REVIEW Diary to Sovia

Mencoba melupakan itu jauh lebih sulit, melupakanmu tidak semudah jatuh cinta kepadamu. (hlm. 57)

Adalah Raka yang sudah move on dari Khalila. Jika sudah membaca Rakhalila, pasti bisa tahu bagaimana jalinan cinta antara Raka dan Khalila. Kali ini Raka kembali datang dengan cinta yang baru. Namanya juga laki-laki, gampang jatuh cinta, gampang juga patah hati.

Sovia. Begitulah nama perempuan yang terukir di hati Raka kali ini. Gadis yang awalnya hanya dikenalnya lewat akun sosial. Jika dulu ada pepatah mengatakan; dari mata turun ke hati, di zaman era digitalisasi sekarang ini pepatah tersebut kini berganti; dari DM twitter turun ke hati. Begitulah yang dialami Raka, jatuh cinta pada Sovia lewat dunia maya.

Ada banyak adegan yang menceritakan jika Raka dan Sovia sering berkomunikasi lewat twitter, terutama via DM. Harusnya dimunculkan bentuk percakapan seperti di DM Twitter. Jadi, biar terasa komunikasi via DM yang diceritakan, pembaca nggak mengawang-awang saat membaca bagian-bagian DM ini.

Meski Sovia menjadi judul dalam buku ini, ternyata ada beberapa perempuan yang pernah singgah di hati Raka setelah Khalila. Sebelum bertemu Khalila, Raka pernah jatuh cinta dengan Nadia, yang menjadi sumber inspirasinya tapi tidak sampai dibukukan seperti Khalila. Kemudian, ada Ratna yang pertama kali ditemuinya di sebuah klam malam. Pernah juga Raka jatuh cinta dengan seorang apoteker yang ditemuinya saat membeli obat untuk meredakan flu yang menyerangnya saat itu.

Banyak kalimat favorit:

  1. Cinta pada pandangan pertama itu ada. (hlm. 8)
  2. Setiap wanita butuh kepastian. Kepastian bukan tentang materi semata. Sebuah kepastian kini mencakup hal yang lebih dalam dan romantis, tentang hati. Terlebih itu bagi wanita. (hlm. 24)
  3. Komitmen dan ketulusan, itu makna sebuah kepastian yang terdalam. (hlm. 25)
  4. Hidup masih terus berjalan. (hlm. 26)
  5. Pikirkan dulu tentang karir, cinta akan menyusul kemudian. (hlm. 26)
  6. Ilmu itu tidak pernah berat untuk dibawa. (hlm. 34)
  7. Semua orang berhak mengejar cintanya sampai dapat, sayangnya banyak orang yang berhenti sebelum dapat dan bersembunyi di balik kata-kata cengeng. (hlm. 38)
  8. Cinta itu perjuangan. Kejar sampai dapat. (hlm. 38)
  9. Tak peduli terbalas atau tidak cintamu, buatlah ia yang kamu cintai bahagia. (hlm. 62)
  10. Kita selalu punya pilihan. Kita hanya harus mencoba berhubungan biasa, sangat biasa. (hlm. 68)
  11. Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang akan memperjuangkan impian kita, target hidup kita? Selagi muda kita harus punya ambisi untuk rekonstruksi hidup kita, kan? (hlm. 107)
  12. Adakalanya cinta bertautan dengan kata ‘memiliki’, bukan tak harus memiliki, cinta itu perasaan yang tidak dapat kita atur akan jatuh kepada siapa. (hlm. 117)

Banyak juga selipan sindiran halusnya:

  1. Cemburu itu karena cinta. (hlm. 5)
  2. Untuk membuat seorang pria merespon seseorang di sosial media itu mudah, hanya lewat foto. (hlm. 6)
  3. Cinta menjadi sebuah pertaruhan, melepaskan cinta lain demi cinta baru. (hlm. 9)
  4. Semua manusia akan ‘dianggap normal’ kalau memiliki pasangan, kan? (hlm. 12)
  5. Mengapa saat di Bandar Lampung setiap hari hujan sementara di Jakarta jarang atau nyaris tak turun hujan? Efek rumah kacakah? (hlm. 15)
  6. Menyedihan jadi mahluk noktrurnall. (hlm. 17)
  7. Seniman adalah sebuah aplikasi nyata dari kata ‘jenius’. Lebih tepatnya jenius yang urakan. (hlm. 19)
  8. Pria hebat itu yang bisa membuat perempuan nggak baik menjadi baik, kan? (hlm. 24)
  9. Dalam situasi tertentu, tidak dipercaya seseorang yang dicintai itu lebih menyakitkan daripada kehilangan cinta itu sendiri. (hlm. 56)
  10. Semua orang berhak menyatakan pendapatnya, kan? Ini bukan rezim orde baru. (hlm. 120)
  11. Kalau mau mengajak kencan bilang saja, jangan modus gitu, dong! (hlm. 122)

Masih ditemukan banyak typo:

  1. Even (hlm. 18) — harusnya event
  2. Jawabnnya (hlm. 23) — harusnya jawabnya
  3.  Kedektan (hlm. 56) — harusnya kedekatan
  4. Tenyang (hlm. 81) — harusnya tentang
  5.  Menyelsaikan (hlm. 118) — harusnya menyelesaikan
  6. Berpenamiplan (hlm. 118) — harusnya berpenampilan

Diary to Sovia ini adalah representasi  hubungan dua insan manusia yang terikat cinta berkat media sosial. Apakah kamu pernah jatuh cinta lewat dunia seperti Raka dan Sovia ini?😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Diary to Sovia

Penulis                                 : Galih Aditya

Editor                                    : Galih Aditya

Desain cover                      : Galih Aditya, Cahyo Wicaksono

Penerbit                              : Alif Publishing

Terbit                                    : 2015

10 thoughts on “REVIEW Diary to Sovia

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Huaaa aku udah bosen sama kisah percintaan anak remaja, aku lebih sukanya kisah cinta org dewasa, yg banyak pelajaran hidup bisa diambil. Ya walaupun nggak bisa dipungkiri sih kisah cinta remaja lebih menarik dan lebih diminati.

  3. sukaaa banget sama cerita tentang”cinta pada pandangan pertama” mungkin orang bilang gak mungkin, tapi nothing is impossible right? wkwkkwkw

  4. “Mencoba melupakan itu jauh lebih sulit, melupakanmu tidak semudah jatuh cinta kepadamu.”

    Duhh.. Baru baca opening reviewnya aja udah langsung tertarik… Mbak Luckty de best dehh😉

  5. Membaca reviewnya saya senyum geli, saya juga memiliki pengalaman ditembak cewek lewat facebook, ah sosial media. Dan memang benar jika laki-laki pasti pernah mencintai banyak wanita, bukan karena dia tak setia, tapi seperti itulah laki-laki.

  6. Jatuh cinta lewat medsos menurutku tidak wajar meski sudah sering terjadi. Tapi bagaimana jika yang ada di medsos itu tidak sesuai dengan kenyataannya, dan lagi, terkadang belum tentu orang tersebut ada sebenarnya. Bisa saja hanya orang iseng atau bagaimana. Kalo aku sih yang pasti dan yang nyata-nyata aja deh😀

    *ngomong-ngomong, ini novel curhatan hati seorang lelaki ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s