REVIEW Eiffel, Tolong!

eiffel tolong

Jangan pernah menerima apa pun yang tidak kamu kenal. (hlm. 129)

Fay Regina Wiranata, adalah remaja yang baru saja naik ke kelas 3 SMA. Ia akan ke Paris dalam rangka kursus bahasa Prancis musim panas di sana.

Perjalanan ini memang tidak sepenuhnya direncanakan seperti ini. Mama bekerja sebagai auditor di perusahaan konsultan keuangan sehingga sering melakukan perjalanan bisnis. Papa yang bekerja di perusahaan konsultan Teknologi Informasi di Jakarta juga cukup sering melakukan perjalanan bisnis. Liburan ini kebetulan mama bertugas di Paris selama dua minggu, berbarengan dengan papa yang bertugas di Bangkok selama tiga minggu.

Ketika disuruh memilih, tentu saja Fray memilih ikut mamanya ke Paris. Pilihan yang tidak sulit. Ia akan tinggal bersama mamanya di hotel di Paris selama dua minggu, kemudian mereka berdua akan ikut tur tiga hari sebelum pulang ke Jakarta.

Setelah paspor dan visa ada di tangan dan tiketnya diterbitkan, tepat dua minggu sebelum berangkat, mendadak penugasan mama diganti ke Brazil. Untuk mama tidak masalah, karena visa ke Brazil. Untuk mama tidak masalah, karena visa ke Brazilnya masih berlaku. Dan karena ini tuga kantor, biaya yang timbul akibat perubahan setelah tiket diterbitkan ditanggung kantor. Tapi tidak demikian dengan Fay. Tidak ada waktu untuk mengurus visa Brazil dan uang tiketnya tidak bisa dikembalikan bila dibatalkan. Bahkan, penggantian tanggal saja akan dikenai biaya tambahan. Maklumlah, dibeli dengan harga promosi. Akhirnya, orangtua Fay memutuskan Fay tetap pergi ke Paris dengan agenda yang berbeda, ikut kursus musim panas untuk belajar bahasa Prancis selama dua minggu, dilanjutkan dengan tur selama tiga hari, yang tadinya akan diikutinya bersama mama.

“Informasi itu tidak penting untuk kamu ketahui. Untuk kebaikanmu sendiri, kamu hanya akan tahu hal yang perlu kamu ketahui, di saat kamu perlu mengetahuinya.” (hlm. 53)

“Tidak ada bedany a kamu diberitahu dari awal atau tidak. Lagipula, dalam waktu beberapa hari ini kamu harusnya sudah tahu bahwa ketidakpatuhan adalah dosa besar di rumah ini. Terserah kamu.” (hlm. 121)

Tak pernah ada yang menyangka dengan apa yang terjadi di kemudian hari. Begitulah yang namanya roda kehidupan. Begitupula yang dihadapi oleh Fay. Rencana liburannya di Paris berubah seratus delapan puluh derajat. Meski dia menjalani kursus bahasa seperti yang direncanakan sebelumnya, dia juga mendapatkan sebuah misi rahasia dari seseorang yang tidak dikenalnya. Dia akan bertemu dengan orang-orang baru dan pengalaman baru di Paris.

“Keselamatan dalam tugas bukan prioritas. Evaluasi ulang kemungkinan eliminasi setelah tugas selesai.” (hlm. 270)

“Keselamatan dalam tugas bukan prioritas. Evaluasi ulang kemungkinan eliminasi setelah tugas selesai.” (hlm. 335)

 

Beberapa kalimat favorit:

  1. Suasana bisa mempengaruhi mood seseorang. (hlm. 28)
  2. Tidak bisa mengerti apa yang kalian wanita pikirkan. (hlm. 108)
  3. Kalau kamu bisa melakukannya dengan baik, kamu tidak akan menemui kesulitan. (hlm. 162)

Wuhhhh…ada adegan di perpustakaan:

  1. Akhirnya Fay masuk ke perpustakaan dan melihat-lihat buku yang ada di sana. Ia sangat gembira menemukan komik Asterix dan Obelix dalam versi bahasa Prancis. (hlm. 69)
  2. Fay mengangguk setuju dan mengikuti Reno menuju perpustakaan untuk menghabiskan siang itu. (hlm. 112)
  3. Perpustakaan ada di atas. Boleh saja kamu kalau mau, tapi untuk ke atas, kamu harus minta ditemani oleh seorang penjaga. (hlm. 280)
  4. Dengan gelisah Fay mondar-mandir di lorong lantai tiga. Ia tadi minta diantar ke perpustakaan setelah makan siang. (hlm. 297)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Eiffel, Tolong!

Penulis                                 : Clio Freya

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : September 2014 (Cetakan Kedelapan)

Tebal                                     : 344 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-08647

14 thoughts on “REVIEW Eiffel, Tolong!

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Jadi penasaran sama buku ini. Ditambah si pemeran utama , Fay yg tiba2 berlibur seorang diri di Paris menerima misi dari seseorang. Pastinya buku ini penuh sama petualangan, mungkin ada adegan2 detektifnya kah? Dan mungkin ada bagian yg menegangkan dan bikin hati berdebar2 atas misi yg hrs ia jalani :v eitt tapi misinya apa dulu nih?

  3. pergi ke paris sendirian? pasti antara seru dan bikin deg²an. dari dulu juga punya impian buat pergi ke paris.. tapi kalo masih sma gitu perginya (sendirian pula) aku pasti bakal mikir ulang. takut kesasar. karena aku orangnya buta arah 😂

  4. Reviewnya sangat menarik.. Dari semua kata, sy pling suka kata perpustakaan.. Satu kata itu aja udah menarik perhatian saya buat baca novel ini..

  5. Wah! Jadi novel ini bisa dikategorikan sebagai romance-suspense novel ya? >.<

    Hmm… karena latarnya adalah Paris dan dikatakan Fay mengikuti kursus Bahasa Prancis selama di sana, berarti ada beberapa kalimat dalam buku ini yang dalam bahasa Prancis dunk ya? Jadi pengen baca juga! Itung2 menguji memoriku akan bahasa Prancis yang pernah kugeluti selama 4 tahun kuliah. Hehehe

    Ngomong2 soal adegan di perpustakaan, ada juga loh adegan di perpustakaan dalam buku yang baru2 ini kubaca (dan kujamin sih Kak Luckty juga pasti sudah pernah baca deh!): Love in London dan Ada Apa Dengan Cinta?

  6. “Sebuah misi” menjadi suatu misteri yang membuat saya penasaran. Misi apa sih yang diberikan pada Fay, apakah misi untuk makan kue donat di sebuah kafe di Paris? Atau misi untuk buang air sebuah mall terbesar di Paris? Entahlah, Mbak Lucty sukses buat saya penasaran.

  7. Buku ini ada di perpustakaan sekolahku. Kata teman-temanku sih, seru banget (melihat cetakannya juga kayanya laku keras). Tapi buku ini selalu kalah saing dengan buku-buku di perpustakaan yang lain, pasti ada saja yang lebih menarik perhatianku, jadi aku prioritaskan buku lain itu untuk dipinjam terlebih dahulu. Haha. Setelah baca reviewnya Mbak Luckty, mau deh coba baca. Setelah masuk sekolah tapinya :p

  8. Tempat asing, sendirian, misi dan perpustakaan????? Ada apakah gerangan yang terjadi di Paris. Apa ini seperti cerita-cerita dikebanyakan agen rahasia?

    Kalo aku diminta pergi sendiri ke tempat asing, aku mau lambaikan tangan ke kamera. Terus ko dikasih izin ya sama orang tuanya buat pergi sendiri, kenapa ga minta sanak saudara buat nemenin anak mereka yang mau melanglang buana sendirian.

    Ka Luckty review-nya kok dikit, aku jadi penasaran ini😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s