REVIEW Traces of Love

traces of love

Kehidupan punya banyak wajah dan kehidupan hanyalah salah satunya. Kehidupan itu sendiri terlalu indah untuk dilewati hanya dengan merasakan satu sisi. (hlm. 405)

Siapa yang menyangka pria yang dulu menculik dan menyiksa Fay kini malah menjadi tumpuan hidupnya? Saat ini semua kenangan buruk yang melibatkan pria ini seakan hanyalah potongan adegan yang berada di kehidupan yang terpisah dengannya. Selama sebulan terakhir ini Andrew mendampinginya melalui hari-hari yang snagat sulit dijalani dalam kesendirian setelah orangtuanya tiada. Mungkin berlebihan untuk berkata bahwa Andrew telah menjadi sosok pengganti ayahnya, tapi pria ini menunjukkan sisi lain yang sebelumnya tak pernah terbayangkan ada.

Fay merasa diperlakukan tidak adil, tapi tidak tahu oleh siapa. Oleh Bobby, yang memintanya mengorek informasi dari Enrique setelah tahu bahwa Enrique sekarangsudah jadi pacarnya? Oleh Kent, yang membuntutinya tapi tidak mengatakan apa-apa seakan cowok itu menjebaknya? Oleh takdir, yang merenggut kesempurnaan sebuah keluarga yang baru saja ia nikmati dengan kembali menunjukkan seperti apa wajah asli keluarganya ini? Oleh nasib, yang entah kenapa menempatkannya pada situasi seperti ini? Mungkin semuanya. Ia merasa dimanipulasi Bobby, dikhianati Kent, disurukan takdir, dan dipermainkan nasib.

“Fay tidak tahu dia sedang terlibat dalam satu tugas dan kita belum tahu apakah nilai yang dia anut cukup kuat untuk mencegahnya melakukan hal-hal yang terlalu jauh dengan pemuda itu. Secara umum, batasan moral adalah tanggung jawab setiap individu dan itu bukan urusanku, tapi dalam hal ini, keputusan moral yang diambil oleh Fay bisa berdampak buruk bagi keluarga ini.” (hlm. 143)

Ini adalah buku ketiga dari serial Fay’s Adventure. Dibandingkan dua buku sebelumnya, buku ini lebih tebal. Ceritanya juga makin menegangkan, karena hati dan perasaan Fay menjadi taruhannya.

Setelah membaca tiga-tiganya dari serial Fay’s Adventure ini, dari semua tokoh yang ada malah paling kerasa ama tokoh Andrew McGallaghan. Karakternya paling kuat, meskit amit-amit dalam kehidupan nyata semoga nggak ada orang yang sifatnya seperti dia ya.

Nggak sabar nunggu ke empatnya nih!😉

Beberapa kalimat favorit:

  1. Roda kehidupan memang berputar dengan aneh, membawa manusia masuk ke banyak skenario yang satu sama lain tampak bertentangan. (hlm. 13)
  2. Semua kejadian dan pengalaman pasti punya makna. (hlm. 22)
  3. Dancing should make you happy. (hlm. 41)
  4. Tidak ada yang namanya kebetulan. Bila tangan manusia tidak mengaturnya, maka itu adalah campur tangan Tuhan. (hlm. 109)
  5. Tak ada yang bisa tahu apa yang akan terjadi, dan umur sama sekali bukan indikator yang bisa dipakai untuk menentukan hidup seseorang. (hlm. 121)
  6. Bukan kesempurnaan itu yang tak ada, melainkan keabadian. (hlm. 123)
  7. Membesarkan keponakan perempuan tidak sama dengan membesarkan keponakan laki-laki. (hlm. 143)
  8. Rasanya menyenangkan punya kehidupan normal di luar segudang aturan dan kebiasaan keluarga yang tak lazim serta aktivitas kantor yang membuat depresi. (hlm. 203)
  9. Apakah loyalitas terhadap yang satu harus dibuktikan dengan mengkhianati yang lain? (hlm. 279)
  10. Loyalitas adalah hal nomor satu. (hlm. 279)
  11. Ketika orang-orang terkasih meninggalkan kita, sebenarnya yang kita tangisi adalah kehidupan kita yang harus dijalani tanpa mereka, bukan kematian mereka itu sendiri. (hlm. 394)
  12. Tuhan Maha Pengampun, tapi manusia tidak. Lebih mudah meminta ampunan Tuhan daripada mengharapkan maaf dari seorang manusia. Namun, dari semuanya, tak ada yang lebih sulit daripada memaafkan diri sendiri. (hlm. 405)
  13. Semua akan terjadi pada waktunya dan berakhir pada waktunya, termasuk semua emosi yang kamu rasakan. (hlm. 406)

Beberapa selipan kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Melarikan diri adalah salah satu bentuk tindakan pengkhianatan. (hlm. 70)
  2. Semua pasti gugup menjelang pernikahan. (hlm. 317)
  3. Tuhan hanya ada untuk orang-orang yang lemah. (hlm. 323)
  4. Bagaimana caranya seseorang bisa menanggung kesalahan yang tidak bisa dimaafkan? (hlm. 405)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Traces of Love

Penulis                                 : Clio Freya

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : September 2014

Tebal                                     : 416 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-0870-8

10 thoughts on “REVIEW Traces of Love

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Review ini mengandung spoiler di 2 buku sebelumnya huhu aku jadi penasaran sama si Andrew, kenapa dia nyiksa si Fay, dan apa motifnya dia berbuat demikian, trs dimna skrg dia malah ngejagain si Fay, nemenin dia ngelaluin masa2 tersulitnya. Ya namanya manusia meski sisi buruknya lebih dominan, pasti ada punya juga sisi baiknya meski sedikit. Terus kak Luckty blg amit2 kalo ada org yg kayak Andrew di dunia nyata, ini bener2 ngebuat aku penasaran sama karakternya

  3. Walah! Kupikir kisah Fay akan berakhir di buku ke-2, ternyata sudah ada lanjutannya di buku ini toh! Dan apakah benar masih akan ada kelanjutannya lagi? Kalau iya, kayanya kudu mulai ngumpulin serinya nih!

    Sepertinya kalau baca dari review kali ini, akan dibuka banyak sekali misteri yang menyelimuti kehidupan Fay ya! Hmmm… aku jadi bertanya2 apakah kecelakaan pesawat yang dialami orang tua Fay bukan sebuah kebetulan belaka? Hiiyy… ngeri banget ngebayanginnya ~.~”

    Aku suka quote ini:

    “Tidak ada yang namanya kebetulan. Bila tangan manusia tidak mengaturnya, maka itu adalah campur tangan Tuhan. (hlm. 109)”

  4. Masuk seri terakhir rasanya aku makin penasaran, sepertinya menarik untuk dikoleksi dan dibaca ketiga seri ini. Berapa bintang nih ka luckty? Seri 1, 2, dan 3 nya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s