REVIEW Blue Heaven

Perasaan tidaklah sama dengan lampu. Tidak ada semacam tombol untuk mematikannya. (hlm. 136)

RIYAS PRAKASA ARIZKI. Beberapa tahun tinggal dan bekerja di London. Karena keadaan, dia memutuskan untuk kembali di Indonesia agar bisa bersanding dengan ibu dan ketiga adik-adiknya yang perlu pengawasan darinya. Satu lagi, hatinya memang tertinggal di Indonesia.

RAISA MEISYA ARIZKI. Terlahir sebagai seorang putri satu-satunya dari empat orang bersaudara, Raisa sudah mengalami transformasi dari seorang anak perempuan yang manja menjadi dosen wanita dan arsitek yang tangguh. Di umurnya yang sudah dewasa, dia sudah menambatkan hatinya pada seseorang. Sayangnya, latar belakang laki-laki pilihannya itu bakal mempengaruhi kehidupan keluarganya. Bagaikan makan buah simalakama bagi Raisa.

RAFI CHANDRA ARIZKI. Kuliah di Jurusan Kedokteran. Banyak cewek-cewek yang menghampirinya. Cewek mana pun tidak akan menolak ajakan jalan Rafi, apalagi sampai pacaran. Lirikan mata di bawah kedua alis tebalnya itu cukup untuk menjadi magnet kaum hawa. Selain itu, dia juga aktif di dunia per-twitter-an, bukan sok-sok bergaya selebtwit dengan twit gombal menye-menye. Seperti sebagian orang yang tidak terlalu serius dalam memandang jejaring sosial, Rfai tidak memasang nama aslinya untuk jadi nama akun. Lewat twitter, dia aktif dengan hastag #perestoika.

RAYDEN NOVRIANTO ARIZKI. Paling bontot di keluarga Arizki. Dia paling tidak suka jika dibanding-bandingkan dengan kakak-kakaknya yang rata-rata memiliki kelebihan dan prestasi yang dibanggakan. Yang bikin lebih minder lagi adalah lidahnya yang cadel jadi terlihat seperti anak kecil dibandingkan teman-teman seumurannya. Krisis kepercayaan dirinya inilah yang menjadi salah satu pemicu keraguannya untuk mendekati seseorang yang dia sukai semenjak awal semester kuliah.

Pernahkah kamu memikirkan betapa berharganya ayahmu? Orang-orang bijak sering mengatakan bahwa saking berharganya sosok seorang ayah bagi istri dan anak-anaknya, bagian terkecil dari diri seorang ayah pun akan menjadi tidak ternilai. (hlm. 3)

Empat kakak beradik dengan segala permasalahan masing-masing. Membaca kisah keluarga Arizki ini jadi teringat diri sendiri. Kebetulan saya juga empat bersaudara. Mama ‘pergi’ di saat saya sedang kuliah semester lima, semenjak itu bertekad, jika lulus nanti harus pulang ke kampung halaman, tak peduli bakal dapet kerja atau nggak, yang penting bisa mendampingi adik-adik yang kebetulan waktu itu masih duduk di bangku SMA, SMP, dan SD.

Sama halnya dengan saya, Riyas pun memutuskan pulang ke Indonesia meski di London karirnya cemerlang dan bahkan bisa melangkah ke mimpi yang diidamkannnya. Dia memilih meneman ibu dan adik-adiknya dan memulai karir yang baru dari nol kembali. Riyas ibarat imam di keluarganya, menggantikan peran ayahnya yang sudah meninggal dua tahun lalu. Berhenti napas di halaman 195 saat Riyaz menjadi wali bagi adiknya, Raisa.

Seorang ibu selalu tahu ketika ada yang membebani pikiran anaknya. (hlm. 42)

Lewat tokoh Raisa, kita akan menemukan jika hidup harus memilih antara cinta dan keluarga. Paling suka di halaman 61-66 saat Raisa dilamar oleh pacarnya. Uwoww…so sweet bangeeett…. :))

Tokoh Rafi justru yang paling seru. Sikapnya yang rada berbeda dengan saudaranya yang lain. Entah kenapa, saya justru suka tipe-tipe cowok macam Rafi ini. Idealisme dan rasa nasionalismenya tinggi. Jarang nih nemuin cowok begini jaman sekarang x)

Rayden alias Deden, si bontot ini menjadi representasi bagaimana sosok bungsu dalam sebuah keluarga. Bungsu, seringkali gerah jika dibandingkan dengan saudara-saudaranya. Bagian paling menegangkan tentang Deden ada di halaman 165-177, bikin deg-degan.

Beberapa kalimat favorit:

  1. Wanita akan senang jika dibelikan sesuatu buat mereka. Karena akan jadi gambaran kepada sang wanita bahwa jika pria membelikan mereka sesuatu yang kecil-kecil, maka bisa dipastikan sang pria akan membelikan mereka sesuatu yang lebih besar di kemudian hari. (hlm. 128)
  2.  Bila sudah mendekati ajal, siapa yang mengira sisa waktu dalam satuan detik akan terasa lama? (hlm. 172)
  3. Anak mana yang tahan ibunya bersedih? (hlm. 191)

Banyak juga selipan kalimat sindiran halusnya:

  1. Pada umumnya, memang perempuan sensitif kalau disinggung soal bobot badan. (hlm. 31)
  2. Berbicara dengan komputer tentulah berbeda dengan bertemu langsung. (hlm. 37)
  3. Namun cinta memang tidak pernah menunggu perintah untuk muncul. (hlm. 60)
  4. Suami terbaik bagi seorang wanita adalah arkeolog. Karena semakin tua istrinya, dia akan semakin tertarik. (hlm. 94)
  5. Ironi dan patah hati pastilah kawan sejati. Mereka selalu sejalan berdampingan. (hlm. 101)
  6. Kalau mau ngomong serius ama seorang wanita itu harus berbicara langsung. (hlm. 118)
  7. Kalau dia memang nggak suka sama kamu, ya, tinggal cari gebetan lain. (hlm. 119)
  8. Tenang aja. Grogi itu biasa di first date. (hlm. 144)
  9. Bukankah permasalahan cinta memang selalu serius? (hlm. 150)
  10. Dasar nih penyakit para wanita. Kita para pria ingin memberi segenap jiwa raga, juga hati kita, alias jadi pacar. Tapi wanita hanya ingin jadi ‘teman baik’. (hlm. 150)
  11. Jangan pernah nangis karena wanita, ya? (hlm. 150)
  12. Persetan dengan cewek yang nggak mau nerima kamu, oke? You can be anything. You can be on top of the world. Ketika kamu nanti sudah menjadi sesuatu yang lebih besar, cewek-cewek yang nolak kamu akan menyesal dengan sendirinya. (hlm. 151)

Ada beberapa selipan tentang politik:

  1. Kota ini makin maju, tapi para pejabatnya makin kotor. Gedung bertingkat makin banyak, tapi jalanan makin banyak yang bolong. Kayaknya nggak ada yang kepikiran buat nyalurin duit APBD buat rakyat lagi. (hlm. 46)
  2. Sekarang dia sudah bergaya, mentang-mentang sudah jadi anggota DPRD. Wajahnya sekarang menghiasi baliho di mana-mana. (hlm. 47)
  3. Politik itu semu. Kawan lambat laun hanya akan menjadi lawan. Rejeki yang hanya diterima duit panas, yang cepat datang dan cepat pula pergi. (hlm. 48)
  4. Politik. Tidak menyisakan kejayaan apa pun. Jika sedang berjaya, orang-orang akan datang mengerumuni kita. Setelah kejayaan habis, tak bersisa, kita akan dilupakan. (hlm. 48)

Sebelumnya, saya sudah membaca tulisan Mahir Pradana di Menuju(h) dan Dongeng Patah Hati. Lagi ngincer Here, After dan Rhapsody yang sampai sekarang belum kesampaian baca. Buku terbarunya adalah Home and Away. Suatu berkah jika saya bisa mendapatkan buku ini langsung dari penerbitnya dan langsung baca sampai habis.

Tema yang diangkat menarik; keluarga dan politik. Empat tokoh utama memiliki porsi yang sama. Tentang empat bersaudara. Saya jadi ingat kata-kata mama; bersaudara itu ibarat telapak tangan. Jika jari yang satu berduri, jari lain akan merasakan sakitnya. Begitu juga dengan kisah Arizki bersaudara ini.

Suka ama isu politik yang diangkat. Representasi kehidupan politik seperti sekarang ini. Betapa polotik bisa menjadi sesuatu yang kejam dan mempengaruhi kehidupan dan nasib seseorang. Gegeretan di endingnya. Masih banyak yang belum tuntas, bisa berpotensi dibuat sekuelnya nih!😉

Keterangan Buku

Judul                                     : Blue Heaven

Penulis                                 : Mahir Pradana

Editor                                    : Heri Purwoko

Proof reader                      : Dwi Annisa Anindhika

Tata letak                            : Erina Puspitasari

Penerbit                              : Rak Buku

Terbit                                    : Mei 2014

Tebal                                     : 203 hlm.

ISBN                                      : 602711401-0

38 thoughts on “REVIEW Blue Heaven

  1. Pingback: GIVEAWAY Blue Heaven | Luckty Si Pustakawin

  2. Di saat-saat butuh asupan cerita keluarga, kak Mahir hadir dengan novel ini.

    Duh, penasaran sama cerita keluarga Arizki ini. Sama Riyas dan adik-adiknya yang unyuuu….😦

  3. Wah! Ada tema keluarganya! Aku paling suka cerita-cerita tentang keluarga. Dan empat bersaudara, aku juga empat bersaudara, yang sifatnya beda-beda semua juga. Hehe…

    Ada unsur politiknya juga pula. Wow. Baru selesai baca Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk kemarin, masih panas sama cerita berbau politik. Kayaknya asyik juga nih walau mungkin unsur politiknya nggak terlalu banyak (nggak masalah, aku lebih suka yang tentang keluarga sih).

    *masukin wishtlist*

  4. huaaaa novel tentang keluarga dipadu sama kehidupan politik sekarang yah mbak? ngiler nih akunya😀
    baca review novelnya jadi langsung kepikiran lagi kalau aku anak pertama dan akan kulakukan apa pun demi adikku satu-satunya… apa pun.
    kayaknya kalau udah dibaca novel ini bisa langsung cepet banget nyihir pembacanya nih lewat tulisannya hehe

  5. udah kaya keluarga Rasyad aja (Audy) anak 4, tapi di sini ada cewe satu.
    jarang ada yang bawa-bawa politik ke novel tema keluarga gini, suka dengan reviewnya mba ^^

  6. waaah, novel baru Mahir sepertinya menggoda. mana ada yang tokohnya berprofesi jadi dokter pula. btw saya sudah baca karya Mahir yang Here, After dan Rhapsody, keduanya bagus. Here, After ceritanya gloomy, cara bertuturnya unik karena diceritakan dari sudut pandang tokoh-tokoh yang akhirnya berhubungan satu sama lain. kalau Rhapsody asyik dan manis. Penuh dengan impian, dan bagaimana menjalani impian itu saat bertemu sandungan-sandungan. Yang saya suka dari karyanya Mahir sih, betapa pembaca jadi seolah bisa mengenali penulis dari tulisannya, pria yang lahir dan tumbuh di Makassar, suka nonton (dan merhatiin) bola, film, seorang perancang mimpi. Sekarang lagi baca Home & Away. seruuu juga😉

  7. Saya membaca tulisan Mahir Pradana sejak debutnya Here, After tahun 2010. Sejak saat itu saya kemudian menyukai tulisan beliau seperti Menuju(h) dan Dongeng Patah Hati. Saya lagi mengincar tuisannya yang Home Away karena saya penasaran bagaimana ia bercerita denan menuangkan kegemarannya akan sepak bola di buku tersebut. Satu lagi, samoga saya berjodoh dengan Blue Heaven yang bercerita tentang eratnya hubungan antar saudara ini. Aaamiin.🙂

  8. Buku menarik dan komplit, semua ada jadi satu. Keluarga, cinta, kehidupan dan politik. Konflik yang ada menggambarkan kehidupan sehari-hari. Novel yang harus dibaca.

  9. Tiara syadila, @tiarasyd_ ,tulungagung
    urutan yang saya pilih keluarga>>cita-cita>>cinta

    mengapa saya memilih keluarga untuk yg pertama?
    ya karena keluarga adalah kunci sebuah kesuksesan dalam meraih cita2, mungkin tidak secara langsung tapi keluargalah yg akan mendukung kita, memberi motivasi dan memberikan kasih sayang tertulus kepada kita

    mengapa saya memilih cita2 untuk urutan ke2? mengapa bukan cinta?
    karena cita2 merupakan suatu tonggak kita meraih kesuksesan, banyak orang lebih memilih cinta dari pada karir maka itu adalah salah besar, saya yakin setelah kita sukses, cinta akan datang dan memberikan kebahagiaan tersendiri karena tidak perlu berjuang lebih keras spt pada saat masih meraih kesuksesan justru kita hanya meningkatkannya saja, terima kasih.

  10. Novel tema keluarga? Aku suka>< entah kenapa kalau baca novel tentang keluarga itu sering kebayang sama keluarga sendiri. Tentang kebersamaan saudara sekandung, perjuangan seorang kakak sulung (kebetulan aku juga anak sulung) demi adiknya, bahkan sampai rela meninggalkan kesuksesannya demi Keluarga. Terharu sama sosok Riyas disini. Dan nampaknya aku juga gemes sama sosok Rayden! Penasaran sama endingnya gimana😀 aku belum pernah baca karyanya Mahir Perdana, nanti kalau ada waktu nyari di tokbuk deh😀 sukses selalu mbak Luckty..

  11. Memang belum terlalu banyak novel yang mengangkat kisah tentang keluarga… kebanyakan hanya romance dan cerita seputar jatuh hati semata…

    Andai saja bisa mendapatkan novel dari Mahir ini, mungkin bisa menambah wawasan saya tentang bercerita seputar keluarga dengan novel…

  12. novel keluarga adalah novel yang cukup ringan dan sangat jarang sekali yang bisa menceritakannya ke dalam novel. justru di dalam keluargalah yang perlu kita gali seluk beluk yang terjadi, karena hal ini hampir kebanyakan terjadi di dunia nyata. tidak hanya tentang percintaan atau pergelutan dengan orang lain. apalagi tiap anggota keluarga itu pasti ada sisi buruk dan baik yang patut kita jadikan pelajaran, mana yang perlu dicontoh dan mana yang tidak. saya sih suka sekali, bila salah satu tokohnya adalah seperti Raisa, seorang gadis manis dosen dan arsitek lagi, yaahh mirip-mirip sayalah..hiiiiiihihiii… apalagi nih novel juga membicarakan soal politik dan tentunya cinta juga dong. kan jarang sekali tuh sebuah novel mengulas soal politik. apalagi politik itu terkenal dengan isu-isu yang banyak tidak disukai.. salut deh dengan novel ini. perpaduan cerita keluarga, politik dan cinta sangat menarik dan lengkap>

    jadi tertarik ingin membacanya. Mdah-mudahan dimenangkan dpt bkunya…. *ngarep

    nama: Fania
    twitter: @funnieyayaya

  13. Sebenarnya, novel yang ngangkat masalah keluarga kayak Blue Heaven ini kerap kali aku hindari. Bukan hindari sih, tapi bacanya nanti kalau hati udah siap :’D. Bukan kenapa-kenapa, karena satu dan lain hal, aku bukan tipe orang yang dekat dengan keluarga. Hubunganku dengan orangtua dan adik-adik juga tidak begitu akrab, jadi takut nelangsa aja kalau baca novel dengan tema keluarga. Nggak jarang juga mataku berair kalau baca novel kayak gini. Kalaupun suatu hari nanti aku baca novel ini, semoga aku bisa belajar banyak dari Riyas. :’)

  14. Baca review buku ini jadi ingat kisah seseorang di dunia nyata, yang harus mengubur cita-citanya karena harus “pulang” ke rumah untuk menjaga adik-adiknya sepeninggalan ayahnya…

    Yang membuat penasaran pasca baca review ini adalah tentang unsur “politik” yang ada di dalamnya… Bagaimana sebuah buku keluarga dipadukan dengan tema politik…???

  15. Menggabungkan politik dan keluarga merupakan salah satu hal yang paling saya hindari ketika menulis fiksi. Dan saya penasaran bagaimana buku ini menceritakan kisah-kisahnya. Terimakaish Kak Luckty atas reviewnya.

  16. Wow…. Setelah baca review ini kok jadi kepikiran buat bikin tulisan yang bertema keluarga. Kayaknya bakal seru. Dan ngomong-ngomong, jadi inget keluarga sendiri. Punya dua saudara cowok yang maisng-maisng punya kelakuan ‘antik’ dan suka bikin aku senewen. Seringnya bukan mereka yang melindungiku, tapi malah aku yang harus mengalah demi mereka. (Ehh.. curcol dikit nggak pa-pa yaa)
    Dengan ini aku menyatakan bahwa…. Blue Heaven masuk list buku yang harus dimiliki.

  17. Belum apa-apa aku udah suka sama Rafi! Hahahah pengen baca tingkah konyol Rafi! Kayaknya seru gituuuu. apalagi ini cerota tentang keluarga makin-makin deh. Oh iya, kutipan-kutipannya jg kece-kece & menohok hati:p

  18. menurutku, blue heaven ini tipe buku yang wajib dibaca sekali. aku sendiri lagi jatuh cinta sama tema keluarga (setelah baca sabtu bersama bapak-nya adhitya mulya) dan politik (setelah susah move on dari notasi-nya mbak morra quatro dan pulang-nya mbak leila s. chudori). aku sendiri, anak tunggal, jadi cerita tentang 4 bersaudara ini mungkin bisa jadi salah satu ‘pengalaman’ dalam hidup aku. oh iya, menurutku, mbak luckty harus-kudu-wajib-baca here after sama rhapsody. itu dua novelnya kak mahir yg sdh kubaca dan keren! jadi pengen baca ini juga kan huhuhuhu😦

  19. yaaah, keluarga ? aku selalu suka dengan novel-novel yang menceritakan keluarga. menurutku itu bisa menambah wawasan tentang apa itu keluarga, bagaimana kehidupan keluarga, ah banyak lah sesuatu yang sedang terpikirkan di otakku. yah, mungkin sejak kecil aku kurang akrab dengan apa yang namanya keluarga haha saya tidak menyesalinya. dengan membaca buku/novel yang berbau aroma keluarga bisa membuat mindset saya tentang keluarga menjadi berubah. berharap sih dalam novel ini endingnya happy aja lah hehe. gak tau juga sih, kan belom baca hihi. sukses ya buat kak @maheeeR ^^

  20. Pesona cinta antar keluarga…hemm bikin aku mupeng pengen baca. Satu keluarga namun beda perilaku pasti seru..
    Apalagi bicara tentang keluarga memang tak ada habisnya. Karena keluarga adalah rumah yang paling hangat…🙂

  21. Tema novel ini keluarga.
    Rasanya, aku cukup jarang membaca novel bertema ini. Kebanyakan romance😀
    Kayaknya, asik juga mencicipi sesuatu yg lain, sejenak menikmati hal sedikit baru. Yah, meskipun beberapa novel romance kadang menyelipkan tentang keluarga.
    Tapi, sepertinya novel ini fokus utamanya keluarga.
    Semoga bisa berjodoh sama novel ini.

  22. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  23. Liat keseluruhan keluarga Arizki kayanya seru dan komplikasi. Si Bungsu kayanya paling menarik minatku, hehe.

    Btw aku lebih tertarik kisah kakak kayanya:’)

  24. Sekarang kebanyakan novel menceritakan tentang cinta, pacaran, sedikit persahabatan, agak jarang sih menurut aku ada novel yg bener2 berkisah tentang sebuah keluarga. Dan jujur aku juga jarang baca buku yg bertemakan keluarga, palingan adanya kisah percintaman yg diselipin tema keluarga. Aku jadi pengen baca bukunya, mungkin saat ngebaca bukunya aku jadi inget kehangatan keluargaku di rumah, dan ngebuat aku bersyukur keluargaku masih lengkap.

  25. jujur, selama aku baca buku. jarang banget muncul konflik keluarga. dan baru ini liat ada konflik keluarga yang keren bangettt

  26. Dibandingkan dengan novel-novel percintaan remaja yang kadangkala aga alay, lebih abik baca buku Blue Heaven yang konfliknya masalah politik dan keluarga. Selain menghibur novel-novel dengan tema keluarga mengandung pelajaran bagi pembacanay juga.

  27. Riyas suamiable banget ya, sayang ibu, sayang adik, perhatian dan tanggung jawab.

    Biasanya cerita tentang sahabatan, atau genk yang terbentuk karena adanya satu atau lebih kesamaan. Tapi ini beda, 4 orang bersaudara dan hal tersebut yang bikin menarik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s