GIVEAWAY Pertemuan Jingga

PicsArt_12_01_2015_7_37_10[1]

Yay, giveaway lagi nih. Alhamdulillah ini kali kedua kesempatan buat berduet dengan Mbak Arumi E. yang kali ini kembali dengan novel terbarunya; Pertemuan Jingga terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama😉

MAU BUKU INI?!?

Mbak Arumi akan membagikan novel ini untuk DUA PEMENANG plus tanda tangan loh… 😀

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @rumieko. Jangan lupa share dengan hestek #GAPertemuanJingga dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah jika dihadapkan dua pilihan; memilih pekerjaan yang sudah di depan mata tapi tidak sesuai passion atau terus mencari pekerjaan yang sesuai passion? Berikan alasannya ya.

5. Tuliskan komentar tentang REVIEW Pertemuan Jingga, di link ini

https://luckty.wordpress.com/2015/01/26/review-pertemuan-jingga/

6. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GAPertemuanJingga yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GAPertemuanJingga ini berlangsung enam hari saja: 26-31 Januari 2015. Pemenang akan diumumkan tanggal 1 Februari 2015.

Akan ada dua pemenang yang masing-masing akan mendapatkan buku ini plus tanda tangan penulisnya. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh saya yaaaa… ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

PicsArt_20_01_2015_10_42_33[1]

59 thoughts on “GIVEAWAY Pertemuan Jingga

  1. kalo aku lebih cenderung terus mencari pekerjaan yang sesuai passionku, aku nggak mau menghabiskan waktu untuk pekerjaan yg tidak sesuai dengan passionku yang malah mmembuatku tidak semangat dan kurang percaya diri dalam bekerja (walaupun aku belum kerja, aku ibaratkan memilih jurusan kuliah deh ^^). aku akan mencari pekerjaan yg sesuai dengan passionku selain untuk memenuhi keinginan hati, tetapi juga memiliki kepuasan sendiri krn apa yg aku kerjakan memiliki nyawa di sana🙂 . . . menurutku itu sebuah tantangan, mencari pekerjaan yg sesuai dengan passion, menekuninya, merefresh pekerjaan n passion kita ketika mencapai titik jenuh. pekerjaan yg sesuai passion kita akan lebih membawa manfaat dan dampak positif bagi kita dan org lain ^^ supaya kita terhindar dari yg namanya mengeluh ^^ (gara2 pekerjaan tdk sesuai dgn passion)
    terima kasih ^^

  2. nama : Nyi Penengah Dewanti
    Akun twitt : @NyiPeDe
    Kota : Kendal

    Jawab : Mencari pekerjaan yang sesuai passion.

    Alasannya, merasa tidak nyaman, seakan pekerjaan yang dikerjakan itu setengah hati dan terpaksa. Berbeda jika sesuai passion, kerja kayak ga kerja. Tapi kayak main, seneng terus tau-tau eh jamnya udah pulang aja😀

    Thanks buat giveawaynya Kakak

    Link share : https://twitter.com/NyiPeDe/status/559522061643546624

    https://plus.google.com/u/0/+NyiPenengahDewanti/posts

  3. Nama : Sofhy Haisyah
    Akun : @Sofhy_Haisyah
    Domisili : Makassar

    Aku pilih cari pekerjaan yang sesuai passion. Karena, alangkah menyenangkan dan lapangnya perasaan saat kita melakukan sesuatu (pekerjaan) yang sesuai dengan minat kita sendiri.

    Seperti kakak, pustakawati.. Itu memang pilihan kakak kan ? Karena apa ? Karena kakak suka baca buku.. ^^

    Kalo aku itu sih, pilih (cari) pekerjaan sesuai dengan passion aku..🙂

  4. Gampang kok, saya lebih memilih untuk melakukan pekerjaan yang di depan mata. Saya selalu berprinsip melakukan apa yang dikerjakan dengan usaha terbaik. Meskipun bukan passion.

    Toh, kalau ada kesempatan, kita bisa pindah ke pekerjaan yang sesuai passion. Jaman sekarang bukan waktunya memilih passion kalau memang belum muncul pilihannya. Saya selalu ingin melakukan hal berguna untuk orang lain sedini mungkin tanpa harus menunggu datang passion.

    Percaya deh, Allah punya rencana baik atas kesempatan yang diberikan kepada kita. Yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah. Yang menurut kita tidak baik, belum tentu tidak baik menurut Allah.

    Selalu lakukan yang terbaik. Hasilnya, akan mengikuti kok

  5. Mbak, ralat bulan periode GA-nya. Januari mungkin, bukan Februari😀.

    Nama: Euis Sri Nurhasanah
    Twitter: @EuisSriNur
    Domisili: Bandung

    Dulu saat aku masih fresh graduate, aku masih memilih pekerjaan yg di depan mata, karena aku sudah gerah ingin segera punya penghasilan sendiri sehingga tidak memberatkan orang tua lebih lama. Namun dalam prosesnya, tetap saja aku berusaha melamar pekerjaan yang at least sesuai dengan jurusan kuliahku, biar ilmunya bermanfaat & gak nguap gitu aja (tidak ikutan sebagian teman yang bidang pekerjaannya melenceng cukup jauh dari jurusan). Tetapi bicara passion, tak hanya tentang jurusan kuliah, bukan? Singkat cerita, banyak faktor di luar itu yang turut menyumbang alasan nyaman tidaknya kita bekerja.

    Kini, jelas2 apa yang sudah kulakukan adalah memilih mencari pekerjaan yang sesuai passion. Setelah aku resign, aku sempat ada tawaran pekerjaan di depan mata, tapi karena pertimbangan pribadi, kuputuskan tidak mengambilnya. Aku malah terus mencari yang kira2 aku bisa nyaman bekerja di dalamnya, bahkan meski gaji tak seberapa. Ini paradoksnya. Ketika kira2 pekerjaan di depan mata kupikir bakal kurang nyaman dijalani, aku malah cenderung minta gaji tinggi… Hehe… Begitu ketemu kerjaan yang kira-kira nyaman di hati, aku malah tak mempertanyakan gaji yang dibawah rata-rata…😀

  6. Nama : Dias Shinta Devi
    Twitter : @diasshinta
    Domisili : Bogor

    kalau dihadapkan dua pilihan; memilih pekerjaan yang sudah di depan mata tapi tidak sesuai passion atau terus mencari pekerjaan yang sesuai passion?
    maka pasti akan dilema.
    sejujurnya tanpa mengurangi sikap realistis bahwa 4 tahun ke depan entah apa yang terjadi pada Indonesia, saya akan “memilih pekerjaan yang sudah ada di depan mata”. selama saya tahu pekerjaan yang saya lakukan itu tidak melanggar hukum, tidak dosa dan tidak keluar batas.
    alasannya, berhubung saya anak pertama, saya tahu kondisi keuangan keluarga, dan saya tahu batas kemampuan saya serta kondisi kehidupan nyata yang tidak selamanya akan memberikan jalan sesuai yang kita mau.
    saya ingin apa yang saya kerjakan itu adalah ibadah. karena saya pernah diajarkan bahwa bekerja itu adalah seni, bekerja itu adalah ibadah, dll. saya akan berusaha menikmati pekerjaan itu sambil (mungkin) mencari-cari kesempatan bekerja sesuai passion. atau mungkin passion itu tidak harus menjadi pekerjaan utama, bukan? :)) keep positive aja.. pasti ada jalan yang indah😀

  7. Nama : Anisa Fitri
    Akun : @anisa_ainunf3
    Domisili : Tangerang Selatan

    Hy kak, salam kenal untuk kesekian kalinya aku ikut GA nya ka Luckty walaupun kadang suka absen.
    langsung jawab aja, kalau aku dihadapkan dengan 2 pilihan tersebut aku akan memilih 2.2 nya, karena menurutku “Rezeki itu gak akan kemana”, kalau kita menunggu sampai pekerjaan sesuai dengan passion kita itu datang berapa banyak waktu yang kita buang sia-sia hanya untuk mencari dan menunggu.
    Sedangkan didepan mata ada yang memberikan tawaran pekerjaan yang sudah jelas, aku pasti lebih memilih yang sudah jelas itu tentunya, jadi inget kalimat ini “Sesuatu yang pasti terjadi adalah ketidakpastian” nah daripada aku hanya mencari dan menunggu aja akan lebih baik jika waktu luang itu aku manfaatkan untuk mengerjakan pekerjaan lain, sambil menyelam minum air di sela kesibukan tetap mencari yang sesuai passion. Kalau belum datang-datang juga, kerjakan aja yang bisa kita kerjakan, bisa bekerja di perusahaan, berdagang, dan melakukan aktifitas-aktifitas positif lainnya. Semoga menginspirasi🙂
    Terimakasih :))

  8. Tergantung kondisi :

    Saya memilih pekerjaan yang sudah di depan mata, apalagi jika statusnya adalah freshgraduate. Mencari pengalaman dulu dengan pekerjaan yang ada, coba jalani, nikmati dengan ikhlas dan sebaik mungkin.

    Bila nyaman pada pekerjaan itu tak kunjung ada setelah setahun atau dua tahun (waktu maksimal bagi saya) bisa memilih untuk pindah pekerjaan. Namun biasanya setelah satu atau dua tahun tersebut, pengalaman telah banyak didapat dan seiring jalan kita bisa memantapkan hati untuk tahu apa passion kita. Nah jika sudah begitu, saya akan memilih untuk mengikuti passion.

    Karena bolehlah pekerjaan pertama sebagai ajang coba-coba.
    Pekerjaan kedua semoga untuk selamanya.

  9. Nama : AM. Hafs
    Twitter : @am_hafs
    Domisili : Malang

    Pekerjan, ya? Sebagai pemuda yang wajib mencoba segala hal, tiap pekerjaan kuanggap sebagai belajar dan mencari pengalaman. Komitment lebih penting dari passion. Jika pekerjaan yang tidak disukai, bisa dikerjakan dengan baik, maka pekerjaan lain yang lebih ke passion bisa lebih baik lagi.
    Paling tidak, pekerjaan yang ada bisa jadi modal. Sembari menemukan pekrjaan yang sesuai passsion. Intinya, ambil yang di depan mata.

  10. Nama : Ruru
    Twitter : @y_fantazer
    Domisili : Jakarta

    Oke. Pertanyaannya bikin saya pengin curhat #woi Hehehe….

    Kalo ditanya pilih pekerjaan yang sudah di depan mata atau sesuai passion, secara teori saya akan pilih sesuai passion. Kenyataannya, hampir dua tahun yang lalu, pada akhirnya saya pilih “yang ada di depan mata”. Untungnya sih, masih ada hubungannya dengan pendidikan saya, walaupun sebetulnya hubungannya dikit. Bulan-bulan pertama beraaaaaat banget. Pekerjaannya nggak sulit, tapi rasanya ‘mati’, bosenin. Pegin nangis, pengin berenti. Lama-lama mulai terbiasa, tapi rasa jenuh masih sering muncul. Kayak sekarang. Wahahaha….

    Sekarang pekerjaan yang sesuai passion ada di depan saya juga. Sekarang saya harus pilih lagi. Di antara pekerjaan tetap yang nggak sesuai passion, dengan pekerjaan sambilan yang sesuai passion, harus pilih mana? Hati jelas mau pilih passion. Orang-orang sih nyuruh nyambi dua-duanya, toh yang passion masuknya sambilan. Tapi saya punya manajemen waktu yang payah, kerjaan sambilan saya nggak beres-beres, yang ada terlantar dan terancam nggak bakal dapet sambilan lagi selanjutnya. Mau fokus di kerjaan sambilan, ortu masih ngelarang. Gajinya kecil bo. Hahahaha….

    Okaaay… Intinya….saya masih bingung. Saya mau pilih passion sih…. Maunya…

    #inikenapacurhatbeneran

  11. Pertanyaannya seperti HRD ya😀
    Mbak Luc, kayaknya untuk periode lombanya typo deh : 26-21 Januari kan ya ?

    Oke, untuk memenuhi persyaratan Giveaway ini, saya akan menjawab kombinasi dari keduanya.

    Saya (sementara) memilih pekerjaan di depan mata terlebih dahulu sambil mencari yang sesuai passion. Untuk yang pertama bisa dijadikan pengalaman karena sesungguhnya passion itu pun juga bisa ditemukan. Kata orang Jawa adalah “witing tresno jalaran soko kulino”. Jadi gak ada salahnya mencoba hal yang baru di depan mata, karena biasanya dalam dunia pekerjaan dikenal “probation” selama 3 – 6 bulan. Selama probation tersebut kita bisa belajar banyak mengenai manajemen kerja, waktu dll. Kalau memang benar-benar tidak sesuai dengan passion kita, ada masa waktu untuk mencari yang benar-benar pas. Sambil menyelam minum air. Pengalaman kerja dapet dan juga pengalaman tersebut bisa kita gunakan untuk bekal mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion kita.

    Nama : Nur Sulistiyaningsih / Ayaa
    Twitter : @cahayatheprince
    Fb : Cahaya theprinces
    Alamat : Depok

    Share by twitter : https://twitter.com/cahayatheprince/status/559583199391522817

  12. NAMA : SHOFIULLAH
    TWITTER : @esfiu
    Domisili : Jakarta

    Jawaban :
    sy memilih pekerjaan yang sudah di depan mata, kenapa?
    coba sekarng kita liat kebalakng, banyak org yang mencari seseuai passion tapi masih banyak juga yang belum dapat (nganggur), apalagi jika ketika yang sesuai passion itu tidak cocok juga dengan honor, alhasil kebanyakan nuntut dan tidak lama get out.

    Coba kita bandingkan lebih baik menerima yang sudah ada, sambil mempersiapkan dan mencari yang lebih layak, atau menunggu sampai dapat yang cocok dengan passion. Mau sampai kapan kita menunggu.

    Menerima yang sudah didepan mata bukan berarti kerjaan yang kita pegang tidak maksimal, tapi ini sebagai pengalaman kita dalam menjalani hidup, jika semasa muda memperbanyak pengalaman, maka di masa tua kita tidak perlu lagi mencari pekerjaan, tapi pekeraan lah yang akan mencari kita.

  13. Nama : Nurina Widiani
    Akun twitter : @KendengPanali
    Kota asal : Yogyakarta

    Memilih pekerjaan yang sudah di depan mata meski bukan passion. Hidup adalah survival. Ibarat terapung di dunia kerja yang kejam dan keras, saya memilih meraih sekoci penyelamat terdekat, meskipun itu tidak nyaman.
    Toh saya bisa mempelajari hal baru sambil menanti saat yang tepat untuk melompat ke sekoci passion saya. Pekerjaan apapun pasti ada manfaatnya, pasti ada kelebihannya yang nantinya akan berguna.
    Jika bisa berkarya walaupun bukan passion akan saya ambil, karena saya bisa bosan dan hlang arah jika hanya menanti.🙂

  14. Nama: Amanda Wahyu Nandhita
    Akun twitter: @TataNandhita
    Kota tinggal: Surabaya
    Memilih pekerjaan yang sudah di depan mata tapi tidak sesuai passion atau terus mencari pekerjaan yang sesuai passion?
    Kalau aku bakalan milih terus mencari pekerjaan yang sesuai passion. Karena pekerjaan itu bukan hanya sekedar mencari uang. Melainkan juga seberapa nyaman kita berada di pekerjaan itu. Karena ketika kita nyaman pada sebuah pekerjaan, kita akan melakukan pekerjaan itu dengan sepenuh hati, iklas, dan tanpa merasa terbebani dengan tugas-tugas dari pekerjaan itu sendiri.

  15. Nama : Insan Gumelar Ciptaning Gusti
    Akun twitter : @san_fairydevil
    kota tinggal : Jember, Jatim.
    Kalo aku lebih milih buat ngambil pekerjaan di depan mata itu. Soalnya mendapatkan pekerjaan itu susah. Meskipun bukan sesuai passion, tapi itu lebih baik dari pada nganggur. Tapi selagi menjalani pekerjaan itu, aku bakal tetep nyari pekerjaan yang sesuai passion aku atau mungkin aku bakal buat pekerjaan sendiri yg sesuai dengan keinginanku. Sebab kesempatan itu tidak datang dua kali. Menurut aku itu lebih baik dari pada terus mencari pekerjaan yang sesuai keinginan tanpa memikirkan bahwa ada peluang lain yang bisa menjadi jalan untuk menuju apa yang kita inginkan, meskipun harus berjuang karena itu buakan pekerjaan yg kita inginkan sebenarnya.

  16. nama: Eka Novita
    twitter: @kaopixx
    kota: Pekanbaru

    Kalo aku sih mikirnya, pekerjaan yang sudah dimiliki walaupun bukan passion adalah salah satu bentuk karunia dan rezeki dari Tuhan. Jadi dijalani aja, dikerjakan dengan sebaik-baiknya, karena sudah jadi tanggung jawab bukan ?. sedangkan pekerjaan yang berupa passion bisa dijadikan pekerjaan sampingan ketika pekerjaan utama sudah membuat kita merasa lelah dan butuh tempat ‘pelarian’. Tapi bukan tidak mungkin jika saya nantinya akan berhenti, apabila penghasilan dari pekerjaan yang menjadi passion saya jauh lebih baik dari pekerjaan utama. Apalgi jika pekerjaan yg sesuai passion itu bisa membawa manfaat bagi orang banyak, atau bahkan membuka lapangan kerja baru.

  17. Kalau aku, lebih memilih pekerjaan di depan mata karena kita butuh duit untuk melanjutkan hidup, wakakakaka. Milih pekerjaan sesuai passion sih baik adanya, tapi kalau nggak datang-datang masak mau nganggur terus? Kapan cari uang buat modal kawinnnnn? Eh nikah maksudnya. Pekerjaan sesuai passion pun kadang bisa muncul dari pekerjaan yg sebelumnya nggak pernah kita pikirkan. Contohnya aja ya, waktu kecil aku nggak suka baca baru ketika kuliah aku tahu kalau passion aku terhadap dunia baca besar, tahu kegemaranku ini malah ketika aku bosan dengan kegemaranku sebelumnya yaitu menonton film. Jadi, pesan moral yg bisa diambil adalah ambillah apa yg ada di depan mata karena siapa tahu itu akan menuntun ke passion kamu yg sebenarnya😀

    Sulis
    @peri_hutan
    Sragen

  18. Nama : Masitah Fitria Ningrum
    Akun Twitter : @masitahfn
    Domisili : Samarinda
    Komentar : memilih apa yg ada didepan mata atau meninggalnya dengan mencari yang cocok dengan passion?
    Dalam hal pemula, khususnya mahasiswa/anak smk yg baru lulus pekerjaan adalah pemikiran yang paling sering berputar2 diotak. Karna saya adalah seorang mahasiswa (baru lulus smk tahun kemarin) maka saya akan menjawab dari sisi saya atau segi mahasiswa. Kalau ada pekerjaan yg sudah ada didepan mata, ya saya langsung terima saja selama itu masih dalam hal perkejaan yg wajar dan halal. Passion mah urusan belakang, yang penting saya cari pengalaman dulu daripada harus langsung dihadapankan dengan passion kita tapi kita nggak punya pengalaman. Suka/tidak suka dengan pekerjaan itu ya dijadikan pelajaran saja bagaimana kita menghadapi permasalahan dipekerjaan tersebut dan bagaimana permasalahan tersebut bisa muncul. Mungkin alloh ingin menunjukan pelajaran berharga sebelum kita langsung dihadapkan dengan passion kita. Dengan begitu, saat kita nanti benar2 dihadapkan dengan pekerjaan yg sudah berhubungan dengan passion kita maka insyaalloh kita tidak terlalu canggung dengan semuanya. Pekerjaan yg sudah ada didpn mata adlh takdir baik alloh. Yang menurut kita adalah passion kita belum tentu menurut alloh adalah passion kita yg sebenarnya. Bisa jadi pekerjaan yg sdh ada didpn mata kita itu adlh rencana tuhan untk memperlihatkan passion kita yg masih tersembunyi. Dan bisa jadi passion yang msh trsembunyi itu lebih baik dari passion yg kita kira itu adalah passion kita. Semua ada hikmahnya. Jangan selalu mencari, karna ketika kamu terus mencari justru kamu tidak akan pernah mendapatkannya, yg kamu harus lakukan adalah bersyukur:)

  19. Nama : Yessie L Rismar
    Akun twitter : @yessie_Lrismar
    Domisili : Bandung

    Pilih yang ada tapi nggak sesuai passion atau mencari yang sesuai passion?
    Aku (sedang) melakukan dua-duanya, dan menurutku ini termasuk pilihan aman😀
    Aku bekerja nggak sesuai passion, meski begitu aku tetap berusaha profesional dan menahan semua ketidaknyamanan, toh kalau diabaikan ketidaknyamanan itu jadinya biasa saja. Ya… sebagai anak sulung, aku merasa nggak nyaman kalau uang masih diberi orangtua. Aku merasa ingin memberi walau sedikit, hihihi. Sambil bekerja di tempat sekarang, tentunya aku mengejar pekerjaan yang sesuai passionku. ^^
    Manusia memang selalu merasa kurang, tetapi bukankah dengan perasaan itulah manusia selalu berusaha lebih baik untuk mendapatkan apa yang diinginkannya?🙂

  20. Nama : Aisy KD
    Domisili : Kota Batu
    Akun twitter : @AisyKaDe

    Pekerjaan yang sesuai passion atau pekerjaan yang sudah di depan mata?
    Pertanyaan yang dilematis. Rata-rata jawaban pertama yang dilontarkan pastilah pekerjaan yang sesuai passion. Tapi, hidup harus realistis juga. Sebab, tak dipungkiri segala sesuatu saat ini membutuhkan uang. Saya akan memilih pekerjaan yang sudah di depan mata dahulu. Daripada menganggur menunggu datangnya pekerjaan yang sesuai passion. Semisal saya yang kini bergelut di dunia peternakan, yang awalnya tidak saya sukai sama sekali. Namun lama kelamaan rasanya menyenangkan juga bergelut dengan ternak. Kesenangan menggambar atau menulis, kan bisa dilakukan di waktu luang. Saya bisa saja menjadi peternak sekaligus penulis, hehe.Hidup bukan tentang melakukan hal-hal yang kita sukai, tapi juga hal-hal yang perlu/wajib. Uang dan kepuasan batin bisa didapat secara bersamaan asal pandai mengatur waktu dan tenaga saja.

    Kira-kira begitu prinsip saya🙂

  21. Nama: Shen Meileng
    Domisili: Balikpapan
    Akun Twitter: @OhGirlDay

    Aku realistis aja sih kak, memilih pekerjaan yang ada di depan mata meskipun bukan passion yang aku mau. Karena menurutku, bekerja sesuai passion juga belum tentu jaminan tidak mengalami kejenuhan. Namanya pekerjaan, sesuai ataupun tidak sama passion kita, tetap saja namanya bekerja yang intinya untuk memenuhi kebutuhan hidup kita🙂

    Lagipula, kalaupun kerja gak sesuai passion bukan berarti gak bisa melakukan passion kita bukan? Kalau kita berusaha juga nanti ada caranya untuk bisa melakukan passion itu. Aku kuliah di Petroleum Engineer yang notabene kalo lulus pasti kerja di perusahaan—meskipun passionku sebenarnya menjadi pengusaha serta menjadi penulis. Tapi aku yakin, meskipun bukan passion aku, aku bisa menemukan jalan untuk membuat passion dan pekerjaan yang bukan passion aku berjalan bersisian🙂

  22. Nama: Ita Sholihatin
    Akun twitter: @terhujan
    Kota tinggal: Sragen, Jawa Tengah

    Terlebih dahulu, saya akan mengerjakan pekerjaan yang telah tersedia tersebut, karena saya yakin Allah punya alasan tersendiri mengapa lebih dulu menghadapkan pekerjaan tersebut dibanding pekerjaan yang lebih saya ‘inginkan’. Justru seharusnya saya bersyukur karena masih ada pekerjaan yang tersedia untuk saya.
    Selain itu, hal ini saya lakukan karena saya tidak ingin bertindak egois, bahwa pekerjaan tidak hanya tentang keinginan namun juga kebutuhan. Atas dasar tidak ingin lebih lama membebani orang tua dan ingin menghidupi diri, meski tidak sesuai passion, saya akan (berusaha) menjalani pekerjaan tersebut.
    Di sisi lain, saya akan mencoba untuk menguji diri saya sendiri. Apakah saya bisa bertahan lama di pekerjaan tersebut? Maka dari itu, di samping menjalankan pekerjaan tersebut, saya akan tetap berusaha mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan yang sesuai passion saya. Dengan begitu, ketika titik jenuh saya memuncak dan kesempatan pekerjaan yang sesuai keinginan telah ada, saya siap untuk melompat dan berlari mengikuti arus passion saya🙂

  23. nama: Sasgaluh Mayang
    akun twitter: @_mayg16
    kota tinggal: Jogja

    Yang jelas terus mencari pekerjaan
    yang sesuai passion. Because, apapun yang membuat kita nyaman harus dipertahankan. Bukan begitu? Memilih pekerjaan sama halnya dengan mengundi nasib, yang mana yang baik untuk kita, itulah yang berhak dipilih. Well, suatu pekerjaan akan terasa lebih ringan apabila kita bekerja sesuai kemampuan kita menyikapi pekerjaan itu. Selebihnya, Allah yang akan menuntaskannya. Meneurut saya, passion sangatlah penting menyangkut pekerjaan kita. Karena bagiku ia adalah penentu dan pokok dari segala apapun kita bertindak.

  24. Nama : Yanti
    Twitter : @CallMe_Yanti
    Tempat Tinggal : Martapura, Kal-Sel.
    Jika dihadapkan dua pilihan;
    memilih pekerjaan yang sudah di depan mata tapi tidak sesuai passion atau terus mencari pekerjaan yang sesuai passion?

    Hati kecil saya mengatakan untuk mencari pekerjaan yang sesuai passion, tapi keadaan memaksa saya untuk tetap bertahan dengan pekerjaan yang sudah ada di depan mata. Di tempat kerja sekarang saya sudah bekerja sekitar 1,1 tahun, saya merasa bosan, tidak bersemangat setiap datang ke kantor, benci dengan orang-orangnya dan merasa tidak nyaman dengan suasana kerjanya. Saya bertahan dengan pekerjaan yang sekarang di depan mata adalah karena saya ingin menyenangkan hati orangtua saya. Selain itu saya belum menemukan peluang untuk mewujudkan pekerjaan impian saya, meskipun hati kecil saya selalu menyuruh untuk keluar dari pekerjaan sekarang dan cari pekerjaan yang sesuai dengan passion saya. Saya suka membaca, andai ada kesempatan saya juga ingin jadi Pustakawati seperti Mbak Luckty, atau bekerja di toko buku, terlibat dalam dunia perbukuan/ penerbitan, pokoknya saya suka dengan dunia buku, tapi saya belum nemu jalannya untuk kesana. Jadi, untuk saat ini saya harus bersabar untuk mencari pekerjaan sesuai passion saya, saya akan jalani dulu pekerjaan yang ada di depan mata saya, meskipun hati saya tidak nyaman, tapi saya yakin suatu hari saya akan menemukan jalan untuk mewujudkan passion saya dan bekerja sesuai dengan passion dan minat saya.

  25. Nama: Rindang Yuliani
    Akun twitter: @Ryu_keren
    Kota: Banjarbaru

    Aku orangnya realistis. Jadi jika dihadapkan pada dua pilihan tersebut, aku akan memilih yang pertama, yakni bekerja saat ini juga meski tidak sesuai passion. Alasan aku memilih hal tersebut adalah selain realistis, aku juga bukan orang yang suka berdiam diri. Lagipula menurutku, kesempatan yang sama tidak akan datang dua kali. Mengenai pilihan yang kedua, yakni tetap mengejar pekerjaan sesuai passion, kurasa akan ada saatnya kita mendapatkan itu asal tetap berusaha sembari amanah dengan pekerjaan yang ada. Pekerjaan pertama meskipun bukan passion biasanya merupakan batu loncatan terpenting dalam hidup.

  26. Nama : Zalfaa Azalia
    Twitter : @ZalfaaAza
    Kota : Boyolali

    Jika aku dihadapkan dua pilihan; memilih pekerjaan yang sudah di depan mata tapi tidak sesuai passion atau terus mencari pekerjaan yang sesuai passion aku akan memilih pekerjaan yang sudah ada di depan mata karena jika aku mengeluh karena tidak sesuai passionku itu semua tidak memperbaiki kehidupan. Malah ia merendahkan dan menekanku di bawah, jika aku jadikan kebiasaan mengeluh karena mendapat pekerjaan yg tidak sesuai passion. Memang masa depan tidak pernah pasti bagi siapa pun, tapi lebih bisa diduga bagi orang yang sikapnya baik. Maka dr itu aku berusaha untuk bersikap baik untuk masa depan yg baik dengan menerima pekerjaan yg ada di depan mata. Jadi, aku harus ikhlas menerimanya. Karena ikhlas adalah menerima Tuhan dengan seluruh kebenaranNya. Aku harus mensyukurinya karena sudah dihadapkan dengan pekerjaan yg sudah di depan mata meski tidak sesuai passion. Itu tandanya Tuhan masih menyayangiku.
    Semoga aja kali ini aku menang kak😀 belum pernah menang kl ikut GA di blognya kakak. Wish me luck

  27. Nama : Fita
    Twiter : @fitania_mlg
    Kota : Malang

    Kalo aku lebih memilih pekerjaan yang uda di depan mata meskipun bukan passion ku, kenapa? Karena aku memiliki beberapa alasan :
    1. Kita tidak boleh menolak rejeki, pekerjaan adalah salah satu rejeki jika kita menolak pekerjaan maka kita sama saja menolak rejeki
    2. Meskipun bukan passion kita, namun sedikit banyak pasti pekerjaan tersebut akhirnya akan berhubungan dengan passion kita sendiri meski persentasenya tak sebanyak jika kita menekuni pekerjaan yang memang dunia kita banget.
    3. Adakalanya kadang sesuatu yang kita pilih/sukai bukan merupakan pilihan yang terbaik, tetap jalani aja yang ada sembari menekuni passion kita
    4. Di jaman seperti ini, mencari pekerjaan juga sangat sulit maka dari itu saya gak mau menyia-nyiakan kesempatan itu
    5. Pekerjaan juga merupakan pengalaman yang berharga, siapa tau dengan pekerjaan tersebut semakin menambah pengalaman dan ilmu kita yang pada akhirnya bisa mendukung passion kita.
    Sedikit curhatan dari saya🙂

  28. Nama : Athaya Irfan
    Twitter : @Jeruknipisanget
    Kota : Tangerang

    Saya akan memilih untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion Saya karena bagaimanapun sebesar apapun gaji pekerjaan yang Saya tekuni tekuni jika pada akhirnya hanya akan membuat Saya tertekan dan menghilangkan semangat kerja lebih baik Saya putuskan untuk pergi. Saya tak ingin melukai diri sendiri.
    Karena bekerja bukan hanya untuk mengejar harta kuasa tetapi sebuah pengabdian yang diiringi sentuhan cinta.

  29. nama : Tyaseta Rabita Nugareani Sardjono
    twitter : @guru5seni8
    kota : Depok

    Saya akan memilih mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion saya, soalnya saya dulu pernah bekerja yang jauh dari passion, itu membuat saya bingung, kesulitan, lama dalam beradaptasi, lama menghapal, jenuh/bosan.

    Aku bisa bilang begini, soalnya pernah mengalaminya sendiri, aku yang jurusan psikologi masuk jadi store supervisior di Apotik Centruy yang lebih ke arah Marketing dan farmasi.

    Pernah juga masuk jadi amdinistrasi dan aku bosan karena pekerjaan yang itu-itu saja, saya merasa kurang berkembang dan ingin menulis.

  30. Nama. Budiman
    Twitter. @budi_clock
    Domisili. Karawang

    Jawaban. Pilih yang ada di depan mata

    Alasannya cari pekerjaan sulit di masa sekarang, dijalani aja dulu yang sudah ada kadang keputusan buruk yang kita pilih hari ini akan jadi keputusan terbaik di masa yang akan datang dan berkata “untung saya pilih….”

  31. Nama: Rut Arsari
    Twitter: rut_arsari
    Kota: Jepara

    Harus kita sadari kalau memilih sesuatu itu bukan hanya berdasarkan apa yang kita sukai atau passion kita. Kita harus memilih apa yang kita “butuhkan”. Jika saya ditanya, saya yang notabene seorang pengangguran, tentu saya akan menjawab kalau saya akan mengerjakan pekerjaan yang ada di depan mata (untuk saat ini). Kenapa? Karena saya butuh uang. Kalau saya menuruti passion saya, tentu tak akan tercapai dan kemungkinan saya akan menjadi pengangguran bertahun- tahun. Kadang kita harus bersedia “mengistirahatkan” passion kita sejenak untuk mem-planning dan memantapkan passion kita, dan kemudian mewujudkannya.

    Kita juga harus tahu kalau manusia itu berubah, baik fisik maupun pikirannya. Jadi tentunya passion juga bisa berubah- ubah. Bisa saja passion kita berubah kalau kita berkecimpung di dunia baru. Walaupun mungkin ada orang yang persistent bahwa passion-nya dibidang ini atau itu. Tapi kita juga tak boleh narrow- minded dan tak mau mengerjakan sesuatu yang tak ada kaitannya dengan passion kita.

  32. Nama : Azzura Lhi
    Twitter : @azzura_lhi
    Kota : Jakarta

    Bicara tentang mimpi tentu saya akan memilih Passion. Tapi ketika bicara Realita, maka saya akan mengambil pekerjaan yang ditawarkan, dengan tetap berada di koridor yang benar.

    Sejujurnya, berada dalam kondisi keduanya itu sulit.
    Kita nggak bisa mempertahankan passion ketika kita terdesak dengan berbagai kebutuhan. Bukan hanya kebutuhan tentang pengalaman atau kepuasan, tapi lebih pada keberlangsungan hidup.

    Namun kita juga tidak bisa bertahan dengan pekerjaan yang bukan passion. Karena disana totalitas patut dipertanyakan.
    Lalu ketika kita bekerja dan dibayar sedangkan kita tidak total dalam pekerjaan, apakah ada ketenangan didalamnya? Pasti tidak.

    Maka jalan tengahnya, ketika kita terdesak dan kebetulan ada pekerjaan yang ditawarkan, kita WAJIB mengambilnya. Toh sesuatu yang tidak direncanakan tidak melulu berakhir sia-sia.
    Sambil menunggu waktu dan kesempatan yang tepat, melangkahlah perlahan menuju Passion kita.

    (Saya jadi semacam curhat karena pernah mengalami keduanya):mrgreen:

  33. Nama : Jalaluddin Ibnu Muslich
    Akun Twitter : @Jalaluddin_IM
    Kota Tinggal : Surabaya

    Jawaban :
    jika dalam kondisi saya sekarang ini, belum memiliki pekerja, tentu saja yang saya lakukan adalah mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion semampu yang saya bisa.
    namun bila kondisinya saya sudah memiliki sebuah pekerjaan (yang mana pekerjaan itu tidak sesuai dengan passion kita), maka saya akan tetap mempertahankan pekerjaan tersebut. Persaingan pekerjaan zaman sekarang ini sulit, saya tidak bisa langsung melepaskan begitu saja suatu pekerjaan yang telah saya miliki. Untuk urusan passion-nya, yang pernah saya dengar dari sebuah seminar, “PASSION ITU DAPAT DIBENTUK”. Kesalahan besar (menurut saya) yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang yang telah bekerja adalah terlalu memikirkan passion-nya, merasa bahwa pekerjaan ini tidak sesuai dengan passion dan selalu memikirkan ini-itu. Tetapi jarang sekali mau menyukuri dan menikmati akan pekerjaan yang telah dimiliki, sehingga selalu merasa ada yang kurang/ salah dengan pekerjaan (merasa tidak sesuai dengan passion). Jadi, hal terbaik bila telah memiliki pekerjaan adalah dengan menyukuri dan menikmati pekerjaan yang dimiliki, melakukannya dengan tulus ikhlas. Maka, lambat-laun passion terhadap pekerjaan itu akan terbentuk.
    Bukankah passion itu diartikan sebagai nafsu/ kegemaran, jadi bila kita bisa tulus-ikhlas melakukannya, maka kita pasti akan menggemari suatu pekerjaan tersebut. Sama halnya dengan kepribadian, passion juga bisa dibentuk.

  34. Sebagian orang memilih pekerjaan di depan mata tapi tidak sesuai passion. Apalagi kalau pekerjaan tersebut gajinya lebih besar dibandingkan pekerjaan yang sesuai passion. Itu pendapat orang-orang yang memandang dari segi gaji atau penghasilan.

    Namun, jika seseorang memandang dari segi proses pasti memilih terus mencari pekerjaan sesuai passion. Termasuk saya.

    Saya orang yang ingin menikmati hidup, melakukan apa pun yang saya suka selama itu positif termasuk hal pekerjaan.

    Passion saya menulis. Saya ingin menjadi writerpreneur. Walaupun penghasilannya tak tentu, nggak masalah buat saya. Saya bukan seorang suami yang harus menafkahi istri dan anak.

    Kalau saya bekerja sesuai passion, saya tidak akan mengeluh kalau pekerjaan saya berat, tidak akan itung-itungan dengan waktu dan job description.

    Saya ingin menikmati hidup tanpa tekanan dan paksaan.🙂

    Nama : Sri Maria
    Akun twitter: @sri_mariaa
    Kota tinggal : Bandung

  35. Nama: Devi Faradilla
    Twitter: @deviiifarah
    Kota: Bogor

    Menurut aku lebih baik ambil pekerjaan yang ada didepan mata, karena pertama kesempatan itu tidak datang dua kali dan kalau urusan passion seiring berjalannya waktu pasti akan terbiasa dan bisa jadi pekerjaan baru itu adalah passion kita yang sebenarnya yang tidak kita duga-duga. Sebuah passion itu tidak selalu berpacu atau terpaku pada apa yang kita kerjakan, bagi aku passion itu adalah pekerjaan yang dilakukan dengan hati, jadi percaya pekerjaan baru tidak harus selalu bergantung pada passion melainkan apakah kita melakukannnya sesuai dengan hati atau tidak itu yang menurut aku arti passion. Walau bukan passion coba dan kerjakan sesuai atau sebisa kita, karena dengan mencoba kita akan mendapat ilmu baru dari pekerjaan baru kita. Yakini hati bahwa kita bisa memulai hal yang baru. Tetap melakukan pekerjaan dengan hati dan jangan setengah-setengah walau bukan passion tapi lakukanlah dengan sepenuh hati, karena kalau sepenuh hati semua yang tidak mungkin bisa berubah menjadi mungkin. Mulai saat ini percayalah bahwa sukses itu tidak selalu dari suatu pekerjaan berdasarkan passion, namun bisa juga berasal dari pekerjaan baru yang saat ini bukan passion kita dan kita harus percaya pada diri kita bahwa kita bisa menjalani pekerjaan yang bukan passion kita. Teruslah dan lewati semua dengan hati dan berusaha yang terbaik…

  36. nama : Arfina T
    tw : @ipinkaramel
    Serang

    Aku akan pilih pekerjaan di depan mata dan tak sesuai passion kalau ada di posisi yang bener-bener mendesak butuh uang, dan pada saat itu sedang terjadi krisis pekerjaan. Yang sarjana aja, belum tentu dapet pekerjaan, makanya aku lebih pilih pekerjaan di depan mata dulu. Aku coba buat berthan di sana, nabung dan lalu keluar untuk mencari pekerjaan sesuai passion dan punya tabungan buat modal cari pekerjaan. Kalo ngejar passion, paling jadi freelance dan paling dapet gaji pas-pasan dan butuh waktu lama untuk naik tingkat hingga gaji lumayan.

  37. Nama : Jalaluddin Ibnu Muslich
    Akun Twitter : @Jalaluddin_IM
    Kota Tinggal : Surabaya

    Jawaban :
    jika dalam kondisi saya sekarang ini, belum memiliki pekerja, tentu saja yang saya lakukan adalah mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion semampu yang saya bisa.
    namun bila kondisinya saya sudah memiliki sebuah pekerjaan (yang mana pekerjaan itu tidak sesuai dengan passion kita), maka saya akan tetap mempertahankan pekerjaan tersebut. Persaingan pekerjaan zaman sekarang ini sulit, saya tidak bisa langsung melepaskan begitu saja suatu pekerjaan yang telah saya miliki. Untuk urusan passion-nya, yang pernah saya dengar dari sebuah seminar, “PASSION ITU DAPAT DIBENTUK”. Kesalahan besar (menurut saya) yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang yang telah bekerja adalah terlalu memikirkan passion-nya, merasa bahwa pekerjaan ini tidak sesuai dengan passion dan selalu memikirkan ini-itu. Tetapi jarang sekali mau menyukuri dan menikmati akan pekerjaan yang telah dimiliki, sehingga selalu merasa ada yang kurang/ salah dengan pekerjaan (merasa tidak sesuai dengan passion). Jadi, hal terbaik bila telah memiliki pekerjaan adalah dengan menyukuri dan menikmati pekerjaan yang dimiliki, melakukannya dengan tulus ikhlas. Maka, lambat-laun passion terhadap pekerjaan itu akan terbentuk.
    Bukankah passion itu diartikan sebagai nafsu/ kegemaran, jadi bila kita bisa tulus-ikhlas melakukannya, maka kita pasti akan menggemari suatu pekerjaan tersebut. Sama halnya dengan kepribadian, passion juga bisa dibentuk.

  38. Nama : Anis Antika
    Twitter : @AntikaAnis
    Kota tinggal : Surabaya

    Aku akan mengambil pekerjaan yang ada di depan mata walaupun nggak sesuai passion. Karena sekarang ini cari pekerjaan sulit. Asal pekerjaan itu nggak bertentangan dengan norma dan hati nuraniku, aku masih akan menerimanya. Kemudian, kalau suatu saat aku mendapat tawaran pekerjaan atau mendapat info lowongan pekerjaan yang sesuai passion, baru aku akan lepas pekerjaanku dan mengambil pekerjaan yang sesuai passion tersebut.

  39. nama : Wulida Nadhila
    Akun twitt : @Jm_nim
    Kota : Bojonegoro jatim

    aku memiliki jawaban yang berbeda dengan kebanyakan orang. Tetap bekerja di tempat tersebut walaupun tidak sesuai passion yang aku miliki. Karena mencari pekerjaan itu sulit, bahkan banyak lulusan sarjana yang belum mendapat pekerjaan. Jika sudah ada pekerjaan di depan mata kenapa harus di tinggal dengan alasan tidak sesuai passion? tentang passion menurut saya cara mengatasinya gampang. kita cuma perlu belajar mencintai apa yang kita kerjakan. insyaallah passion itu akn tumbuh dengan sendirinya.

    kalaupun saya sudah mencoba untuk mencintai pekerjaan saya yg tidak sesuai passion tapi tetap saja tidak ‘srek’. Saya mencoba mencari lowongan pekerjaan lain, kalau sudah dapat pekerjaan baru yg sesuai passion saya. saya akan melepaskan pekerjaan yg tidak sesuai passion itu.

  40. Nama : Tasya Permata Sanjaya
    Twitter : @tasyatasa_
    Kota : Klaten

    Hai ,kak aku ikut lagi ya ^^ .Langsung aja aku jawab . Kalo aku sih milih pekerjaan yg sudah di depan mata tapi tdk sesuai passion , krn menurutku itu menjadi tantangan tersendiri buat orang yg melakukannya jadi kita bisa menilai kemampuan kita sampai mana atau kita bisa melakukan hal itu tdk . Justru Pekerjaan ini membuat kita terus berlatih dan berlatih , mencoba dan mencoba agar kita bisa melakukan pekerjaan yg sebelumnya kita tdk minat sama sekali . Kita akan menjadi lebih semangat dan giat untuk melakukan pekerjaan . Dan kita tdk bisa untuk bermalas-malasan lagi ,krn pekerjaan ini membuat kita terus maju . Pekerjaan yang sudah di depan mata tapi tidak sesuai dgn passion itu terkadang membuat kita putus asa tapi sebenarnya pekerjaan itu bnyk manfaat nya dan menjadikan kita lebih semangat🙂

  41. Nama : Rany Dwi Tanti
    Twitter : @rany_dwi004
    Kota : Tulungagung

    Jika dihadapkan dua pilihan; memilih pekerjaan yang sudah di depan mata tapi tidak sesuai passion atau terus mencari pekerjaan yang sesuai passion ?
    Jawaban saya adalah memilih pekerjaan yang sudah di depan mata tapi tidak sesuai passion karena selama saya bahagia dan senang melakukan pekerjaan tersebut, saya pasti akan langsung menerimanya. Dimana pun kita bekerja, suka atau tidak suka, sesuai atau tidak sesuai, saya akan berusaha menjadi manusia pembelajar. Dunia baru itulah yang akan membawa saya pada petualangan-petualangan baru yang seru. Jadi, sambil mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion saya, saya akan lebih dulu menikmati pekerjaan saya sekarang ini.

  42. Nama : Gestha Reffy Dwiyarda
    Twitter : @AltGST
    Kota : Bangka Belitung

    Halo, Mbak.
    Pertanyaan yang bagus, Mbak.
    Tentunya saya akan memilih Mencari Pekerjaan yang Sesuai Passion.
    Karena untuk apa kita memilih pekerjaan didepan mata namun itu yang bukan kita cintai. Kita tidak memiliki potensi lebih untuk pekerjaan disana, sekalipun itu didepan mata. Memilih pekerjaan didepan mata sangatlah membuang waktu bahkan menguras tenaga hingga hati karena tidak berkesesuaian dengan apa yang diinginkan oleh diri. Terlebih jika kita memilih pekerjaan didepan mata itu hanya karena agar lebih cepat mendapat pekerjaan atau karena tergiur gaji semata.Jika seperti itu, artinya kita seolah-olah dipakasa menuntut prosfesi saja, tanpa bisa mendapatkan kenyamanan dan kebahagiaan dan keikhlasan seutuhnya ketika bekerja.
    Pilihlah pekerjaan yang sesuai passion walaupun masih harus mencari pekerjaannya, tidak ada sesuatu yang bisa kita lewati dengan selalu mulus apalagi dalam memilih untuk mendapatkan pekerjaan sesuai keinginan yang notabenenya akan berpengaruh besar pada kesuksesan kelak.Ujian Tuhan menguatkan. Passion adalah apa yang sesuai hati. Apa yang kita cintai. Dan ketika ketika kita telah mencintai, kita pasti tertantang untuk mencari pekerjaan yang sesuai hati sampai akhirnya kita mendapati.

    Terimakasih, Mbak.

  43. Nama: Silvi Salsabil
    Twitter: @shelv_25
    Domisili: Tangerang Selatan

    jika dihadapkan dua pilihan; memilih pekerjaan yang sudah di depan mata tapi tidak sesuai passion atau terus mencari pekerjaan yang sesuai passion?

    Kalau menurut saya pribadi, jika saat itu saya sangat sedang membutuhkan pekerjaan, saya akan mengambil pekerjaan yg sudah di depan mata itu, dan berusaha menjalani dengan ikhlas dan menikmatinya walau bukan passion saya.
    Tapi tentu saja, saya sangat menginginkan pekerjaan yang sesuai dgan passion saya.
    Dua-duanya tidak masalah, asalkan pekerjaan itu masih halal😀

  44. Setiap orang pasti lebih memilih mengutamakan passion mereka, begitu juga saya. Ketertarikan seseorang terhadap suatu pekerjaan mempengaruhi kualitas dari hasil kerja mereka. Dan jika dihadapkan pada apa yang kamu pilih, pekerjaan yang sesuai passion atau tidak?. Ego mereka muncul lebih dulu daripada alasan lain yang bisa diterima. Mereka berpikir jika pekerjaan yang sesuai passion itu dikerjakan dari hati dan yang tak sesuai dikerjakannya hanya setengah-setengah dan terkesan terpaksa menjalaninya. Tapi semua itu juga bisa dilihat dari sisi lain yang mungkin suatu saat nanti bisa membuat kita menyadari jika passion itu bukan hanya muncul karena ketertarikan tapi karena dicari dan juga dijalani. Jika kita memilih sesuatu yang baru walau tak sesuai tapi kita mau menerimanya, seiring berjalannya waktu bisa membuat kita menyadari jika ada hal menarik lainnya diluar sana. Berbeda jika kita memilih hal yang sesuai passion kita, diawal kita akan melakukan dengan usaha yang luar biasa. Tapi bisa jadi dipertengahan jalan kita mengalami kejenuhan dan kepenatan yang amat sangat hingga membuat kita menginginkan hal yang baru. Semua itu tergantung dari bagaimana kita menyikapi dan menerimanya. Hasilnya?, bisa saja menjadi sesuatu yang diluar dugaan. Jangan menilai sesuatu dari sisi yang belum kita ketahui, tapi lihatlah juga dari sisi setelah kita mengetahuinya lebih dalam. Jadi tidak menutup kemungkinan untuk menjalani pekerjaan yang ada didepan mata meski terkadang mencari yang sesuai passion lebih diutamakan.

    Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Kota tinggal : Purwakarta

  45. Nama : Niken Galuh K. Sancaya
    tweet : @NikenSancaya1
    kota : Malang

    kalau disuruh pilih, saya pilih bersikap realistis memilih pekerjaaan yang ada didepan mata
    kenapa..??? karena di jaman yang semakin “susah” ini bukan saatnya pilih-pilih pekerjaan, yang ada dan asal halal kenapa tidak..? kalau terlalu banyak pilih-pilih bisa jadi pengangguran malah jadi beban orang tua, walaupun sekarang masih kuliah, saya merasa menjadi beban orang tua, jadi selepas kuliah nanti saya akan mencari pekerjaan yang ada didepan mata..
    dan nanti pasti ada kesempatan untuk memperoleh pekerjaan sesuai dengan passion. dan juga tidak gengsi walaupun pekerjaan yang ada didepan mata itu tidak sesuai dengan jurusan sewaktu kuliah ataupun passion. sekalipun bukan passion bukan berarti akan melakukannya setengah-setengah, bisa dijadikan pengalaman juga, bukankah pengalaman itu ada guru yang paling berharga..:)

  46. Nama : Nuriyanni R
    Twitter : @RianiZahraa
    Kota : Malang
    jika aku mndpt pkerjaan diluar passion/ jurusan, aku akn menolak & sabar mnunggu pkerjaan yg cocok skill-ku,, kcuali jk mngkn aku sgr butuh pkerjaan, aku akn mngambilnya, aku akn bkerja sambil mncari pkerjaan yg sesuai. tp sbaiknya qt brusaha dlu utk dpt pkrjaan yg sesuai, krn kita tdk tau rencana Tuhan. atau jk aku mndpt pkerjaan yg sesuai dg hobiku mski bkn skill-ku, aku mngkn bs mngambilnya🙂

  47. Naufal RM
    @NaufalRM
    Tangerang

    Aku memilih pekerjaan yang sesuai passion-ku. Dengan begitu, aku bisa enjoy, ikhlas, dan nggak pernah bosan meski dilakukan setiap hari sebagai rutinitas. Terlepas dari itu semua, aku merasa lebih ‘hidup’ jika mendapatkan pekerjaan yang sesuai passion-ku.

  48. Nama: Anastasya Sekartaji
    Twitter: @sekartajirolu
    Domisili: Batang, Jawa Tengah
    Link share: https://mobile.twitter.com/sekartajirolu/status/559661114804674561?p=v

    Kalau aku sih, pertama ambil dulu pekerjaan yang ada didepan mata. Meskipun itu bukan passionku. Tapi, setidaknya kan kita bisa lebih tau tentang pekerjaan lain without pekerjaan yang sesuai dengan passion kita. Kita bisa lebih menekuni pekerjaan itu dan semakin menikmatinya. Siapa tau, pekerjaan yang tadinya sama sekali buka passion kita malah justru jadi passion yang akhirnya malah bikin jatuh hati sama pekerjaan itu. Jangan sia-siakan yang ada, karena kesempatan itu nggak dateng dua kali. Iya kalau pekerjaan yang sesuai passion kita itu bakal dateng, nah kalau tidak? Seumur hidup kita gak akan kerja dong? ^_^ syukuri aja apa yang ada hehe

  49. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Twitter : @Agatha_AVM
    Domisili : Jember

    Kalau aku lebih memilih pekerjaan yang ada di hadapan mata meskipun tidak sesuai dengan passion. Alasannya, karena aku orang yang suka dengan hal-hal baru serta mencari tantangan. Mencoba bekerja dengan sepenuh hati dan belajar dari awal lagi merupakan kesenangan tersendiri. Mental kita yang diuji jika melakukan kesalahan. Belum lagi disindir di sana-sini. Menurutku, segala pekerjaan dapat menjadi passion meskipun awalnya kita merasa tidak punya passion dalam pekerjaan tersebut. Tapi, dengan menjalani dan belajar lebih banyak aku mendapatkan pengalaman dan ilmu baru yang tidak pernah aku dapatkan dan bayangkan sebelumnya. Untuk saat ini, mencari pekerjaan sesuai dengan passion membutuhkan waktu lama sedangkan kebutuhan tidak dapat menunggu. Jadi, pekerjaan seperti apapun akan aku lakukan dengan sepenuh hati dan mencintainya. Bersabar dan berdoa suatu hari nanti akan mendapatkan pekerjaan yang diimpikan.🙂

  50. Nama : Siti Sa’diah

    Twitter : @Diah_SSS

    Domisili : Bogor

    Saya lebih pilih pekerjaan yang ada.. saya percaya dengan istilah “Cinta Karena Biasa”
    Suatu saat, biar pun proses nya lama, pekerjaan yang ada bisa menjadi passion baru kita & bertambahnya wawasan, ilmu juga keahlian. Menurut saya mengambil pekerjaan yang ada sama saja bersyukur, dan bersyukur itu salah satu cara buat bahagia.

    Kalau tentang passion, menurut saya Passion & hobi bersifat sama. Atau bisa dikolaborasikan keduanya. Jadi selama mengambil pekerjaan yang ada, hobi masih bisa dikembang kan dan dijadikan sunber penghasilan tambahan. Karena melakukan hobi atau bekerja sesuai passion itu sama-sama menyenangkan😀

    Jadi walaupun bekerja di luar passion pun kita masih bisa senang😀

    terima kasih sebelum nya..

    • Nama :
      Siti Sa’diah

      Twitter :
      @Diah_SSS

      Domisili :
      Bogor

      Saya lebih pilih pekerjaan yang ada.. Saya percaya dengan istilah “Cinta Karena Biasa”. Suatu saat, biar pun proses nya lama, pekerjaan yang ada bisa menjadi passion baru kita & bertambahnya wawasan, ilmu juga keahlian.

      Menurut saya mengambil pekerjaan yang ada sama saja bersyukur, dan bersyukur itu salah satu cara buat bahagia. Kalau tentang passion, menurut saya Passion & hobi bersifat sama. Atau bisa dikolaborasikan keduanya.

      Jadi selama mengambil pekerjaan yang ada, hobi masih bisa dikembang kan dan dijadikan sumber penghasilan tambahan. Karena melakukan hobi atau bekerja sesuai passion itu sama-sama menyenangkan.

      Semua nya ga ada yang kebetulan, semuanya itu sekenario Allah. Apa yang kita dapat sekarang, itu yang terbaik buat kita di masa depan. Di masa depan nanti kita pasti dapat jawaban dari semua apa yang kita dapat sekarang termasuk pekerjaan (yg di luar passion). Selama kita bersyukur & mau terus belajar.

      Jadi walaupun bekerja di luar passion pun kita masih bisa senang

      terima kasih sebelum nya..

  51. Nama : Firda
    twitter : @Fieyuu
    kota : Pasuruan
    comment :
    https://luckty.wordpress.com/2015/01/26/review-pertemuan-jingga/#comment-13468

    Bismillah. Liat pertanyaannya, beda tipis sm milih pekerjaan apa cinta ya? Hehe. Dilematis banget. *mikir keras :D*
    Oke. Aku sih milih opsi prtama, pekerjaan yg di dpan mata. Hm knapa? Simple sih alasannya. Karena mnurutku, pekerjaan itu gak melulu hrs ‘matching’ sm passion kita. Emang persis kayak jodoh, gk harus ssuai sm kriteria kita kan. kalo emang aku dihdapkan dg pekerjaan lain ya kudu aku trima dong. Berarti Allah percaya aku bs ngemban itu. Mungkin brasa aneh awalnya, soalnya itu di luar jalur kita, tp kalo niat, plus komitmen nglakuin yg trbaik, I think, everything will gonna better kok😀 Sedangkan passion kita sndiri, bs disalurin dlm bntuk yg lain, hobi n ssuatu yg worth lah🙂 Ketimbang nganggur gak jlas nunggu pkrjaan yg kita pengen dateng, tp blum pasti dateng. Ya gak? Ya memang manusia, pas cari kerjaan susah, giliran dapet mikirnya lama. Huh, mubazir banget. Time is money! Realistis aja lah, mencoba yg baru apa salahnya, rejeki toh gak bakal kmana.

  52. nama: Hendra budi gunawan
    akun twitter: henker_gunawan
    kota tinggal: Yogyakarta

    Aku memilih untuk mencari pekerjaan sesuai passion. Aku sangat menghargai pemberian Tuhan padaku, caraku membalas-Nya adalah mencari pekerjaan sesuai passion. ketika aku mendapatkan pekerjaan sesuai passion maka aku akan lebih bertanggung jawab dan lebih menghargai setiap jerih payahku selama bekerja. ketika aku lelah dan ingin menyerah maka aku akan diingatkan,”Pekerjaan inilah yang kamu inginkan. Passionmu seutuhnya ada di pekerjaan ini, tunjukkanlah itu. jangan menyerah!” itu adalah pilihanku dan aku tidak akan menyesal ataupun menyerah krn egoku.

  53. Nama : Rahimah
    Twitter : @rahiey_Mah
    Kota : Aceh

    Aku memilih pekerjaan yang sudah ada didepan mata sambil terus berusaha menemukan pekerjaan yang sesuai passion. Biarpun tak sesuai dengan passioan, kita kan bisa belajar untuk melakukannya. Aku selalu ingat kata-kata guruku, “Hargai dan kerjakan dulu apa yang sudah kamu temukan, cari yang sesuai itu nggak segampang menginginknnya.”
    Jadi, selama belum ada yang sesuai passion nggak ada salahnya memanfaatkan apa yang ada. Ibaratakan kita sedang lapar dan kita pengen makan Nasi Goreng misal, tapi yang ada hanya nasih putih dan ikan asin. Apa kita harus nunggu Nasi goreng dulu baru mau makan?

  54. Nama: Lala
    Twitter: @fazidaa_
    Kota: Jakarta Timur

    Sebenernya harus realistis sih ya, karena kebanyakan pekerjaan sesuai passion itu biasanya banyak halangannya. Ya itu ngga di setujui orang tua lah, gaji ngga begitu besar lah, kurang keren lah. Jadi mungkin bagi sebagian orang, bakal milih pekerjaan yg ada didepan mata walau ga sesuai passion. Tapi kalau aku bisa memilih, aku bakal ttp mencari pekerjaan yg sesuai passion aku. Ya kalaupun kita kerja di bidang yg ga sesuai passion dan nyoba untuk bertahan, aku rasa hasilnya ngga akan semaksimal kalau kita kerja sesuai passion. Menurutku, kalau kerja ngga sesuai passion itu bikin kita banyak ngeluh, apalagi kalau orangnya kaya aku yg susah cocok sama sesuatu yg ngga begitu disuka. Kalau kerja sesuai passion itu rasanya seru. Kalaupun gaji/pangkat ngga sesuai harapan, karena itu passion kita, kita bakal lebih semangat untuk dapet yg lebih tinggi. Intinya, kerja sesuai passion itu kurang lebih kaya lagi ngelakuin hobi. Hobi yg menghasilkan uang pastinya😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s