REVIEW Runaway Ran

 

Jatuh cinta itu datangnya nggak pakai janji. Kalau mau datang, ya datang saja seenaknya. (hlm. 209)

Katrina Citra Cahaya yang biasa dipanggil dengan nama Katrin. Seperti hobi perempuan pada umumnya, Katrin hobi banget belanja online, terutama urusan beli buku/komik dan baju. Ihhh…sama banget kita ya, Katrin!!😀 #toss

Dulu Katrin parah banget, uang jajannya untuk sebulan selalu habis sebelum akhir bulan dan dia harus merengek, memohon, dan merengek lagi pada ayah. Dan ayah, biarpun diawali dengan wejangan-wejangan, selalu nggak tega dan akhirnya buka dompet. Posisi ayah di kantor memang bagus. Ayah berhasil menjadi direktur marketing waktu itu. Katrin nggak ingat keluarganya pernah susah, hidup mereka selalu terjamin dan ayah selalu berusaha mencukupi.

Hidup Katrin berubah sejak ayahnya sudah tidak menjadi direktur lagi. Ya, terkadang ketika orangtua jatuh, anaklah yang akan mendapat imbas paling besar. Termasuk urusan uang jajan.

“Kat, coba dikurangin sedikit baca komik atau novelnya. Biar kamu fokus kuliah S2, jadi cepat selesai. Nanti kalau sudah kerja, punya uang sendiri, kamu bebas mau ngapain aja. Lumayan kan, sebetulnya waktu leha-leha kamu itu bisa kamu manfaatin buat urusan kampus. Belanja-belanja online juga kalau nggak penting-penting amat coba dikurangin. Baju kamu di lemari penuh begitu.” (hlm. 9)

Sama seperti Katrin, sejak mama meninggal sampai sekarang punya gaji sendiri, saya sudah tidak pernah minta uang ama babe, jadi kalau mau sesuatu ya harus dari keringat sendiri. Nggak salah kok kalau kita membeli sesuatu, selagi kita senang dan pakai uang sendiri, why not?!?😀

Urusan kuliah, ayahnya masih mampu membiayainya. Urusan belanja?!? Sudah tidak ada abodemen lagi lagi dari ayahnya. Padahal belanja online adalah salah satu hobi Katrin yang tidak bisa dibendung. Satu-satunya cara agar dia mempunyai untuk membeli barang-barang yang ia inginkan adalah dengan bekerja.

Dia melamar menjadi asisten komikus yang sedang naik daun; J.F. Ran yang terkenal dengan komik 4 Hero No Zero. Siapa sangka komik yang super lucu itu dibuat oleh seseorang yang galak dan bermulut tajam. Ganteng sih iya, gajinya pun besar. Tapi apakah Katrin akan sanggup bekerja dengan seseorang tipikal seperti itu? Bayangkan saja, di hari pertama bekerja dengan kostum rapi jali dan rambut keluar dari salon, malah disuruh ganti baju dengan kaos gratisan. Menurut Ran, baju yang dikenakan Katrin bisa merusak suasana. #PLAKK

Gaji Katrin lumayan besar loh. Bayangin, gaji saya aja cuma separonya. Kerjanya juga enak pula, cuma mengarsir dan mengahapus coretan komik yang digarap Ran ini. Mau juga donk kerja kayak Katrin… x)

Uwowww… suka ama tokoh Ran ini. Tipe-tipe cowok kulkas. Dan sebenarnya kasian loh, dia punya masa lalu yang suram dan selalu membayangi masa depannya meski kini sudah sukses menjadi komikus terkenal.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kalau ternyata memang ini bukan rejeki, kita harus terima. Mungkin ini bukan yang terbaik. (hlm. 6)
  2. Orang sabar disayang Tuhan, dan berguna bagi nusa dan bangsa. (hlm. 42)
  3. Semua yang berlebihan itu nggak baik. Cinta yang terlalu dalam bisa bikin kita takut melihat kenyataan. (hlm. 189)

Banyak kalimat sindiran dalam buku ini:

  1. Kalau orang terlalu lurus, kadang bisa dianggap halangan oleh sebagian orang. (hlm. 12)
  2. Cari kerja tuh susah, tauk! (hlm. 21)
  3. Yang namanya melamar kerja, penampilan itu menunjang lho. (hlm. 24)
  4. Hemat boleh, tapi jangan nyiksa diri dong! (hlm. 25)
  5. Kalau intervieu kerja, nggak ada yang lebih baik daripada jawaban jujur. (hlm. 37)
  6. Emangnya kalau udah punya pacar, orang lain nggak boleh naksir? (hlm. 48)
  7. Cewek zaman sekarang, hidup di Jakarta, kalo nggak bisa shopping dan jalan-jalan bisa mati garing kali. (hlm. 56)
  8. Mubazir banget muka ganteng ditutupi dengan kejudesan dan gaya bajunya yang kaku dan serius. (hlm. 57)
  9. Lempeng sih lempeng, plos sih polos, tapi kalo dapet tindakan pelecehan perempuan harus lawan dong! (hlm. 66)
  10. Masa baru kerja udah pengen dipecat? (hlm. 80)
  11. Salah satu ciri-ciri orang manja; nggak bisa terima pendapat orang lain. (hlm. 91)
  12. Memutuskan menikah kan nggak semudah itu. Harus mantap di segala aspek dulu. (hlm. 126)
  13. Masa pacarnya ke mana nggak tahu. Dasar pacar tak dianggap. (hlm. 172)
  14. Yang namanya manusia itu mahluk sosial. Jangankan sama orang yang kenal, sama orang yang nggak kenal pun, kalau kesusahan, kita bantu kan? (hlm. 207)
  15. Yang namanya sabar kan ada batasnya. (hlm. 246)
  16. Orang pacaran kan nggak dilarang punya hubungan profesional. (hlm. 304)
  17. Gini nih kalau urusan pribadi bercampur dengan urusan kerjaan. Giliran ada masalah, kerjaan ikut mandek. Ekonomi ikutan seret! (hlm. 319)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Runaway Ran

Penulis                                 : Mia Arsjad

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : Juli 2013

Tebal                                     : 368 hlm.

ISBN                                      : 978-979-22-6000-7

16 thoughts on “REVIEW Runaway Ran

  1. Kakak typo judulnya, harusnya Runaway Ran bukan Runaway Run hehe. Ini novel salah satu favorit aku juga! Apalagi Ran nya uwww sekseh~ hahahah

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Katrin ini sama kayak aku dalam hal berbelanja novel, cuma bedanya aku kalo duit abis nggak bakal minta sama ortu tapi ngumpulin dari uang jajan. Kadang jug suka gimana gitu kalo semua uang jajan diabisin buat beli novel, di satu sisi sayang uangnya, di satu sisi ya namanya udh passion, jadi kepengen beli novelnya

  4. Katrina Citra Cahaya yang biasa dipanggil dengan nama Katrin. Seperti hobi perempuan pada umumnya, Katrin hobi banget belanja online, terutama urusan beli buku/komik dan baju. Ihhh…sama banget kita ya, Katrin!!😀 #toss

    Ikutan toss!😀

  5. Sama-sama suka belanja online nih, apalagi di kotaku ga ada toko buku, jadi belanja online cuma jalan satu-satunya😀

    Hari pertama aja udah harus rubah penampilan. Menurutku sih oke banget, apalagi Katrin terlalu membiasakan hidup enak. Bisa buat pelajaran juga, cari uang tuh susah. Dapet duit dari ortu, jajannya ga diatur, begitu punya penghasilan sendiri, belanja pake mikir dua kali juga #ehmalahcurcol😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s