[REVIEW + BLOG TOUR] Reclaim Your Heart

    reclaim your heart

Tak ada yang sulit jika kau mencarinya kepada Tuhanmu. Tak ada yang mudah jika kau mencarinya pada dirimu sendiri. (hlm. 126)

Bencana jenis apa pun tidaklah sulit untuk ditanggung karena bencana itu sendiri berat. Ukuran kemudahan atau kesulitan dalam kesukaran hidup pada timbangan yang berbeda –timbanganyang tak kasatmata. Apa pun yang kita hadapi dalam hidup akan terasa mudah atau sulit, bukan karena itu mudah atau sulit. Kemudahan atau kesulitan hanya didasarkan pada tingkat pertolongan Ilahi. Tidak ada, tidak ada yang mudah, kecuali Allah memudahkannya bagi kita. Baik itu kemacetan lalu lintas. Terluka akibat besetan kertas. Tidak ada yang sulit jika Allah memudahkannya bagi kita. Entah itu sakit, mati, dilempar ke dalam api, atau disiksa oleh seorang tiran.

Masalahnya bukan cobaan itu sendiri. Masalahnya bukanlah rasa lapar atau rasa dingin. Masalahnya adalah apakah kita memilih bekal yang dibutuhkan ketika rasa lapar dan dingin itu datang. Jika begitu, rasa lapar maupun rasa dingin tadi takkan menyentuh kita. Takkan dapat menyakiti. Masalahnya adalah ketika rasa lapar datang, kita tidak memiliki makanan. Masalahnya adalah ketika badai salju menerjang, kita tidak memiliki tempat berlindung.

Penderitaan dan kesulitan itu memiliki banyak tujuan di dalam hidup. Penderitaan dapat berfungsi sebagai petunjuk sekaligus obat atas hubungan kita dengan sang Pencipta yang rusak. (hlm. 153)

Memang Allah mengirimkan cobaan, di mana kita dapat dimurnikan, diperkuat, dan kembali kepada-Nya. Tapi, ketahuilah bahwa bersama rasa lapar, rasa haus dan rasa dingin itu, Allah mengirimkan makanan, minuman, dan tempat berlindung, Allah mengirimkan cobaan, tapi bersamanya Allah dapat mengirimkan kesabaran dan bahkan keridaan untuk menanggung cobaan tersebut. Benar, Allah mengirim Adam mengirim ke dunia ini tempat ia harus berjuang dan menghadapi kesulitan.

Sesungguhnya Allah memberi cobaan kepada mereka yang Dia kasihi dan Dia uji secara proporsional berdasarkan tingkat keimanan. Tapi, Allah juga mengirimkan bantuan-Nya sehingga cobaan bisa terasa mudah dan api terasa dingin. Allah mengirimkan bantuan-Nya sehingga sekilas pandangan tunggal cahaya-Nya dan rumah bersama-Nya dapat membuat kita tersenyum –bahkan ditengah-tengah api cobaan.

Kemampuan untuk mudah memaafkan harus didorong oleh kesadaran akan kekurangan dan kesalahan kita sendiri terhadap orang lain. Tapi yang terpenting,kerendahan hati kita harus didorong oleh kenyataan bahwa kita berbuat salah kepada Allah setiap hari dalam kehidupan kita. (hlm. 135)

Potensi manusia untuk melakukan kejahatan keji terhadap satu sama lain merupakan kebenaran yang menyedihkan tentang hidup ini. Namun, ada banyak hal yang sungguh diberkahi. Sebagian besar tidak harus menghadapi sejenis musibah yang dialami orang lain sepanjang waktu. Namun, ada segelincir yang mungkin pernah mengatakan bahwa kita tidak pernah terluka oleh tangan orang lain dengan cara apa pun. Jadi, meskipun mayoritas tidak akan pernah mengetahui seperti apa rasanya mati kelaparan atau berdiri tak berdaya saat menyaksikan rumah kita hancur, sebagian besar akan mengetahui apa artinya menangis hati yang terluka.

Kemampuan untuk mudah memaafkan harus didorong oleh kesadaran akan kekurangan dan kesalahan kita sendiri terhadap orang lain. Tapi yang terpenting, kerendahan kita harus didorong oleh kenyataan bahwa kita berbuat salah kepada Allah setiap hari dalam kehidupan kita. Siapalah kita jika dibandingkan dengan Allah? Namun Allah, Penguasaalam semesta, mengampuni pada siang dan malam hari. Siapalah kita yang tidak mau memberikan maaf? Jika kita berharap untuk diampuni oleh Allah, bagaimana mungkin kita tidak mengampuni orang lain? Demi alasan inilah Rasulullah mengajari kita; “Mereka yang tidak menunjukkan ampunan kepada orang lain, tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah.”

Ada tujuh BAB isi buku ini, dan saya memilih BAB Penderitaan sebagai ulasan favorit. Kenapa? Karena dalam hidup, saat kita ditimpa musibah atau bencana, tak jarang kita sering merasa bahwa kita adalah orang yang paling menderita di dunia. Terutama buat ababil jaman sekarang, baru diputusin cowok aja rasanya dunia sudah kiamat. Padahal itu pertanda jika Allah tidak menghendaki hubungan itu, sudah diingatkan sedini mungkin, mungkin dia bukan orang yang tepat buat kita. Dan penderitaan yang paling berat adalah ketika kehilangan orangtua. Ya, saya juga pernah mengalami masa-masa sulit. Betapa terkadang kita berontak pada Allah dan bertanya kenapa harus kita yang mengalaminya, tapi percayalah jika kita mengalaminya lebih dahulu ketimbang yang berarti Allah tahu bahwa kita lebih kuat dari yang lain. Ujian yang berat dan bisa kita lalui pastilah berbuah manis, karena suatu hari nanti Allah akan menghadiahkan kita ke kelas yang lebih tinggi.

Keterangan Buku:

Judul                     : Reclaim Your Heart

Penulis                 : Yasmin Mogahed

Penerjemah       : Nadya Andwiani

Penyunting         : Moh. Sidik Nugraha

Pewajah isi         : Siti Qomariyah

Desain sampul   : www.peter-gould.com

Penerbit              : Zaman

Terbit                    : 2014

ISBN                      : 978-602-1687-38-3

Penggalan puisi favorit dalam buku ini:

reclaim your heart 2

Kalau mau tahu keseharian penulisnya, bisa follow @YasminMogahed

reclaim your heart 3

Atau bisa baca-baca tulisannya di website: http://www.yasminmogahed.com/

reclaim your heart 4

Book Trailer: Reclaim Your Heart:

What Make You Cry? – Yasmin Mogahed

Is This Love I’m Feeling? – Yasmin Mogahed

Healing a Broken Heart – Yasmin Mogahed

Overcoming Sadness & Depression

10 thoughts on “[REVIEW + BLOG TOUR] Reclaim Your Heart

  1. Makin ngebet dah baca reviewnya, haha. saya juga ngincar buku ini, mbak. tadinya mau order Desember kemarin, tapi ketunda dulu, lagi dipakai untuk lain. insyaAllah pasti nenteng buku ini😀 *sekalian curhat, hihi.

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Biasanya buku non fiksi nggak ada book trailernya. Nilai plus nih! Tambah nilai plus karena ada puisinya. Sayang banget puisinya nggak diketik ulang sama mbak Luckty. *zoom gambar
    Lain kali kalau review buku request ditulis ulang ya mbak. He he…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s