REVIEW Yozakura

Kehidupan itu bagaikan air; mengalir dan mengembara ke mana-mana tanpa bisa ditebak jalannya. Kehidupan membuat orang-orang semakin mahir; bersiap-siap untuk masa depan yang tak pasti. (hlm. 134)

Berapa tahun sudah Nila mengenal Akane? Hampir separuh hidupnya. Ketika masih remaja, dan saat itu internet belum selazim sekarang, Nila ‘bersua’ dengan Akane di lama sahabat pena. Dia sendiri lupa siapa yang mengirim e-mail duluan. Saat itu, komunikasi mereka berdua terbatas. Sama-sama menggunakan bukan bahasa ibu, dan bukan bahasa yang terlalu dikuasai. Bahasa Inggris yang menyatukan mereka.

Saat itu Akane sedang kuliah,dan Nila masih SMA. Mereka berbagi cerita dan entah mengapa, seperti anak kunci yang dimasukkan ke dalam lubang dan diputar, klik, mereka cocok.

Tahun-tahun berlalu. Bahasa Inggris mereka berdua membaik. Akane ternyata berbakat di bidang bahasa, Bahasa Indonesia segera dipahaminya dalam waktu beberapa tahun. Nila, sayangnya tidak selancar itu berbahasa Jepang meski sudah berusaha sebisanya. Kemampuannya terbatas membaca Hiragana dan percakapan sederhana.

Sahabat tak hanya membahas hal yang lucu dan membahagiakan. Sahabat pun akan membicarakan hal-hal yang menyesakkan dada. (hlm. 45)

Seorang sahabat akan selalu ada untuk kita, di mana pun, kapan pun. Kehadirannya dapat dirasakan meski dia tidak berada di sampingmu. (hlm. 167)

Sahabat pena. Wah…saya jadi ingat jaman SD-SMP, dimana zamannya booming punya sahabat pena. Saya punya puluhan sahabat pena, dan akhirnya hanya bertahan beberapa saja yang akhirnya akrab; Reni di Padang, Ega di Dumai, dan Shofia di Gombong.

Begitulah yang dialami oleh Nila dan Akane, persahabatan lintas negara. Susah senang pernah dirasakan bersama. Lewat persahabatan mereka, kita bisa melihat sisi kehidupan di Jepang dan Indonesia yang cukup kontras. Namun semua itu tidak menghalangi persahabatan mereka sampai bertahun-tahun.

Lewat tokoh Akane, kita bisa melihat sisi Jepang. Di Jepang, semua seperti robot, tunduk oleh waktu, semua mendewakan keteraturan dan jadwal yang tidak bisa dinegosiasikan. Orang Indonesia, lebih bahagia karena tidak membiarkan waktu menjajah mereka. Jepang memang negara dengan banyak sekali pilihan. Pilihan stasiun kereta untuk dituju, makanan untuk disantap, tempat wisata yang dikunjungi. Kebanyakan orang Jepang lebih mencemaskan kehidupan duniawi daripada nanti setelah mati. Betapa kita sering mendengar berita orang Jepang yang bunuh diri hanya gegara putus asa, mungkin jiwa batin mereka kering.

Lewat tokoh Nila, kita bisa melihat sisi Indonesia. Betapa di Indonesia banyak sekali orang yang gemar menghakimi orang lain dan mau tau urusan orang lain alias kepo. Orang Indonesia juga gemar mengungkit masa lalu alias susah move on.

Banyak bertebaran kalimat favorit:

  1. Tidak semua akan mengerti semua perasaan yang ada di hati. Dan kalau itu terjadi, Tuhan saja yang sanggup benar-benar memahami. (hlm. 29)
  2. Kita semua memang harus realistis. Kita tak tahu masa depan. (hlm. 46)
  3. Semua orang pasti takut. (hlm. 46)
  4. Manusia pasti pernah lemah. Semangatnya pernah patah. Namun manusia diberkati keteguhan hati yang menyebabkannya bisa bangkit, lagi, dan lagi. (hlm. 53)
  5. Kadang, ketika kehilangan pegangan, baru pada saat itulah kita menemukan iman. (hlm. 61)
  6. Ada kalanya kita meminjamkan kekuatan untuk orang lain, tapi kadang yang tak kita sadari, kita juga perlu membiarkannya mencari kekuatan di dalam diri. Karena itulah yang membuat seseorang bisa bertahan menghadapi apa pun. (hlm. 65)
  7. Tuhan tahu masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Kalau kau memutuskan untuk menjadi orang beriman dan meyakini-Nya, dengan mudah Tuhan bisa menghapus segala kecemasan dan dosa-dosamu. (hlm. 67)
  8. Perbedaan akan selalu ada. tapi bukan itu yang utama, kita mencari persamaan. (hlm. 74)
  9. Tanpa dukungan orang lain, hidup akan terasa lebih hampa. (hlm. 76)
  10. Dan hidup pun terus bergulir, meski sesekali, ada air mata yang mengalir. (hlm. 80)
  11. Tapi hati tidak bisa berdusta. (hlm. 84)
  12. Kita tak bisa menebak apa yang akan terjadi. Entah bahagia atau nestapa yang akan menghampiri esok hari. (hlm. 90)
  13. Ketika hujan badai menerpa, fokuslah pada pelangi yang mungkin akan menjelma. Dalam setiap kesulitan, Tuhan akan berikan jalan. (hlm. 99)
  14. Teruslah melangkah. Majulah. Yang lalu sudah ada di belakang, dikenang, tak usahlah. Kita punya kekuatan untuk bertahan. Waktu yang akan membuktikan. (hlm. 140)
  15. Kadang naik, kadang turun. Kadang bahagia, kadang sengsara. Begitulah kehidupan. Kita hanya bisa berusaha berdampingan dengannya. (hlm. 162)
  16. Rasa bersalah itu seperti yang kau hirup. Tak kasatmata, tapi akan selalu ada. (hlm. 200)
  17. Waspadalah kalau sudah urusan hati, karena bisa dibawa sampai mati. (hlm. 209)
  18. Romantisme ada ketika dua orang saling jatuh cinta menerima satu sama lain dan tetap bahagia. (hlm. 229)
  19. Imajinasi bisa membawamu ke mana saja. (hlm. 235)
  20. Cinta akan selalu menjadi penawar bagi kesulitan di dunia ini. (hlm. 255)
  21. Bahagia itu kadang tidak perlu dipaksa. Datang begitu saja. Ketika kita tidak menduganya. (hlm. 258)
  22. Ada hal-hal yang tak bisa kita tolak keberadaannya. Duka dan suka, dua contohnya. (hlm. 289)
  23. Siapa yang bisa menebak ke mana nasib akan bergulir? (hlm. 298)
  24. Kita semua mahluk fana. Dan semua yang kita kira kita miliki, bisa direnggut dalam sekejap mata. (hlm. 299)
  25. Bahagia itu mudah saja. Bisa terjaga tanpa sakit dan duka. Menyadari banyak yang menyayangi dan mencintai. Masih diberi karunia untuk bernapas, untuk terbawa bebas. (hlm. 301)
  26. Cinta tak selalu berarti bahagia. (hlm. 302)
  27. Ada saatnya kita harus mengaku, bahwa kita bisa terpaku dan tergugu di hadapan sesuatu. (hlm. 313)
  28. Kalau sudah percaya, segalanya akan terasa sederhana. Tapi, cinta, yah, tidaklah seperti itu. Cinta kadang membuat segala yang mudah menjadi sukar. (hlm. 317)
  29. Di dalam diri, kalau kau meraihnya dengan hati-hati, ada kekuatan bernama naluri. (hlm. 328)

Banyak juga selipan sindiran halusnya:

  1. Hal-hal biasa yang cenderung kauanggap remeh. Manusia begitu, bukan? kadang punya kecenderungan berpikir keseharian itu akan terus berlangsung. (hlm. 20)
  2. Menikah adalah jalur terbaik yang harus ditempati, daripada terus pacaran tanpa ada kepastian masa depan. (hlm. 31)
  3. Mungkin begitulah hidup ini. Mau atau tidak, kita tetap harus berinteraksi dengan orang lain. Meski kita berduka atau ingin ditinggalkan sendiri, orang lain tidak sepenuhnya paham. Hidup terus berlanjut. Dunia terus berjalan dengan problematikanya masing-masing. (hlm. 41)
  4. Cinta saja tidak cukup. (hlm. 47)
  5. Terkadang, orang-orang memang tidak mau mengerti. Karena mungkin di dunia mereka, lebih mudah menghakimi daripada memahami. (hlm. 52)
  6. Kita manusia kan? Meski sudah menikah, masih bisa jatuh cinta lagi. (hlm. 59)
  7. Kita manusia. Kita bisa saja tergelincir. Namun kalau Dia menghendaki, kita akan kembali ke jalan yang lurus. (hlm. 67)
  8. Dosa apa yang lebih besar kepada sahabat, selain jatuh cinta sedalam-dalamnya kepada suaminya? (hlm. 83)
  9. Teror kadang dalam bentuk yang sederhana. (hlm. 91)
  10. Kata-kata saja tak punya kuasa untuk memperbaiki hubungan yang retak dan hancur. (hlm. 117)
  11. Hidup ini penuh kejutan, kadang menyenangkan, kadang memuakkan. (hlm. 163)
  12. Rumah sakit. Tempat yang membuatmu semakin sakit. (hlm. 181)

Kisah Akane melawan kanker yang menimpanya mengingatkan sosok almarhum mama yang dulu juga belasan tahun bertahan berdampingan dengan kanker. Mama tidak pernah mengeluh, bahkan dua belas terakhir sebelum mama pergi, masih ikutan Jambore Nasional di Kiara Payung. Sama seperti Akane, hal yang dipikirkan mama sebelum pergi cuma satu; bagaimana kehidupan papa dan kami anak-anaknya tanpa mama. Begitu juga dengan Akane, di saat perjuangan hidupnya melawan kanker, yang dipirkannya adalah bagaimana kelak Ron, anaknya dan Hiro, suaminya kelak tanpa dia di sisi mereka.

Kisah Nila yang mengalami dilematis dalam menjalin hubungan. Kisahnya bersama Daniel yang sudah menuju ke jenjang pernikahan yang harusnya lebih membuatnya memantapkan hati, jusru membuatnya bimbang akan sikap Daniel yang egois dan tempramental yang kian membuatnya resah. Konon banyak yang bilang, jika seseorang ingin menikah akan ditempa permasalahan yang membuat seseorang ragu akan pilihan hidupnya. Bagaimana dengan Nila?

Dari semua tokoh yang ada, paling suka ama tokoh Sora. Di halaman 278 kita bisa mengetahui apa arti yozakura yang menjadi judul novel ini. Covernya Jepang banget, warna abu-abu yang mendominasi merepresentasikan kehidupan kelabu baik sisi Akane maupun sisi Nila. Ada selipan beberapa makanan khas Jepang di dalam buku ini.

Buku ini ditulis oleh Mbak Primadonna Angela untuk mengenang sahabatnya, Nina Hega. Belasan tahun mereka bersahabat; Jepang-Indonesia.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Yozakura

Penulis                                 : Primadonna Angela

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 360 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-1227-9

14 thoughts on “REVIEW Yozakura

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Jadi mau menikmati Yozakura!
    Kayanya ini seru bau bau Jepang dan kenangan jaman sahabat pena yang aku sendiri blm pernah rasain.
    Dari Review kak Luckty aku rasa cerita ini punya konflik yg dalam bgt. Jadi penasaran :’)

  3. Aku nggak punya sahabat pena sih, dulu aku seringnya ngomong sama org luar melalui facebook, twitter. Itu juga ngomongin hal2 yg standar.
    Oke tertarik gimana si dua tokoh utama ini bisa menjadi sahabat pena, tts penasaran apakah Nila tetap menikahi Daniel meskipun ada keraguan di dalam hatinya? dan apakah si Nina pernah bertemu secara langsung dgn Akane. Terus dimana di novel ini diselipkan tentang kehidupan2 org Jepang ngebuat aku lebih tertarik buat baca.

  4. “Kehidupan itu bagaikan air; mengalir dan mengembara ke mana-mana tanpa bisa ditebak jalannya. Kehidupan membuat orang-orang semakin mahir; bersiap-siap untuk masa depan yang tak pasti.”
    Yep. Seni Kehidupan.

  5. Satu lagi kisah tentang persahabatan yang ga ada habisnya buat dijadikan ide cerita, terlebih ini kisah nyata.

    Penasaran sama makna yozakura itu sendiri sebenarnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s