GIVEAWAY Dunia Anna

Alhamdulillah, selama tahun 2014 sudah memposting 222 review. Itu artinya sudah melewati target daftar bacaan yang akan dibaca selama 2014, yaitu 200 😀

Nah, setelah buat giveaway dalam rangka postingan review ke dua ratus di blog ini, saya kembali membuat giveaway yang berhubungan dengan nomer cantik, yaitu postingan review ke 222 di tahun 2014 yang jatuh pada buku Dunia Anna – Jostein Gaarder.

Buku ini benar-benar kece. Buku-buku yang ditulis Jostein Gaarder selalu luar biasa.. Pasti mau donk ama buku ini, Saya akan memberikannya untuk satu pemenang 😉

MAUUU?!?! 😀

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @PenerbitMizanJangan lupa share dengan hestek #GiveawayDuniaAnna dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah jika kamu bisa melihat masa depan dan bertemu cucumu, pesan apa yang kamu berikan pada cucumu itu dalam rangka isu pemanasan global?

5. Tuliskan komentar tentang REVIEW Dunia Anna, di link ini

https://luckty.wordpress.com/2014/12/21/review-dunia-anna/

6. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GiveawayDuniaAnna yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GiveawayDuniaAnna ini berlangsung sembilan hari saja: 22-30 Desember 2014. Pemenang akan diumumkan tanggal 31 Desember 2014.

Silahkan tebar garam keberuntungan yaaa…😀

-lucktygs-

45 thoughts on “GIVEAWAY Dunia Anna

  1. Nama: Anastasya Sekartaji
    Twitter: @sekartajirolu
    Domisili: Batang, Jawa Tengah

    Pesan yg akan aku sampaikan sama anak cucuku di masa depan:
    “Bumi tahun 2014 saja sudah sangat panas. Lalu, bagaimana keadaan bumi 50 tahun yg akan datang? 100 tahun yg akan datang? Nenek(?) harap kamu tidak kaget ketika terlahir di bumi beberapa puluh tahun lagi. Mungkin akan sangat menderita. Orang-orang di masa itu (mungkin) tidak bisa menikmati indahnya alam yg masih hijau, oksigen yg tak lagi segar, iklim yg rusak, dll. Kami para generasi sebelum kamu sedang berusaha menjaga bumi dari kerusakan. Nanti, dimasamu, tetaplah jaga bumi kita yg sudah tua ini agar tidak semakin rusak. Kalau bumi ini semakin rusak, semakin panas, akankah bisa orang-orang masa depan bertahan hidup? :)”

  2. jika kamu bisa melihat masa depan dan bertemu cucumu, pesan apa yang kamu berikan pada cucumu itu dalam rangka isu pemanasan global?
    “nak, sewaktu nenek (-_-) dulu, bumi sudah sangat tersiksa akan pemanasan global, walaupun generasi nenek belum cukup untuk mengatasinya. apapun yang terjadi pada bumi sekarang adalah pilihan yang di putuskan oleh kamu dan generasi2 kamu, ubahlah bumi ini menjadi asri kembali, manfaatkanlah teknologi yg semakin pesat ini untuk menanggulangi pemanasan global, karena tidak ada yg tidak mungkin terjadi selama ada kemauan dan kerja keras, dan ingat! bumi adalah salah satu rezeki yang di beri tuhan untukmu, maka jagalah bumi, sayangi bumi, nenek harap kamu dan generasimu dapat melanjutkan usaha dan upaya generasi nenek”

  3. ikutan lagi ya…. @chi_yennesy di Padang
    Selamat, review ke 222, kereeeen.. gak bosan2nya nyimak reviewnya kalau ada notif di email. Beberapa dari buku yang di review akhirnya aku beli karena penasaran. Envy juga, karena aku selama 2014 ini paling banyak baru membaca 50 buku, dan reviewnya ngeneeees, bisa diitung jari. Luckty punya style sendiri dalam mereview, ada selipan isu, kritikan/sindiran halus, adegan perpustakaan, kalimat favorit, yang bikin pembaca penasaran ‘menjamah'[ bukunya langsung.
    Ok, lanjut ke jawaban surat.. aku langsung nulis aja ya;

    Dear kamu yang terpilih…
    Kamu mungkin bingung ketika menemukan surat ini, karena aku tau dizamanmu sudah tidak poluler lagi menulis surat. Ya, aku adalah seseorang yang dengan caraku berasal dari masa jauh sebelum kamu lahir. Zamanku yang membawa menentukan zamanmu kelak.
    Kamu, saat itu dunia penuh CO2 sehingga untuk bebas bernapas saja harus membawa helm Oxigen. Dan manusia dizamanmu, berusaha keras menciptakan penambal lapisan ozon yang semakin besar bolongnya. Aku amat menyesali, meteor lebih sering jatuh kebumi, dan air laut semakin mendekati daratan inchi demi inchi sepanjang waktu.
    Masyarakat dizamanku kerap menyepelekan pesan dari alam, mungkin mereka tak percaya bahwa puluhan tahun kemudian kebiasaan buruk mereka mencemari bumi akan membawa dampak massiv bagi bumi ini. Mereka yang menjadi penyebabp kerusakan itu mungkin telah terkubur dibawah lapisan bumi karena usia.
    Aku, dengan caraku berusaha menjaga alam dan mengajak orang-orang disekitaru peduli pada lingkungan, tapi aku sangat membutuhkanmu. Kamu saksi nyata dari masa depan. Dan, kalau kau mau, mari kita mulai misi penyelamatan ini sekarang.

    With Love

    aku yang memilihmu

    Ps; Jangan lupa beri tahu ibumu sebelum melewati gerbang waktu.

  4. Nama : Tasya Permata Sanjaya
    Twitter : @PermataTasya23
    Domisili : Klaten , Jawa Tengah

    Saya ikutan lagi nih mbk😀
    Langsung aja ya mbk pesan yg ingin saya sampaikan kalo ketemu cucu saya di masa depan tentang pemanasan global.
    Hai , mungkin km tdk percaya kalo aku mengirim surat ini ditahun 2014 , aku hanya ingin menceritakan dan juga ingin memberitahu km tentang pemanasan global . Ditahun 2014 ini bumi sangat panas dan pepohonan juga berkurang sehingga polusi udara terjadi dimana mana , bahkan sulit ditemukan lagi udara yg segar .Nah , untuk mengatasi pemanasan global ditahun mu aku hanya ingin memberi saran dan kamu wajib melakukan itu , krn ini demi kebaikanmu dan demi bumi kita tercinta ini bro..😀 dan ini sarannya :
    1. Km harus mencanangkan kegiatan reboisasi
    2. Km harus mengurangi penggunaaan AC & kulkas , krn jika digunakan terlalu berlebihan akan merusak lingkungan &terjadi lah global warming
    3. Warga dizaman mu juga tdk boleh menebang pohon sembarangan , krn jika pepohonan dihutan ditebang maka akan terjadi longsor kan bahaya banget
    4. Lebih baik menggunakan sepeda , dibanding menggunakan motor krn dgn menggunakan motor akan menimbulkan polusi udara yg memperburuk lingkungan.

    Sekian pesan yg dpt aku sampaikan dari zaman ku ini . kalo kurang boleh cari di google kok😀
    Thanks ..

  5. Nama: Adinda Putri Citradewi
    Kota tinggal: Cerme, Gresik, Jatim
    Twitter: @Adindaputri29D

    Andai aku bisa melihat masa depan dan bisa bertemu dengan cucuku, aku akan menuliskannya sebuah pesan:

    “My dear grandchild, bagaimana keadaanmu? Maafkan nenek terhadap semua kelakuan nenek di Bumi ini. Karena nenek, kau tak dapat merasakan udara sejuk yang selalu nenek rasakan dan akhirnya tergantikan oleh CO2, air segar yang akhirnya sumber air dimanapun tak dapat menghasilkan air karena mengering akibat Bumi yang semakin panas , dan tak dapat menyaksikan banyaknya tanaman hijau seperti di jaman nenek masih muda. Namun, nenek berpesan tolong tetaplah lestarikan Bumi yang kita pijak ini. Nenek tahu itu mustahil, tetapi jika kau tidak bertindak untuk menyelamatkan Bumi malah lebih buruk lagi. Jadi ajaklah semua orang beserta keluargamu untuk bekerja sama menanggulangi pemanasan global yang terjadi sebisa mungkin. Jika kau menyelamatkan Bumi sama saja kau menyelamatkan seluruh makhluk hidup yang ada muka Bumi ini. Jadi tunggu apa lagi, ayo selamatkan planet tercinta ini…..

    Love
    Granny.”

  6. Nama : Dias Shinta Devi
    ID : @diasshinta
    Kota : Bogor

    waahhh mbak keren banget setahun bisa baca 222 buku… duh jadi pengen :”)
    ini jawabanku mbak :
    aku akan berkata, “Cu, kau tahu sekarang di duniaku tahun berapa? apa yang terjadi di masaku? kuharap kau tak pernah merasakan apa yang aku rasakan. namun tak dapat dipungkiri kalau nyatanya nanti kau akan merasakan hal yang lebih buruk dari masaku. kau tahu kenapa? semakin perkembangan zaman, manusia semakin cerdas mengolah kemampuan kualitas terbaik dari dirinya untuk dunia. tapi mereka tidak sadar kalau ada yang lebih dahulu tinggal dan tak dapat terpisahkan dari manusia. itu adalah alam. manusia semakin lama semakin berfikir untuk memenuhi nafsunya untuk menguasai tanpa pernah berfikir untuk memperbaiki dan berusaha mempertahankan alam. bukan hanya manusia, alam juga membutuhkan perhatian, alam juga membutuhkan kasih sayang.
    Di masaku ini, Bogor sudah tidak sesejuk di masa Buyutmu waktu itu. di sini panas walau tak sebanyak polusi di Bekasi. bukan hanya kau, aku pun merasakan bagaimana rasanya pemanasan global. bagaimana bumi perlahan-lahan mulai berontak memanas karena terlalu lama diacuhkan manusia..
    mungkin sedari tadi aku membicarakan hal yang buruk tentang manusia, padahal aku sendiri ini manusia hhehe. namun tak semua manusia itu ‘jahat’ tetap ada yang melestarikan alam. kelak kau harus jadi salah satu dari mereka. bahkan kau harus menjadi pencetus pelestarian alam dengan cara yg paling efektif dan efisien tentunya dengan caramu sendiri.
    aku berharap, alam akan sedikit ramah tak seperti sekarang. kau tahu? di zaman nenekmu ini global warming sedang booming. tak jarang juga manusia yang berkoar-koar untuk menjaga alam ternyata tetap ikut merusak alam. hal yang kau anggap sepele seperti menggunakan AC, Kulkas dan bepergian menggunakan kendaraan yg mengeluarkan asap juga turut berpartisipasi melukai bumi.
    Nenek harap kau dapat menemukan cara untuk dapat mengobati sakit hati alam dan menjaga lestarinya hutan sebagai paru-paru dunia. karena nenekmu ini juga lalai dalam menjaganya. jadi tolong maafkanlah… dan aku yakin kau yg terpilih untuk dapat memperbaikinya.”

  7. rina susanti
    fb rina susanti
    twitter rina susanti
    kota tangsel
    pesan saya untuk anak cucu, lestarikan budaya tanam pohon saat kelahiran anggota keluarga baru. jaga lingkungan dimulai dari hal-hal kecil seperti hemat air, listrik (membuat rumah dengan konsep banyak jendela), membuat kompos dari sampah dapur, bercocok tanam di rumah . Manfaatkan barang yang ada atau barang bekas sebelum memutuskan barang baru, terakhir terlibat aktif dalam aksi lingkungan dengan berpartisipasi dalam komunitas ….

  8. Nama : Mahmudatul Khasanah
    Twitter : @mahda_khasanah
    Asal : Tanah Grogot Kaltim

    jika kamu bisa melihat masa depan dan bertemu cucumu, pesan apa yang kamu berikan pada cucumu itu dalam rangka isu pemanasan global?
    “Menghirup udara yang sama pada zaman yang berbeda, jagalah lingkungan dan cintailah keindahan untuk dunia kita,anak dan cucu-cucu kita”

  9. Nama : Shara Shahnaz
    Twitter : @pshara27
    Domisili : Medan

    Yang ingin saya sampaikan pada cucu saya adalah “Dimasa nenek hidup saja bumi sudah sangat panas dan banyak terjadi bencana alam akibat ulah manusia yang kurang peduli dengan lingkungan,maka dari itu kamu harus lebih menjaga lingkungan dan melakukan penghematan enegi bumi,dan mengajak temanmu ikut serta dalam upaya penyelamatan bumi,karena bumi adalah tempat tinggal kita & untuk warisan anak cucu kita”.

  10. Nama : Sofhy Haisyah
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Domisili : Makassar

    First buat kak luckty, wihh hebat ! sampe 222 review. saya mah, review satu novel aja susah -_- bahkan pernah tergelitik ambil ciri khas cara review-nya kakak supaya review-nya aku banyak. tapi tetap aja susah😛

    Oh iya, pesan untuk cucuku jika aku bisa melihat dan bertemu di masa depan.
    Aku hanya pesan agar dia menjadi pribadi yang tidak boros, berfoya-foya dan serakah. Jika aku bisa, aku akan membawanya melintasi masa aku yang sekarang, dimana hanya karena keserakahan yang berduit dan memiliki kepentingan yang membuat negara bahkan dunia kita sekarang mengalami kekacauan alam. Jangankan kekacauan alam, populasi manusia sendiri sebagai salah satu komponen alam pun mulai rusak.

    Aku harap, di masa depan nanti, cucuku sadar mengenai hal itu. Aku juga berharap dimasa depan, tak ada lagi istilah bahwa negara kita negara syurga. Karena istilah tersebutlah yang membawa kita berleha-leha, ongkang-ongkang kaki, malas, dan mau enaknya saja, mengambil terus-menerus kekayaan alam.

  11. Nama: Athaya Irfan
    Twitter: @JeruknipisAnget
    Domisili: Tangerang, Banten

    Bismillahirrahmanirrahim ..
    Aku berharap kali ini adalah rejekiku utk bisa membaca buku Dunia Anna.
    Jika saya dapat bertemu dengan cucu saya dimasa depan ada sejuta pesan dan harapan yg ingin disampaikan.

    “Cu, TERIMA KASIH kau masih tetap tegar hidup dimasa yg hampir kritis seperti saat ini. Semua ini adalah kesalahan kami, pendahulumu yg ehois dan serakah terhadap alam. Kau pantas untuk marah, tetapi jangan salahkan keadaan karna smua telah terjadi. Tolong maafkan kami. Jangan kau tiru kelalaian kami yg terjerat nafsu duniawi.

    Nenek percaya kau bisa menyembuhkan bumi yg kini terluka. Ingatlah pesan ini…
    ” Jadilah pemberani, Jdilah peduli. Berdirilah dimuka para petinggi negeri ini dan yakinkan mereka. Dengan bersama kau bisa menyelamatkan bumi yg terluka. Perlahan tapi pasti.
    Jangan gentar. Jadilah pemimpin. Berikan solusi terbaik untuk selamatkan bumi.
    “Percayalah ada jalan.Ingat, jangan berhenti peduli, kau hidup tidak sendiri. Tebarlah kasih untuk hidup yg lebih baik.”

  12. Nama: Kayata
    Twitter: @KayataaKayata
    Domisili: Surabaya

    Permisi, mbak.. Selamat ya, bisa me-review buku sebanyak 222 ^^ keren bngt (y)

    Pesan saya:
    Halo cu, nggak nyangka kalo ini adalah cucuku. Kamu imut dan cantik/ganteng sekali. Dulu, ketika mak/? hidup di masa abad ke 21, bumi sangat panaaass sekali. Bahkan, terkadang sudah mengguunakan AC aja masih panas. Padahal di jaman pertama kali bumi diciptakan, bumi sangaaatt sejuk. Ini akibat ulah manusia yang mencari keuntungan sendiri, dari yang membuang sampah sembarangan, menebang pohon, dll. Ini semua membuat bumi ini semakin panas.
    Di jamanmu ini, mak rasa sangat panas, betul kan? Ya. Makanya, sekarang hindari penggunaan AC, alat transportasi,dll secara berlebihan. Jika tidak digunakan, matikan AC. Jika bepergian dengan jarak yang dekat, lebih baik untuk jalan kaki saja atau menggunakan sepeda agar bisa mengurangi polusi udara yang keluar, selain itu juga mengurangi kemacetan.
    Di jaman mak ini aja, pengguna mobil dan motor sudah banyak. Apalagi di jamanmu,nak.

    Satu lagi, tanam banyak pohon dan tanaman di sekitar rumahmu yaa ^^ biar rumahmu semakin sejuk :))

    Sudah dulu yaa, mak mau kembali dulu. Bye-bye.. ^^

  13. Nama: Dinar Arisandy
    Akun twitter: @dinar_arisandy
    Kota tinggal: Boyolali, Jawa Tengah

    Pesan untuk cucu tercintaku di masa depan:

    “Mungkin sulit kamu percaya, tapi nenek dapat menjelajah masa depan dan bertemu denganmu, Cu. Kedatangan Nenek menemuimu ini untuk menyampaikan pesan kepadamu. Pesan ini berkaitan mengenai pemanasan global yang semakin lama semakin parah. Es di kutub yang mencair semakin banyak. Nenek takut jika masa dimana kamu berada ini nantinya akan tenggelam. Karena itu, Nenek memohon sekali padamu untuk membuat pemanasan global ini tidak semakin parah. Mulailah dari yang paling kecil, yaitu dirimu sendiri. Tanamlah tanaman-tanaman di halaman rumahmu, rawat, dan sirami mereka selalu. Berhentilah boros dengan bahan bakar yang ada. Gunakan sepeda jika ingin berpergian dekat, dan gunakan angkutan umum jika akan pergi jauh.
    Nenek berharap kamu juga akan mengajak orang-orang sekitarmu. Lindungilah dan rawatlah selalu lingkungan ini. Ingatlah, Cu, keberlangsungan hidup generasi-generasi selanjutnya.”

  14. Nama: F. Juni Ismarianto
    Twitter: @FJrean
    Kota: Nganjuk

    Pesan untuk cucu di masa depan:

    Aku yakin isu soal kerusakan Bumi tetap akan ada di masamu, wahai cucuku yang aduhai (oke, bahasa Eyang tidak sejadul itu, tapi ya, biar greget aja, hahah).

    Dan aku juga yakin, sama seperti Eyang buyutmu yang kece badai ini, engkau juga sangat peduli dengan lingkunganmu dan kelestarian tempat tinggal tercinta kita ini. Eyang juga yakin dirimu sekarang merasa frustasi dan marah pada banyak orang yang tidak peduli pada keberlangsungan kehidupan umat manusia (mungkin kata mereka, “buat apa peduli, toh kemanusiaan juga sudah mati”). Dirimu sudah capek-capek melakukan tindakan yang ramah lingkungan tapi mereka tetap saja melakukan pencemaran dan perusakan.

    Aku harap dirimu tidak kehilangan harapan dan tetap melakukan tindakanmu dalam memperhatikan lingkungan. Jangan putus asa dan menjadi satu dari mereka. Percayalah masih banyak orang yang sama seperti kita, masih sama sepertimu. Dan percayalah, bahwa satu orang BISA membuat sebuah perubahan. Perubahan yang diawali dari hal kecil seperti, mengantongi sampah terlebih dahulu sebelum menemukan tempat sampah.

  15. Nama: hasrini
    Twitter: @kyuchunn
    Domisili: makassar sulsel

    Nenek datang dri zaman yg brbeda dgnmu cuma mau beri kamu pesan tentang pemanasan global yg pstinya semakin parah di bandingkan zaman nenek dulu. Di zaman nenek suhu udara sangat meningkat mengakibatkan kemarau panjang, mencairnya gunungan es di kutub & sulitnya mencari sumber mata air. Nah klo sdh bgini siapa yg mau tanggung jawab cu? pesan nenek cu jagalah lingkungan mu dengan baik dengan menanam pohon mungkin manfaatnya tdk terasa langsung melainkan bbrapa tahun kedepan, menghematlah BBM karena polusi yg di timbulkan dri kendaraan berpeluang meningkatkan suhu bumi, kurangi penggunaan lampu di siang hari mungkin ini hal sepele cu tpi jika sluruh panas lampu di kumpul setiap penduduk bumi maka suhu panas akan trkumpul jdi hindarilah penggunaan lampu pda siang hari.
    Jangan tunggu sampai bumi kita hancur lakukanlah upaya yg bisa menyalamatkan bumi kita. Mulailah dari hal yg terkecil, dan mulai dari diri sendiri. Kebiasaan dan keserakahan kita terhadap bumi ini dengan tidak menggunakan akal sehat maka tunggulah bencana akan melanda kita.

  16. Nama : Esti Sulistyawan
    Twitter : @estisulistyawan
    Kota : Semarang

    Saya akan berpesan kepada cucu saya untuk mengajak orang lain agar sadar lingkungan, jangan hanya terus merusak saja, sudah saatnya mulai merawat dan melestarikan. Akan kuceritakan apa dan bagaimana akibat dari pemanasan global itu, jadi dia juga harus mulai berpikir untuk mulai bergerak menyelamatkan bumi.

  17. Nama : esha Zahid
    Twitter: esha_zzz
    Kota : mataram

    Jika bisa bertemu dengan cucuku dari masa depan aku akan mengatakan,”bagaimanapun kondisi bumi yang kau tinggali sekarang, itu semua tak lepas dari bagaimana para generasi nenek memperlakukan bumi dulunya. Maka dari itu, perlakukan bumi dengan jauh lebih ramah lagi, agar generasi selanjutnya mendapat warisan bumi sebagai tempat tinggal yang jauh lebih indah dan sangat aman untuk di huni.

  18. Nama : sandra febry adriani
    Acc twitter : @sandra129499os
    Domisili : pariaman , sumatera barat😀

    jika kamu bisa melihat masa depan dan bertemu cucumu, pesan apa yang kamu berikan pada cucumu itu dalam rangka isu pemanasan global?

    Untuk cucuku yang sangat nenenk sayangi :3 , nenek ingin bilang padamu bahwa nenek minta maaf karena kamu harus lahir di dunia yang sudah kacau balau ini , tidak ada pohon , panas , dan penuh debu😦 . Kau tahu , jaman nenek dulu global warming sudah ada dan sangat menyiksa apalagi sekarang , jadi nenek pinta padamu mulai sekarang rajin2lah menanam pohon , buatlah taman seindah mungkin , dan jangan pemalas seperti nenek -_- , dulu nenek sangat malas menanam dan merawat tumbuhan hingga menyesal sekarang , jadi nenek harap kamu bisa meneruskan mimpi nekek ini . Nenek sangat sayang kamu , cucuku🙂

  19. Ikutan ya Mbak Luckty…

    Nama: Euis Sri Nurhasanah
    Twitter: @EuisSriNur
    Kota: Bandung

    Pesan untuk cucuku di masa depan

    Cucuku, aku menuliskan surat ini dengan rasa rindu & cemas yang kian menggunung dari waktu ke waktu. Aku cemas akan begitu sulitnya dirimu, seperti juga orang-orang lain yang hidup di sekelilingmu, untuk merasakan hidup yang sesungguhnya. Aku tahu kamu dan orang-orang itu hidup di dunia virtual yang seakan membanggakan jaman dengan keagungan teknologi yang barangkali jauh berkali lipat dibanding jamanku dan jaman-jaman yang telah lalu. Namun coba tengoklah ke dalam hatimu, jauh ke luar ruangan berlapis dinding-dinding yang diciptakan dengan segenap kecanggihan yang membuat kalian merasa aman dari bencana apa pun itu. Sungguhkah kau akan menutup mata atas apa dibalik semua sistem yang dirancang sedemikian canggih itu? Bukankah semua itu ada sebab penanggulangan bencana sedemikian jauh lebih dari sekadar vital? Dan itu artinya kau tengah hidup dalam bencana itu sendiri, hidup dalam ketakutan sebab alam sudah tak bisa diandalkan untuk ditinggali sedemikian adanya lagi. Kau hidup dalam perang itu sendiri, perang menghadapi alam yang sudah begitu marah, sakit, dan hilang keramahannya yang asli.

    Alam begitu marah, sakit, dan sekarat. Kau tahu itu tak mungkin terjadi tanpa sebab. Alam yang diciptakan Tuhan adalah alam yang seimbang, aman, & menyejahterakan manusia yang seharusnya mengelolanya dengan bijaksana. Tetapi apa yang terjadi sekarang? Lihatlah ke luar. Alam terus terbatuk dan sesak napas, sebab udara telah tercemar begitu rupa. Manusia hidup bergantung pada mesin-mesin pemurni udara demi oksigen yang begitu berharga. Karbondioksida yang sejatinya senyawa yang menjadi bagian alami udara kini berubah menjadi monster kambing hitam yang terlalu menguasai dunia. Jumlahnya yang menumpuk tak terkendali di udara kini mengancam bumi kita. Bumi demam karenanya, suhu tubuhnya terus naik hingga harus berucap selamat tinggal pada es kutub yang mencair. Manusia terus bermanja pada alat-alat pendingin udara sebab alam tak bisa lagi memberi mereka kesejukan. Jawablah, Cucuku. Kemanakah hutan-hutan alami, paru-paru dunia yang hilang?

    Akan tetapi, cucuku… Siapakah monster jahat yang sebenarnya di balik ini semua? Dahulu alam tak begitu. Karbondioksida juga tak mungkin menumpuk tiba-tiba dan mengurung bumi dengan efek rumah kacanya yang mencipta panas memenjara. Alam dicipta Tuhan menjadi anugerah buat manusia. Dia tak mencipta kecuali dengan desain dan tatanan yang seimbang sempurna. Bukankah manusia yang diamanahi tugas mengelolanya? Manusia, Cucuku… Dan itu adalah kau. Kau adalah khalifah di bumi ini. Jika alam jadi begini, itu karena manusia. Manusia tak mengelolanya dengan bijaksana. Manusia hanya mengeksploitasinya untuk kepentingan materi. Manusia adalah makhluk individualistis yang tak mau memikirkan kelangsungan makhluk-makhluk lain. Mereka memiliki otak yang tak mungkin tak mengerti, bahwa kelangsungan alam ini akibatnya buat manusia juga. Tetapi pengetahuan tinggal pengetahuan jika hati tak turut menghayati dengan kesadaran. Maka inilah jadinya, buta mata hati membuat manusia lupa bertindak terima kasih kepada alam raya.

    Kaukah itu, Cucuku? Manusia yang menyeramkan & tak peduli itu? Aku berharap bukan. Sebab semua manusia memiliki nurani. Aku ingin kau berkaca pada nuranimu hingga kau bergerak untuk peduli. Mulailah sekarang juga, Cucuku. Bumi tak bisa menunggu lagi. Kau tak perlu jadi pahlawan super untuk menyelamatkan bumi. Kau hanya perlu memulainya dari dirimu sendiri, lalu ajak juga keluargamu, lingkunganmu, siapa saja… Kau bisa mencoba membuat semua orang meneladanimu lewat kebiasaan-kebiasaan kecil ramah lingkungan. Bukankah teknologi kini begitu canggih? Manfaatkan itu untuk mengembalikan bumi kita menjadi rumah. Kau bisa berbuat dan mengajak, agar para pakar juga tergerak menggali kembali kebijaksanaan pengetahuan masa lalu, ketika teknologi bisa diciptakan selaras dengan alam. Alam sudah lebih dari cukup buat menjadi laboratorium kehidupan yang sesungguhnya. Apa artinya hidup, jika semua begitu maya? Raihlah kehidupan yang sesungguhnya, dimana manusia, binatang, tetumbuhan dan alam hidup berdampingan dalam damai.

    Bergeraklah sekarang, Cucuku. Buktikan kau bukan monster yang tak pedulian. Buktikan bahwa bumi bisa sembuh dan tersenyum lagi. Tadi kubilang aku rindu. Aku rindu alam yang hijau seperti dulu, bahkan dari sekarang saat aku menulis ini. Aku berharap kau memendam rindu yang sama, dan kita sama-sama bergerak menjawab kerinduan itu. Meski di waktu yang berbeda.

    Dengan cinta,
    Nenek.

  20. nama: Nur Ramadhani Anwar
    akun twitter: @DhaniRamadhani
    kota tinggal: Jeneponto

    Selamat yaah mbak Luckty atas pencapaian review bukunya. Kamu kece!!! Semangat terus membaca dan mereviewnya, saya harus berguru benar-benar ini. hehe.

    Pesan saya ke cucu saya:
    “Nak, kamu boleh patah hati. Kalau kamu patah hati, kamu boleh mengeluarkan air sebanyak yang matamu inginkan, selama yang kamu inginkan. Tapi satu, jangan pernah menghabiskan tissue banyak-banyak untuk air mata yang bakal kau sesali nanti, seperti (teman-teman) nenek lakukan dulu. Hahaha. Pakai saja saputangan yah. Itu membantu kita mencegah pemanasan global. Nenek sayang kamu.”

    Hahahaha. *rapal mantra*

  21. Nama: Dini Adinda
    Twitter: @Diniadndapr
    Kota: Bogor

    Buanglah sampah pada tempatnya, Cu. Jika kamu ingin melihat cucu mu nanti hidup seperti kita.
    Itu aja sih paling ehehehe

  22. Nama: Raniska Nurhaman
    Twitter: @raniskan
    Kota: Bandung

    JAWABAN:
    (kondisi: cucu adalah seorang mahasiswa)
    “aku dulu pernah ada pada usiamu. menjadi seseorang yang menggebu akan sebuah perubahan yang positif. sekarang lihat dirimu. lihat sekitarmu. kau lihat betapa menyedihkannya tempatmu berpijak ini? sebagai mahasiswa, ingat selalu fungsimu. kaulah agen-agen perubahan yang diharapkan dunia. gunakan sifat idealis khas mahasiswa, kesampingkan egomu, dan buang jauh-jauh rasa apatismu. sebagai khalifah di muka bumi, kau harus mampu jaga tempat ini. tempat yang sebenarnya bukan milikmu, hargailah karena kau sangat beruntung menjadi salah satu yang diberi hidup oleh-Nya. jika kau merasa bumimu panas, jika kau rasa terlalu banyak gedung tinggi yang merusak, dan jika kau rasa perkembangan teknologi terlalu menyakitkan, bergeraklah! jangan takut dengan semua idemu, jangan merasa takut untuk bergerak dengan cara berbeda! karena sekarang pilihanmu hanya dua: bunuh diri atau menyelamatkan dunia”

  23. Nama: Phanie
    Twitter: @nonapani
    Kota: Bandung

    Jawaban:
    “Bumi sudah luar biasa renta, Nak. Tak banyak lagi yang bisa ia lakukan untukmu. Saatnya kamu melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya. Ingat untuk selalu menjaga dan melakukan penjagaan. Jangan hanya menjaga bumi dari kelakuan kasarmu terhadapnya, tapi juga berusahalah untuk melakukan penjagaan terhadapnya dari tangan-tangan jahil manusia lain. Tidak banyak pesan Nenek untukmu. Bumi memiliki kulit, dan kulit mudah sekali terkena penyakit. Penyakit kulit bumi adalah para manusia jahat perusak alam. Janganlah jadi penyakit, Nak. Penawar, jadilah penawar penyembuh alam.”

  24. Mita Andriana | @mita_andriana | Surabaya

    Jangan buat kami-para pendahulumu-menyesal dan kecewa dengan apa yg telah kami perbuat kepada bumi tempat tinggal kita. Tirulah apa yg harus ditiru, jauhilah apa yg harus dijauhi, perbaikilah apa yg harus diperbaiki, jagalah apa yg harus dijaga, dan lestarikan apa yg harus kamu lestarikan. Jadilah generasi yg potensial bagi bumi tempat kita bernaung menghidu nafas yg sekian lama ini, sampai akhir hayat. Hingga sang maha pencipta mematri senyum diwajahnya.

  25. Nama: Ariansyah
    Akun Twitter: @ariansyahABO
    Domisili: Baturaja, Sumatera Selatan

    Jawaban:
    Pertama-tama saya akan bilang “Cu, sini dulu. Kita selfie bareng. Kakek mau buktiin ke temen-temen kakek nanti, kalo akhirnya nggak selamanya kakek jadi jomblo.” x))
    Terus pesan seriusnya: “Cu, kamu tahu siapa yang menyebabkan keadaan bumi yang kita tinggali ini semakin parah? Manusia cu. Spesies kita sendiri. Masih banyak manusia yang belum sadar tentang bahayanya tidak merawat dan menghargai lingkungan hidup kita sendiri. Pohon-pohon ditebangi, ke mana-mana naik kendaraan pribadi, limbah-limbah dari pabrik-pabrik dan polusi udara yang diciptakannya. Akibatnya? Iklim tak menentu, bencana alam di mana-mana. Akhirnya, yang susah ya generasi selanjutnya. Kakek tahu kalau generasi kakek lebih menentukan daripada generasi kamu nantinya, tapi kakek harap kamu juga mau peduli dengan lingkungan hidup kita. Dengan bumi kita tercinta… Eh cu, ini masa depan kan? Abad berapa ya? Ada Doraemon nggak di sini cu? Kakek dari dulu ngefans sama Doraemon, anterin kakek buat ketemu Doraemon ya cu…” x))

    Follow via email: ariansyahabo@gmail.com
    link share twitter: https://twitter.com/ariansyahABO/status/548101909878288385
    link share facebook: https://www.facebook.com/ariansyah1994/posts/687205974711890
    komentar di review: Ariansyah (ariansyahabo@gmail.com)

    Wish me luck! *tebar garam beryodium #eh garam keberuntungan* x))

  26. Nama : Shofiullah
    Twitter : @esfiu
    Domisili : Jakarta

    Jawaban:
    Cucuku, jalani hidup dengan baik, usahakan untuk tidak menggerogoti alam dan seisinya, masa lalu sudah banyak yang suka menggerotinya, mulai dari diri kamu sendiri selanjutnya rangkul semua yang kamu kenal dan berpengaruh dimasamu, supaya bisa mengasilkan resolusi yang baik.

  27. Nama: Fembi Rekrisna Grandea Putra
    Akun Twitter: @fembi_rekrisna
    Kota tinggal: Karanganyar

    Jawaban: Cucuku, maafkan kesalahan orang-orang di zaman kakekmu ini yang telah menyebabkan kerusakan pada bumi ini dan berdampak buruk pada kehidupan di zamanmu. Jangan ulangi lagi kesalahan manusia ini, jagalah kelestarian bumi kita, agar tak lagi terjadi pada bumi yang cucumu tinggali kelak nanti.

  28. Nama: Putri Maharani
    Twitter: @PutriMahhh
    Domisili : Surabaya

    Jawaban:
    Berhentilah hidup boros, mungkin ini terdengar sepele tapi kalau diabaikan sangat merugikan banyak orang. Hidup boros banyak dilakukan oleh semua orang, begitu pula denganmu, cu. Seperti kamu yang suka membuang-buang kertas, nenek tau kamu ini seorang pelajar, tentu saja kamu tak akan pernah lepas dari yang namanya kertas. Nenek minta kamu jangan membuang-buang kertas, jika ada sisa kertas yang kosong jangan dibuang begitu saja. Kamu bisa menggunakannya kembali untuk kegiatan yang lain. Kertas terbuat dari serat-serat batang pohon, tentu saja dalam pembuatan kertas banyak pohon yang harus di tebang. Kamu bisa bayangkan sendiri, sudah berapa banyak pohon yang ditebang? Dari generasi sebelum nenek lahir sampai generasi mu sekarang? Jika kamu membuang satu kertas yang masih kosong sama saja kamu telah menebang pohon dengan percuma. Selain itu, jangan kamu rusak tanaman untuk kepentingan apapun, sekecil apapun tanaman itu jangan kamu rusak, biarkan tanaman itu hidup. Suatu saat jika tanaman itu telah tumbuh besar, tanaman itu yang akan memberikanmu kehidupan.

  29. Hasna, Djogja, @hasna_rasheeda

    Cucuku sayang,
    Eyang bisa menasihatimu seperti ini, karena alhamdulillaah umur Eyang cukup panjang. (elus-elus kepala cucu).
    Kamu tahu sayang, dulu waktu Eyang mulai hamil di umur 25, Eyang nggak pernah menyangka akan punya tujuh anak, dua belas cucu yang Eyang sayang. Tapi tekad Eyang waktu itu, adalah merubah gaya hidup yang hedonis, junkies (“eyang kecanduan junk-food”, berbisik di telinga cucu. Ia meringis), dan tidak ramah lingkungan, menjadi gaya hidup yang sehat. Makan buah dan sayur organik yang Eyang kakungmu tanam di belakang rumah, bersepeda ke warung-warung mengantarkan jajanan sehat yang Eyang jual, berenang di sendang yang walaupun jauh dari rumah tapi karena di sanalah air terjernih di kota berada, Eyang dan Eyang kakungmu dengan bersemangat pergi ke sana. Ah, perjalanan yang panjang. Dan cukup berat, tentunya, cu.. Mengingat Eyang jadi harus mengurangi nonton di bioskop dan nyanyi-nyanyi karaoke karena radiasi suara dan cahayanya. Eyang harus selalu waspada masker, kemanapun pergi.

    Tapi Eyang toh akhirnya bersyukur, bisa menikmati waktu denganmu, di 79 tahun umur eyang ini. These efforts are worth enough compared to this precious time with you, my dear grandson.

  30. Nama: Annisa Widi Astuty
    Twitter: @nisawidik
    Asal: Bantul Yogyakarta.

    Pesanku buat calon cucu:

    Halo cucuku, mungkin kedengarannya aneh. Kita memang nampak sebaya tapi aku nenekm. Nenek datang kemari ingin berpesan sesuatu sama kamu. Dunia kita semakin panas kan? Kamu juga merasakannya bukan? Tahun berapa Sekarang? 2055? Bahkan pada tahun 2014 pun sudah nenek rasakan efeknya. Efek pemanasan global. Tolong cucuku, nenek yakin kamu bisa membawa perubahan untyk bumi ini. Selamatkan Ayah dan Ibumu, cu. Jangan menunggu orang lain bergerak baru kamubergerak. Kamu harus menjadi agen perubahan yang bermanfaat. Jadilah pioir untuk keselamatan bumi. Kontribusimu sangat berarti. Jangan menunggu diperintah ya cucuku. Kamu orang cerdas, ubahlah bumi menjadi lebih baik dengan ilmu yang kamu miliki. Nenek bangga sama kamu.

  31. Nama : Akarui Cha
    Twitter : @Akarui_Cha
    Alamat : Jakarta

    Kamu tahu, warna hijau dedaunan pohon bisa menenangkan pikiran? Pohon juga menghasilkan oksigen saat siang hari. Hhh … pepohonan rimbun tampak cantik sat langit cerah. Hey, kamu mau menanamkan satu pohon untuk anakmu kelak kan? Aku juga akan menanamkan satu pohon untukmu. Pohon yang membesar, menunggu kelahiranmu, dan memberimu udara segar sehingga tubuhmu akan selalu sehat.

  32. Nama : Rahimah
    twitter : @rahiey_Mah
    Kota : Aceh

    Bumi ini sudah tua, sebagai makhluk yang menumpang di atasnya, maka jagalah bumi sebagaimana dia mengizinkanmu menginjak tubuhnya.
    Jangan jadi bagian dari mereka yang merusak bumi, meski kau tak maupu memperbaikinya, setidaknya jadilah yang merawatnya dan mengurangi kerusakannya karena pemanasan global.

  33. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Twitter : @Agatha_AVM
    Kota : Jember

    Jika aku dapat melihat masa depan dan bertemu dengan cucuku, pesan yang ingin aku sampaikan hanya sebuah permohonan maaf karena tidak dapat menjaga alam dengan baik. Maaf membuat mereka menderita dan harus menanggung akibat pemanasan global yang kami biarkan begitu saja. Rasanya usaha yang telah kami lakukan terbuang sia-sia. Melihat mereka menderita, penyesalan pun tidak ada gunanya. Hanya ada satu cara untuk meringankan penderitaan dan memperlambat kerusakan bumi. Mengajak cucu ku terlebih dahulu untuk melakukan perubahan kemudian secara perlahan mengajak keluarga lainnya satu per satu lalu seluruh masyarakat sekitar untuk kembali melakukan penghijauan bagaimanapun caranya. Harus ada 1 perubahan sebagai awal.

  34. Nama : Muhammad Zaini
    Twitter : @mzaini30
    Asal : Samarinda, Kalimantan Timur

    Anna (anggap aja cucuku namanya Anna), mungkin kamu kaget siapa aku kok bisa-bisanya langsung bicara denganmu. Percayalah, aku ini adalah kakekmu yang hidup di tahun 2012. Ya, kamu boleh saja tidak percaya karena kondisi fisikku yang sama dengan fisikmu, seorang anak muda yang menginjak dewasa.

    Oke Anna, waktuku tidak banyak. Dengarkan nasehatku baik-baik karena waktuku tinggal 5 menit lagi. Kamu harus bisa menangkap pesan ini baik-baik. Oke?

    Baik Anna, sekarang kamu lihat sekitarmu, di sana-sini kamu lihat teknologi yang canggih dan segala hal yang berwarna-warni dan indah. Kamu harus percaya Anna, kehidupan bumi sebenarnya seharusnya lebih berwarna lagi. Kamu nggak tau kan apa itu pohon? Jadi kamu nggak tau apa itu bunga mawar? Bunga anggrek? Ya ampun, ternyata kecanggihan teknologi ini menghancurkan semua keindahan alam yang masih tersisa di zamanku dulu.

    Anna, coba kamu sekarang lihat ke timur. Di sana ada gerbang terlarang. Percayalah padaku Anna, di sanalah kamu bisa mendapatkan satu-satunya pohon yang masih tersisa di bumi ini. Kamu harus percaya padaku Anna, kamu harus ke sana. Laranglah penambang di sana yang akan menghancurkan pohon itu. Kamu harus kuat Anna, kamu harus yakin bahwa yang kamu lakukan saat ini adalah sesuatu yang benar. Pikirkanlah nasib anak-cucu kamu kelak. Jangan sampai mereka merasakan yang kamu rasakan saat ini. Alam yang indah tetap harus ada di bumi kita ini.

    Ups, waktuku sudah hampir habis. Ingat baik-baik pesanku ini, Anna.

    Tubuhku perlahan-lahan terbakar dan lenyap.

    Sekilas terlihat kesedihan Anna, cucuku.

  35. Nama : Aisy KD
    Twitter : @AisyKaDe
    Kota : Batu

    Yang akan saya katakan :

    Cucuku sayang, setelah ini kau pasti berpikir mengenai betapa naifnya aku dan generasiku. Namun bumi ini bukan warisan dari nenek moyangmu, Nak. Tapi pinjaman dari anak cucumu. Benar, yang kumaksud adalah cucumu yang kelak akan memijak bumi yang kau pijak sekarang. Dan barang pinjaman, berarti kau harus menjaganya baik-baik. Apapun caranya.

  36. Nama: Ila Muizza
    twitter: @ila_elmu
    Kota: Pamekasan

    Cucuku sayang, kamu masih ingin tinggal di bumi ini kan? oke, dengarkan pesan nenek jika kamu ingin hidup di planet ini dengan nyaman.
    Mulailah melakukan hal-hal sederhana ini sayang, mulailah dari dirmu sendiri terlebih dahulu. Ingat, kuncinya adalah disiplin, jangan gengsi menjadi yang berbeda.
    biasakan buang sampah pada tempatnya, tanamlah pohon di sekitar rumah, hematlah dalam menggunakan listrik, biasakan jalan kaki dan naik sepeda jika bepergian tidak terlalu jauh, kan sekalian olahraga sayang, biar kamu sehat.
    Jika kamu melakukan sebaliknya sayang, bumi akan marah, dan akibatnya sangat buruk, kamu tidak akan merasa nyaman lagi tinggal di bumi.

  37. Nama: ailina
    Twitter: @ailina85
    Domisili: Probolinggo

    Jika saya bisa melihat masa depan dan bertemu cucu saya, pesan yang akan saya sampaikan ke dia simple aja, jaga bumi dan seisinya, jangan sampai melakukan kesalahan yang sama seperti manusia-manusia pendahulunya. Saya juga akan menunjukkan foto-foto kerusakan bumi sekarang ini sebagai bukti agar dia menjaga bumi dengan baik di masanya nanti.

  38. Nama : Nuriyanni R
    Twitter : @RianiJauzaa
    Kota : Malang

    tahukah km salah satu misi MDGs (Millenium Development Goals)? yup,, menjaga kelestarian lingkungan, km pasti sdh melihat bhwa bumi ini sdh berubah drastis 1 abad terakhir. lihat sj hewan2 diluar sana, kepunahan mengancam, semua tdk lepas dr peran manusia sbg makhluk yg lbh srg egois. oleh sebab itu, km hrs mmpunyai gerakan aktif demi mncegah terjadinya global warming lbh parah. menurutku pribadi, pngendalian jumlah pertumbuhan penduduk adl salah 1 hal yg mmg pnting, mngingat jumlah kelahiran didunia lbh tinggi dibandingkan dg angka kmatian. sy prnah mmbca buku berjudul “inferno” dmn dikatakan bhwa salah 1 lakonnya berencana u/ mnyebar suatu virus lwt air, tjuanx yaitu mngurangi jmlah pnduduk dg skala bsr, krn ia mrasa bhwa bumi sdh tdk seimbang dg ledakan jmlah manusia yg sgt besar.
    nah. bukankah hal tsb lbh kejam, prtmbuhan pnduduk prlu dkendalikan agr SDA & SDM dunia kmbali seimbang.
    generasi kalian jg hrs mnemukan cra u/ mnggunakan SDA dg seefisien mngkn, sbisa mngkn mmbuat ssuatu tnpa mnggunakan SDA scr brlebihan. krn ssunguhx SDA jg mrpkn paru2 bumi. jk kalian tdk peduli dg kelestarian, maka jgn harap alam akn peduli dg nasib kalian. lakukan dr skg! lakukan dr hal2 terkecil sekalipun!

  39. Jika saya bertemu cucu saya dimasa depan, pesan saya hanya singkat:

    Tanam pepohonan di rumahmu dan sekitarnya. Ajarkan dan biasakan pula anak-anakmu untuk berkebun atau minimal menyiram tanaman, karena dengan begitu nanti bila anak-anakmu sudah besar, ia akan meneruskan itu kepada anak-anaknya dan seterusnya.

    Itu simple dan lebih dari cukup untuk membantu penanganan pemanasan global.🙂

    Nama: Furia Ega Tyas
    Twitter: @egatyas

  40. Nama: Marha Nur A.
    Twitter: @marhanura
    Kota: Bandung

    Jika kamu bisa melihat masa depan dan bertemu cucumu, pesan apa yang kamu berikan pada cucumu itu dalam rangka isu pemanasan global?

    (Anggap nama cucuku Nova).

    “Nova, tahukah kamu? Bumi telah hidup selama 4,54 miliar tahun. Namun, dahulu, Bumi tidak tercipta dalam keadaan yang begini menyiksa. Manusialah, penghuni baru Bumi, yang mengubahnya menjadi seperti sekarang. Ini adalah hukum alam, Nova. Bagaimana ditanam, begitulah dituai. Perlakukanlah Bumi dengan baik, maka Bumi akan memperlakukan manusia dengan baik. Alam dan manusia harus berjalan beriringan. Tanpa pengeksploitasian yang salah, tanpa penggunaan listrik berlebihan, tanpa membuang air sia-sia, tanpa penebangan pohon yang percuma.

    Sejak isu pemanasan global mulai timbul ke permukaan, manusia terdahulu telah berupaya untuk menyelamatkan Bumi. Mereka membangun fondasi, dan generasimu, Nova, bertugas menyelesaian bangunan tersebut. Jangan berhenti berbuat kebaikan untuk Bumi, tak peduli sekecil apa pun. Barangkali ini adalah kesempatan terakhir manusia. Jangan jadikan usaha mereka selama ini sia-sia.”

  41. Kamu tahu mengapa Jostein Gaarder dan isterinya sampai membuat Sophie Prize? Bukan. Ini bukan karena ia dan isterinya begitu bahagia karena buku Gaarder yang berjudul Dunia Sophie (Sophie’s World) laris manis di seluruh dunia dan sampai diterjemahkan ke dalam 60 bahasa. Melainkan karena mereka telah peduli terhadap lingkungan hidup jauh sebelum Gaarder menerbitkan bukunya yang berjudul Dunia Anna (Anna: A Fable about the Earth’s Climate and Environment). Mereka mengajak saya, mengajak kamu, mengajak kita semua untuk peduli terhadap lingkungan hidup dan mengajak semua orang untuk peka terhadap perubahan iklim yang terjadi di bumi kita dan mau menyumbangkan peran, besar maupun kecil, terhadap kondisi lingkungan kita. Dan inilah yang sedang saya lakukan ke kamu, untuk mau membantu bumi kita tetap terjaga dengan baik. Mulailah dari hal yang kamu lakukan sehari-hari; jaga pemakaian listrik seperlunya, buanglah sampah sesuai bahan supaya mudah dipilah, kurangi pemakaian tissue, tanamlah tanaman di rumah meskipun rumahmu mungkin sangat minimalis, kurangi pemakaian kendaraan pribadi karena lumayan untuk mengurangi polusi di udara. Bumi kita, disebut Mother Earth – The Mother of Nature, bukan tanpa alasan. Bumi adalah Ibu kita dan selayaknya seorang Ibu, dialah yang menjaga kita dan dialah yang ikut berperan aktif dalam memberikan kehidupan kepada kita serta seluruh makhluk hidup di sekitar kita. Bumi menyediakan udara untuk kita bernapas dan kita terkadang dengan “nakal” justru melecehkan udara yang disediakan oleh Bumi, Ibu kita, dengan memberikan polusi segala rupa. Bumi menyediakan makanan lewat pepohonan untuk kita makan, tetapi kita dengan “nakal” justru menebang pepohonan dengan barbar dan menyebabkan Bumi, Ibu Kita, kesakitan. Selayaknya seorang Ibu pula, maka bumi memiliki keterbatasan hingga di batas mana ia mampu bertahan atas semua sifat dan sikap “nakal” yang kita lakukan terhadapnya. Jaga sebelum Bumi, Ibu Kita, perlahan mati perlahan akibat menahan begitu banyak rasa “sakit” akibat perbuatan anak-anaknya yang “nakal”.

    Nia Fajriyani Sofyan
    @niafajriyani
    Bandar Lampung

  42. Nama : A’immatul Ummah
    Twitter : @Aimimma1
    Alamat : Pekalongan

    jika aku bisa melihat masa depan dan bertemu cucu ku, pesan yang akan aku berikan pada cucu ku itu dalam rangka isu pemanasan global, adalah :
    nak, jika kamu punya uang lebih, buatlah pekarangan dirumahmu dan rawatlah. jika masih punya uang lebih, belilah kebun untuk kau tanami, tanaman apapun, asalkan kamu bisa merawat dan menjaganya. seperti kamu yang senantiasa dijaga dan dirawat oleh ibumu, agar menjadi anak yang baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s