REVIEW An Abudance of Katherines

 an abudance

Kau bisa mencintai seseorang. Tapi kau tidak bisa mencintai mereka sebesar kau merindukan mereka. (hlm. 152)

Jika berurusan dengan gadis semua orang punya tipe kesukaan masing-masing. Tipe yang disukai Colin Singleton bukan dilihat dari fisik, tapi dari linguistik; ia suka gadis-gadis bernama Katherine. Dan bukan Katie atau Kat atau Kitty atau Cathy atay Rynn atau Trina atau Kay atau Kate atau, demi Tuhan, bukan Catherine. K-A-T-H-E-R-I-N-E. Ia sudah mengencani sembilan belas gadis. Semuanya bernama Katherine. Dan mereka –semuanya- mencampakkan Collin.

Collin percaya dunia hanya terdiri dari dua jenis manusia; Pencampak dan Tercampak. Banyak orang yang masuk kategori dua-duanya, tapi mereka tidak memahami maksud sejatinya; manusia cenderung mendapatkan salah satu takdir saja. Pencampak tidak selalu membuat orang patah hati, dan Tercampak tidak selalu jadi patah hati. Tapi semua orang memiliki kecondongan itu.

Tapi barangkali sharusnya Colin sudah terbiasa menghadapi jatuh bangun dalam hubungan cinta. Lagi pula, berkencan hanya berakhir satu keadaan; penderitaan. Jika dipikirkan, dan Colin sering memikirkan ini, semua hubungan romantis akan berakhir karena (1) putus, (2) bercerai, atau (3) kematian. Tapi Katherine XIX berbeda –lebih tepatnya, terasa berbeda. Gadis itu mencintainya, dan Colin membalas cintanya dengan sepenuh hati. Colin masih mencintainya sampai sekarang.

“Aku hanya ingin dia mencintaiku dan melakukan sesuatu yang berarti dalam hidupku.” (hlm. 15)

“Masalahnya adalah dia mencampakkanku. Aku sendirian. Oh Tuhan, aku sendirian lagi. Dan bukan cuma itu. Aku juga manusia gagal. Aku disingkirkan, aku mantan. Mantan pacar Katherine XIX. Mantan anak ajaib. Mantan manusia penuh potensi. Sekarang kacau balau.” (hlm. 17)

“Aku mencintaimu dan aku hanya ingin kau mencintaiku sama seperti itu.” (hlm. 59)

Percayakah di dunia ini jika seseorang mempunyai banyak mantan bahkan sampai sembilan belas? Saya percaya, dulu ada teman kosan yang punya mantan sampai tiga puluh lebih. Pacaran gonta-ganti, segampang beli pecel, gyahahaha… ngeri yaaa.. x)

Nah, Colin ini ‘penyakitnya’ rada beda. Dari kesembilan belas mantannya itu, semua bernama Katherine. Dan mantan yang paling berkesan adalah Katherine yang ke sembilan belas, alias Katherine yang terakhir menghampiri hatinya.

Setiap Katherine punya cerita yang berbeda. Setiap Katherine, Colin menganalogikannya dalam diagram yang berbeda. Yup, diagram ala Matematika. Hubungan X dan Y yang kita temukan dalam rumus Matematika diibaratkan Pencampak dan Tercampak.

Novel ini punya alur cerita yang alur mundur menceritakan Katherine-Katherine dalam hidup Colin meski tidak berurutan. Bagaimana bisa di umurnya yang masih muda punya sembilan belas mantan? Bisa saja, lha wong ukuran pacarannya saja begitu singkat, contohnya saja ketika berpacaran dengan Katherine pertama hanya berlangsung tiga menit x)

Beberapa kalimat favorit:

  1. Kalau kau ingin tetap menjadi intelek, sekarang kau harus bekerja lebih keras daripada sebelum-sebelumnya. Jika tidak, potensimu akan terbuang percuma. (hlm. 20)
  2. Apakah kau kadang-kadang merasa seperti lingkaran yang kehilangan bagian? (hlm. 29)
  3. Penting mengetahui berbagai hal karena itu menjadikanmu istimewa. (hlm. 67)
  4. Bahas bisa berguna. (hlm. 82)
  5. Pada akhirnya kau akan memiliki apa yang diinginkan semua orang. (hlm. 163)
  6. Bukan Cuma masalah ketertarikan fisik. Tapi bagaimana kau menganggap seseorang menarik dan bagaimana orang itu menganggapmu menarik. (hlm. 175)
  7. Kita harus menghabiskan banyak waktu memikirkan apakah kita disukai orang; kita harus suka disukai orang, dan juga suka tidak disukai orang. (hlm. 197)
  8. Sebenarnya mudah saja membuat orang menyukai kita. Aneh sekali tidak banyak yang melakukannya. (hlm. 205)
  9. Jika masa depan adalah selamanya, maka pada akhirnya masa depan bakal menenggelamkan kita semua. (hlm. 299)

Banyak juga selipan sindiran halus dalam novel ini:

  1. Tapi ibu-ibu suka berbohong. Itu ada dalam deskripsi pekerjaan mereka. (hlm. 8)
  2. Jangan main-main dengan perempuan. (hlm. 21)
  3. Anak macam apa yang berbohong pada ibunya sendiri? (hlm. 21)
  4. Seharusnya kau tidak mengeluarkan uang untuk yang tidak perlu. (hlm. 53)
  5. Tidak apa-apa saling mencereweti, tapi ada batasnya. (hlm. 103)
  6. Semakin kau terkenal, semakin menderita hidupmu. Lihat saja kehidupan menyedihkan orang-orang terkenal. (hlm. 136)

Oya, Colin ini kan suka baca buku. Banyak bertebaran judul buku dalam novel ini:

  1. The Missing Piece – Shel Silverstein (hlm. 29)
  2. Metamorphosis – Ovid (hlm. 67)
  3. Antologi Lord Byron (hlm. 105)
  4. Celebrity Living (hlm. 136)
  5. Foxfire  (hlm. 158)

Colin ini tipikal nerd banget. Ya, di umurnya yang belum genap lima tahun, dia sudah mampu membaca. Karena itulah dia disebut sebagai anak ajaib. Sayangnya, anak-anak pintar biasanya cenderung susah dalam urusan pergaulan dengan lingkungan alias tidak punya banyak teman, seperti Colin ini:

  1. Tapi kemampuan sosialColin memang tidak pernah sangat sehat. Colin tidak mudah bergaul. Ia dan teman-teman sekelasnya tidak bisa menikmati kegiatan-kegiatan yang sama. Hal favorit Colin untuk dilakukan saat istirahat, misalnya, adalah pura-pura jadi robot. (hlm. 30)
  2. Tapi mereka tidak pernah bicara, karena Colin sudah menyerah berusaha berteman dengan orang-orang yang tidak bernama Katherine. Ia membenci hampir semua murid di Kalman, yang memang tidak terhindari, karena sejauh itu mereka juga membencinya. (hlm. 35)
  3. Di kelas tiga, kegagalan Colin untuk mencapai kemapanan sosiologis begitu jelas di mata semua orang sehingga Colin masuk sekolah biasa di Kalman hanya tiga jam dalam sehari. (hlm. 64)

Lewat tokoh Hassan, penulis memaparkan tentang Islam:

  1. “Tidak ada Tuhan selain Tuhan-ku dan Rasul-Nya!” (hlm. 16)
  2. “Aku harus sholat.” (hlm. 33)
  3. “Hassan Harbish. Muslim Suni. Bukan teroris.” (hlm. 47)
  4. Di halaman 91, ketika Hassan sebelum makan, mengucapkan ‘Bismillah’ semua terpana mendengarnya mengapa doanya begitu pendek, Hassan menjawab jika dalam agamanya segala sesuatu ringkas.
  5. “Hal-hal haram yang kulakukan adalah, misalnya punya anjing. Bukan mengisap ganja atau menggosipi orang atau mencuri atau berbohong kepada ibuku…” (hlm. 126)
  6. “Hari ini tidak akan ada babi yang tewas. Aku bahkan tidak diperbolehkan memakan daging hewan sompral itu.” (hlm. 221)

Buku ini lumayan lama nangkring di timbunan. Lihat saja, novel yang saya beli ini masih yang keluaran cover terjemahan versi pertama, yang versi kedua covernya lebih unyu. Cover yang pertama berasa kayak buku sejarah gitu yaa… :3

Ini adalah buku kedua dari John Green yang saya baca. Lewat perjalanan Colin dan sahabatnya, Hassan ke beberapa tempat dan berkenalan dengan beberapa orang yang ditemui mereka saat perjalanan, ada banyak pesan moral yang kita dapat.

Suka ama buku ini, apalagi ditambah adanya analogi cinta layaknya rumus Matematika ala John Green yang konon justru semasa sekolah lemah dalam pelajaran Matematika. Betapa jeniusnya penulis menjabarkan analogi cinta yang diselipkan dalam novel ini ternyata benar-benar ada dalam rumus matematika, coba cek di halaman 305-316 yang dijelaskan secara gamblang oleh sahabat penulis, Daniel Biss! :*

Keterangan Buku:

Judul                     : An Abudance of Katherines

Penulis                 : John Green

Ali bahasa            : Poppy D. Chusfani

Editor                    : Barokah Ruziati

Desain cover      : Martin Dima

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    : 320 hlm.

ISBN                      : 978-602-03-0527-1

86 thoughts on “REVIEW An Abudance of Katherines

    • 2015 hayuk babat timbunan, John Green yang ini bagus loh, gak nyesel kalo baca, keren analogi cinta via grafik matematika😀

  1. Reviewnya bikin penasaran! wajib dibaca kayaknya, btw “Tapi ibu-ibu suka berbohong. Itu ada dalam deskripsi pekerjaan mereka. (hlm. 8)” kok jadi inget the giver ya? *gak nyambung*

  2. Pingback: GIVEAWAY The Fault in Our Stars | Luckty Si Pustakawin

  3. Ini Lucu, anak nerd tapi bisa punya 19Mantan?? Yang katanya susah gaul, kenapa para Katherine mau? walaupun pada akhirnya Collin dicampakkan. Setiap Katherine pasti beda, membuat 19 karakter itu keren. Covenya juga penuh para Katherine, like this.

  4. Belum pernah baca buku ini sih. Cuplikan kata dari review ini yang paling aku suka “Kau bisa mencintai seseorang. Tapi kau tidak bisa mencintai mereka sebesar kau merindukan mereka”

    Ditunggu review2 buku selanjutnyaaa.🙂

  5. Reviewnya keren mbak🙂
    Collin menarik sekali mempunyai 19 mantan dan itupun namanya sama semua “KATHERINE”
    Jadi penasaran pengen punya buku ini mbak.

    Apakah kau kadang-kadang merasa seperti lingkaran yang kehilangan bagian?

    Jika masa depan adalah selamanya, maka pada akhirnya masa depan bakal menenggelamkan kita semua.

    Dua quotes itulah yang aku suka :))

  6. Udah pingin buku ini dari dulu. Tapi, belum kesampaian buat beli. Dulu, pingin baca buku ini karena covernya yang unyu (yang setelah baca review ini tahu kalau cover yang dulu kulihat adalah cover kedua). Tapi, setelah baca review ini, jadi pingin baca An Abudance of Katherines karena isinya. Apalagi tentang Hassan. Well, jarang banget penulis luar yang nyelipin islam dengan lembut kek gitu. Oke, ini masuk wishlist ^^

    Well, setelah baca review ini, selain jadi pingin baca AABoK, juga pingin jadi psikolog. Why? Collin bikin penasaran. Dia punya masalah psikologi nih. Nerd, pendiam, susah bergaul, tapi punya banyak mantan. Masalah tambah dalem karena semua mantannya bernama Katherine–bahkan nggak bisa disela dengan nama Catherine–astaga! Dan, dulu punya temen yang pernah pacaran hanya dalam waktu 1 jam (Si cowok dateng ke rumah temen itu, lalu nembak, diterima, terus pas cowok itu mau balik, temenku bilang putus–nggak habis pikir waktu itu). Eeeehhh, sekarang ada si Collin yang pacaran hanya 3 menit. Itu ngapain aja selama 180 menit itu? Collin nembak si Katherina (keberapa? XD) terus abis Katherine ngangguk, lalu dia minta putus gitu? Ya Ampun, masalah Collin tambah serius T-T #PrayForCollin.

    Heum, selalu suka sama review-review-nya Mbak Luckty. Quote-quote novel pasti dibabat abis😀 Terus dirangkum gitu. Paling suka sama quote ini : “Kalau kau ingin tetap menjadi intelek, sekarang kau harus bekerja lebih keras daripada sebelum-sebelumnya. Jika tidak, potensimu akan terbuang percuma. (hlm. 20)” Ngingetin sama Touche: Alchemist-nya Mbak Windhy. Keinget Hiro. Di sana juga disebutin kalau si Hiro punya kemampuan Touche sejak kecil. Dan, untung kemampuan itu ada di orang yang tepat. Orang yang rajin dan punya kecerdasan di atas rata-rata. Coba kalau ada di orang yang nggak tepat, yang males dan nggak mau mengeksplore kemampuannya. Pasti, nggak berarti apa-apa kemampuan itu. Juga, aku inget sama pesannya Om Mario Teguh. Bahwa kepintaran akan tidak berguna sama sekali kalau jatuh ke orang pemalas. Well, bener banget, sih ^_^

    Dan, aku juga pingin baca buku-buku yang dibaca Collin itu. Penasaran sama jenis bacaannya orang nerd X”D

  7. Aku melongo bacanya. punya 19 mantan dan namanya sama semua? Jadi inget novel yg pernah aku baca judulnya, “L” yang bikin beda itu, kalo di novel L tokoh utamanya (cewek) mengoleksi mantan sesuai huruf abjad. aneh emang. Colin lebih aneh lagi menurutku. Nah, Colin itu Nerd? tp bisa punya 19 mantan tuh yah walau dicampakkan.Gimana tuh caranya Colin dapet 19 mantan? aku kepo😀

  8. Jujur baru denger judul buku ini kali ini. Tapi pas baca review-nya, semacam jadi teringat buku-nya mas Acha Salim yang berjudul , ceritanya sih Mas Acha pernah mengencani 12 cewek dengan tipe zodiak yang berbeda. Satu cewek satu zodiak. Alasannya sih pengen tahu tipe-tipe cewek dengan zodiak masing-masing seperti apa sih mereka dalam bercinta. Nah, kalau tujuannya si Colin sampek segitunya nyari Katherine ke sembilan belas apa yah Mbak ? hahaha😀

  9. Jujur baru denger judul buku ini kali ini. Tapi pas baca review-nya, semacam jadi teringat buku-nya mas Acha Salim yang berjudul Zodiac Date , ceritanya sih Mas Acha pernah mengencani 12 cewek dengan tipe zodiak yang berbeda. Satu cewek satu zodiak. Alasannya sih pengen tahu tipe-tipe cewek dengan zodiak masing-masing seperti apa sih mereka dalam bercinta. Nah, kalau tujuannya si Colin sampek segitunya nyari Katherine ke sembilan belas apa yah Mbak ? hahaha😀

  10. Meh, semua tokohnya suka buku ya,ciri khasnya John mungkin, agak bosan juga si. Ano, ada typo kak di “atay”. Ini kaya semacam pacaran cocok-cocokan Zodiak, ya ampun Colin di campakan juga, jomblo ngenes versi luar negeri kek gini toh haha😀

  11. Sebelumnya aku pikir buku terjemahan itu ya gitu-gitu aja, soalnya nggak pernah baca :p. Tapi waktu baca reviewnya mbak, lucu juga cowok punya 19 mantan dengan nama yang sama. Nggak bisa ngbayangin deh. Jadi pingin baca bukunya. Sip deh buat reviewnya mbak😀

  12. Lagi-lagi, aku minjem buku orang buat baca ini. Dari reviewnya aja udah kekeh, lol ceweknya namanya sama semua dan dibedain dengan nomor urut romawi. Bagian yang paling terkesan? John Green sampai collab sama temennya (duh aku lupa siapa) buat bikin grafik teori x y itu wkwk

  13. udah lama pengin punya novel ini! begitu baca review nya makin mupeng deh huhuhu. btw yg bikin aku penasaran banget itu alasan kenapa Colin tergila2 sama nama Katherine. aneh aja dia lihat cewek dari namanya aja, terus pacaran. apa ada alasan khusus? keknya mesti baca sendiri nih biar gak penasaran🙂

  14. “Anak macam apa yang berbohong pada ibunya sendiri?” kira-kira yang buat kalimat ini apa dia ga pernah bohong sama ibunya sama sekali? *SUSPICIOUS*

  15. jujur belum pernah baca bukunya John Green.. karena liat review ini jadi tertarik..
    Nice review, Mbak🙂 reviewnya selalu apik..
    Novel yg diulas juga menarik! (y)

  16. Hmm.. Ada gak ya orang kayak Collins yang suka sama cewek karena namanya? tapi sedih banget, masak gak sosialisasi segitunya. teman-temannya mestinya lebih atraktif ngajak Collins main biar Collins juga ngerasa nyaman. Kayaknya bukunya bagus, apalagi ada tentang agama-agamanya yang memperluas pengetahuan..

  17. Nah, kalau yang Katherines ini tertarik karena… pas baca review-review-nya, katanya ada unsur Matematika-nya ya? Dan, ada tokoh Muslim. Sumpah, penasaran gimana itu unsur Matematika bisa menyatu dengan cerita remaja. Dan, tentu aja, tokoh Muslim itu. Penasaran gimana Pak Green menggambarkan remaja Muslim Amerika dalam cerita remaja.

  18. Review-nya ketjeh, Mbak b^^d sukses bikin penasaran sama bukunya~

    Dari review-nya aja kita bisa tau kalo yang sesuatu yang diangkat dari novel ini bukan sesuatu yang biasa. Unik banget; jatuh cinta karena faktor linguistik -___-

    Well, ga kebayang aja cowok nerd kayak Collin sampe punya mantan 19 dan namanya semuanya Katherine. Dan… sikapnya yang pura-pura jadi robot tiap kali jam istirahat itu lhooo~ hahaha. Ada yaa yang begitu? Collin, Collin~ wkwkwk *gelengkepala*

  19. Ketika membaca sinopsis buku ini, saya menemukan hal yang berlawanan ya. Colin diceritakan cenderung susah dalam pergaulan, tapi bagaimana ia bisa memacari hingga 19 orang wanita? Biasanya kan yg bisa punya pacar banyak itu sifatnya playboy dan pintar bergaul hingga disukai banyak wanita. Wah ini nih sisi yg menarik untuk diikuti dalam buku ini.:)

  20. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  21. reviewnya sukses bikin aku penasaran, bikin aku pengen mempunyai buku ini. apalagi ditambah warna covernya yang kece itu. dan ini salah satu quotes yang aku suka dari buku ini.
    “Kau bisa mencintai seseorang. Tapi kau tidak bisa mencintai mereka sebesar kau merindukan mereka.”

    apalagi jarang jarang kan ada orang nerd, anti sosial yang punya pacar terlebih lagi mantannya sembilan belas

  22. nice ka reviewnya;) bikin penasaran apalagi yang tentang analogi cinta layaknya matematika;) jadi pengen baca:D

  23. 5 tahun 19 mantan? Wew, cool…
    Baru tau judul ini dan baru baca reviewnya sekali ini kok kayak tertarik ya… Hmm

  24. Aku suka reviewmu mba luckty, bagus dan sudah terlatih. aku sekarang juga masih belajar nge-review doakan yak! huehehe😀
    Terlihat dari quotes2nya, buku ini bagus, sangat bagus malah. q memamg belum punya dan belum pernag baca juga. tapi q suka kalimat ini:
    “Aku harus sholat.” (hlm. 33)

  25. Wah review yang bagus! sebenernya aku ga terlalu suka baca novel terjemahan. tapi baca review dan komentar di buku ini aku jadi penasaran pengen baca. pengen tahu kisah colin yang punya mantan 19 dan namanya sama semua ini-_-

  26. Aku udah baca bukunya dan bener2 cerita yg menghibur. Kebanyakan sih omongan2 atau tingkah laku Hassan yg ngebuat aku ketawa. Terus juga kepintaran si Collin dengan sejarah dan gimana dia pinter membuat analogi dari suatu kata ngebuat aku terkagum. Dan buku ini yg aku punya covernya nggak sama kayak kakak, aku covernya yg ada gambar wajahnya trs ada warna kuning, hijau (kalo nggak salah. Pokoknya ini salah satu buku kesukaanku dari John Green.

  27. Aku udah baca buku ini udah agak lama dan aku bener2 suka, bacaan yg bener2 menghibur. Ceritanya juga unik yg mengisahkan Collin yg kecanduan cewek bernama Katherine. Terus Collin yg pinter sejarah, terus pinter dalan hal analogi bener2 ngebuat aku terpukau :v dan Hassaannn tingkah laku sama omongannya sering ngebuat aku ketawa. Dan aku punya buku ini yg covernya ada wajahnya, yg warnanya kuning hijau, aku lebih suka cover yg itu sih daripada cover yg kakak punya. Dan buku ini salah satu buku kesukaan aku dari John Green.

  28. Gemas banget saat pertama kali baca buku ini, kak Luckty. Cerita Katherine-yang-ada-banyak sempat bikin pusing, ditambah lagi analogi-analoginya. Tapi, lama kelamaan keasikan sendiri bacanya, apalagi ngelihat karakter Hassan yang sering bikin ketawa.

  29. Bagus mbk reviewnya.. Sukses bikin aku penasaran😀 Novelnya antimaenstrem, cowok nerd yang punya 19 mantan dan semuanya bernama Katherine😀 unik ceritanya.. Jadi pengen baca novel ini..

  30. Wow… 19 mantan saja sudah merupakan rekor yang luar biasa loh! Dan ini masih ditambah lagi dengan kemiripan nama kesembilanbelas mantan itu! Wow!! Luar biasa banget!

    Curiganya si Collin ini adalah seorang onomatophile atau onomatomaniac; orang yang punya kecenderungan menyukai nama atau kata tertentu. Yang dalam kasus ini adalah terobsesi dengan gadis-gadis bernama KATHERINE! ^o^

    Anyway, ada hal menarik mengenai Collin yang ternyata memiliki kesamaan dengan anak sulungku yang saat ini baru saja genap berusia 5 tahun. Dia sudah lancar membaca loh! Ya, bahkan diusianya yang ke-4 tahun, anak sulungku ini sudah khatam baca National Geographic Little Kids First Big Book of Space! Saat ini sih anakku terkenal ramah pada semua orang, bahkan yang baru ditemuinya sekalipun! Semoga saja kelak saat dewasa nanti dia tetap ramah dan mudah bergaul, serta tidak mengalami kesulitan dalam bergaul seperti halnya yang dialami oleh Collin ya. Hehehe ^o^

  31. Muda, 19 mantan dan tersingkat hanya berpacaran selama 3 menit? Woowww, bisa masuk guinest book of record nih si Colin, hehehe😀

    Masa cuma mau sama perempuan dengan nama Katherine? Iya kalo ok, klo engga? Bisa berabe. Jadi kayak beli kucing dalam karung😀.

    Novel romance dengan bumbu pelajaran eksak, Jhon Green pula. Harus tanya nih dapet ide dari mana ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s