Perpustakaan hanya menyediakan novel-novel karya Pujangga Lama. Sepertinya harus ada yang mengusulkan kepada Kepala Perpustakaan agar koleksi buku mereka ditambah. (hlm. 39)
  2. Sayang, perpustakaanku sekolahkuitu kudet, kurang update. Ada banyak novel baru yang ditulis penulis muda, tapi nggak ada satu pun ada di perpustakaanku. Sudah gitu, para siswa juga dilarang bawa novel populer dan komik. (hlm. 42)
  3. Namun, yang membuat ironis, koleksi buku di perpustakaan sekolahnya tidak pernah diperbaharui. (hlm. 55)

Jenis font dan jarak antar paragraf nyaman untuk dibaca. Ada selipan ilustrasinya. Tapi ada ketidakkonsistenan dalam penyebutan orang yang bekerja di perpustakaan; petugas perpustakaan di halaman 39, sedangkan di halaman 87 disebutkan sebagai pustakawan😀

Novel ini mengambil tema kehidupan remaja; broken home – tawuran – solidaritas. Konflik yang diangkat memang tidak berat karena ini kehidupan remaja usia lima tahun. Seputaran percintaan antar sekolah yang bermusuhan sejak jaman dulu. Ibarat Rome dan Juliet yang cintanya terlarang karena masalah keluarga, tokoh utama dalam buku ini cinta terlarang efek sekolah mereka yang tak pernah akur karena musuh bebuyutan.

Permasalahan remaja sebenarnya itu-itu saja, tapi tak jarang menimbulkan efek di luar dugaan. Seperti halnya salah satu tokoh dalam buku ini yang sebenarnya menjadi korban dalam permasalahan antar remaja.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Aku, Juliet

Penulis                                 : Leyla Hana

Penyunting                         : Sasa

Penyelaras akhir               : Dyah Utami

Pendesain sampul           : Tim Moka Media

Penata letak                       : Tri Indah Marty

Ilustrator                             : N. Rival

Penerbit                              : Moka Media

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 180 hlm.

ISBN                                      : 979-795-840-x

Indonesia Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

2 thoughts on “REVIEW Aku, Juliet

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

  2. Kalau kau berani jatuh cinta, maka kau harus berani patah hati. Sebab luka yang ditorehkan oleh orang yang kau cinta, lebih sakit daripada luka yang ditorehkan oleh orang yang tidak ada di hatimu. (hlm. 81)

    Suka sama quotes nya mbak ^^, apik-apik (bagus-bagus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s