REVIEW A Girl Who Loves A Ghost

Kematian orang terkasih mampu menyedot seluruh jiwamu, bahkan membawa pergi sebagian kenangan dan semangat hidup. (hlm. 413)

Adalah Aleeta Jones, seorang blasteran Indonesia-Amerika. Ibunya orang Indonesia. Sedangkan ayahnya bernama Oliver Jones yang merupakan seorang pria gagah dan penyayang yang berkebangsaan Amerika, kini telah mengubah kebangsaannya menjadi warga negara Indonesia sejak dua puluh tahun lalu. Sejak ibunya mengandung Aleeta, putri pertama mereka.

Hidupnya biasa-biasa saja. Tidak istimewa. Tidak ada sesuatu yang bisa dibanggakan. Kecuali jika orang lain menganggap menjadi cewek blasteran adalah suatu kebanggaan. Saat ini dia hidup di Jakarta, Indonesia. Dengan semua ciri-ciri tadi, tentu Aleeta terlihat mencolok. Tapi Aleeta bukan jenis orang yang menyukai perhatian berlebih.

Aleeta mempunyai kebiasaan yang bermanfaat, setiap pagi dia menyempatkan membeli koran dan membacanya;

  1. Jika masih ada waktu, aku biasanya akan mampir di kios dan membeli sesuatu untuk dibaca. Majalah atau koran tidak menjadi masalah. Asalkan aku memiliki bahan bacaan untuk di rumah nanti malam. (hlm. 15)
  2. Aku berjalan secara otomatis ke kios majalah milik Pak Mamat. Aku akan membeli majalah. Atau koran. Biasanya aku membaca sesuatu untuk dibaca nanti malam. Ini sudah seperti ritual pagi. Rasanya ada yang kurang jika aku tidak singgah untuk membeli bacaan. Apa pun itu. (hlm. 70)

Berawal dari hobinya itulah hidupnya bakal berubah drastis. Bagaimana bisa? Ketika Aleeta membaca sebuah headline sebuah koran, disebutkan jika putra keluarga pengusaha besar Nakano di rampok dan dibunuh. Saat itu Aleeta refleks mendoakan si korban. Siapa sangka, korban dari pembunuhan itu mendengar doanya dan meminta bantuannya. GLEK!

Nakano Yuto, pemuda yang berumur dua puluh tiga tahun ini merupakan direktur pemasaran sebuah perusahaan ekspor-impor alat berat di Bandung, yang juga putra pertama keluarga Nakano, pengusaha yang cukup dihormati, dirampok dan dibunuh. Perampok mengambil dompet, telepon genggam, jam tangan, dan mobil korban, kemudian menembak korban tepat di jantung dan meninggalkannya di jalan sepi. Polisi menduga korban langsung meninggal di tempat.

“Jika bisa memilih, aku akan memilih untuk menghilang saja.” (hlm. 32)

“Tapi tidak ada yang bisa melihatku selain kau. Jadi kau yang harus membantuku. Kita tidak punya banyak waktu yang tersisa. Lagi pula aku tidak menghantuimu.” (hlm. 51)

Apa jadinya jika Aleeta harus berurusan dengan si Yuto ini yang meminta bantuannya untuk menemukan siapa dalang pembunuhan di balik semua ini?

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Jangan terlalu berlebihan. (hlm. 33)
  2. Biarkan takdir yang memilih untukmu. (hlm. 39)
  3. Urusan selalu menjadi alasan utama orang melakukan sesuatu. (hlm. 294)
  4. Kau tidak bisa mengatakan ‘kurasa aku menyukainya’ jika kau benar-benar mencintai seseorang. Menyukai saja tidak cukup untuk bisa membuat seseorang jatuh cinta. (hlm. 385)
  5.  Bebanmu akan lebih ringan dan pundakmu yang kaku bisa sedikit lebih rileks. (hlm. 431)

Banyak juga selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Peraturan sekolah tidak mengizinkan para murid memakai aksesori aneh. (hlm. 13)
  2. Stoking bukan aksesori aneh. (hlm. 13)
  3. Kelakuan orang semakin buruk. Harus ekstra hati-hati jika pulang malam. (hlm. 16)
  4. Tidak akan menjalin hubungan dengan seseorang hanya karena mempunyai hobi yang sama. Berhasil tidaknya suatu hubungan lebih bergantung pada kecocokan kedua belah pihak. (hlm. 39)
  5. Bukankah seseorang seharusnya mengucapkan sesuatu pada seseorang yang bersedia menolongnya? (hlm. 53)
  6. Kau tidak ingin membagi hal-hal pribadi walaupun itu dengan saudaramu sendiri kan? (hlm. 59)
  7. Apa yang bisa diharapkan dari seorang gadis labil yang suka teriak-teriak dan mudah panik? (hlm. 60)
  8. Semua senang jika kuliah cepat berakhir. (hlm. 85)
  9. Sungguh tidak profesiona. Membiarkan tamu menunggu di luar begitu lama. (hlm. 101)
  10. Tidak mungkin orang yang sudah meninggala bisa memberi perintah. (hlm. 167)
  11. Kau tidak akan mati hanya karena kaget. (hlm. 177)
  12. Diperlukan pikiran yang tenang untuk menghadapi wanita sedingin salju. (hlm. 200)
  13. Sebenarnya kafein juga tidak baik bagi tubuh, kau bisa menggantinya dengan teh sesekali. (hlm. 203)
  14. Walaupun saudara kembar identik, bukan berarti selera mereka akan wanita juga harus serupa, kan? (hlm. 211)
  15. Rasanya pasti tidak menyenangkan jika tertangkap basah membicarakan orang di depannya. (hlm. 326)

Soal cover, pertautan dua tangan antara tangan manusia (Aleeta) dan hantu (Yuto) keren banget. Representasi kisah cinta dua mahluk di alam yang berbeda. Seharusnya lebih kece lagi jika backgroundnya tidak biru juga seperti tangan si hantu (Yuto). Coba warna lain, biar terasa kontrasnya.

Waktu tahu penampakan bukunya, agak ragu juga buat bacanya. Cuma mikir, mampukah saya membaca buku yang memiliki halaman lebih dari 500 dan bisa dikategorikan buku bantal ini? Ternyata begitu membuka halaman pertama, saya langsung terbius isinya. Bahkan bisa saya habiskan dengan kurun satu hari, mungkin karena cuacanya pas ujan-ujan. Meski buku ini berkisah tentang dua mahluk beda dua, tidak ada unsur-unsur yang mengerikan sekaligus merinding. Justru, banyak hal-hal kocak yan diselipkan dalam ceritanya. Ditambah lagi, beberapa kali Yuto muncul tiba-tiba di sisi Aleeta. Kebayang gitu, pas kita lagi tiduran di kamar, ada arwah yang nongol mendadak? Uwow, untungnya si Yuto ini ganteng, etapi kalo saya sih tetep aja takut😀

Keterangan Buku:

Judul                     : A Girl Who Loves A Ghost

Penyunting         : Shalahuddin Gh

Pemindai aksara: Muhammad Bagus SM

Penata letak       : Sihar M Panggabean

Pembuat sampul: Iksaka Banu

Penerbit              : Javanica

Terbit                    : November 2014

Tebal                     : 551 hlm.

ISBN                      : 978-602-70105-4-3

Indonesia Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Review ini diikutsertakan dalam

Sayembara Penulisan Resensi Novel

A Girl Who Loves A Ghost

5 thoughts on “REVIEW A Girl Who Loves A Ghost

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s