REVIEW Scary Tales: Home Sweet Horror

Setiap orang merangkak masuk ke cangkang mereka sendiri. Bersembunyi dalam-dalam, seperti kura-kura dalam lumpur. (hlm. 36)

Liam dan Kelly pindah rumah, ayahlah yang merekomendasikan kepindahan mereka. Kematian ibu mereka telah mengubah Kelly, kakak perempuan Liam ini. Akhir-akhir ini, dia terlihat marah sepanjang waktu. Liam merindukan kakaknya, saat-saat indah yang biasa mereka bagi bersama. Sekarang ini, kakaknya menutup diri, menghabiskan waktu sendirian di kamar. Mungkin, semua akan jadi lebih baik di tempat baru ini.

Di rumah barunya ini, Liam kadang-kadang berpikir, dia mendengar suara yang teredam. Sebuah rintihan, sesuatu yang berbisik sehingga menyebabkan dia segera menghidupkan televisi keras-keras. Kata ayahnya, itu bunyi-bunyian khas rumah tua yang masih asing.

Liam tidak sependapat. Dia merasa, rumah ini sedang mencoba untuk bicara. Seakan-akan ingin menyampaikan sesuatu. Sebuah pesan. Namun, siapa yang bisa dia beri tahu? Tak seorang pun akan percaya kepadanya. “Liam dan imajinasinya yang berlebihan.” Begitulah mereka akan menjelaskan. Dia adalah seperti yang dikatakan setiap orang, seorang anak pemimpi. Lagi pula, Liam tidak dapat menyatakan pesan itu dengan tepat. Apa yang rumah itu coba katakan kepadanya?

Baca ini sok-sokan pas tengah malam menjelang tidur. Mikirnya, halah paling juga cerita tentang anak-anak kecil yang takut di rumah. Uwoww…ternyata saya juga merinding disko baca ini. Apalagi ilustrasinya yang nakutin macam ini, mukanya Marry nyeremin bikin kaget pas buka lembaran halaman yang ada ilustrasi wajahnya. Jempol banget buat ilustrasinya. Berasa hidup, hiyyy…. x)

Paling merinding di halaman 15, 27, 38 dan 50. Bikin bulu kuduk berdiri. Nggak lagi-lagi deh baca beginian malem-malem. Bikin susah tidur. Dianjurkan bacanya jangan malam-malam, apalagi sendirian. Jadi penasaran ama buku lanjutannya; I Scream, You Scream ama Good Night, Zombi! #KodeBuatIbuPeri

Keterangan Buku:

Judul                                     : Scary Tales: Home Sweet Horror

Penulis                                 : James Peller

Penerjemah                       : Hedwigis Chrisma Hapsari

Penyunting                         : Aan Wulandari Usman

Penyelaras aksara            : Nurul MJ

Perancang sampul           : Ashley Halsey

Penerbit                              : Noura Books

Terbit                                    : Januari 2015

Tebal                                     : 116 hlm.

ISBN                                      : 978-602-0989-12-9

10 thoughts on “REVIEW Scary Tales: Home Sweet Horror

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Wahh terjemah nih. Seru kayanya kisah mistisnya Liam. Apa dia berusaha nyelesain semua keanehan yg dirasakannya nggak ya?

  3. Ahh pengen bacaaa, aku suka cerita misteri begini, walaupun bikin ketakutan. Nyari bukunya di gramed pasti udah nggak ada ya? Palingan nanti ngubek2 google lah buat nyari ebooknya

  4. Horor mah horor aja, mau siang atau malem tetep aja nyeremin, apalagi karangan penulis luar yang biasanya lebih serem ngegambarin si hantu. Lagi baca pasti dikit-dikit tengok kanan-kiri, dikit-dikit liat kolong kursi/kasur, pendengaran jadi lebih sensitif pula.

  5. Horor mah horor aja, mau siang atau malem tetep aja nyeremin, apalagi karangan penulis luar yang biasanya lebih serem ngegambarin si hantu. Lagi baca pasti dikit-dikit tengok kanan-kiri, dikit-dikit liat kolong kursi/kasur, pendengaran jadi lebih sensitif pula, #hadeuuhh

  6. kayaknya menegangkan dan seru ceritanya, judulnya juga menarik, home sweet horor, kebetulan beberapa kali sering baca cerita seram walaupun genre nya agak berbeda ya, tp ceritanya tetep mencekam dan lebih baik dibaca siang hari hahaha, semoga aku bisa baca bukunya wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s