REVIEW Kimmy Puzzle

Biasalah darah muda. Menggelagak. Mudah marah. (hlm. 27)

Kisah ini berawal di suatu Senin siang, saat batang hidung Kimmy Callista Pratama yang berbintik-bintik hitam, alias berkomedo, itu tidak terlihat ketika sopir keluarga menjemputnya sepulang sekolah. Padahal guru dan teman-teman kelas 3 SMP Santa Kasih mengatakan bahwa Kimmy bersekolah di hari itu.

Usut punya usut, ternyata Kimmy menghilang. Kimmy lenyap. Kimmy raib. Mungkinkah Kimmy kabur? Atau jangan-jangan Kimmy diculik!

Setelah Bejo –sopir keluarga yang selalu mengantar -jemput Kimmy ke sekolah- dengan suara gugup mengabarkan kepada Jonah Pratama, ayah Kimmy bahwa keberadaan Kimmy tidak diketahui, dan telepon genggam gadis itu tidak aktif, maka tiga jam kemudian, tepatnya jam lima sore, keluarga inti Kimmy berkumpul; ayah Kimmy, ibu Kimmy, serta Oma dan Opa Samuel semua terlihat panik. Bahkan Fenita, ibu Kimmy sampai jatuh pingsan.

 

 

Penculik memberikan petunjuk. Tapi mereka tidak bisa memahaminya. Maka, mereka membutuhkan Detektif Freddie untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan bayangkan detektif ini lelaki tampan berbadan atletis, dengan lengan kemeja yang digulung sebatas siku, dan ikatan yang dilonggarkan. Detektif Freddie jauh dari tampilan itu. Kepalanya botak. Badannya pendek dan gemuk dengan gelambir lemak di sekitar perut dan lengan bawah. Laki-laki ini seakan-akan tidak memiliki leher, karena setelah dagu, berikutnya adalah dada. Wajahnya bopeng-bopeng bekas cacar. Matanya terlihat mengantuk dengan lingkaran hitam di bagian bawahnya. Bibirnya dower serta hidungnya superbesar. Rasanya kelereng pun bisa masuk ke dalam lubang itu.

Berbagai upaya dilakukan untuk menemukan Kimmy. Termasuk meyelidiki orang-orang terdekatnya. Pesan moral dari kisah Kimmy adalah remaja yang menjadi korban broken home, biasanya terabaikan dan tumbuh dengan sikap memberontak. Menjadi pelajaran bagi orangtua, jika berselisihpaham hendaknya jangan dihadapan anak-anak mereka, karena mereka akan menjadi korban keegoisan orangtua.

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Ambil tindakan. Memberikan solusi. Bukan hanya diam saja. (hlm. 27)
  2. Sudah hal biasa jika anggota keluarga kalau menyuruh sesuatu selalu memakai tambahan kata ‘cepetan’. (hlm. 63)
  3. Biasanya yang terjadi, kalau pusing dan sumpek dengan istri di rumah, kita akan cari hiburan di luar. Bukankah begitu? (hlm. 75)
  4. Punya istri satu saja sudah pusing. Apalagi kalau nambah simpanan. (hlm. 75)
  5. Kalau kamu terus menyangkal, maka hubungan kita tidak akan pernah membaik. (hlm. 107)

Keterangan Buku:

Judul                     : Kimmy Puzzle

Penulis                 : Kezia Evi Wiadji

Penyunting         : Gari Rakai Sambu

Desain sampul   : Sugeng

Penata letak       : Puput Novitasari

Pemeriksa aksara: Tika Yiutaningrum

Penerbit              : Media Pressindo

Terbit                    : 2014

Tebal                     : 160 hlm.

ISBN                      : 978-979-911-424-2

10 thoughts on “REVIEW Kimmy Puzzle

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Agak lucu juga ngebayangin si detektif Freddie dari review yg kakak kasih :v aku tertarik sama cerita detektif gini

  3. Wow ini bukunya ka kezia tohh
    Ga nyangka
    Hihi komen2in review ka luckty jadi tau banyak karya2 penulis yg aku tahu
    Tapi agak sedih juga liat deskripsi detektifnya ><
    Adakah manusia sebegitu rupanya di dunia ini?
    Hmmm.. coba ada GAnya
    Kalo menang aku bisa kasih adek aku baca, soalnya novelku roman semua
    Adekku cowok, masa baca yg begituan mulu

  4. Seru, cuma jadi kocak gara-gara tokoh si detektif. Bahkan waktu pertama baca kalo detektifnya berkepala plontos, yang kebayang malah Hercule Poirot, #eh ternyata, jauh dari ekspektasi kebanyakan. Tapi jangan diremehin juga, bisa jadi dia emang detektif yang jago

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s