REVIEW Pertemuan Jingga

pertemuan jingga

Buktikan minimal pada dirimu sendiri, kamu nggak salah memilih cita-cita. (hlm. 201)

ANTHEA. Pekerjaan pertamanya adalah pekerjaan yang ia banggakan, sebagai arsitek junior. Sesuai dengan jurusan yang ia ambil selama kuliah. Ternyata takdir berkata lain. Ia dipindahtugaskan dan bukan lagi sebagai arsitek. Kebanggaannya lenyap. Pengalamannya belum cukup dijadikan bekal untuk melamar pekerjaan sebagai arsitek di konsultan desain lain. Dia sangat sadar, saat ini sulit mencari pekerjaan, terutama di Jakarta. Seharusnya Anthea bangga karena bos memilihnya dirasa pantas dan layak diberi kepercayaan untuk memegang suatu jabatan lain. Masalahnya bukan itu, tetapi ini tentang harapannya yang hancur, mimpinya meniti karir menjadi arsitek profesional kembali harus terempas. Tetapi di sisi lain Anthea tahu, betapa berat persaingan mendapatkan pekerjaan yang sesuai impiannya di luar sana. Jika menerima pekerjaan ini, dia harus siap beradaptasi dengan tugas, lokasi, dan cara bekerja baru yang benar-benar berbeda dengan selama ini dia kerjakan. Tapi, jika menolak, dia harus siap jadi pengangguran.

BASTIAN. Kulitnya kecoklatan terbakar sinar matahari. Alisnya yang tebal membuat matanya semakin terlihat tajam. Garis rahangnya mempertegas kesan maskulin di wajahnya. Insinyur pertanian ini memang digambarkan sebagai sosok yang rupawan, tak seperti pada umumnya pemuda di lahan pertanian yang menjadi tempat kerja baru bagi Anthea.

Andai dihadapkan pada buah simalakama, manakah yang akan kaupilih? (hlm. 8)

“Aku capek-capek kuliah arsitektur bukan untuk terdampar di pertanian cabai.” (hlm. 9)

Jaman sekarang konon katanya susah sekali mencari pekerjaan, apalagi yang pas dengan hati. Pilih pekerjaan memang kayak pilih jodoh. Mau asal comot tapi gampang dapet, atau agak lama tapi sesuai keinginan. Saya pernah mengalami dilema tentang pekerjaan. Jadi, setelah saya lulus dan langsung pulang kampung, saya tahu banget resiko yang akan dihadapi. Susah mendapatkan pekerjaan sesuai yang ilmu kita dapatkan saat kuliah. Jadilah selama beberapa bulan, saya malah nggak melamar kerja apa-apa, malah ‘balas dendam’ baca puluhan buku dan ratusan film setelah masa kuliah selesai. Justru saudara dan tetangga yang gemas akan sikap saya ini, udah jauh-jauh kuliah malah menganggur, begitu katanya. Disuruh cari kerja, apa aja yang penting kerja. Dih, saya mah ogah yang penting kerja tapi nggak pake hati. Padahal di rumah pun saya nggak menganggur sih; baca buku dapet buntelan buku bejibun, pernah jual rambutan sepohon laku diborong sampe ratusan ribu, jual kakao/ biji coklat dan alpukat juga sampe belasan kilo hampir tiap minggu, dapet orderan ribuan souvenir buat nikahan saudara dan masih banyak lagi. Saya mah seneng-seneng aja, orang lain yang malah rempong dan nyinyir. Iya, jujur saya akui setelah bertahun-tahun berkutat dengan belajar dan belajar dari jaman bangku TK sampai kuliah ya bosen juga belajar. Jadi, jeda beberapa bulan itu memang saya habiskan untuk bersenang-senang. Barulah setahun kemudian melamar pekerjaan di perpustakaan perguruan tinggi dan diterima. Setahun kemudian, saya pindah ke perpustakaan sekolah negeri sampai sekarang sudah memasuki tahun keempat. Dan, alhamdulillah terbukti, bekerja sesuai pilihan hati memang lebih nyaman. Karena bagi saya, bekerja itu passion, bukan fashion. #MalahCurhat

Begitu juga dengan Anthea tokoh utama dalam novel ini. Impiannya adalah menjadi arsitek. Keadaanlah yang menentukannya untuk memilih pekerjaan lain di luar bidang bahkan kemampuan yang dimilikinya selama ini. Bekerja sesuai bidang aja terkadang banyak kita temui kerikil-kerikil kehidupan, apalagi bekerja di bidang yang bukan kita kuasai. Harus ekstra sabar dan ekstra kuat mental. Apakah Anthea akan bertahan atau menyerah?!?

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Saat semua harus dimulai dari awal lagi. Di sini, sebuah keyakinan diuji. (hlm. 13)
  2. Sisi gelap itu ada. Di setiap hati manusia aka muncul di saat genting. Saat rasa percaya perlahan memudar. (hlm. 44)
  3. Kalau mau maju, seharusnya tidak menjadikannya sebagai alasan tiap kali melakukan kesalahan. (hlm. 57)
  4. Lebih baik berhadapan langsung dengan orang yang mengkhianatimu. Karena ditusuk dari belakang, sakitnya bukan main. (hlm. 63)
  5. Mitos dipercaya sebagai sebuah kebenaran. Sanggup menggoyak keimanan, kecuali bagi orang-orang yang teguh. (hlm. 84)
  6. Berhenti sejenak. Berjalanlah ke tempat lain. Buka hati dan pikiran. Lihat, apa yang akan kautemukan kemudian. (hlm. 94)
  7. Hati selalu punya cara sendiri untuk melenyapkan segala prasangka. (hlm. 110)
  8. Jangan lengah. Semayamkan iman. Di sudut hatimu terdalam agar tidak tergoyahkan. (hlm. 125)
  9. Harapan akan selalu ada. Bagai setetes embun di padang gersang. Menawarkan kesejukan dan kedamaian. (hlm. 173)
  10. Masih muda memang seharusnya mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. (hlm. 178)
  11. Pahlawan tidak diciptakan. Pahlawan muncul dengan sendirinya. Dari hati yang paling tulus. (hlm. 183)
  12. Selalu ada penjelasan atas setiap kejadian. Bagi orang yang percaya adanya kebesaran Tuhan. (hlm. 199)
  13. Jangan bicara sembarangan. Tak perlu ada pesan terakhir karena selalu ada kesempatan bagi kita untuk bertemu lagi suatu saat nanti. (hlm. 231)
  14. Tak ada yang bisa menolak takdir. Pada saat dua insan dipertemukan kembali. (hlm. 238)

Banyak juga selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Sangat sulit mencari pekerjaan. (hm. 4)
  2. Betapa beratnya persaingan mendapatkan pekerjaan yang sesuai impian. (hlm. 6)
  3. Andai dihadapkan pada buah simalakama, manakah yang akan kau pilih? (hlm. 8)
  4. Bos harus lebih nyaman daripada anak buah. (hlm. 23)
  5. Jangan mengeluh terus. (hlm. 25)
  6. Hanya manusia-manusia tangguh yang mampu bertahan? (hlm. 37)
  7. Perempuan kasar dan kuat juga ada. (hlm. 37)
  8. Jangan biasakan menyalahkan orang lain saat terjadi suatu bencana. (hlm. 48)
  9. Betapa sulitnya menjadi bos. (hlm. 56)
  10. Tolong bedakan antara menarik perhatian dengan menarik minat. (hlm. 64)
  11. Pacaran itu lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Laki-laki dan perempuan yang bukan mahram sebaiknya menghindari keadaan saling mengikat hati atau berdekatan secara fisik. (hlm. 95)
  12. Jangan ragu mengakui perasaanmu. (hlm. 96)
  13. Masih nggak kapok nuduh sembarangan? (hlm. 107)
  14. Jangan main hati. (hlm. 107)
  15. Kita perlu berhati-hati. Jangan menyerahkan seluruh hati kita kepada laki-laki. (hlm. 107)
  16. Mana bisa hantu mencuri jiwa manusia. (hlm. 127)
  17. Hati-hati lho. Cinta dan benci itu bedanya tipis banget. (hlm. 134)
  18. Memangnya kamu cuma mau mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai? (hlm. 181)
  19. Hidup manusia tidak seimbang tanpa tanaman. (hlm. 246)
  20. Laki-laki baik tidak akan mencundangi perempuan yang disukainya dengan status tidak jelas. (hlm. 248)

Novel ini tidak hanya mengupas masalah PASSION, tapi juga membahas kehidupan di lahan pertanian; bagaimana menghadapi penduduk setempat, dilematis memilih pekerja yang layak sementara semua orang butuh bekerja, hubungan pertemanan dan rekan kerja, serta juga keamanan hidup di sebuah lahan pertanian yang masih jarang terjamah manusia.

Keterangan Buku:

Judul                     : Pertemuan Jingga

Penulis                 : Arumi E.

Editor                    : Donna Widjajanto

Tata letak isi       : Shutterstock

Desain sampul   : Suprianto

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    : 2014

Tebal                     : 250 hlm.

ISBN                      : 978-602-03-1194-4

68 thoughts on “REVIEW Pertemuan Jingga

  1. Pingback: GIVEAWAY Pertemuan Jingga | Luckty Si Pustakawin

  2. huwaaa … ini review sekalian curcolnya kakak Luckty😀
    jadi sebuah pembelajaran. Jadi penasaran bagaimana ending Athea, pasti sama Bastian akhirnya mereka pacaran atau ada ending yang lainnya😀
    Memang kalau bekerja fa sesuai passion, itu rasanya kayak pengen melarikan diri, waktu jadi lama, keadaan jadi serba nggak nyaman.

  3. reviewnya ok bgt kak. q sih belum ngrasain pa yg dirasakan anthea mengenai pekerjaan, tapi sekarang za aku jg menghadapi permasalahan yg mirip dgn Anthea, sungguh itu pilihan yg sulit. penasaran gimana Anthea menyelesaikan permasalahannya kak. mungkin dapat memberikan ide bagiku untuk kedepannya. Ohya, quotes dari novel ini bagus2 ya kak. aku suka quote yg ini “Selalu ada penjelasan atas setiap kejadian. Bagi orang yang percaya adanya kebesaran Tuhan”. thanks Reviewnya kakak bisa lebih tahu banyak ttg novel ini ^^

  4. Mbak, curhat nih ya ceritanya. Heheh

    Ada ya yang ingin kerja sesuai hati setelah kuliah dan akhirnya dilema ketika pekerjaan bukan pilihan hatinya. Lho, saya malah kuliah gagal aja dan kerja sesuai sisa2 pendidikan yang pernah dicecap.

    Saya ingin bilang, “Bersyukurlah yang memiliki pekerjaan. Dan meskipun bukan pilihan hati, lakukan selalu yang kerjakan dengan usaha terbaik. Do the best you do.” Hahaha, enggak tau bahasa inggrisnya bener nggak?

    Saya penasaran dengan ending kisah pekerjaan Anthea ini..How??

  5. Bastian, kulit kecoklatan, alis tebal, rahang wajah menggambarkan kemaskulinan, hohoo type idaman banget eh #salahfokus😀

    Selipan bocoran sindiran halus, awalnya sedikit membahas fenomena susahnya mencari pekerjaan saat ini, tapi semakin kebawah sindirannya mulai ke arah cinta-cintaan. ^^v Tapi bener banget tuh kak sindirannya, apalagi sekarang dah 2015, udah MEA. Persaingan mendapatkan pekerjaan bukan lagi teman-teman setanah air, tapi sudah se-Asia Tenggara >_ ah, yang jelas tetap berusaha ya kak.. egp, lah ada selentingan suara nyinyir, rempong dan gak enakin hati.. Toh, ini hidup kita, dijalani saja. Lagian, masalah rezeki sudah ada yang atur..🙂

  6. keren mbak reviewnya.. jadi pembelajaran buat saya yang beberapa bulan lalu memang berada di ambang antara mau kuliah atau kerja… semoga saja ketika lulus kuliah saya bisa mendapatkan pekerjaan sesuai passion saya..

    saya penasaran sama ending buku ini, apa lagi kata mbak ini ngga hanya tentang passion tapi membahas lahan pertanian juga ehehe plus kalimat favoritnya banyak juga😀

  7. Wah, temanya menarik…. Aku yakin cukup banyak mewakili sebagian besar kita, yang dihadapkan pada pilihan2 itu. Dan rasanya aku belum pernah baca novel yang settingnya lahan pertanian. Jadi penasaran…

  8. Temanya menarik, Mbak… Aku yakin mewakili sebagian besar kita yang dihadapkan pada pilihan2 sulit macam itu. Dan rasanya aku belum pernah baca novel bersetting lahan pertanian deh. Jadi penasaran…

  9. Ini cerita saya banget, bekerja bukan sesuai passion emang di tuntut untuk lebih sabar dan bersyukur apalagi kalau melihat di luar sana, masih banyak yang bersusah-susah hanya sekedar untuk mencari pekerjaan walaupun tidak sesuai passionnya. Saya makin terenyak rasanya kalau saya membuang-buang waktu untuk menemukan pekerjaan yang sesuai passion, lebih baik saya nikmati dan berusaha mencintai pekerjaan ini sampai saya menemukan passion saya. Penasaran sama Buku “Pertemuan Jingga” semoga dpt kesempatan baca🙂 Reviewnya selalu rapih kak…

  10. Penasaran dengan Athea yang berusaha untuk bisa survive dipekerjaan yang bukan passionnya. Gimana cara dia beradaptasi dengan semua hal yang berbeda dari ilmu yang dulu dipelajarinya.
    Dan Bastian, apakah dia akan menjadi patner kerja yang baik bagi Athea? yang membantunya untuk merasa ‘betah’ dengan pekerjaan barunyaaa? huwaa penasarann ^__^

    setuju sama kalimat-kalimat ini :
    Masih muda memang seharusnya mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. (hlm. 178)

    Selalu ada penjelasan atas setiap kejadian. Bagi orang yang percaya adanya kebesaran Tuhan. (hlm. 199)

    termasuk pengalaman bekerja dibidang yang bukan sesuai passion. Itung-itung melatih kesabaran dan nambah ilmu baru.

  11. Jadi mau baca ini. Jleb banget, lagi mengalami hal yang dialami Anthea *nangis*
    Eh, penulisnya Arumi yang bikin Amsterdam itu ya? Semoga kali ini nggak terlalu banyak kebetulan kayak di novel-novelnya sebelumnya ya…

  12. Reviewnya mantep. Hanya saja perlu juga diangkat atau diimbangi dengan contoh mengenai beberapa orang yang kerja dengan komitment, bukan passion, dan mereka tetap mampu menjalankan dengan baik. Karena secara tersirat, review lebih menonjolkan passion, yang sejatinya baru dikenal beberapa tahun belakanga. Terutama setelah disebarluaskan oleh Billy Boen dalam YOT-nya. Satu contoh orang yang bekerja dengan komitmen adalah Almarhum Om Bob Sadino, yang dalam biografi singkatnya sempat menjadi kuli batu. (: Referensi tokoh lainnya bisa ditengok di buku No Excuse Isa Alamsyah ^^ Nuhun.

  13. Aaaaa, gaya review Mbak Luck emang bener-bener deh, nyelip-nyelipin curcol tapi tetep elegan. Btw, dewasa ini memang passion diperlukan untuk menjadikan pekerjaan kita bernilai “ibadah”. Then, aku suka banget sama sindiran-sindiran halusnya, berasa nampol buat pembaca tanpa terkesan menggurui. Happy reading🙂

  14. Uhmm jadi penasaran sama jalan ceritanya. Juga sama settingnya yang agak beda.
    Bagus reviewnya mbak Luckty, meskipun ada curcolnya dikit ya😀
    Langsung melebarkan mata saat tahu editor novel ini adalah Mbak Donna Widjajanto… bakal keren pastinya.

  15. Pertama kali waktu kak Arumi bilang bakalan ada novel barunya yang judulnya ‘Pertemuan jingga’ Aku udah penasaran banget. Dan sekarang ditambah makin penasaran setelah baca review dari bloggnya kak Luckty. Dari reviewnya aja aku udah bisa nyimpulin kalau karyanya kak Arumi yang kali ini pastti gak kalah bagusnya sama karya-karyanya yang sebelumnya. Terus berkarya kak Arumi! ^^

  16. Kalimat ini itu nampar banget ke aku.
    “Buktikan minimal pada dirimu sendiri, kamu nggak salah memilih cita-cita.”
    Dan setelah baca dibagian bawah-bawah ketika mahasiswa lulusan arsitek harus kerja di lahan pertanian cabai itu bikin aku semakin bingung harus milih jurusan kuliah apa. Soalnya aku juga tahu banyak orang yang lulusannya apa tapi kerjaannya apa.

  17. Aku ngalamin juga kayak mbak Luckty, selesai kuliah nyantai-nyantai dulu karena berasa banget ngos-ngosan ngerjain skripsi. Pengen rehat sejenak gitu ceritanya. kerja sebentar terus berhenti karena nikah. Sekarang pengen kerja lagi, udah ngelamar sana sini belum diterima juga, dan semua kerjaan yg kulamar bukan passion-ku😦. Eh jd curhat juga😀. Pokoknya aku penasaranlah sama kisahnya Anthea, dnegan basic pendidikan arsitek malah terjun ke dunia pertanian. Apakah galaunya Anthe sama kayak diriku juga, ehehhe…

  18. Sedang mengalamiii. Jadi semakin penasaran dengan novelnya Mbak Arumi, Pertemuan Jingga.
    Sambil curcol juga ah ya…😀
    Enam bulan lalu aku lulus kuliah, terus kerja di dekat rumah, tapi pekerjaan ini nggak sesuai sama hati. Apalagi ada masalah sama rekan di tempat kerja, jadi semakin nggak nyaman. Pengen cepet-cepet pindah aja. -_-
    Sambil menahan perasaan, terus masukin lamaran ke tempat lain yang diharapkan. Nunggu 4 bulan, baru ada panggilan bulan ini. Seneng banget. Masih freelance sih statusnya, tapi tetep aja seneng. Kantornya juga lumayan jauh dari rumah. Ditambah lagi harus pakai angkutan umum kalau ambil orderan ke kantor. Tapi karena sesuai sama passion, ya seneng aja menjalaninya. ^_^

  19. Wiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhhhh Bastian itu insinyur pertanian? Langka banget ada novel yang menyangkut pautkan pertanian di dalamnya. Saya jadi teringat program swasembada jagung padi kedele-nya Pak Jokowi🙂
    Penasaran juga nih, sedalam apa sih penulis memahami dunia pertanian? (padahal tema intinya kan bukan pertanian -_-. Tapi tetap saja…) Duh. Hehehe

  20. Temanya menarik dan menurutku ini cocok banget dibaca untuk manusia dilema macam aku—yang notabene kuliah gak sesuai passion #halah

    Dan menurutku, pekerjaan meskipun sesuai passion pasti ada titik dimana kita jenuh—secinta apapun kita dengan pekerjaan itu. Yang terpenting sebenarnya adalah sungguh-sungguh mengerjakan semua pekerjaan yang kita punya sekarang—meskipun bukan passion, serta berusaha menjadi yang terbaik agar semua orang mengakui kemampuan kita🙂

  21. Belum baca buku ini tapi baca review-nya jadi merasa novel ini cocok sekali untuk mahasiswa nyaris tingkat akhir (seperti saya :D) yang masih penuh dilema untuk memilih pekerjaan yang nantinya akan dipilih. Apakah nanti pilihan saya benar? Apakah nanti tidak akan ada penyesalan? Semoga ketakutan semacam itu tidak benar-benar terjadi😦

  22. Wah, buku yang bagus kayaknya, aku suka banget buku-buku bertema hal-hal seperti ini (passion), beberapa waktu yang lalu aku pernah ngerasa putus asa banget sama pekerjaan yang aku jalani sekarang karena nggak sesuai sama passion aku, tapi kalo dipikir-pikir, cari kerja saja sulit apalagi cari yang sesuai sama passion dan yang kita sukai, bekerja tanpa hati juga rasanya nggak enak, jadi serba salah, jadi bingung milih antara passion atau pekerjaan yang sekarang dijalani (Curcol). Kalo milih passion malah musti siap-siap berhenti dari kerjaan sekarang. Oiya, aku suka sindiran halus di poin 18 : Memangnya kamu cuma mau mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai? ,kayaknya nyentuh banget. Review novel yang bagus, Mbak….

  23. Wah, dilema sekali ya menjadi Anthea. Keadaannya berada diantara realitas dan idealitas. Buku ini sepertinya sangat cocok untuk dibaca freshgraduate seperti saya. Jadi pengen cepat baca bukunya.

  24. Nama karakternya lucu-lucu..hemm pasti rumit banget ya hubungan antara passion dengan pekerjaan di luar passion, bagaimana perasaan Anthea yang bermimpi menjadi arsitek harus menunda mimpinya itu..ditambah lagi bumbu asmara…pasti so sweet deh

  25. Untuk jaman sekarang ini mungkin bakalan kerjakan yg udah ada aja. Karena hidup nggak akan memihak kalau kita cuma bisa menuntut, apalagi soal pekerjaan. Kerjakan dan jalanin dulu apa yg udah ada. Tapi disamping itu kita pasti ngerasain tekanan karna melakukan sesuatu hanya sebatas sebagai kewajiban, bukan hobby. Makanya kita harus keluar dari zona itu, caranya? Sambil cari info pekerjaan yg tentunya sesuai dengan passion kita. Setelah dapat, kita bisa tinggalkan pekerjaan yg cuma jadi beban. Kalau kita kerja sesuai passion kan nggak akan terasa lelahnya. Justru senang ngelakuinnya kan:)

    @NLApriliani
    Jakarta Selatan

  26. Thanks buat review’nya. Ini pertama kalinya saya tertarik sama novel buatan orang Indonesia. Biasanya ceritanya cuma percintaan melulu, jadi ngebosenin. Tapi novel ini kayaknya beda. Apalagi ceritanya hampir sama kayak yang saya alami sekarang ini hahaha jadi tambah pengen baca. Makasih buat review’nya mbak. Berharap banget dapet giveaway’nya bwahahaha abis seru banget si kayaknya ceritanya….Semoga endingnya memuaskan🙂

  27. Saat semua harus dimulai dari awal lagi. Di sini, sebuah keyakinan diuji. (hlm. 13)
    *

    Halaman 13. Artinya dari halaman awal saja buku ini menarik, bikin penasaran.
    Penulisnya jeli banget milih temanya. sebuah keadaan yang banyak dialami orang-orang disekeliling kita bahkan diri kita sendiri.
    Ngomong-ngomong, saya suka judulnya. Pertemuan Jingga.😀

    Makasih ya kakak Luckty udah bikin review dan ngadain GA-nya.
    Kalaupun ga menang, nih buku harus dimasukin di list Buku yang wajib dibeli.:mrgreen:

  28. Jd si Athea di perkebunan cabai??? Oh my…. Cabe kan mahal Athea #Ngik2

    baca reviewnya brasa ngaca eeee, mencari krja sesuai passion kan wowow *Susah2Gampang

    Pada tanggal 26/01/15, Luckty Si Pustakaw

  29. baca review-nya jadi penasaran, bagaimana perjalanan Anthea yang semulanya sudah memiliki pekerjaan sesuai passion tiba-tiba sebuah takdir mengubah jalan hidupnya. suka cerita semacam ini, “karena takdir tidak selalu sesuai dengan keinginan dan apa yang kita bayangkan”.
    ingin tahu bagaimana perjalanannya Anthea dan bagaimana juga hubungannya dengan si Bastion itu.

  30. Cut Fitriana, @iyanab2uty, Aceh.

    Jika aku dihadapkan dengan dua pilihan; memilih pekerjaan yang sudah di depan mata tapi tidak sesuai passion atau terus mencari pekerjaan yang sesuai passion, maka aku lebih memilih untuk terus mencari pekerjaan yang sesuai. Kenapa?

    Ada beberapa alasan yang bisa aku kemukakan disini; pertama, pekerjaan yang tidak sesuai passion pasti akan terasa berat atau nggak nyaman saat menjalaninya. Misalnya, pekerjaan yang di depan mata itu mengharuskan kita melakukan segala sesuatu yang kita sendiri tidak pernah bahkan tidak yakin bisa melakukannya. Maka, pekerjaan seperti itu akan membebani pikiran kita. Percuma aja punya pekerjaan, tapi merasa terbebani. Ujung-ujungnya stress terus masuk rumah sakit jiwa. Idiiiih :p

    Alasan kedua, yang namanya bekerja itu, harus dijalani dengan enjoy. Kalo pekerjaannya nggak sesuai passion, gimana bisa enjoy? Apalagi kalo orang-orang dilingkungan kerja rada-rada nggak suka sama kita. Bisa jadi korban bullyan entar *eh emang sekolahan*😀

    Alasan lainnya, kita harus berpikir cerdas. Jangan mentang-mentang udah ada perusahaan yang nerima kita, terus dengan gegabah kita langsung terima tanpa memikirkan risiko. Kalo memang pekerjaannya nggak sesuai passion, mending pending dulu deh. Cari di tempat lain dulu, siapa tau ketemu pekerjaan yang lebih sesuai sekalian juga ketemu jodoh *elaaah*

    Jadi, intinya, kalo aku pribadi lebih memilih untuk terus mencari pekerjaan yang sesuai passion. Udah pernah ngalamin sih, menjalani pekerjaan yang nggak sesuai passion. Dan aku bener-bener nggak nyaman sampai akhirnya mutusin buat cari yang lain🙂

  31. Buku yang musti saya baca! Saya sedang mengalami hal serupa yang pernah dialami Anthea, dilema dalam memilih pekerjaan. Semoga dengan membaca keseluruhan bukunya, saya dapat tahu apa yang harus saya putuskan. Sepenggal kalimat yang paling saya suka dalam review di atas yaitu “Bekerja itu passion, bukan fhasion.”

  32. Harusnya Anthea bersyukur, harusnya dia memikirkan dulu sebelum pindah kerja. kalo aku jadi Anthea mungkin bakal sama frustasinya ><.

    wah, tumben reviewnya mba luckty kurang greget. tetep semangat mba!

  33. baca review-nya jadi penasaran, bagaimana perjalanan Anthea yang semulanya sudah memiliki pekerjaan sesuai passion tiba-tiba sebuah takdir mengubah jalan hidupnya. suka cerita semacam ini, “karena takdir tidak selalu sesuai dengan keinginan dan apa yang kita bayangkan”.
    ingin tahu bagaimana perjalanannya Anthea dan bagaimana juga hubungannya dengan si Bastion itu.

  34. Bicara soal pekerjaan, terkadang kita memang nggak bisa mendapat pekerjaan seperti yang kita inginkan. Kayak aku misalnya. Dulu aku tersiksa banget dengan pekerjaan sebagai admin. Tapi sekarang, aku berusaha untuk menikmatinya karena kebutuhan yang terus mendesak. Kembali lagi harus ikhlas menjalani karena kebutuhan. Dan kayaknya ini novel bakal bikin orang yang baca banyak mikir soal hal yang aku bicarakan di atas….

  35. Wahh….bukunya cocok banget nih buat saya yang lagi galau juga antara milih yang sesuai passion apa ambil yang ada di depan mata. Latar belakang yang diangkat penulis juga unik. Dunia arsitektur dan pertanian. Pasti konflik-konfliknya nanti bakal lebih bervariasi dan beragam. Kegalauan Athea dalam memutuskan masa depannya pasti bakalan lebih kerasa. Apalagi novel ini mengupas tuntas masalah PASSION dan dunia pertanian, ini akan menjadi pengetahuan tersendiri bagi para pembacanya, termasuk saya.

  36. Wih, preview mbak ini semakin mengusik rasa penasaran saya untuk segera membaca novel ini. di novel ini salah satu tokoh, Anthea ternyata ia malah harus menelan pil mendapatkan pekerjaan yang bertolak belakang dengan passionnya. Saya jadi penasaran bagaimana cara dia dalam mengatasi segala hambatan yang terjadi saat dia mendapatkan pekerjaan yang dirasa tidak sesuai baginya. Dan saya juga ingin tahu lewat novel ini apakah mungkin bagi kita untuk akhirnya bisa benar-benar mencintai pekerjaan yang dulunya tidak kita cintai dan apakah peluang kesuksesan juga mungkin bisa diraih lewat mencintai pekerjaan yang sejatinya bukan passion kita. Terlebih saat-saat ini saya juga lagi bingung untuk milih jurusan kuliah buat saya tahun ini. Siapa novel ini bisa jadi referensi saya untuk lebih cermat dalam memilih apapun yang sesuai passion. Trus di novel ini juga mengulik problema yang berkaitan dengan bidang pertanian. Semakin menambah wawasan pastinya.🙂 Thankyou mbak preview nya🙂🙂

  37. baca riviu nya jadi ngerasa ke ancam *ehh.. coz sya lgi masa kuliah, dan takut hal kayak tokoh di novel ini terjadi😦
    yah..siapa tau dari novel ini sya jadi termotivasi😀

  38. Review yang menarik.
    Buku yang wajib dimiliki, apalagi bagi orang-orang yang sedang terombang-ambing dengan pekerjaannya diluar sana.

    Dari buku ini, kita bisa belajar lebih jauh dan menarik makna dibalik semua hal. Buku yang bisa membuat para pembacanya ikut kedalam cerita dan ikut berpikir untuk menebak sebuah pilihan.
    Buku yang bisa merubah penilaian kita, pikiran kita, mengambil kata-kata bijak yang sangat bermanfaat.

    Cuma satu kata buat buku ini, WAJIB. Wajib baca, wajib suka dan yang pasti wajib punya.🙂🙂

  39. Reviewnya menarik…
    jadi pengen baca bukunya…aaarrrggghhh
    saya juga pengalaman pribadi mengenai pekerjaan yang tidak sesuai jurusan waktu kuliah atau passion, bukan saya tapi kakak saya…
    yaahh…hidup ini sudah susah tapi jangan dibikin tambah susah..
    yang penting bersyukur bagi yang sudah mempunyai penghasilan sendiri…:))

    sukses kak Luckt….:)

  40. hmm.. sebenernya blm bs bayangin sih gmn seandainya dpt pkerjaan yg beda dr passion @_@ buku ini bs mnjadi salah 1 sumber pnglmn cerita beda jurusan .__. *menarik
    terkadang ad suatu hal terjadi diluar perkiraan kita.

  41. Jujur aja pas baca review ini aku tertegun. Hampir sama dengan keadaaanku sekarang. Oktober 2014, aku baru lulus. Dan, sampai sekarang aku masih berjuang mencari pekerjaan. Passion-ku menulis. Jadi, sejak kuliah aku udah bertekad, pokoknya nanti kalau kerja, kerja apa aja deh, yang penting masih berhubungan dan masih ada tentang nulis-nulisnya. Hehehe. So, karena aku lulusan Komunikasi Jurnalistik, mungkin aku akan melamar ke media. Atau ke penerbit buku juga karena, tentu aja membaca adalah my truly passion. Hehehe. Semoga kalau aku dapat bukunya, aku bisa belajar dari Anthea nanti.

  42. Novel ini genrenya dewasa muda ya? Mungkin cari kerja yang sesuai passion itu memang susah :’) bisa jadi referensi nih novelnya ^_^ bisa jadi inspirasi utk menimang-nimang pekerjaan apa yang hendak dicari/? Duh masih SMP aja udah mikir kerja hihi>< sukses ya buat mbak @rumieko dan mbak Luckty nya juga. Semoga di 2015 ini bisa lebih banyak nulis review hehehe😀

  43. Reviewnya sambil bercerita pengalaman pribadi nih Kak. Wah … Referensi banget nih kak reviewnya. Apalagi di jaman yang lagi galau ini. Lapangan pekerjaan semakin menipis sementara para pencari pekerjaan semakin menambah. Benar-benar tidak seimbang. Hidup memang adalah pilihan.🙂

  44. Reviewnya sambil bercerita pengalaman pribadi nih Kak. Wah … Referensi banget nih kak reviewnya. Apalagi di jaman yang lagi galau ini. Lapangan pekerjaan semakin menipis sementara para pencari pekerjaan semakin menambah. Benar-benar tidak seimbang. Hidup memang adalah pilihan.🙂

  45. Pacaran itu lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Laki-laki dan perempuan yang bukan mahram sebaiknya menghindari keadaan saling mengikat hati atau berdekatan secara fisik. (hlm. 95)

    Kalimatnya JLEB BANGET! TO THE POINT.
    Semoga menang GA Amin.

  46. wah, nice review kak. Good joob kak luckty, walau awalnya malah curhat ya😀
    ah, ini crita ngrepresentasiin banget kehidupan sekarang ini. Passion sama pekerjaan gak selalu brada di jalur yang sama. pas cari kerjaan susah, eh pas disamperin kerjaan mikirnya malah lama. Ah, manusia.

  47. review ini menambah pgetahuanku tentang novel pertemuan jingga ini. nice quotes and nice review. kehidupan memang selalu penuh pilihan dan aku rasa pilihan2 tokoh dalam novel ini sesuai dgn kehidupan… aku pikir akan lebih bagus bila mmbca novelnya lgsung. thanks reviewnya

  48. Waaaah satu kalimat ya kak pertama kali bacanya…

    Reviewnya rapi banget!

    Aku langsung merasa klop bgt sama si Anthea, sepemikirian sih hehe😀
    Aku juga setuju banget sama kak Luckty, setelah baca curcolnya, jadi termotivasi untuk buktiin kalau pekerjaanku nanti yg jadi cita2 aku tuh ngga bakal mengecewakan, apalagi kan aku bakal ngelakuinnya dengan senang hati, pasti lebih maksimal~😀

  49. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  50. Aku pernah baca ini. Aku agak kesel sih sama Anthea soalnya dia suka galak gitu sama Bastian, gregetan parah. Tapi aku cukup suka endingnya… Jodoh nggak ke mana😀

  51. baca reviewnya buat aku jadi tau kalau bekerja itu ga harus sesuai jurusan kita. karena belum tentu kita mendapat pekerjaan sesuai jurusan kita. apalagi di zaman yang sungguh modern ini, jumlah lapangan kerja lebih sedikit dari pada jumlah pengangguran. novel ini sepertinya cocok buat orang yang telah lulus sekolah dan dilema mencari pekerjaan

  52. Reviewmu membantu sekali mba, buat riset pas mau masukin buku dalam keranjang. hehe kadang aku dilema,galau,pusing, juga mau beli yg mana, tapi sekarang dilema mah lewat kalo ada yg namanya “Review”.🙂

  53. Kayaknya buku ini bakalan sesuai sama aku, anak smk yg setahun lagi lulus dan bingung serta takut buat kerja. Masalahnya aku sekolah jurusan pariwisata dan kurang tertarik bekerja di perusahaan travel, kalau nantinya nyasar di bidang lain aku juga takut bidang itu bukan bidang yg aku kuasai. Takut sama kerja, takut ketemu org2 penting dalam suatu perusahaan, takut diomelin atasan
    Aku harus baca buku ini kayaknya

  54. Wah wah ini dilema ku banget yang takut kalau lulus kuliah ini bakal jadi apa.
    Tapi jujur aku bingung alasan utama Anthea pindah tugas kak(?)
    Juga alasan kakak udah di perpus PT kenapa malah perpus SMA? Hehe.

    Pacaran itu lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Laki-laki dan perempuan yang bukan mahram sebaiknya menghindari keadaan saling mengikat hati atau berdekatan secara fisik. (hlm. 95)

    Suka kutipan ituu ^^

  55. Nama Anthea unik. Aku sampe penasaran googling artinya. Artinya “Puteri Bunga”
    Duh, passion emang kadang jadi dilema. Tapi kadang apa yang jadi passion kita tetep bisa kita kejar kok meski bidang pekerjaan bertolak belakang. Mungkin pegawai bank yang juga penulis? He he…
    Semoga banyak “Bastian” yang mau memajukan pertanian Indonesia agar bisa kembali berswasembada pangan. Aamiiin…

  56. Wahhh tahun ini saya masuk bangku kuliah, jd takut sehabis kuliah apa bakal dapet kerjaan yg cocok
    Aduhhh kalo ga dapet ikutin jejak ka luckty deh .. mau bangun perpus trus jadi perpustakawin
    Hehehe

  57. Susah kuliah, susah lulus dan susah cari kerja, apalagi sesuai passion dan basic pendidikan. Tapi ka Luckty, fashion juga butuh passion lho, hehehe😀

    Aku penasaran endingnya, Anthea jadi apa ya pekerjaannya???

  58. selalu sukak dengan novel dengan kata kunci jingga.
    judulnya ada udah greget banget.
    pekerjaan sesuai passion ? kuliah sesuai passion ? passion ?
    jadi penasaran endingnya Anthea gimana

  59. Bener mbak, banyak orang bilang wisuda lulus kuliah adalah akhir dari segalanya. Padahal tidak. Wisuda adalah awal dari segalanya.
    Mau dibawa ke mana ilmu yang sudah kita peroleh selama di bangku kuliah? Apalagi di zaman sekarang di mana jumlah sarjana yang begitu bejibun sedangkan lowongan pekerjaan hanya sedikit.
    Kisah Anthea adalah gambaran di zaman sekarang. Bekerja tidak sesuai bidangnya atau pengangguran? Benar2 simalakama, dan saya adalah satu orang yang termasuk di dalamnya.
    Kadang sempat berfikir, apakah salah masuk jurusan? Namun, pada akhirnya apalah arti salah dan benar ketika telah menyelesaikan studi? Nasi telah mjd bubur, tugas selanjutnya adalah bagaimana menjadikan bubur tersebut makanan yang super lezat untuk dinikmati. Wkwkwkw nyambung gak ya???
    Hingga akhirnya saya dan teman2 menyadari lulus sarjana saja tidak cukup. Lebih dari itu, kita harus kreatif supaya hidup bisa dibutuhkan zaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s