REVIEW Jojoba

 jojoba

Masalah hidup aja udah rumit, ngapain ditambah diribetin sama cowok. (hlm. 29)

Takdir mempertemukan Kanya, Loli, Anka, Yara dan Rhea. Lima remaja jomblo dengan karakter berbeda, dalam event Sea Games tahun 2011. Mereka berlima berjanji akan saling mendukung dan terus menjalin persahabatan dalam geng devici. Kesibukan mengejar ambisi masing-masing tidak menghalangi mereka berbagi tawa dan air mata. Kelimanya saling mengingatkan dan menguatkan. Juga, belajar saling mengerti memahami kelebihan dan kekurangan yang lain.

KANYA: Mahasiswi UNJ jurusan Bahasa Inggris ini memang tak pernah mau tampil biasa saja. Kanya selalu punya cara agar penampilan tampak sedikit berbeda. Gadis berusia dua puluh tahun itu, sangat berbakat mendesain fashion. Cara berpakaiannya pun stylish sekali. Walau kuliah jurusan Bahasa Inggris di UNJ, ia tak pernah bercita-cita menjadi guru. Cita-cita terpendamnya adalah bisa memiliki butik yang menjual fashion dengan merk namanya sendiri. Dengan tubuh proporsional, ia menjadi model yang tepat untuk pakaian rancangannya sendiri. Karena itulah, perhatian Kanya terhadap penampilan siapa pun detail sekali.

LOLI. Mahasiswi Jurnalistik semester tiga. Pilihan jurusan yang tepat, ia memang supel. Syarat menjadi seorang reporter sudah ia miliki; banyak bicara dan hobi bertanya. Ke mana pun Loli pergi, gadis itu tak pernah lupa membekali diri dengan notes, bolpoin, alat perekam, dan kamera digital. Dalam setiap kesempatan, gadis ini selalu berusaha mendapatkan berita. Di mana pun ia berada, Loli selalu menerapkan rumus jurnalistik; what, who, why, when dan how. Ini ia berlakukan untuk siapa saja.

ANKA. Gadis berkerudung ini lebih suka merenung sendiri, sibuk mencari ide untuk ia tuliskan. Anka senang menulis fiksi, cerita yang ia reka dan ia khayalkan. Sejak sekolah dasar, Anka memang senang menggambar. Ketika kemudia ia memilih jurusan arsitektur, itu dikarenakan awalnya ia membayangkan profesi arsitektur adalah profesi yang bergengsi. Seiring kuliahnya yang telah memasuki semester tiga, Anka mulai merasa kewalahan dengan tugas-tugas kuliahnya. Apalagi, keinginannya menulis terkadang tak bisa ia tahan tiap kali mendadak ia mendapat ide cerita yang menarik, membuatnya mengabaikan tugas kuliah yang rumit dan butuh pemikiran serius. Anka mulai merasa, dunia khayal lebih memikat daripada kerasnya suasana suatu proyek pembangunan sebuah gedung.

YARA. Mahasiswi Jurusan Kedokteran. Ia sering berkhayal menjadi salah satu agen CSI Miami. Ara memang sangat menyukai serial kriminal Hollywood itu. Bahkan, film itulah yang menginspirasinya masuk Jurusan Kedokteran dan bercita-cita menjadi dokter ahli forensik jenazah. Cita-cita yang dianggap aneh oleh semua temannya. Membuat para cowok sedikit takut mendekati Ara yang menurut mereka terlalu misterius dan punya mata yang jika memandang membuat mereka ciut.

RHEA. Mahasiswi STT PLN ini adalah seorang gadis tomboi penyuka musik yang senang sekali bergaya ala seniman. Ia mendapat beasiswa di kampusnya itu. Berasal dari keluarga sederhana. Kedua orangtuanya yang berpenghasilan pas-pasan hanya bisa mengirimkan uang untuk biaya hidup Rhea seadanya. Karena itu, Rhea harus rajin mencari penghasilan tambahan agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya di Jakarta.

Beberapa kalimat favorit:

  1. Hidupmu nanti kamu sendiri yang menjalani, pilihlah cara berkarya yang paling kamu sukai. (hlm. 109)
  2. Nikmati masa-masa liburan. (hlm. 303)
  3. Hidup memang nggak selalu mudah dan lancar. Ada orang-orang tertentu yang harus menjalani takdirnya lebih keras. Terkadang, kenyataan hidup justru lebih tidak masuk akal dibanding cerita dalam sinetron. (hlm. 312)

Banyak selipan sindiran halusnya:

  1. Pulang aja kok harus dijemput segala, sih? Manja banget. (hlm. 67)
  2. Beginikah cara kerja di sebuah proyek pembangunan gedung? Seolah pekerja tak dianggap sebagai seseorang. Seolah kecelakaan hanyalah kejadian biasa yang menimpa siapa saja. (hlm. 96)
  3. Konon katanya, setiap proyek pembangunan tinggi memang butuh tumbal supaya pelaksanaan proyek berjalan lancar. (hlm. 97)
  4. Siapa yang tak berduka kehilangan bapak yang selama ini menjadi pelindung dan pemberi nafkah utama keluarga? (hlm. 105)
  5. Jadi pegawai negeri itu nggak harus jenius. Tapi pasti harus pintar yang sanggup bersaing lolos tes menjadi pegawai negeri di antara ribuan pelamar lainnya. (hlm. 107)
  6. Makanya kamu belajar yang rajin, dong. (hlm. 108)
  7. Kamu kan cuma wong ndeso, jauh dari Jakarta. Bagaimana caranya kamu mau jadi penyanyi top Indonesia? (hlm. 125)
  8. Kehidupan diproyek keras. Mirip hukum rimba. Siapa yang kuat itu yang bertahan. (hlm. 226)
  9. Berhenti dong mengharapkan orang yang nggak ada, yang hanya ada dalam imajinasimu. Kamu boleh jatuh cinta sama cowok beneran, cowok yang sungguh-sungguh ada di dunia ini, bukan hanya ada di imajinasimu. (hlm. 228)
  10. Aneh bukan berarti kamu nggak suka, kan? (hlm. 321)
  11. Tunangan kelamaan itu nggak baik. Apalagi pacaran kelamaan, lebih nggak baik juga. (hlm. 322)

Dari semua tokoh yang ada dalam buku ini, justru paling suka ama LANANG. Oya, salah satu tokoh utama dalam buku ini ada yang mirip ama karakter penulisnya; ANKA, kuliah arsitektur dan suka menulis fiksi. Lewat tokoh Anka, kita bisa melihat ada selipan kehidupan keras bekerja di suatu proyek yang diambang antara idealisme dan realita.

Keterangan Buku:

Judul                     : Jojoba

Penulis                 : Arumi E.

Editor                    : Ara Philomina

Desainer              : Agus

Layouter              : Violet Vitrya

Pracetak              : Endang

Penerbit              : de TEENS

Terbit                    : Juni 2013

Tebal                     : 328 hlm.

ISBN                      : 978-602-255-168-3

15 thoughts on “REVIEW Jojoba

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Jojoba itu beneran singkatan dari Jomblo Jomblo Bahagia kak? wkwk judulnya unik, covernya juga aku suka. Kayaknya seru kisah persahabatan yg saling mendukung untuk mengejar ambisi masing2 ini

  3. suka karakter YARA. apalagi mahasiswa kedokteran. aku calonnya *mahasiswakedokteran:v
    covernya keren, judulnya lagi jomblojomblo bahagia😀. sepertinya mereka saling support dalam mengejar impian masing masing

  4. Lho, kak Arumi? Jojoba? Maksudnya, jomblo-jomblo bahagia, ‘kan? Ha ha. Membaca penjelasan mengenai karakter-karakter di novel ini, aku jadi berpikir bahwa penulis mengangkat cerita yang cukup realistis. Aku bisa membayangkan bagaimana Anka keteteran dengan tugas arsitektur yang beranekaragam. Aku juga bisa membayangkan semangatnya Yara membayangkan cita-citanya menjadi seorang ahli forensik setelah terlalu banyak menonton serial kriminal. Begitu pula dengan Kanya, Loli, dan Rhea. Kayaknya, harus berburu novel yang satu ini deeeh!

  5. Waah… dipertemukan di SEA GAMES? Kira-kira mereka atlet apa ya? Sayang banget nggak dikasih bocoran.
    Covernya girly bingits.
    Kayaknya Rhea nih yang kisah hidupnya penuh perjuangan. Menciptakan 5 karakter berbeda untuk menjadi tokoh utama itu susah. Salut deh untuk penulisnya.

  6. Kalo boleh ngaku, sifatku itu mirip gabungan dari 5 tokoh utamanya. Semuanya pekerjaan yang aku inginkan, jadi ngiri nih. Ka Arumi juga nih penulisnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s