REVIEW Gerimis Bumi + GIVEAWAY

Manusia itu sama seperti gedung. Lantai dasarnya adalah jiwa dan sikap. Awalnya manusia berpikir, setetes noda tidak akan jadi masalah. Cuma setetes itu. Lalu berlanjut dan terus berlanjut. Hingga lama kelamaan, bercak hitam mulai memenuhi tiap jengkal lantai serta meresap ke dalam. Kita tidak tahu, yang harus dilakukan hanyalah menebarkan bedak putih yang murni. Untuk menyerap oli juga sikap buruk. Ratakan dengan sapu sikat. Proses ini tidak hanya ada satu kali. Perlu berkali-kali agar mendapatkan hasil maksimal. Noda meresap pada laintai hitam pekat ini saja bisa dibersihkan. Mengapa tidak dengan sikapmu? Jika kau saja lelah. Lalu sikap seperti apa yang kau harap ditunjukkan oleh orang di sekitarmu? (hlm. 9)

Manusia terkadang susah lepas dari masa lalu. Salah satu paling ampuh untuk menghapus masa lalu adalah meninggalkan tempat yang menyimpan segala masa lalu itu. Begitulah yang dilakukan Bumi. Di usianya yang dewasa, dia melakukan kesalahan yang cukup fatal hingga dia harus menanggung sebab akibatnya.

Masa lalu tidak perlu dilenyapkan, dihilangkan, atau dibersihkan. Tidak perlu. Tidak akan bisa. Yang harus kau lakukan adalah menggunakan masa lalu kelam itu untuk menjadi lebih baik. Menjadi berguna. Jadilah orang yangberguna bagi masyarakat. Agar perlahan orang tidak mengingat sisi gelapmu. Tapi sisi bersih. (hlm. 10)

Dengan bantuan dari Pak Abdullah, Bumi keluar dari kebisingan hidup dan memutuskan untuk tinggal di Parepare. Di sini, dia akan menjadi seorang tenaga pengajar di SMK Terpadu Tebing Alam. Dia akan mengajar di dua program keahlian; teknik otomotif dan teknik sepeda motor. Selain suka mengutak-atik kendaraan bermotor, Bumi juga gemar mengabadikan berbagai hal melalui lensa kamera.

Tuhan kadang suka mempermainkan. Mengapa tidak dia pasangkan saja dua orang yang saling cinta? Mengapa pula harus ada pihak ketiga, keempat atau kelima? Menyebalkan! (hlm. 3)

Selain Bumi ada beberapa tokoh utama lainnya; Sinta, Ardy dan Ruth. Mereka bertiga ini bakal menjadi murid di sekolah Bumi kelak akan mengajar. Banyak kejadian dan hal-hal yang tak terduga akan dialami oleh masing-masing tokoh yang nantinya saling akan terpaut satu sama lain.

Manusia itu memang diciptakan dengan saluran air mata dan hati. Ketika hati mereka tersentuh, baik itu sedih, marah, terlalu gembira bahkan takut, terbentuklah air mata. Lagipula, mata itu harus selalu dibasahi dengan air mata. Jika tidak, bisa iritasi dan kering. Air mata membilas zat pengiritasi. Sama seperti tanaman yang memerlukan air atau bumi yang memerlukan hujan. (hlm. 31)

Ada beberapa bagian favorit dalam buku ini; di halaman 14 ketika Sinta membaca novel dengan air mata mengalir bahkan ingusnya naik turun tanpa sadar ada seseorang yang memperhatikannya, di halaman 19 ketika dengan usilnya Bumi memungut kunci perpustakaan yang terjatuh ketika Sinta membawanya dan di halaman 30 ketika lagi-lagi Sinta kedapatan menangis berurai air mata ketika sedang menonton drama berlatar Korea jaman dahulu; ‘Jewel in the Palace’. Ada juga trivia judul buku yang ditulis sebelumnya oleh penulis buku ini; Labirin, coba tebak halaman berapa?!?😀

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Mempertahankan hak milik juga penting. (hlm. 12)
  2. Jodoh itu diberikan Tuhan dan didapatkan dengan usaha. (hlm. 105)
  3. Rugi kalau galau dan stres hanya karena patah hati. (hlm. 106)
  4. Mengetahui sahabat yang telah begitu dekat dan berarti sedang berada dalam kondisi terburuk tanpa dapat melakukan apa pun adalah hal yang sangat menyakitkan. (hlm. 129)
  5. Tuhan sudah menciptakan tubuh manusia maupun mahluk hidup di dunia ini dengan kemampuan untuk meregenerasi sel-sel tubuhnya. (hlm. 167)
  6. Kadang kala kita harus membuka luka. Disterilkan dahulu. Agar mampu menerima proses penyembuhan. (hlm. 168)
  7. Mengobati patah hati bagusnya dengan mencari cinta lain. (hlm. 173)

Banyak juga selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Bumi makin lama makin hancur oleh segala macam perusakan yang dilakukan oleh manusia yang hidup di dalamnya. (hlm. 2)
  2. Menunggu lima atau sepuluh menit tidak akan membuat kehilangan uang. (hlm. 5)
  3. Terlalu banyak hujan juga tidak baik. Akan banjir. (hlm. 31)
  4. Apa gunanya menangis tidak jelas terus? (hlm. 31)
  5. Jangan mimpi terlalu banyak. (hlm. 33)
  6. Jangan pilih-pilih makanan. Seperti anak kecil. (hlm. 82)
  7. Sudah tidak zamannya Power Rangers menyelamatkan bumi. Tapi, sekarang sudah zamannya Naruto sam Bima Ksatria Garuda. (hlm. 83)
  8. Kamu berpikir untuk meminta jodoh melalui sumur? Kalau semudah itu, tidak akan ada yang jomblo. (hlm. 105)
  9. Makanya usaha. Jangan suka dipendam sendiri. Lama-kelamaan, bakal mati karena putus asa. Rugi sendiri. (hlm. 106)
  10. Patah hati itu sakit banget. (hlm. 107)
  11. Kalau patah ya mudah. Di-gips saja biar yang patah kembali utuh. (hlm. 171)
  12. Makan! Kerja boleh saja, tapi tetap harus ingat makan. (hlm. 188)
  13. Tak ada orang waras suka melihat pacarnya bersama pria lain? (hlm. 226)

Banyak poin lebih dari buku ini. Mengambil setting di kota kecil; Parepare. Ada selipan beberapa kuliner khas Parepare yang disajikan dalam novel ini. Jarang-jarang loh novel mengangkat kehidupan anak SMK. Ini kisah remaja, tapi isinya nggak menye-menye. Suka ama covernya, biru unyu. Covernya sangat merepresentasikan isi bukunya.

Banyak pesan moral yang disampaikan lewat para tokohnya; cinta, persahabatan, dan cita-cita. Lewat tokoh Bumi kita bisa mengambil hikmah jika masa lalu yang buruk terkadang memberikan hikmah di masa yang akan datang. Lewat tokoh Sinta yang sangat setia kawan sampai harus merelakan perasaannya demi persahabatannya agar tidak putus. Lewat tokoh Ardy betapa cita-cita terkadang tak sesuai dengan keinginan orangtua, bukan berarti melampiaskannya pada hal-hal yang menjurus negatif. Lewat tokoh Ruth juga kita bisa mengambil hikmah bahwa terkadang kenyataan dan impian tak sejalan dan berkorban demi kebahagiaan orang lain.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Gerimis Bumi

Penulis                                 : Catz Link Tristan

Editor                                    : Pradita Seti Rahayu

Penerbit                              : PT. Elex Media komputindo

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 272 hlm.

ISBN                                      :978-602-02-5263-6

PicsArt_28_01_2015 11_30_06

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @catzlink. Jangan lupa share dengan hestek #GAGerimisBumi dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah jika mendengar kata ‘gerimis’, apa yang terlintas dalam pikiranmu?

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GAGerimisBumi yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GAGerimisBumi ini berlangsung enam hari saja: 16-21 Februari 2015. Pemenang akan diumumkan tanggal 22 Februari 2015.

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh saya! ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

PicsArt_11_02_2015 8_11_27

38 thoughts on “REVIEW Gerimis Bumi + GIVEAWAY

  1. Giveaway lagi? Wah, ngiri! Mbak Lucty sering banget bikin GA.

    Setiap mendengar kata Gerimis, saya akan ingat masa kecil. Saya yang memang tumbuh besar di kampung, sudah biasa menunggu gerimis turun hingga hujan lebat dan diakhiri redanya hujan, untuk hujan-hujanan. Ada gelak tawa bersama teman-teman sebaya ketika tubuh dihujani air langit. Momen bahagia yang sederhana, yang tidak melibatkan kekhawatiran dan stress, karena saat usia kanak-kanak, bermain adalah hidup.

    Sekarang, ingatan itu kerap hadir ketika melihat gerimis dari lantai 4 tempat kerja. Kenikmatan masa kecil yang bahagia. Bahkan untuk saya, gerimis yang sering disandingkan dengan romantis, masih kalah dengan ingatan masa kecil.

    Pernah muncul pertanyaan, apakah anak-anak yang tumbuh dan besar di kota besar, pernah mengalaminya pengalaman serupa? Jawabannya, tidak semua. Bahkan kebanyakan anak-anak itu harus menghindari hujan-hujanan. Ah, saya merasa jauh lebih beruntung pernah dikenalkan alam -gerimis- akan indahnya bagahia masa kecil.

    Jadi kangen hujan-hujanan tanpa baju. Arggggghhhh (jangan dibayangkan bugilnya ya!)

    Nama: Hapudin
    Twitter: @adindilla
    Kota: Cirebon

  2. setiap mendengar kata gerimis, rasanya ingin sekali menatap keluar jendela, dimana cakrawala duniaku terbuka. aku ingin sesekali menikmatinya. Jika ada kesempatan melangkah ke luar, aku akan memperlambat jalanku, merasakan setiap tetes yang menggoda diriku untuk tetap berada disana beberapa waktu lagi. Gerimis mengingatkanku tentang kehidupan. Betapa beruntungnya aku, masih diberi kesempatan untuk bernapas, mencintai, merasakan hangatnya sentuhan pujaan hatiku dibalik selimut. Dia yang selalu kurindukan. Dia mengajariku untuk memaknai hidup ini. Di balik gerimis ini pula, ia membawaku ke peraduan kami setelah ia mengucapkan akad. Ini cinta sejati, pikirku. Cinta yang tumbuh karena kecintaan pada sang Pencipta. Semoga akan abadi.

    Nisa
    @icajahe
    Bogor

  3. Kalau gerimis mengingatkanku pada rumput.
    Sewaktu kecil kalau lagi main dan gerimis. Selalu saja mengambil rumput dan diletakkan pada telinga. Kemudian… main lagiiii.

    Asyeeek.

    Makasih atas reviewnyaaa kecuup mbak unyuuu

  4. Setiap aku mendengar kata gerimis, aku memikirkan hujan. Aku suka melihat gerimis hujan, entah kenapa itu bisa membuatku tenang dan terkadang ketika aku mempunyai masalah dengan melihat gerimis tiba-tiba masalah tersebut tidak menjadi beban lagi.
    Mungkin ini aneh, tapi beginilah aku. Si penyuka gerimis :’)

  5. @jiahjava Jepara
    Gerimis itu ngingetin buat julurin lidah, rasain air yang netes dan InsyaAllah tidak akan masuk angin.

    Entah teori dari mana. Guru Bahasa waktu MTs dulu yang ngasih tahu. Kayanya sih gemes aja liat murid2nya yg kebanyakan musafir gak punya payung. Jd waktu gerimis dan berakhir hujan pada heboh julurin lidah.

  6. Nama : Sofhy Haisyah
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Domisili : Makassar

    Yang aku pikirkan jika mendengar kata gerimis, yaitu kenangan menunggu Ayah pulang kantor🙂. Waktu kecil, zaman-zaman TK aku suka nungguin Ayahku pulang makan siang dirumah.. Kebetulan kami tinggal dirumah dinas, jadi jarak kantor dan rumah itu gak jauh..

    Nah setiap Ayah pulang, aku suka banget nungguin beliau di pintu atau teras rumah. Tapi saat gerimis ataupun hujan mulai turun, aku pindah tempat di balik jendela. Sambil duduk termenung menunggu, aku biasanya senang melihat rangkaian air yang hujan turun dari titik terus jadi bentuk lingkaran (gak tau gerakan di air dalam kamus itu istilahnya apa).

    Tapi terkadang juga, kalo emosi sensitif aku kambuh, aku biasanya nangis gak jelas😦 nangisnya karena aku khawatir, kok Ayah belum pulang, Ayah nanti kehujanan, Ayah kedinginan/sakit (Ayahku gampang sakit kalo kena hujan), Ayah belum makan siang.. Huuu, itu biasanya aku nangis sambil kebawa sampe tidur diruang tamu.

    Eh, setelah bangunnya aku sudah ada dikamarku. Ternyata, Ayah udah pulang pas aku tidur siang, terus angkat aku kekamar.🙂

    Sayang, aku udah gede. Ayah juga udah Masa Persiapan Pensiun tahun ini. Jadi nangis di depan pintu saat gerimis atau hujan, terus diangkat kekamar, pasti udah gak bisa. :’)

  7. Afifah
    @fifnoor
    Bogor

    Kata “gerimis” membuatku membayangkan gerimis, yang menjadikan suasana lebih tenang, tentram, dan damai, seolah suasana itu bisa memudahkanku masuk ke spirits world *Avatar Korra kali.* Gerimis adalah waktu yang cocok untuk meditasi. Kalau sedang tidak gerimis, membayangkan gerimis pun bisa untuk meditasi.

  8. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Kota : Purwakarta

    Kalau Gerimis tuh ngingetin klo kesedihan dan kebahagiaan tuh datangnya bareng-bareng seperti hujan dan pelangi. Rasanya bisa berbagi kesedihan sama bumi.

  9. Nama : Luthfi Izzaty
    Akun Twitter : @izzaty2011
    Kota : Yogyakarta

    Setiap mendengar kata ‘gerimis’ ada dua hal yang langsung mampir di benakku. pertama, petrichor alias bau tanah pas gerimis turun. heuuuuummmm waaangiii banget. aku suka banget baunya. jadi selalu inget itu. dan kalau ada yg bilang “eh, gerimis!” nah aku buru2 keluar ruangan demi ngebauin wanginya tanah :”)
    kedua, gerimis selalu ngingetin aku dgn sekelompok manusia keren dan asik. kami punya komunitas, nama nya Gerimis. mereka temen2 antar fakultas di kampus. ngobrol sama mereka tuh asik! apapun bisa jd bahan diskusi. pengetahuan mereka keren2 dan aku saluuut bgt (y) ukhuwahnya juga keren abis! i love them. hahahaa salam sayang buat Gerimis❤

  10. Nama: Wulida Nadhila
    Twitter: @Jm_nim
    Kota: Bojonegoro (jatim)

    Setiap mendengar kata ‘gerimis’ aku selalu ingat bau amis. Gerimis itu amis. Gerimis selalu membuka kenangan lama, kenangan saat umurku 6 tahun, kenangan saat pertama kali aku melihat orang meninggal dengan mata kepalaku sendiri. Hari itu gerimis, aku dengan ceria berlari-lari di halaman rumah. Tiba-tiba ada suara ban berdecit, aku yang penasaran mendekati suara tersebut. Tapi yang kulihat warna merah darah dari korban kecelakaan, darah di mana-mana. aku yang terlampaui kecil tiba-tiba mual dan yang bisa kulihat dimana-mana hanya darah dan bau amis.

  11. Assalamualaikum.
    Nama : Manika putri
    Akun Twitter : @ManikaPK

    Yang terlintas di benak saya waktu baca kata ” gerimis” itu lagu ini,
    Eh ujan gerimis aje
    ikan teri di asinin
    eh jangan menangis aje
    yang pergi jangan di pikirin

    Lagunya betawi banget ye. Sempet sempetnya lagi terlintas di pikiran😆

  12. andi febrianti pratiwi
    @fbriantipratiwi
    makassar

    romantis!
    klise, ya? tapi… gimana, dong? kalau aku udah dengar gerimis, hatinya tentraaam banget. kayak ada yang tiba-tiba datang kasih kejutan dan usap-usap kepala sambil meluk erat, jadi nggak perlu selimut lagi. (tapi siapa? siapaaah?) *abaikan*
    dan cuma gerimis yang dengan ajaibnya bikin perasaanku mendadak mellow. bawaannya pengen baca novel Gerimis Bumi *ehem* sambil dengar musik sendu yang lamat-lamat, ditemani kopi panas, dan nggak boleh ketinggalan: gerimis.
    intinya, nggak ada yang lebih ajaib membawa romantis, kehangatan, rasa sendu, dan sukses bikin ngantuk orang insomnia akut selain gerimis.❤

  13. @chi_yennesy~Padang
    saat gerimis turun, yang aku ingat adalah kalimat bahwa hujan selalu punya resonansi untuk membawa kenangan. Setiap hujan dan melihat ke kaca, satu persatu peristiwa berlompatan. Tidak selalu punya aturan, bagian ingatan bermunculan sesuka hatinya. yang pasti menatap gerimis memberikan ketenangan sendiri yang secara ajaibnya mampu membuatku bermenung untuk menatapnya. Tak selalu sendu yang hadir, penggalan bahagia juga bisa menyerta. Dan satu lagi, jika gerimis datang yang selalu teringat adalah mie instan, duduk memandangi gerimis ditemani semangkuk mie rebus hangat adalah kenikmatan tiada tara ^^

  14. Dias Shinta Devi
    @diasshinta
    Bogor

    Setiap denger kata ‘gerimis’ kalau di dalem ruangan, yang dipikirin adalah… “basah” dan “mager” ke mana-mana. jujur aja nih ya, kalau cuma denger kata ‘gerimis’ yang menyeruak di pikiran ya mager alias males ke mana-mana karena pasti basah jadi pikirannya langsung pengen diem di rumah baca novel sambil nyantai. bukan nggak suka gerimis, aku lebih suka terjebak bersama gerimis dibanding hanya mendengar kata “gerimis”. kalau hanya mendengar, efeknya akan sangat berbeda dengan ketika gerimis itu bener-bener membelai lembut sekujur tubuh sehingga mampu menguapkan perasaan letih dan menyesapkan rasa bahagia. hehe
    makasih mbak luckty :))

  15. Jika mendengar kata ‘gerimis’, apa yang terlintas dalam pikiranmu?

    Jika dikaitkan dalam sebuah hubungan, menurut saya, ‘gerimis’ itu PHP. Sebuah kenikmatan yang hanya dirasakan sesaat. Awalnya memang terkesan romantis. Tapi setelahnya? Bersiap saja menghadapi kenyataan. Bahagia? atau kecewa?

    Sebab, terkadang kita terlalu berambisi untuk bisa melihat indahnya pelangi, begitu juga mentari. Ibarat dua sisi mata uang yang berlawanan, kita tak akan selalu pandai menerka harapan. Hanya saja… “Mempertahankan hak milik juga penting. (hlm. 12)”.

    Lalu, bagaimana jika ternyata hujan deras yang akhirnya memukul tubuh kita? “Kadang kala kita harus membuka luka. Disterilkan dahulu. Agar mampu menerima proses penyembuhan. (hlm. 168)”.

    Realitanya, gerimis selalu memunculkan kedua rasa itu. Ketika saya menikmati setiap buliran lembutnya, tentu ada rasa sakit yang telah menanti. Setelah bahagia, lalu sakit. Sakit apa? Intermezzo ; Migrain. Flu. Batuk. Panas. Ya, seperti inilah kondisi saya sekarang. Berbeda ketika saya masih kanak-kanak. Saya versi kecil jauh lebih tangguh daripada yang sekarang. Dari hal ini saya bisa menyimpulkan, bahwa melihat masa lalu itu tidak harus dengan pandangan buruk. Selalu ada bagian yang menggugah semangat. Dan bersama gerimislah saya bisa mencuci bersih kenangan pahit itu.

    Nama : Mochammad Ambari
    Twitter : @Ensiklobayi
    Kota : Cirebon

  16. Nama: Masitah Fitria Ningrum
    Twitter: @masitahfn
    Kota: Samarinda

    ‘gerimis’

    apa yg saya fikirkan tergantung dimana keberadaan saya tapi intinya gerimis selalu mengandung kecemasan bagi saya. Kalo lg dikampus tbtb gerimis pasti langsung kefikiran nenek yg sendirian dirmh ya takut kepeleset lah takut jatoh lah soalnya nenek tipe orang yang ga bisa diem. Trus suka kepikiran sm bapak yg kerjanya nyupir mobil semen, duh takut aja kalo ada apa2 dijalan tapi amit2 deh. Kalo lg dirmh dan udh rencana mau suting tbtb gerimis ya fikiran saya aduh bisa nggak jadi syuting nih, atau udah rencana mau pergi kemana gitu tbtb gerimis yah tetep nekat pergi apa tunggu reda ya gerimisnya. Trus kl lg nunggu org dan tbtb gerimis, duh dia udh sampe mana ya kehujanan gak yaa dia? Intinya gerimis itu mengandung kecemasan, walaupun beberapa org ad yg menyukai gerimis karna dianggap bisa menggagalkan suatu rencana misalnya wah asik gerimis nih pasti dosennya gak masuk deh. Tapi tetap saja gerimis selalu mengandung kecemasan tentang dimana orang2 yg kita sayangi, sedang apa mereka dan semoga mereka baik2 saja. Intinya gerimis slalu menghadirkan fikiran cemas.

  17. Jika mendengar kata ‘gerimis’, apa yang terlintas dalam pikiranmu?

    Jika dikaitkan dalam sebuah hubungan, menurut saya, ‘gerimis’ itu PHP. Sebuah kenikmatan yang hanya sesaat. Awalnya memang terkesan romantis. Tapi setelah itu? bersiap saja menghadapi kenyataan. Bahagia? atau Kecewa?

    Sebab, terkadang kita terlalu berambisi untuk bisa merasakan indahnya pelangi, terlebih mentari. Ibarat kedua sisi mata uang yang saling berlawanan, kita tak akan selalu bisa menerka harapan. Hanya saja… “Mempertahankan hak milik juga penting. (hlm. 12)”

    Lalu, bagaimana jika ternyata hujan deras yang akhirnya memukul badan kita? “Kadang kala kita harus membuka luka. Disterilkan dahulu. Agar mampu menerima proses penyembuhan. (hlm. 168) ”

    Realitanya, gerimis selalu mengundang kedua rasa itu. Ketika saya menikmati setiap buliran halusnya, secara tak sadar, rasa sakit mengiringinya. Setelah bahagia, lalu sakit. Sakit apa? Intermezzonya ; Flu. Batuk. Demam. Seperti inilah kondisi tubuh saya sekarang. Berbeda ketika saya masih kanak-kanak. Saya versi kecil ternyata jauh lebih tangguh daripada sekarang. Dari hal ini saya bisa menangkap kesimpulan, bahwa masa lalu itu tidak harus dilihat dengan pandangan buruk. Tentu selalu ada bagian yang menggugah semangat. Dan bersama gerimislah saya mencuci bersih kenangan pahit itu.

    Nama : Mochammad Ambari
    Twitter : @Ensiklobayi
    Kota : Cirebon

  18. Naufal RM
    @NaufalRM
    Tangerang

    Yang terlintas di dalam pikiranku kalau mendengar kata ‘gerimis’ adalah… aku ingin pakai jaket, celana jeans panjang, sendal jepit Swallow warna biru, dan menggendong ransel. Dengan semua outfit itu, aku ingin berjalan santai di bawah gerimis yang turun. Sambil berjalan, sambil memikirkan dan merenungkan berbagai hal. Kalau gerimis sudah berubah menjadi hujan, aku akan mengeluarkan payung dari ransel untuk memayungi diriku agar tidak kehujanan. Dan, kembali berjalan santai sambil memikirkan dan merenungkan berbagai hal. Namun, bedanya aku berjalan sambil memayungi diri di bawah hujan. Ah, aneh memang. Aku memang mendadak sentimentil kalau gerimis dan hujan datang.

  19. Nama: AnaNurulM
    Twitter: @anaanum19
    Kota tinggal: Jember, Jawa Timur

    “Gerimis”

    Begitu mendengar kata gerimis, hal yang terpikirkan olehku adalah “cucian”… Ya karena gerimis terkadang menjadi pertanda dimulainya hujan, bisa juga hanya gerimis tanpa disertai hujan… Meski begitu cucian harus segera diangkat kan… ^^

    Jika duduk sambil memandangi gerimis, hal ini yang akan membawa ingatanku ke banyak hal, banyak kenangan… kenangan saat masih kecil, saat-saat menengadahkan tangan menangkap air, menghitung jumlah air yang menetes yang ternyata banyak dan sulit di hitung… Saat sekolah… Dan masih banyak lagi… Jadi gerimis itu seperti musik… Mesin waktu sederhana yang akan membawaku menjelajah ke banyak kenangan, kenangan di bawah gerimis tentunya ^^

  20. Yang terlintas saat mendengar kata gerimis adalah :

    Jemurankuuuuuuuuuu!!!
    Kenapa jemuran? Soalnya kadang kalo udah gerimis2 cantik gitu ya, jemuran pasti langsung dipindahin soalnya takut gerimisnya berubah jadi hujan deras, tapi kadang udah gerimis tapi gak ujan. Khaan php banget. Kalo udah gitu aku pindahin lagi jemuran nya, kan bikin kesel kadang bisa sampe 3 ato 4x mindah mindahin jemuran nya.

    Nama : Linda Novianty
    ID Twitter : @cumee22
    Kota Tinggal : Bekasi

  21. Laura Lidya Monica Putri
    twitter: @LauraLmcP
    Batam

    ”GERIMIS”
    Kata ini selalu mengingatkanku akan masa kecil yang senang, bebas, bahagia dan tanpa beban. Gerimis selalu ditunggu-tunggu olehku dan teman-teman, hingga menjadi hujan. Yap, gerimis pada dasarnya adalah hujan rintik-rintik atau kecil-kecil. Berdiri di pinggir jalan sambil menunggu gerimis datang, rasanya senang sekali. Ketika gerimis datang, gerimis itu mulai membasahi sedikit demi sedikit rambutku hingga seluruh tubuhku. Membuat semua tubuhku basah dan kedinginan, namun segala beban atau permasalahan rasanya lenyap sudah akibat gerimis. Mereka luntur, hancur dan luruh bersama gerimis, hingga menyisahkan tubuhku yang basah, kedinginan dan tanpa beban apapun.

    Namun sekarang, ketika sudah memasuki usia dewasa, melihat gerimis atau hujan rasanya akan berbeda. Yang diingat bukan hanya masa kecil yang indah dan tanpa beban, namun yang diingat kini adalah betapa banyaknya permasalahan yang semakin banyak dan rumit, dan mungkin belum tentu ada penyelesaiannya yang kini harus dihadapi seorang diri. Terkadang, ingin rasanya menyatukan kembali diri saat gerimis dan hujan, agar semua beban yang ditanggung di kedua pundakku hilang dan luruh bersamanya, dan ingin juga rasanya menangis di tengah gerimis atau hujan, agar tidak ada yang tau kalau aku sedang dalam masalah dan menangis. Menangis di tengah hujan.

  22. Assalamualaikum. Saya repost ulang ya mbak. Mihihihi/.\
    Nama : Manika putri
    Akun Twitter : @ManikaPK
    Kota : Depok ( Baru dicantumin/.\)

    Yang terlintas di benak saya waktu baca kata ” gerimis” itu lagu ini,
    Eh ujan gerimis aje
    ikan teri di asinin
    eh jangan menangis aje
    yang pergi jangan di pikirin

    Lagunya betawi banget ye. Sempet sempetnya lagi terlintas di pikiran😆

  23. Nama: Ratih Mardianingsih
    Twitter: @Arial_ratih
    Kota: Kendal, Jateng

    Hal yang terlintas di pikiranku jika mendengar kata ‘gerimis’ adalah tidur. Iya, karena pasti sebentar lagi akan hujan deras jadi semua kegiatan di luar terpaksa di-cancle. Daripada sakit karena kehujanan.

  24. Assalamualaikum semuanya…. karena saya mengikui GA ini bertepatan dg Tahun Baru China, maka sy jg ingin mengucapkan “Gong Xi Fa Cai” bagi yg merayakan🙂, Selamat Tahun Baru Imlek ke-2566 ^^

    Kembali ke Giveaway : Membaca pertanyaannya, saya jd tertarik untuk mengikuti GA ini.

    Mendengar kata “Gerimis”, saya berpikir ttg sebuah rasa yg sulit, sedih atau mungkin identik dg air mata. Itulah Gerimis menurut saya.

    Semua orang bisa mengartikan setiap kata sesuai dg mood, khayalan atau pribadi mereka masing2. Namun sy berpikir, tak selamanya gerimis harus berarti kesedihan. Semua tergantung pd mereka yg mengartikan.

    Apakah kalian tahu, Gerimis yg perlahan jg akan berubah menjadi hujan deras. Mungkin itulah jk air mata yg membasahi pipi tdk segera kita usap dg kebahagiaan atau keikhlasan. Semua bisa mnjadi petaka atau kehancuran hati yg sangat dalam.

    Mendengar kata Gerimis, sekali lg sy berpikir ttg hujan. Bahwa banyak orang mengatakan sangat menyukai hujan. Bkn krn bau tanah yg ditimbulkan terasa segar atau air yg Tuhan turunkan dr langit membawa kesejukan. Melainkan mrk menyukai hujan krn mrk bisa meluapkan emosi, kesedihan jg air mata mrk diantara derasnya air yg jatuh ke bumi. Supaya tak ada yg melihat, bhw mrk sedang bersedih. Atau ada air mata yg turun membasahi pipi mereka.

    Menurut yg prnh sy baca, Hujan memiliki kemampuan menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan gerimis adalah permulaan yg bagus untuk itu :’)

    Kadang sy berharap, bisa menemukan gerimis yg membawa kebahagiaan. Tak hanya kesedihan. Meski sulit dan harus melalui mendung (atau hati yg gelisah). Kemudian setelah gerimis yg berganti hujan itu reda. Saya harap bisa segera menemukan pelangi yg indah menuju masa depan🙂

  25. Assalamualaikum semuanya…. karena saya mengikui GA ini bertepatan dg Tahun Baru China, maka sy jg ingin mengucapkan “Gong Xi Fa Cai” bagi yg merayakan🙂, Selamat Tahun Baru Imlek ke-2566 ^^

    Kembali ke Giveaway : Membaca pertanyaannya, saya jd tertarik untuk mengikuti GA ini.

    Mendengar kata “Gerimis”, saya berpikir ttg sebuah rasa yg sulit, sedih atau mungkin identik dg air mata. Itulah Gerimis menurut saya.

    Semua orang bisa mengartikan setiap kata sesuai dg mood, khayalan atau pribadi mereka masing2. Namun sy berpikir, tak selamanya gerimis harus berarti kesedihan. Semua tergantung pd mereka yg mengartikan.

    Apakah kalian tahu, Gerimis yg perlahan jg akan berubah menjadi hujan deras. Mungkin itulah jk air mata yg membasahi pipi tdk segera kita usap dg kebahagiaan atau keikhlasan. Semua bisa mnjadi petaka atau kehancuran hati yg sangat dalam.

    Mendengar kata Gerimis, sekali lg sy berpikir ttg hujan. Bahwa banyak orang mengatakan sangat menyukai hujan. Bkn krn bau tanah yg ditimbulkan terasa segar atau air yg Tuhan turunkan dr langit membawa kesejukan. Melainkan mrk menyukai hujan krn mrk bisa meluapkan emosi, kesedihan jg air mata mrk diantara derasnya air yg jatuh ke bumi. Supaya tak ada yg melihat, bhw mrk sedang bersedih. Atau ada air mata yg turun membasahi pipi mereka.

    Menurut yg prnh sy baca, Hujan memiliki kemampuan menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan gerimis adalah permulaan yg bagus untuk itu :’)

    Kadang sy berharap, bisa menemukan gerimis yg membawa kebahagiaan. Tak hanya kesedihan. Meski sulit dan harus melalui mendung (atau hati yg gelisah). Kemudian setelah gerimis yg berganti hujan itu reda. Saya harap bisa segera menemukan pelangi yg indah menuju masa depan🙂

    Terima kasih atas wadah emosional yg bersedia menerima celotehan saya ^^

    Best Regards

    Elok Faiqotul (Pasuruan) // @_elokfa

  26. Setiap mendengar kata “Gerimis” yang terlintas dipikiranku hanya bayangan koper yang ditarik ulur, emosi yang meluap luap, dan tangisanku yang hampir memecahkan gendang telinga. Dari setiap kata kasar dan penekanan kata yang terlontar, aku sadar… Mama begitu sangat terpukul. Dalam kondisi apapun, kurasa wajar jika aku tetap ingin tinggal bersama Ayah walaupun beliau telah bercanda dengan perasaannya dibelakang kami. Tangan yang mempersilahkan ayah pergi adalah tangan yang sama yang selalu bersedia mengelap keringat ayah saat pulang bekerja, tangan Mama. Pengkhianatan terjadi lagi, mungkin inilah batasnya, batas dari segala sabar dan doa yang terpanjatkan. Perpisahan mengakhirinya, Ayah pergi dan aku… entah dimana beliau sekarang berada, aku sangat merindukannya.

    Nama : Hendika Damayanti
    Twitter : _hendikadama
    Kota : Jakarta Timur

  27. Nama : Anis Antika
    Akun Twitter : @AntikaAnis
    Kota Tinggal : Surabaya

    Jika mendengar kata gerimis, yang terlintas dalam pikiranku adalah sendu, kepedihan, tapi sekaligus juga sebuah harapan. Nggak tahu kenapa, setiap kali melihat langit gelap dengan rintik gerimis, ingatanku akan dipaksa kembali ke masa-masa nggak menyenangkan dan menyedihkan yang telah kualami. Aku kehilangan dia, saat gerimis. Aku kehilangan sahabat, saat gerimis. Aku kehilangan Eyang Yut untuk selama-lamanya, saat gerimis. Tapi, hujan dengan langit cerah, itu seperti sebuah pengahrapan bagiku. Aku filosofikan, disaat air mata jatuh, akan ada kebahagiaan yang mengiringinya.

  28. Jika mendengar kata gerimis, yang terlintas dalam pikiranku adalah pertanda akan segera turunnya hujan.

    Yup, bagiku gerimis merupakan momen awal sebelum terjadinya hujan. Ketika gerimis mulai turun dari langit dan terdengar suara rintikannya, semua orang mulai bersiap-siap. Bersiap-siap membawa payung, bersiap-siap memakai jas hujan, maupun bersiap-siap mencari tempat untuk berteduh. Bagiku, gerimis selalu menjadi hal yang menyenangkan, karena tetesannya yang lembut dan ringan tidak akan membasahi tubuh kita, namun sebaliknya membuat rasa sejuk. Di saat itu pula di dalam hatiku muncul sebuah perasaan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.Pasti kalian juga pernah kan merasakan gerimis yang jatuh mengenai tubuh kalian? Bagaimana rasanya?

    Menatap gerimis yang turun juga merupakan keasyikan tersendiri.

    Gerimis dan hujan bagaikan seperti anak dan ibu. Gerimis adalah anak , sedangkan hujan adalah ibunya. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Meskipun begitu, belum tentu orang-orang menyukai keduanya. Ada yang hanya menyukai gerimis, namun ada juga yang hanya menyukai hujan.

    Bagaimana dengan kalian, apa yang terlintas dalam pikiranmu ketika mendengar kata gerimis?^^

  29. Ita Sholihatin
    @terhujan
    Jogja

    Gerimis serupa seorang perempuan yang penuh ragu menunggu di balik pintu. Perempuan malang yang baru ditinggal kekasihnya untuk perempuan lain yang adalah sahabat karibnya. Membuatnya lupa bahwa ada dunia yang bukanlah sudut gelap di dalam kepalanya sendiri. Lalu kini, diam-diam dan penuh ragu, ia mencoba membuka pintu, mengayunkan langkah untuk memijak dunia yang lama tak diingatnya itu. Namun lagi-lagi ia ragu. Langkahnya baru separuh, belum utuh. Ia hanya menunggu dan terus menunggu. Urung untuk mengutuhkan langkahnya, urung untuk mengembalikan separuh langkahnya yang terayun tanggung.

  30. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  31. Berkisah soal tema masa lalu gitu nih ya kak. Kayanya cocok buat aku yg terlalu fokus sama masa lalu :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s