REVIEW Erebos

Kadang-kadang, hal-hal terjadi secara kebetulan. (hlm. 110)                                                         

Setiap manusia pasti senang main game. Dari jaman nitendo bahkan sampai PS. Sekarang banyak yang kecanduan akan game Get Rich. Semacam permainan monopoli digital. Di sekolah bahkan kelas XII, pernah mengadakan kompetisi ini. Jaman saya kuliah, teman-teman cowok biasanya kecanduan main PS, kalau nggak ada kuliah bisa betah di kamar kosan seharian. Beda lagi dengan teman-teman cewek di kosan dan juga saya pun (sempat) kecanduan main The Sims. Kalo nggak salah waktu itu memang sedang booming The Sims 2. Permainan ini kayak BP digital. Kalau jaman SD, main BP (Bongkar Pasang) cuma pake kertas-ketas yang udah ada bentuk orang dan baju-bajunya, permainan The Sims ini hampir mirip. Bedanya, imajinasi kita lebih tersalurkan. Kita bisa memilih mulai dari bentuk orangnya sampai segala perabotan rumah. Pokoknya main ini bikin lupa waktu. Bayangkan saja, main The Sims terkadang sampai menjelang Subuh, padahal jam 8 pagi ada kuliah jam pertama x) #KecanduanAkut

“Permainan ini sebenarnya lebih pintar darimu, dan kau akan tertipu dengan mudah.” (hlm. 253)

Seperti halnya di buku ini, Nick ketagihan sebuah game. Adalah Nick yang mendapatkan sebuah CD games dari seseorang. Sebelumnya, si pemberi ini sudah mengingatkannya jika nyawa adalah taruhannya. Permainan itu memiliki nama EREBOS.

Kata EREBOS dalam mitologi Yunani adalah Dewa Kegelapan dan personifikasinya. Menurut penyair Hesiod, Erebos adalah anak dari Khaos, selain Gaia, Nyx, Tartaros, dan Eros. Menurut Hesiod, pertama-tama adalah Khaos (ruangan hampa). Kemudian, Erebos lahir dari kedalaman kegelapan tak bercahaya. Nyx adalah istri Erebos dan melahirkan Tidur dan Mimpi dari Keburukan Dunia; kebusukan, penuaan, kematian, perselisihan, kemarahan, penderitaan, dan turun tahta, Nemesis, Moirai, dan Hesperides, yang di sini tampak sebagai aspek yang tidak hanya megancam Dewi Bulan, tapi juga kebahagiaan, pertemanan (Philotes) dan rasa kasihan.

Menurut legenda berikutnya, Erebos adalah bagian dari dunia bawah tanah, merupakan tempat yang harus dilewati oleh jenzah langsung setelah kematiannya. Erebos juga sering digunakan sebagai sinonim dari Hades, Dewa Dunia Bawah Tanah Yunani.

Bersama setiap hari yang baru, aku kehilangan pandangan akan kenyataan hidup. Kenyataan hidup itu bising dan tanpa aturan, tidak dapat diperhitungkan dan melelahkan.

Apa yang bisa dilakukan olehnya, dunia nyata itu? Membuat lapar, haus, dan tidak puas. Menyebabkan rasa sakit, menyebarkan penyakit, tunduk pada peraturan konyol. Yang paling penting, dunia nyata itu ada akhirnya. Selalu menuju pada kematian.

Hal yang penting dan mempunyai kekuatan adalah hal-hal lain, yaitu ide, keinginan yang besar, bahkan kegilaan. Semuanya yang jauh dari akal sehat.

Aku melepaskan diri dari dunia nyata. Aku menolak untuk menjadi bagiannya. Aku memutuskan untuk mengikuti godaan dunia lain dan terjun ke dalam keabadian ketidaknyataannya ini dengan sepenuh hati. (hlm. 259)

Nick Dunmore ini adalah representasi remaja masa kini. Kecanduan game, bahkan sampai lupa waktu dan kehidupan nyata. Pesan moral dikhususkan untuk orang tua, hendaknya memantau segala aktivitas anaknya meski itu di rumah atau bahkan di dalam kamar. Sebagai orang tua mesti mengetahui apa yang dilakukan anaknya, karena pintu menghalangi semuanya.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Pada akhirnya, kita semua akan mati. Aneh, kenapa banyak orang yang membesar-besarkan kematian, apakah terjadi lebih cepat atau lambat. Waktu mengalir seperti air dan kita ikut mengalir, walaupun kita berusaha keras untuk berenang melawan arus. (hlm.93)
  2. Betapa menenangkannya untuk mengalah. Membiarkan siang dan malam berjalan, tidak lagi melihat, mendengar, atau merasakan berputarnya dunia. Untuk hidup di dunia sendiri, tempat aturan yang berlaku ditetapkan sendiri. Tidak lagi mengejar tujuan yang tidak terhitung, tapi hanya mengejar satu tujuan, tetap dan konsekuen. (hlm. 93)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Begitu banyak hal buruk yang bisa terjadi saat anak-anak tumbuh dewasa. (hlm. 4)
  2. Berbicara dengan diri sendiri itu adalah pertanda buruk. (hlm. 5)
  3. Pelajaran kimia adalah sebuah siksaan hidup. (hlm. 14)
  4. Kau cuma mengalami sindrom bosan yang parah. Kau perlu sebuah hobi atau pacar. (hlm. 23)
  5. Justru karena permainan itu terbawa ke dunia nyata, maka permainan itu begitu memesona. (hlm. 273)
  6. Mati karena kebodohan. Jangan sampai terjadi, jangan sekarang. Hanya karena satu langkah yang salah. (hlm. 341)
  7. Berhenti menggangu orang lain hanya karena perasaanmu. Kau hanya akan mendapatkan kesusahan. Yang paling menyakitkan. (hlm. 351)

Ibu Nick merupakan representasi ibu-ibu kota jaman sekarang. Lebih demen ke salon ketimbang masak untuk keluarga. Di halaman 2, Nick hanya mendapati hotdogs padahal dia lapar setengah mati. Di halaman 23, ibu meninggalkan uang dan daftar belanja yang panjang tiada terkira di atas meja dapur; piza beku tiada akhir, lasagna, nugget ikan, dan pasta siap saji yang menandakan jika ibunya tidak akan masak untuk beberapa hari ke depan. Begitu juga di halaman 80, kita bisa melihat bahwa Ibu Nick ini hanya menyajikan menu makan malan berupa pasta dengan saus jadi.

Membaca novel setebal 578 ini seperti ikut memasuki game yang dimainkan Nick. Ikut tegang. Ikut deg-degan juga >.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Erebos

Penulis                                 : Ursula Poznanski

Penerjemah                       : Putri Kellermann

Penyunting                         : Putra Nugroho

Penyelaras aksara            : Nur Irawan

Penata aksara                    : Axin Makruf

Penerbit                              : Mizan Fantasi

Terbit                                    : Januari 2015

Tebal                                     : 578 hlm.

ISBN                                      : 978-602-1606-88-9

8 thoughts on “REVIEW Erebos

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Wah wah wah apa Nick endingnya mempertaruhkan nyawanya?
    Seru nih adventure story.
    Jadi inget cerita lain tema games berbahaya yg pernah kubaca deh tapi akhirnya kurang greget.
    Ini gimana ya?

  3. Gila gilaaa kereennn sumpah jadi penasaran sama kisah si Nick. Kisah petualangan, trs bukunya tebel pula, aku suka baca buku tebel. Bakalan aku masukin ke daftar wishlist aku.

  4. Zaman sekarang bukan games aja yang bikin kecanduan, tapi HP. Seharusnya buku ini baik dibaca terutama oleh para penggila games😀

    Buku terjemahan, kebanyakan buku bantal ya :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s