REVIEW Catatan Hati Ibunda + GIVEAWAY

Alangkah senangnya kalau mendidik anak itu niscaya deret angka. Dengan angka, kita selalu tahu harus berbuat apa. Namun, sering kali yang terjadi tidaklah sederhana. (hlm. 17)

Dari judulnya saja, kita bisa melihat bahwa buku ini merepresentasikan kisah atau pengalaman para ibu dalam mengurus anaknya.   Ada suka dan duka. Ada tawa ada tangis.

Dibuka dengan tulisan seorang Asma Nadia yang membagikan pengalamannya sebagai ibu untuk dua anaknya. Dengan keterbatasannya soal memasak, beruntungnya punya suami dan anak yang mau mengerti akan kondisinya. Di sini kita bisa melihat, Asma Nadia jugalah manusia biasa. Dibalik kesempurnaannya, ada juga keterbatasannya. Justru dari keterbatasan tersebut, lahirlah buku ini yang berisi kumpulan curhat-an para ibu di Indonesia.

Ada problematika ibu bekerja di halaman 51, sindrom yang kerap menghantui ibu pasca melahirkan di halaman 70 atau lebih spesifik kena ‘baby blue syndrome’ di halaman 75. Ada juga masalah perceraian di halaman 87. Perjuangan memiliki anak yang ‘berbeda’ di halaman 99. Dilema menikah lagi di halaman 134. Hubungan dua anak yang kakak beradik di halaman 189-200. Perjuangan menitipkan anak untuk tinggal dan sekolah di pondok di halaman 208-214. Menuntut anak yang terlalu fokus memikirkan diet di halaman 220 dan yang paling sedih adalah ketika kehilangan anak di halaman 238.

Cerita kehilangan anak ini menurut saya yang paling menyentuh. Ada beberapa sepupu yang mengalaminya, bahkan hampir sama persis dengan cerita di buku ini. Bagaimana perihnya ketika kehilangan anak secara tiba-tiba, bukan karena sakit. Kehilangan anak karena hanyut saat bermain dengan teman-temannya. Bertahun-tahun ada perasaan bersalah sebagai orangtua karena menganggap diri teledor dalam mengurus anak. Dan inilah cobaan yang harus dilalui.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Jangan khawatir, Tuhan akan beri jalan keluar, asal kita kuat dan sabar. (hlm. 23)
  2. Orang punya alasan sendiri yang mendasari pilihan-pilihan dalam hidup, yang tentu tak semuanya cocok satu sama lain. (hlm. 52)
  3. Kadang tidak mudah mempratikkan teori di lapangan. Ada saja kendalanya. (hlm. 107)
  4. Membesarkan anak perempuan seperti membawa telur di tangan, harus hati-hati. (hlm. 217)
  5. Orangtua juga manusia yang tidak luput kekhilafan. (hlm. 221)
  6. Kalau kamu selalu takut ini dan itu, tidak ada kemajuan yang bisa dicapai. (hlm. 227)

Beruntung sekali mendapatkan buku Catatan Hati Bunda ini plus tanda tangan penulisnya. Jadi ingat jaman skripsi, saya beli bukunya Mbak Asma Nadia yang Catatan Hati Seorang Istri sekitar tahun 2008. Jauh sebelum booming versi sinetronnya yang ratingnya tinggi tahun lalu. Waktu itu, skripsi saya mengambil tema “Representasi Citra Poligami dalam Film Ayat-ayat Cinta”. Jadilah pembimbing dosen kedua menyarankan banyak-banyak membaca literatur tentang poligami dan pernikahan, salah satunya ya buku itu. Saking banyaknya buku yang saya beli di Palasari, si AA’ yang jualan ampe nanya gini: “Teh, ngapain beli buku-buku nikah, mana kebanyakan tentang poligami? Emangnya dalam rangka mau dipoligami gitu?” x)

Jauh sebelum itu, saya sudah membaca buku-bukunya Mbak Asma Nadia dan Mbak Helvy Tiana Rosa sejak masih terbitan Forum Lingkar Pena. Bahkan sampai sekarang beberapa bukunya masih ada. Ya, sejak jaman SMP itulah saya mulai membaca buku-buku bernapaskan Islam, salah satunya lewat karya mereka berdua.

Ada banyak sekali buku yang ditelurkan oleh Mbak Asma Nadia. Beliau merupakan salah satu penulis perempuan Indonesia yang sangat produktif. Dia sudah menghasilkan karya lebih dari 47 buku, serta menyusun puluhan buku lain berkolaborasi bersama pembacanya.

Beberapa karya Asma Nadia telah difilmkan di antaranya adalah Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela, dan yang terbaru adalah Assalamualaikum, Beijing.  Ada juga yang diangkat menjadi sinetron; Catatan Hati Seorang Istri dan Aisyah Putri the Series; Hijab in Love yang keduanya tayang di RCTI. Sampai sekarang saya kagum banget sama beliau, betapa produktifnya dalam dunia literasi Indonesia. Benar-benar patut diteladani🙂

Keterangan Buku:

Judul                                     : Catatan Hati Bunda

Penulis                                 : Asma Nadia dkk.

Editor                                    : Diyan Sudihardjo, Hilda Emil

Layout                                  : Alia Fazrillah

Desain sampul                   : Tuarzuan AFC

Proofreader                       : Ika Prasetya, Nabila Fadiyah

Penerbit                              : AsmaNadia Publishing House

Terbit                                    : Desember 2013 (Cet. Ketiga)

Tebal                                     : 304 hlm.

ISBN                                      : 978-602-9055-19-1

asma nadia

Berikut wawancara bersama Asma Nadia di TV One di awal bulan Februari ini:

PicsArt_21_01_2015 16_28_32

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @asmanadia. Jangan lupa share dengan hestek #GACatatanHatiIbunda dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah bagaimana peran ibu/mama/bunda/ummi/mami dalam hidupmu?😉

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GACatatanHatiIbunda yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GACatatanHatiIbunda ini berlangsung enam hari saja: 9-14 Februari 2015. Pemenang akan diumumkan tanggal 15 Februari 2015.

Akan ada DUA PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh saya. Tenang saja, bukunya sudah ada tanda tangan penulisnya loh! ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

PicsArt_07_02_2015_22_59_27[1] WP_20150208_002[1]

31 thoughts on “REVIEW Catatan Hati Ibunda + GIVEAWAY

  1. Nama: Susi Ernawati
    Twitter @susierna
    Kota tinggal: Jepara
    Peran ibu dalam hidupku: Aku memiliki banyak ibu. ibu kandung, ibu angkat, ibu tiri, ibu sepersusuan, ibu mertua, bahkan mantan istri bapak juga masih kupanggil ibu. Unik? Pasti. Yang jelas, semua ibu melengkapi hidupku. Mereka mengasihiku dengan cara mereka. Mereka sahabatku, penyelamatku, ibuku, penunjuk arah bagi masa depanku, sekaligus pengingat, bahwa keluarga itu lebih luas dari sekedar mereka yang tinggal di rumah. Ibu-ibuku, mereka adalah guru kehidupan terbaik, dari mereka, aku belajar untuk menjadi wanita tangguh.

  2. Nama : Siti nurjanah
    Twitter : @siethi_nurjanah
    Kota tinggal : Jakarta Utara
    Peran ibu/ mamah dalam hidup saya seperti separuh nafas dan kehidupan. Saat kepergiannya selama beberapa hari bahkan hingga saat ini masih amat terasa pedihnya seperti kehilangan separuh jiwa.

    Ibu/mamah adalah inspirasi, memberikan sebuah kehidupan setelah beberapa bulan sebelum dilahirkannya di berikannya saya ruang ternyaman di dalam rahimnya. Darinya pula saya banyak belajar tentang arti sebuah kehidupan, tentang suatu ketulusan cinta juga kasih sayang

  3. Nama : Shofiullah
    twitter : @esfiu
    Domisili : Jakarta

    Peran ibu untuk saya adalah tangga / jalan keberhasilanku hingga saat ini, tanpa doa dan kasih sayangnya, aku tidak akan menjadi manusia yang setangguh dan setegar seperti sekarang. Cinta kasihnya yang tulus tak pernah sedikitpun meminta balasan. Untaian doanya selalu menemaniku dalam mengarungi hiruk pikuk kehidupan.

  4. Nama : Dias Shinta Devi
    Twitter : @diasshinta
    domisili : Bogor

    peran ibu di kehidupanku itu kayaknya lebih cocok disebut ‘everything’. beliau bisa jadi apa aja, mau jadi mama, temen, sahabat, kakak (soalnya aku anak pertama) atau peran ibu sekali pun. sejujurnya apa pun yang terjadi sama aku pasti mama tau. karena aku emang ga bisa bohong. mama itu tempat curhat paling TOP dan paling mengerti aku.
    kalau mau dibilang sih mama juga bisa jadi guru buat aku. awalnya beliau emang nggak bisa masak dan bikin kue, tapi berkat kehadiran keluarga akhirnya beliau jadi pandai masak dan bikin kue. aku ngga akan pernah bisa kayak mama karena mama emang ngga bisa dibandingin dan ngga ada duanya🙂
    apa pun kekurangannya, nggak akan pernah jadi kekurangan di mataku karena dia benar-benar malaikat yang Allah tunjuk untuk mengajarkanku arti hidup. :’)
    I Love My Mom❤

  5. Nama: Euis Sri Nurhasanah
    Twitter: @EuisSriNur
    domisili: Bandung

    Kebersamaanku dengan almarhumah ibuku terasa begitu singkat. Namun dari segala kenangan yang senantiasa membayang dalam kangen, ibu bagiku adalah kasih sayang yang melampaui sekadar kata-kata. Beliau adalah inspirasi, dimana aku banyak belajar dari kisah hidupnya yang singkat: entah itu bagaimana memandang & menjalani kehidupan, perjuangan tanpa banyak keluhan, optimisme terlepas dari keterbatasan keadaan, juga tentang “diam yang adalah emas”, diam yang tak cuma diam. Dalam sosoknya yang terbilang bukan ibu cerewet, beliau menyicil mewujudkan mimpi-mimpi sederhana untuk keluarga tanpa banyak obral kata. Ah, sungguh sosok yang ngangenin. Tentang beliau pernah kutulis kenangan inspirasi diamnya itu dalam sebuah postingan yang ringan: http://twinkle-euisry.blogspot.com/2013/12/mengenang-ibu.html

  6. Nama : Diina Qiyaman
    Twitter : @diinaqiyaman
    Domisili : Bogor

    Peran Ibunda dalam hidup saya : Total dan banyak banget! Ibu adalah role model hidup saya, dari Ibu saya belajar bagaimana cara untuk selalu berbahagia menjalani hidup, meski dalam keadaan sesulit apapun!

  7. Nama: Wulida Nadhila
    Twitter : @Jm_nim
    Kota tinggal: Bojonegoro
    Peran ibu dalam hidupku: Saya mempunyai ibu yang serba bisa. Namun ada satu hal yang tidak bisa ibu saya lakukan yaitu memasang gas pada kompor elpiji, katanya takut kalau meledak. Peran ibu bagi kehisupan saya pastinya sangat banyak. Ibu itu orang yang melahirkan saya, guru, teman, kakak, ensiklopedi, dan lain-lain.

    Ibu terkadang menjadi guru, membimbing saya untuk menjadi anak yang lebih baik. Ibu ensiklopedi, meski ibu saya hanya lulusan SLTP itu saya tau berbagai macam hal. Ibu itu teman sejati yang ada saat saya sedih maupun senang.

    ibu itu alasan terbesar kenapa saya harus bahagia. Ibu itu inspirasi terbesar kenapa saya harus suskes di masa datang. Dari ibu aku belajar banyak hal, dari ibu aku belajar untuk menghormati orang lain, memberi, pengorbanan untuk anak-anaknya, tidak pantang menyerah dan sesulit apapun keadaan tetap terus tersenyum. Kelak jika aku menjadi ibu aku ingin menjadi ibu seperti ibuku

  8. Nama : Masitah Fitria Ningrum
    twitter : @masitahfn
    kota : samarinda
    peran ibu di hidup saya adalah sebagai wanita penghasil rindu. Sejak masa kanank2 berakhir peran ibu telah lenyap terkubur dengan jasadnya. Ia hanya meninggalkan bekas2 rindu yang semakin tahun kian menggebu. Maka sejak usia kanan2 hingga nanti ibu adalah wanita penghasil rindu.

  9. Nama : Humaira
    Twitter : @RaaChoco
    Kota : Purwakarta

    Ibu itu segalanya. Ibu adalah artis pemeran utama dalam hidupku, tanpanya hidupku tak berjalan, awal dimana kehidupanku dimulai. Ibuku itu duniaku, sama seperti aku dunianya. Meski sudah tentu cintaku tak sebesar cintanya. Ibuku adalah hidupku, duniaku, pahlawanku, guruku, temanku, sahabatku. Ibuku itu matahariku dan aku buminya yang selalu berputar mengelilinginya. Ibu yang selalu memperjuangkan dan mengutamakan aku dalam hidupnya. Tempat aku belajar semua hal, sekolah pertama dalam perjalanan hidupku. Karena memang seorang ibu adalah madrasah untuk anak-anaknya kelak. Ibu tempat aku bersandar dan berbagi keluh kesah, pendengar sejati. Ibu itu sahabat yang selalu ada dimanapun aku berada. Ibu tempat surga yang nyata berada. Ibuku itu segalanya, bahkan segalanya itu belum cukup untuk menggambarkan semuanya.

  10. Nama : Mugniar
    Twitter : @Mugniar
    Kota : Makassar

    Mama mengajarkan saya untuk tidak manja sejak kecil. Sejak SMP dan SMA, saya dan adik perempuan saya dilatih untuk mengerjakan pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah dan mencuci piring. Tiap hari kami punya tugas.

    Mama, di tengah kesederhanaan hidupnya bersama Papa, mampu membuat saya dan kedua adik saya jadi sarjana. Kami tidak pernah dipaksa studi di bidang yang mereka inginkan walaupun saya tahu kalau Mama ingin sekali kami ada yang jadi dokter (sayangnya tidak ada dari kami yang berminat). Sampai sekarang pun anak2 saya dan keponakan2 saya suka dipintanya untuk jadi dokter.

    Mama mengajarkan kepada saya banyak hal bahkan melalui hal2 yang tidak dilakukannya. Karena saya bisa mengamati segala efeknya, apa yang saya rasakan dan lihat.

  11. Nama: Vigestha Repit Dwi Yarda
    Twitter: @AltGST
    Kota: Bangka Belitung

    Peran ibu bagi saya. Ibu memiliki peran yang sepertinya tidak akan cukup jika hanya saya tuangkan lewat tulisan. Ibu bagi saya, hampir memiliki semua dari peran-peran. Peran HEBAT maksud saya. Ia adalah perempuan yang berjuang mati-matian melahirkan kita, menjaga, mengasuh, merawat kita semasa bayi, balita, anak-anak, mendidik kita ketika remaja beranjak dewasa. Tapi sebelum itu dia mesti bersusah payah mengandung. Ibu adalah inspirator. Tujuan terbesar dalam aku mencapai kesuksesan adalah ibu. Ibu adalah motivator. Dia adalah kobaran api dari semangat ku yang meledak-meledak. Ibu adalah supporter. Pendukung terhebat setiap kali aku hampir berhasil melakukan sesuatu. Ibu adalah sahabat. Wadahku menuangkan segala cerita buruk bai, wadah mengeksplorasi diri. Ibu adalah guru. Pendidik paling mulia dan pembagi pengalaman super semasa hidupnya dan pemberi wejangan terkeren demi kelangsungan hidupku yang baik. Ibu adalah malaikat. Satu-satunya orang yang rela mati demi anaknya. Yang sering menangis menatap kesedihan kita. Ibu adalah pahlawan. Pejuang tangguh yang rela berkorban. Ibu adalah pembohong besar. Kadang berkata berbeda dari isi hatinya dan mempalsukan setiap senyum dan tawa dihadapan buah hatinya agar buah hatinya merasa baik-baik saja.
    Ibu adalah segalanya. Selebih itu, aku tak dapat mendeskripsikannya lagi.

  12. Nama : Luthfi Izzaty
    Twitter : @izzaty2011
    Kota tinggal : Yogyakarta

    Aku biasa memanggilnya Umi. Wanita 48 tahun yang melahirkanku 21 tahun lalu itu merupakan pintu surgaku. Hidup bersama umi, aku tau kalau ungkapan Arab itu benar2 nyata “Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya”. Umi adalah masterku, guru dari segala guru. Sampai kapanpun. Sampai aku merantau kemanapun. Umi tetaplah sekolahku, yang paling pantas memberiku ijazah atas kehidupanku.

  13. Nama : Anisa Febriandani
    Twitter : @IccaAniisa
    Kota : Depok

    Bagiku ibu adalah segalanya, biarpun dia mendidik aku dan adik-adikku dengan keras tapi dia tetap ibuku. ibuku menginginkan anak-anaknya untuk tidak manja, karena dia pernah berkata ibu ga bakal selamanya ada buat kamu, kamu harus mandiri jangan pernah bergantung sama orang lain.

    Mungkin sekarang aku belum bisa menggantikan semua jasa beliau tapi suatu saat nanti aku akan buktikan aku bisa menjadi orang yang bisa beliau andalkan.

  14. nama : nurul jamil
    twitter: @mutmainnahJ
    Kota tinggal : palopo

    pengaruh ibu dalam hidup, itu tidak akan ada habisnya. ibu bukan hanya wanita yang memasak di dapur tiap paginya, juga bukan hanya wanita yang mengajari anaknya tentang tata krama. bagiku, ibuku adalah orang yang sangat spesial. setiap hari memasak, pergi ke kantor, mengurus anak-anaknya, berbelanja keperluan sehari-hari, juga wanita hebat yang selalu memberi nasehat tentang kehidupan.

    ibu adalah semangat bagiku untuk terus memperjuangkan mimpi. dengan melihat wajah ibuku, aku kembali teringat bahwa ada mimpi yang masih harus diwujudkan.

  15. nama : Anisa Fitri
    twitter: @anisa_ainunf3
    Kota tinggal : Tangsel
    Peran Ibu menurut saya sangatlah besar, dimulai ketika beliau mengandung saya selama 9 bulan dan belanjut hingga saya tumbuh menjadi remaja seperti sekarang ini (kurang lebih 19 tahun lamanya) beliau lah yang mengurus semua keperluan saya walaupun peran bapak pun ada, tetapi ibu tetaplah ibu yang tahu segala sikap, prilaku dan semua yang berkaitan dengan saya. Bahkan hingga sampai usia segini pun kadang saya membutuhkan bantuan Ibu saya untuk membantu dan menyiapkan segala yang saya perlukan. Peran ibu sangatlah besar, saya menyebut bahwa ibulah sebagai pengabul do’a saya. Karena Ridha Allah tergantung pada ridha nya Orang tua. Ketika saya meminta sesuatu kepada Allah, tentulah Ibu (orang tua) yang berperan dahulu memberikan ridha nya kepada saya, ketika orang tuaRidha Allah pun juga ridha.
    Peran Ibu untuk saya adalah do’a yang mengantarkan saya di setiap langkah yang saya akan tuju.
    sekian dari saya…
    Dan sayangi ibu kalian yaa🙂

  16. Nama: Eka Novita
    Twitter: @kaopixx
    Kota Tinggal: Pekanbaru

    Ibu adalah sosok hero buat-ku, beliau menjadi tulang punggung dikarenakan bapakku sakit. Meskipun begitu beliau gak menunjukkan sikap kalo beliau lebih tinggi dari suaminya, selalu hormat ke suami. Ibu susah payah menabung sedikit demi sedikit untuk biaya kuliah-ku, dan memastikan aku hidup nayaman tanpa kekurangan. Ibu adalah sahabat yang selalu bisa diajak curhat, pola fikir beliau yang selalu muda membuatku mudah untuk berbagi rasa dg beliau. Beliau adalah sosok orang yang rela-tulus-tanpa pamrih berjuang dan mengabdi pada keluarganya. Buatku ibuku itu adalah anak yang baik untuk orangtuanya, istri yang berbakti pada suaminya, dan ibu yang dicintai anak-anaknya. Huuuhuhhhuuu jadi kangen ibuku…

  17. Nama : M Bahrul Ulum
    Twitter : @bahrululuem
    Kota Tinggal : Malang

    Ibu ya ? kalau aku jelaskan mungkin tidak akan ada kata-kata yang bisa menggantikan kata ibu. Aku sekarang sudah tumbuh dewasa, ketika melihat adek aku yang masih bayi. Aku sadar, ibu orang yang rela melakukan apapun untuk anaknya. Tidak ingin buah hatinya terluka. walaupun hanya sekedar gigitan nyamuk pun seorang ibu tdak akan rela. Ibu sosok segalanya bagiku. Dia melindungiku dari apapun itu. termasuk saat seorang ayah sedang memarahi dan memukulku. Ibu selalu ada membelaku walaupun itu aku yang salah. Mom’s is my everything. she is my superhero.

  18. Nama : Tri sulistiyowati
    Twitter. :@trisulis98
    Lokasi. : sleman, yogyakarta
    Galak. Beliau pernah menghukum dengan mengurung di kamar mandi, begitu ia tahu saya berbohong. Pernah suatu hari, saya merusak sandal yang masih bagus, dan berkata kalau sandal saya putus hanya karena ingin sandal baru seperti punya teman. Pernah saya dibiarkan menangis seharian, karena saya terus merengek dan merajuk minta dibelikan mainan yang mahal. Pernah saya memilih untuk mogok ngomong dengan ibu, setelah beliau menegur saya yang hanya nonton televisi seharian, padahal besok mau ujian. Bahkan pernah saya meminta kepada Tuhan, agar ia menukar ibu saya dengan ibu yang lain, yang selalu memberi apa yang saya mau, menuruti apa yang saya inginkan.

    Tak sekalipun saya mengingat, bahwa ibu lah yang selalu berjaga sepanjang malam saat saya demam. Ibu yang dengan sangat ikhlas mengayuh sepeda, mengantar ke sekolah agar saya kelak menjadi anak pintar. Hanya ibu yang mau menyuapi saya dengan tlaten, sementara saya asyik bermain sendiri. Ibu yang selalu kebingungan mencari, kalau saya pamit pergi, namun tak kunjung kembali. Ah, terlalu banyak jasa ibu dalam hidup, yang tak bisa saya hitung dan saya balas dengan apapun. Semua saya sadari, saat saya telah menjadi ibu. Saat itulah baru saya tahu, hal-hal yang awalnya pernah begitu “menyakitkan”, adalah cara ibu untuk membawa saya ke hal-hal yang benar. Sekarang, tak pernah lagi saya meminta Tuhan untuk menukar ibu, satu hal yang selalu ada dalam doa..jagalah ibu, agar beliau selalu dalam lindungan-Mu. Amiin ya Rabbal’alamin.

  19. Nama: Fajar Achmadi
    Twitter: @muntnyquist
    Kota Tinggal: Malang

    https://g4d4adventure.wordpress.com/2015/02/13/luaskan-pandangan-dan-wawasanmu-dengan-mataku/

    Ibu’ku itu satu-satunya Alasanku berani pergi bertualang dan kembali untuk pulang
    Ibu lah yang selalu menelepon aku setiap waktu hanya untuk memastikan aku dalam keadaan baik-baik saja.

    Ibu adalah orang pertama yang selalu tahu keadaanku. Beliau lah yang selalu menguatkanku saat terjatuh. Ibu juga yang masih mau merangkul pundakku dan mengusap lembut kepalaku disaat semua orang menyalahkan aku.

    Ibu membantuku menuju proses kedewasaan, bukan hanya dengan nasehat-nasehat tetapi juga dengan wujud nyata. Ibu mengajariku tentang sebuah kesederhaan. Kemewahan sejati tidak berasal dari materi, tetapi bagaimana aku bersyukur terhadap apa yang aku punya.

    Ibu juga mengajariku untuk menunduk disaat aku terlalu mendongak ke atas dan selalu merasa kurang. Ibu juga yang mengajariku untuk berbuat yang terbaik. Quote yang paling aku suka dari ibu “jangan terlalu senang ketika kamu senang, karena ketika kamu sedih pasti akan terasa sangat sedih”

    -FA-

  20. nama: siti latifah
    twitter: @lathifahsan
    kota tinggal: wonosobo

    dari ibu saya belajar untuk jangan mengatakan “tidak bisa” utk hal2 yg sulit. katakan saja”belum bisa” lalu belajarlah agar bisa. ibu yg mendorong saya masuk pesantren. meskipun ibu tdk mengenyam bangku kuliah, namun ibu mendorong anak2nya utk maju dan seimbang antara ilmu umum dan ilmu agama. ibu adalah tempat paling nyaman utk bersandar, tempat bercerita tanpa jeda dan tempat diaminkan segala doa.

    setelah menikah, saya memiliki 2 ibu. ibu kandung dan ibu mertua. ibu mertua sangat menyayangi anak dan menantu tanpa pilih kasih. dari ibu mertua saya belajar menjadi istri dan ibu yg tangguh. dari kisah perjalanan hidup ibu mertua saya belajar bahwa suami istri memiliki peran sama dalam keluarga, saling mencintai dan menguatkan, dan menjadi ibu adalah bagaimana mengasuh, merawat, dan mendidik anak agar mjd anak yg berbakti, berilmu dan berakhlak mulia. alhamdulillah saya dikaruniai 2 ibu yg luar biasa, dan semoga saya bisa mjd ibu yg kuat spt mereka

  21. nama: Bagus Budi Santoso
    twitter: @bbagusbudii
    kota tinggal: Jepara
    blog yang lain: http://www.bagoezone.blogspot.com

    Ibu adalah obat bagiku.
    Dulu waktu aku kecil, dan bahkan sampai sekarang, ibu adalah orang pertama yang selalu kutuju. Baik itu sakit karena jatuh, demam, hingga gatal-gatal. Ibu akan memijat badanku dengan perlahan dan itu sudah ibarat obat bagiku. Aku selalu terlelap di pangkuan ibu pada akhirnya setelah lama dipijat. Dan, ketika terbangun, entah kenapa rasa sakitnya akan hilang, atau minimal berkurang. Mungkin ini karena kasih sayang yang besar ibu, serta hubungan anak dan ibu yang memang lah tak mungkin dipisahkan, bahkan saat salah satunya sakit (anak) pun bagian yang lain (ibu) akan mampu menjadi penawar sakitnya.

  22. Nama : Rohani Arfah
    Twitter: @rohani arfah
    Kota : Makassar

    Peran ibu dalam hidup ku sangatlah besar. Dia adalah malaikat tanpa sayap. Yang berjuang susah payah menantang maut untuk menghadirkan ku di dunia. Dan beliau juga yang membentuk karakter ku dari kecil untuk tidak menjadi gadis manja yang cengeng dan lemah. Beliau mengajarkan ku arti ketegaran, rasanya pujian jarang keluar dari mulutnya, karena Beliau tak ingin aku menjadi besar kepala dan cepat puas. Beliau sering marah dan membentak kami saat melakukan kesalahan, bukan karena ia tidak sayang tetapi karena ia sedang mengajarkan kami tentang arti kehidupan, bahwa hidup tak selamanya akan mudah. Oleh karena itu kami harus siap. Beliau juga sangat jarang memenuhi permintaan kami untuk membeli mainan2 mewah seperti milik teman yang lain. Bukan karena ia tidak sayang, tetapi beliau tidak ingin kami anak2 nya menjadi konsumtif dan senantiasa menuruti keinginan yang blm kami butuhkan. Hingga kemudian aku bertanya2 kenapa ibuku berbeda dengan ibu temanku yang jauh lebih baik dari ibuku. Lalu kemudian di akhir hari kudapati dirinya membuka kamar kami dan memeriksa apakah kami tidur dengan nyaman. Ia sangat hati-hati menaikkan selimut untuk menghangatkan tubuh kami. Dan di akhir malam kudengar dirinya tengah berdoa pada Yang Maha Kuasa Untuk kesehatan, keselamatan, dan keberhasilan kami anak-anaknya. Hatiku pun terbukan. Dan di hari-hari berikutnya sering kumelihat bahwa ibuku banyak berkorban untuk kami anak2nya. Dia mengajarkan tentang arti cinta yang sesungguhnya. Dan sendainya aku bisa terlahir kembali di kehidupan berikutnya, aku ingin Beliau tetap menjadi ibuku.

  23. Nama : Rahimah
    twitter : @rahiey_Mah
    Kota : Aceh
    Ibu. Aku kehilangan
    kata-kata untuk satu
    kata itu ‘IBU’. Tak ada
    satu katapun yang cocok
    itu ,emdiskripsikan
    sosok itu. Apalagi kalo
    ditanya peran beliau
    untuk kita.
    Andaipun aku seorang
    penyair atau pujangga
    yang pandar merangkai
    kata-kata indah,
    sungguh aku akan
    kehilangan kata-kata
    untuk menjelaskannya.
    Ibu adalah segalanya.
    Tanpanya, aku tak tau
    apakan aku akan jadi
    ‘Aku’ yang sekarang.
    Tanpa ibu, apa jadinya
    aku??

  24. bagaimana peran ibu/mama/bunda/ummi/mami dalam hidupmu?

    Peran ibu dalam hidupku itu sangat amat penting, tidak ada kata2 yang bisa menjelaskan semua peran beliau…
    Ibu ku adalah malaikat penjagaku, bidadari tanpa sayap tercantik satu-satunya yang aku miliki, mentari dalam hidupku yang akan selalu bersinar di dalam hati…

    Nama : Silvi S.
    twitter : @shelv_25
    Domisili: Tangerang Selatan

  25. Nama : Rany Dwi Tanti
    Twitter : @Rany_Dwi004
    domisili : Tulungagung, Jawa Timur

    Banyak sekali peran ibu dalam hidup saya. Sosok malaikat tanpa celah itu selalu mengisi hari-hari saya. Sebagai teman sekaligus sahabat. Sebagai guru sekaligus penunjuk arah serta masa depan. Yang mengenalkan saya dengan dunia pertama kali. Yang mengajarkan saya berjalan dan berbicara. Beliau yang selalu mengingatkan saya untuk melakukan sesuatu. Yang menasehati saya jika saya melakukan hal yang salah. Semuanya. Ibu sangat memegang peranan penting dalam hidup saya.

  26. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s